
“Mulailah!” teriak Black Dangger.
Para pendekar dewa yang menonton disamping
segera bersemangat, mereka menunggu 4 pendekar terkuat mengambil tindakan. Namun
apa yang mereka tidak pernah duga adalah 4 pendekar dewa yang banyak dipuji
tidak mengambil tindakan. Mereka duduk dengan acuh tak acuh .
“Kenapa mereka tidak bergerak?”
“Apa yang mereka ingin lakukan? Mereka hanya
duduk di pinggir arena!”
“Mereka mungkin takut mati, hahaha”
Tetua dari Hell Memoth yang melihat hal itu
tertawa terbahak- bahak. Mereka mengejek dan mengatakan para pendekar terkuat
andalan setiap guild besar hanyalah pecundang.
“Hmph! Apa hak kalian untuk mengatakan kami
pecundang? Kalian duduk di bawah arena hanya mengandalkan para kuasa mutlak.
Dihadapan kami kalian hanyalah sepotong daging yang lunak.” tetua dari Gunung
Beracun berteriak dengan keras. Ia nampak sangat kesal dengan ucapan para tetua
Hell Memoth.
“Kami hanya memberikan kesempatan untuk
pendekar dewa lapisan 3 lainnya untuk bertarung. Mereka jelas telah
mempersiapkan diri mereka. Jika kita segera bertarung maka mereka tidak akan
mendapatkan tempat untuk bertarung dan menunjukkan bakat mereka pada guild. Apa
yang kalian ketahui? Kalian jelas tidak pernah mengetahui hal ini karena tidak
berasal dari guild besar seperti kami!” Halu King berbicara.
__ADS_1
Tiga lainnya mengangguk pelan seolah
menyetujui apa yang dikatakan oleh Halu King. Para tetua dari Hell Memoth tidak
lagi bersuara setelah itu, mereka mundur dengan wajah penuh malu dibelakang
para malaikat suci lainnya.
Jacson Prier tertawa lebar mendengar perkataan
dari Halu King. Begitupula dengan Peri Jahat dan Eye Die yang mengambil sikap
bangga.
Guild Besar memang berbeda dengan kumpulan
seperti Hell Memoth ataupun kerajaan lainnya. Mereka memiliki peraturan bahwa
setiap anggota guild harus menunjukkan kekuatan dan dominasi mereka untuk
mendapatkan sumber daya. Berbeda dengan Hell Memoth yang setiap anggotanya akan
mendapatkan sumber daya yang sama sehingga melahirkan banyak pendekar dewa yang
memiliki kekuatan yang rata.
siapa yang kuat maka ia akan berkuasa. Begitulah pertarungan seperti itu akan
melahirkan banyak pendekar kuat yang melebihi pendekar lainnya di tingkat
kekuatan yang sama.
Seorang jendral dari kerajaan Night segera
melompat ke tengah arena, ia membawa sebuah pedang berat di punggungnya.
Sekilas ia nampak seperti pejuang bebas karena tampilan yang ia kenakan sangat
tidak terawat dan sedikit kumuh.
“Jendral Pengelana! Itu adalah jendral
pengelana dari kerajaan Night! Ia sepertinya telah berhasil mencapai tingkat
Dewa lapisan 3” salah seorang pendekar
__ADS_1
dari guild bawahan kerajaan Night berseru kagum.
Saat itu banyak pendekar dewa yang berbalik
melihatnya. Para pendekar dewa dari guild besar sedikit mengangguk melihat aura
dan kekuatan yang kuat dari jendral pengelana.
Jacson berbisik pada wakil Sea Lean. “Sea
Lean, pendekar yang disebut sebagai pendekar pengelana itu memiliki aura pedang
yang samar di tubuhnya. Ia sangat kuat bahkan mungkin lebih kuat dari Gressham
jika berada pada tingkatan yang sama. Saya ingin kau memasukkannya dalam daftar
pendekar dewa yang ingin kita rekrut.
Usahakan untuk membuatnya senang dengan guild
Raja Nirwana dan rela memasuki guild Raja Nirwana. Saya yakin kau dapat
menangani pendekar itu dengan baik. Jika benar dibutuhkan maka jangan ragu
untuk menggunakan segel budak yang kita miliki!”
Wakil Sea Lean mengangguk, ia juga melihat
jendral pengelana memiliki potensi yang kuat. “Saya akan berusaha semaksimal
mungkin ketua, tapi apakah anda tidak takut jika raja Night mengetahui hal ini
dan marah pada guild Raja Nirwana? Ia kini merupakan salah satu Malaikat Suci
berpengaruh di dalam Hell Memoth dan Hell Memoth juga memiliki hubungan yang
sangat baik dengan kerajaan Night.”
Jacson terkekeh pelan, “Raja Night? Hmph!
Orang itu telah lama sekali menentang guild Raja Nirwana kami. Beri ia
pelajaran sedikit jika ia berani datang
padaku. Kau tidak usah takut, Hell Memoth tidak akan berani untuk mengejar kita
__ADS_1
hanya demi jendral pengelana dari kerajaan Malam.”