Dark Game

Dark Game
299. Keputusan Prince Alex


__ADS_3

Dilain sisi pergolakan kekaisaran juga nampak memanas akibat tindakan Akademi Beladiri. Pangeran Kedua, Prince Hesgon berhasil mendapatkan dukungan dari aliansi 4 perguruan besar dan menekan putra Mahkota yang saat itu didukung oleh Pangeran ke sepuluh, Prince Alex.


Prince Alex merupakan pendukung kuat Akademi Beladiri pada pihak kekaisaran, terlebih ia juga merupakan pangeran yang dekat dengan Bella, salah satu pemimpin cabang Akademi Beladiri.


Tindakan Prince Hesgon kini membuat langkah Prince Alex menjadi terbatas. Di satu sisi ia ingin mendukung dan mengancam aliansi perguruan besar sementara disisi lainnya geraknya dibatasi akibat goyahnya tahta Putra Mahkota dari tangan kakaknya.


Tidak dapat dihindari memang perebutan tahta tersebut antara tiga kubu utama. Kubu ibu ratu, Queen Chlir Humanie, Kubu selir pertama Princess Aira Humanie, dan kubu selir kedua, Princess Reren Humanie.


Kubu ibu ratu terdiri dari putra mahkota, Pangeran kesepuluh dan pangeran ke tujuh belas. Sedangkan kubu Aira adalah Pangeran kedua, pangeran ketiga, pangeran kesembilan, dan pangeran ke sebelas. Dan yang terakhir kubu Selir Reren terdiri dari pangeran depalan, pangeran ke dua belas dan pangeran ke enam belas.


Menurut pertimbangan kubu terkuat saat ini dipegang oleh Ibu ratu akibat prestasi Pangeran Alex membawa Akademi Beladiri dipihak mereka namun akhir- akhir ini posisi tersebut goyah dan membuat kubu Aira menjadi lebih mendominasi. Sementara kubu Reren selama ini masih bertindak sedikit pasif.


Dukungan dari ketiga kubu tersebut sangatlah berpengaruh baik itu pada Akademi Beladiri ataupun aliansi 4 perguruan. Sekuat- kuatnya perguruan mereka akan tetap bernaung dalam sebuah kekaisaran besar. Mereka tidak dapat berbuat banyak jika tidak ada satupun memiliki dukungan dari pihak kekaisaran.


Keadaan inilah yang menyebabkan kubu Queen Chlir Humanie mengadakan pertemuan rahasia pada salah satu sisi istana yang jarang diketahui oleh pihak lainnya.

__ADS_1


“Kak, keadaan kita tidak memungkinkan untuk melanjutkan aliansi dengan Akademi Beladiri menurutku!” keluh pangeran Peerles pada dua sosok dihadapannya.


Sosok pangeran Peerles yang masih sangat muda dengan aura dan semangat yang membara dalam tubuhnya membuat ia memiliki kharisma berbeda dengan kedua kakaknya. Ia menjadi pangeran termuda dalam silsilah keluarga kekaisaran Humanie dengan status dan pangkat yang tinggi. Walau masih berumur dua puluh tahunan namun pendapatnya sangat dihargai bahkan oleh pangeran mahkota sendiri.


Pangeran Mahkota dalam hal ini setuju dengan saran yang diajukan oleh pangeran Peerles namun disisi lain pangeran Alex adalah mediator dan perantara yang menghubungkan pihak kekaisaran dan Akademi Beladiri sejak awal sehingga terdapat jejak ketidaksukaan yang terlihat.


Pangeran Mahkota memiliki sifat yang bijaksana dan adil, ia juga memiliki kemampuan yang spesial untuk melihat beberapa sifat asli seseorang dalam sekali pandang sebab itu hanya sedikit yang dapat ia percayai dalam hal ini kedua pangeran saat ini adalah kandidat dan yang paling ia percayakan.


Sulit baginya untuk memihak dan menentang salah satu pihak sehingga ini menjadikan posisinya sangat rumit. Ibu ratu telah mempercayakan dirinya dalam hal ini sehingga ia tidak dapat meminta bantuannya dan memutuskan sendiri.


