Dark Game

Dark Game
495


__ADS_3

Black Dangger Kembali


mengarahkan jarinya, ia kini mengerahkan kekuatan penuh yang ia miliki untuk


menghancurkan formasi pembunuh Akademi Beladiri. Halu King dan yang lainnya


telah lama mundur karena merasakan kekuatan yang sangat kuat mengalir dari


Black Dangger.


Mereka menunggu apakah


Black Dangger dapat menghancurkan pelindung yang Akademi Beladiri miliki atau


tidak. Tak sampai beberapa menit, sebuah bola berwarna hitam pekat seukuran


dengan bola basket jika didunia nyata terlihat sedikit melayang diatas jari


telujuk Black Dangger yang tegak lurus.


“Bola hitam neraka!” teriaknya


ketika melemparkan bola hitam tepat di atas formasi pembunuh Akademi Beladiri.


Seketika itu juga bola


hitam itu berbenturan dengan lapisan formasi pembunuh Akademi Beladiri. Awalnya


bola itu tidak dapat menembus atau menggetarkan formasi akibat ribuan tiang


energi menyangganya.


Namun perlahan bola


hitam itu mulai menggetarkan formasi pembunuh, selain itu energi dari para


pendekar formasi yang menyangga tiang energi mulai kehabisan energi mereka.


Terutama tetua Qin Feng yang dari awal mengeluarkan energi yang besar untuk


melindungi formasi.


Kretak! Kretak!


Kretak!


Perlahan formasi


pembunuh mulai mengalami keretakan karena ditekan oleh bola hitam milik Black

__ADS_1


Dangger. Bola itu semakin menekan dengan jumlah retakan yang semakin banyak dan


melebar.


Wajah dari para


pelindung formasi dan juga tetua Qin Feng tidak begitu baik. Mereka mengetahui


jika formasi pembunuh dihancurkan dengan cara seperti itu maka bukan hanya itu


akan cepat pecah tapi juga akan terjadi ledakan keras yang mampu menciptkana


gelombang kejut super besar.


Gelombang itu akan


mengenai bukan hanya pihak musuh tapi juga mereka yang berlindung di dalam


formasi. Gelombang itu bukan hanya besar tapi juga mampu membunuh pendekar


Semesta sekalipun.


“Tidak! Kalian yang


merupakan pendekar Semesta ke bawah sebaiknya segera lari berlindung, formasi


ini tidak akan bertahan lama” teriak Qin Feng.


membuat seluruh anggota devisi formasi yang berada disini tewas karena ia yakin


pondasi dari formasi Akademi Beladiri akan menurun jauh jika mereka semua tewas


disana. TIdak apa jika mereka adalah pendekar dewa yang cukup mampu bertahan


namun 80% dari mereka hanyalah pendekar Semesta.


“Tuan, kita tidak bisa


membiarkan anda menahan ini sendirian! Kita harus berjuang dan mati bersama


hari ini” teriak salah satu murid dari Qin Feng.


Usai berkata seperti


itu, ia menggunakan seluruh energinya untuk membentuk pilar energi yang jauh


lebih besar. Retakan seketika terhenti sejenak membuat Qin Feng dan yang


lainnya terkejut.

__ADS_1


Meski hanya sejenak,


retakan itu berhasil dihentikan oleh seorang muridnya. “Cepat hentikan dia! Dia


menggunakan energi kehidupan untuk melakukannya” teriak Qin Feng yang segera


tersadar.


Ia menyesali muridnya


itu yang terlalu bertindak gegabah, mengorbankan dirinya hanya untuk mencegah


formasi pembunuh yang pada akhirnya juga akan hancur.


“Sihir Formasi –


Teleport!” Kemudian Qin Feng menggunakan sihir terakhir yang ia miliki untuk


mengirimkan semua muridnya dan anggota devisi formasi pada pusat Akademi


Beladiri menggunakan teleportasi.


Ribuan anggota devisi


formasi seketika menghilang dan meninggalkan tetua Qin Feng sendirian. Bersamaan


dengan itu ribuan tiang energi juga ikut menghilang meninggalkan sebuah tiang


energy milik Qin Feng.


Black Dangger


tersenyum senang, “Saya berterimakasih padamu karena telah mengirimkan mereka


pergi dari sini! Saya sungguh akan kesulitan jika mereka tetap disini


memberikan energi.”


Black Dangger tanpa di


duga menciptakan bola hitam neraka lainnya dan segera melemparkannya ada


formasi pembunuh. 2 bola hitam neraka bersama- sama menggetarkan formasi


pembunuh dan membuat retakan kecil Kembali tercipta.


Qin Feng tersenyum


pahit merasakan tiang energinya mulai meredup menandakan energi yang ia miliki

__ADS_1


sudah tidak banyak. “Huh! Padahal masih banyak formasi yang belum saya


ciptakan” ucapnya menyesal ketika merasakan akhir hidupnya mendekat.


__ADS_2