Dark Game

Dark Game
188. Kebun Beracun


__ADS_3

Reynal mulai mencoba membuat penawar racun setelah melihat sendiri contoh racun yang di derita oleh Edgar. Sementara Reynal membuat penawar racunnya, Remi memutuskan agar Edgar dirawat oleh Akademi Beladiri untuk menyembuhkan beberapa bagian tubuhnya yang mengalami luka dalam.


Tentu saja, ini membutuhkan biaya yang sangat besar baik itu dari Akademi Beladiri dan guild White Lotus. Remi mengatakan bahwa biaya yang harus dikeluarkan oleh guild White Lotus sebanyak sepuluh permata Soun. Bagi guild besar setingkat dengan guild Bunga Tulip dan Cemara Hijau, biaya seperti ini walau tidak termasuk mahal namun cukup menguras keuangan yang mereka miliki.


“Aku tetap tidak yakin ini dapat menyembuhkannya, untuk memastikan bahwa penawar ini sempurna harus diuji oleh seorang pendekar racun tingkat tinggi” Reynal memainkan sebuah botol kecil berisi beberapa tetes cairan berwarna hijau pekat ditangannya.


Setelah hampir dua jam bergelut dengan racun, Reynal akhirnya dapat membuat penawar racun tersebut namun karena ini pertama kali baginya membuat ia sedikit ragu.


“Tidak ada pendekar racun dengan pemahaman yang jauh lebih hebat dari Draco, aku tidak tahu lagi harus mencarinya kemana.” Remi yang juga hadir dalam ruangan itu berkata pasrah, ia telah mengenal banyak pendekar tingkat Semesta keatas namun pendekar yang memahami racun hanya sebagian kecil saja.


Namun ketua Remi yakin kekuatan dan pemahaman dari pendekar dan ksatria tersebut tidak lebih hebat dari sang Legenda Draco yang telah mencapai tingkat Dewa lapisan dua dalam waktu yang cukup singkat.


“Ah bodo sekali, aku baru ingat. Aku dapat memanggil King Poison kemari, pemahamannya tentang racun pasti yang tertinggi dari semuanya. Aku yakin ia dapat memastikan bahwa penawar yang aku buat berhasil.” Gumam Reynal pelan, ia merutuki dirinya sendiri karena melupakan hal tersebut.


“Apa kau memikirkan sesuatu?” tanya Remi kepada Reynal, ia melihat Reynal menepuk jidatnya sambil bergumam pelan.

__ADS_1


“Ya, aku tahu siapa yang harus aku panggil” setelah berkata seperti itu, Reynal kemudian meminta izin pada Remi dengan alasan karena memiliki sesuatu yang harus ia kerjakan.


Remi mengizinkan permintaannya, segera saja ia meninggalkan ruangan tersebut dengan langkah yang cukup ia cepatkan. Setelah beberapa saat berjalan, ia tiba pada sebuah taman yang terletak di sebuah bagian kiri ujung Akademi Beladiri. Disana ia mulai membaca mantra dengan suara pelan dan berbisik.


“Dark Mage : Portunia”


Sebuah gerbang berwarna hijau pekat muncul secara tiba-tiba dihadapan Reynal, gerbang itu seolah keluar dari ruang hampa karena keberadaanya yang semula tiada menjadi ada. Dari balik gerbang tersebut, keluar sesosok makhluk yang wujudnya mirip dengan para manusia.


“Ada apa tuan memanggilku?” ucap mahkluk itu seraya memberi hormat.


“Ada yang ingin aku tanyakan padamu, tapi sebelumnya untuk memastikan saja, apa kau merasa dirimu yang terhebat dalam segala hal mengenai racun?”


“Bagus, kemarilah ikuti aku”


“Baiklah tuan” keduanya kemudian bergegas menuju kediaman pribadi milik Reynal, kediaman itu cukup luas untuk ditinggali oleh beberapa orang. Selain itu taman yang terletak disekitarnya juga cukup luas, ini disebabkan karena disana hanya terdapat sebuah rumah membuat rumah itu bagaikan dikelilingi oleh taman yang indah.

__ADS_1


Letaknya yang berada disekitar bagian kiri belakang Akademi Beladiri membuat kediaman Reynal adalah satu-satunya bangunan yang berdiri disana sebab sejak awal berdirinya Akademi Beladiri, Reynal memang telah berpesan agar bagian tersebut akan menjadi miliknya ketika ia berkunjung ke Akademi Beladiri.


Sang King Poison cukup terkejut ketika melihat tanaman yang tumbuh dengan subur disekitar kediaman Reynal. Ia sangat yakin bahwa tanaman yang terdapat disana merupakan berbagai jenis tanaman langka yang sangat sulit dicari keberadaannya.


Selain itu terdapat juga beberapa jenis tanaman beracun yang mengandung racun yang sangat mematikan baik itu untuk manusia ataupun untuk mahkluk hidup lainnya. Reynal tersenyum melihat tingkah sang raja racun, menurut Reynal, ia juga akan kaget ketika melihat puluhan bahkan ratusan jenis tanaman langka yang sangat berharga tumbuh subur dihalaman.


“Ini adalah sumber uang milik Akademi Beladiri, aku cukup yakin ini pertama kalinya dalam hidupmu melihatnya”


“Benar, bahkan kebunku di neraka racun tidak selengkap ini, tuan apakah aku dapat meminta beberapa tangkai dari satu atau dua jenis tumbuhan racun yang ada disini?” kini tanpa Reynal duga, sang raja yang pertama kalinya mereka bertemu itu bersikap sombong kini memandangnya dengan penuh harap dan iba.


Reynal mengangguk menahan tawanya ketika melihat wajah sang Poison King yang menurutnya sangat tidak cocok dengan kekuatannya saat ini.


“Aku akan memberikanmu beberapa dari tanaman disini namun sebelum itu, aku ingin kau memeriksa penawar racun yang berada dalam botol ini” Reynal melemparkan sebuah botol kaca kecil yang semula ia simpan pada salah satu saku bajunya kepada Poison King.


“Ini..”

__ADS_1


~~


Ayo beri vote dan like pada novel Dark Game. Vote sebanyak- banyaknya yah... Oh iya jangan lupa buat bergabung dalam grub Chat Dark Game ( dapat dilihat dibawah kolom vote pada profil utama cerita atau kunjungi profil penulis) disana akan ada informasi seputar Dark Game(bocoran eps selanjutnya) serta jadwal update Dark Game setiap harinya. Dan yang paling penting, disana Author akan membagikan puluhan poin gratis setiap harinya pada beberapa anggota, jadi tunggu apa lagi? buruan gabung!!


__ADS_2