Pangeran Alex tidak lagi memperhatikan siapa yang ia pandangi, ia berteriak dengan begitu keras hingga tidak peduli lagi suaranya terdengar sampai keluar. Ia merasa sangat kesal sekaligus kecewa dengan tindakan kakak dan adiknya dalam hal ini.


Mereka sangat senang bahkan ingin menjilat Akademi Beladiri ketika membawa keuntungan namun ketika membawa kesulitan, mereka ingin melepasnya begitu saja? Prince Alex tidak habis pikir, ia mengenal kedua saudaranya lebih dari dirinya sendiri namun ia sungguh tidak menyangka pertemuan rahasia kali ini akan membuatnya kembali berpikir dalam waktu yang lama.


Vena nampak menonjol keluar dari kulit leher giok pangeran Alex ketika berteriak mengeluarkan pendapatnya, wajahnya yang putih tampan kini menjadi lebih gelap.

__ADS_1


Pangeran mahkota sangat kaget dengan tindakan Prince Alex, ia tahu adiknya itu cukup kesal namun tidak pernah ia melihatnya memiliki tempramen yang seperti itu. Prince Alex terkenal akan wibawanya yang terkendali dan sangat pintar dalam mengendalikan emosi. Namun kali ini ketika ia sangat marah maka itu menandakan bahwa putra Mahkota dan pangeran Peerless telah melakukan kesalahan yang besar.


Pangeran Alex mungkin hanya sesosok pangeran dari tujuh belas pangeran yang ada dalam keluarga kaisar namun ia memiliki posisi yang cukup penting. Putra Mahkota khawatir Prince Alex akan memutuskan keluar dalam kubu ibu ratu dan melemahkan posisinya.


Disisi lain Prince Peerles merasa sedikit menyesal, ia akui sedikit terbawa suasana dan sedikit implusif hari ini dan membuat kakaknya marah. Namun pemikirannya masih waras dan terbuka sehingga jelas pendapatnya ia setujui.


Putra Mahkota menghela pelan, ia memutuskan untuk menjelaskan situasinya lebih lanjut pada Prince Alex agar adiknya dapat mengerti. “Saya tau ini sedikit egois untuk pihak Akademi Beladiri namun mempertahakan hubungan aliansi dalam masa- masa yang sulit seperti sekarang ini sangatlah tidak rasional. Jika kita memutuskan hubungan aliansi untuk sementara waktu dan memperbaikinya ketika situasi telah membaik maka ini adalah pilihan yang bijak menurutku.”


“Bijak?” Prince Alex berkata dengan nada sarkas, penjelasan kakaknya semakin memupuk kekesalannya.


“Betul! Akademi Beladiri saat ini hanyalah Akademi bintang 3 yang masih membutuhkan bantuan kekaisaran untuk mendapatkan lahan dan tanah. jika kita meminta tanda terimakasih maka Akademi Beladiri pasti akan memberikan kita hal tersebut. Mereka pasti mengerti dengan situasi tahta saat ini!” Prince Peerles tidak memiliki alasan untuk tidak menambah.


“Dengan kita memutuskan hubungan aliansi maka tidak ada alasan bagi Prince Hesgon untuk menekan dan mendesak kita. Lagipula adik kita, Prince Peerles telah mendapat kenalan dari seorang penatua dari Akademi besar lainnya yang tidak kalah dan lebih kuat dari Akademi besar pendukung kubu ibu Aira.” Putra Mahkota menutup penjelasannya lalu kembali menatap Prince Alex meminta persetujuannya.


Prince Alex sendiri merasa penjelasan kedua saudaranya terdengar lucu dalam pikirannya, itu sebab itu tertawa terbahak- bahak. Pandangan Putra Mahkota gelap dan Prince Peerles sedikit memerah melihat tingkah dari Prince Alex.

__ADS_1


“Baiklah ini putusanku...” ucap Prince Alex setelah selesai tertawa sambil memegang perutnya yang sedikit sakit.


__ADS_2