Dark Game

Dark Game
220. Guild Pisau Keramat 9


__ADS_3

Penjaga Suci Jack saat ini sedang bertarung melawan petinggi guild Pisau Keramat bernama Hanfeng dan penjaga Luck menghadapi petinggi yang bernama Wuu.


Keduanya cukup berimbang dengan lawannya yang memiliki kekuatan lebih tinggi dua lapisan. Untung saja Wuu dan Hanfeng telah kehabisan energi mereka sehingga Jack dan Luck yakin dapat mengalahkannya.


Sementara itu Parsi saat ini sedang melawan Yubao, keadaan Parsi yang telah berangsur membaik membuat kekuatannya kembali pada lapisan lima setara dengan kekuatan Yubao. Namun sialnya bagi Yubao adalah Parsi memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih tinggi darinya membuat Parsi dengan mudah membuatnya terpojok.


“Sebentar lagi, guild Pisau Keramat hanya akan menjadi sejarah.” Ucap Parsi setelah berhasil mendaratkan dua pukulan pada Yubao. Pukulan yang diberikan oleh Parsi mengandung energi yang sangat besar sehingga Yubao harus terpental belasan meter dan memuntahkan darah dari mulutnya.


Pukulan Parsi juga membuat beberapa tulang rusuk Yubao patah dan sebagiannya retak. Yubao merasakan sakit yang sangat saat memegang dadanya. Sisa energi yang dimiliki oleh Yubao juga tidak dapat membuat luka dalamnya tertutup.


Yubao menggigit bibirnya, ia tidak pernah menduga akan tewas ditangan Parsi. “Kurang Ajar, jika aku tahu dari awal mungkin aku akan membiarkannya lolos dari kota ini.” gumam Yubao. Ia sedikit menyesal telah berbuat bodoh. Jabatan untuk memimpin Aliansi Hell Memoth untuk sementara waktu tidak lagi dapat ia raih.


Padahal kekuatannya saat ini cukup untuk menjadikan dirinya salah satu pimpinan aliansi Hell Memoth di kekaisaran Humanie.


“Aku dan beberapa anggota guild Pisau Keramat mungkin akan tewas hari ini, tapi jangan harap jika guild Pisau Keramat akan turut menjadi sejarah. Apa kau melupakan wakil ketua guild Pisau Keramat, wakil ketua Fengtian?” ucap Yubao sambil berusaha berdiri dengan kedua tangannya.


“Oh tentu aku mengingatnya...” Reynal tiba- tiba hadir diantara Parsi dan Yubao. Ia telah menyelesaikan pertarungannya melawan Mengtian dengan cepat. Membuat dirinya dapat membantu Parsi menghadapi Yubao.

__ADS_1


“Bagaimana mungkin kau dapat membunuh Mengtian dengan cepat?” Yubao kembali mundur beberapa langkah seolah berusaha untuk menjaga jarak dengan Reynal.


“Pendekar yang telah kehabisan energi terlalu banyak lebih mudah untuk dikalahkan. Sebenarnya aku agak kecewa dengannya, walau ia merupakan pendekar Semesta lapisan Empat namun ia masih jauh lebih lemah daripada tetua Nie yang merupakan pendekar semesta lapisan empat, salah satu tetua guild Seribu Racun.” Ucap Reynal sambil membersihkan beberapa noda darah yang menempel pada bagian bawah bajunya.


“Jika Fengtian tahu kau membunuh adiknya maka ia tidak akan segan untuk membalaskan kematian Mengtian” Yubao tersenyum mengejek, setidaknya ia dapat mati dengan tenang setelah mengetahui Fengtian akan meneruskan dendamnya.


“Aku ingin bertanya padamu satu kali lagi, apakahkau mengetahui Fangtian bukanlah pendekar seperti kalian? Aku ingat ketika Fengtian menemui Penjaga Jack dan Luck mengenai kekuatan dan keberadaan kalian” Yubao terdiam mendengar pertanyaan Reynal. Ia sadar bahawa selama ini Fengtian memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda dengan yang lainnya.


Ia lebih memilih untuk menolong warga daripada mencuri dan merampok, selain itu ia juga satu- satunya petinggi Pisau Keramat yang menentang aliansi dengan Hell Memoth. Jika bukan karena kekuatannya yang hebat, mungkin Yubao telah lebih dulu membunuhnya.


“Dan sekarang kau bisa mati dengan tenang, Pisau Keramat telah hancur hari ini” usai berkata seperti itu Reynal kemudian mengeluarkan sihir elemennya lalu mulai membakar Yubao dengan api Abadi.


Pendekar Wuu tidak dapat menahan serangan Luck, ia tewas seketika setelah pedang pendek Luck menusuk tepat pada bagian jantungnya. Tidak berselang lama, akhirnya Penjaga Jack berhasil membunuh Hanfeng dengan ilmu tombaknya.


Setelah berhasil membunuh seluruh pasukan guild Pisau Keramat, Reynal menggunakan sihirnya kelangit. Seketika muncul cahaya seperti kembang api yang sangat cantik. Parsi tidak mengetahui maksud Reynal menyalakan sihirnya segera menanyakan hal tersebut pada Luck dan Jack.


“Kami lupa memberitahukanmu... sebenarnya kami telah bekerja sama dengan salah satu petinggi Pisau Keramat yang bernama Fengtian. Ia adalah wakil ketua guild tetapi tenang saja, Fengtian adalah orang yang baik, dia yang memberitahukan kita segala informasi terkait guild Pisau Keramat.” Jelas Jack.

__ADS_1


“Pemimpin Suci saat ini sedang memanggilnya, karena kekuatan Fengtian yang besar membuat Pemimpin Suci ingin mengangkatnya sabagai salah satu tetua utama Akademi Beladiri sama seperti anda” sambung penjaga Luck.


“Itu dia telah datang.. ayo kita kesana!”


Ketiganya segera mendekati Reynal yang telah lebih dulu berbincang dengan seorang pendekar dengan wajah yang cukup tampan serta berperawakan seperti Luck.


“Perkenalkan, dia Fengtian. Dia akan menjadi salah satu tetua utama Akademi Beladiri bersama dengan Parsi. “ Reynal memperkenalkan Fengtian pada Luck, Jack dan Parsi.


Menurut Parsi, ia tidak pernah melihat Fangtian bersama dengan anggota guild Pisau Keramat sehingga Parsi baru mengenalnya. Fengtian mendengar hal itu tersenyum, “Walau kau tidak mengenalmu tapi aku sangat mengenalmu. Terimakasih telah membantuku membasmi kejahatan guild Pisau Keramat”


Parsi tersenyum bangga mendengar pujian Fengtian, “Tidak, itu bukanlah apa- apa bagiku”


Reynal memberikan Fengtian sebuah surat yang sama dengan surat yang diberikan kepada Parsi. “Bawalah surat ini pada Akademi Beladiri kota Air Biru! Berlatihlah disana, gunakan sumber daya secara maksimal agar kau dapat menembus lapisan lima. Aku yakin kau akan berhasil”


Fengtian menerima surat Reynal. Ia kemudian menunduk hormat sebagai ucapan terimakasih. Setelah itu ia kembali menuju markas guild Pisau Keramat untuk berkemas.


“Parsi, apa kau ingin ikut bersama dengan Fengtian? Kalian bisa pergi ke Akademi Beladiri bersama”

__ADS_1


“Tidak usah, aku mungkin akan mengikuti mu menuju Secret God.”


“Baiklah kalau begitu, bersiaplah karena sebentar lagi kita akan melanjutkan perjalanan”


__ADS_2