
Reynal mengikuti rombongan Hell Memoth, ia menjaga jarak
dari mereka agar tidak disadari. Sedikit mencurigakan, keempatnya hanya menatap
perbatasan barat yang nampak sepi setelah tiba disana.
Reynal ikut terkejut setelah melihat keadaan daerah
perbatasan barat, menurutnya walau belum banyak aktivitas disana namun
dibandingkan bulan- bulan sebelumnya itu dipenuhi dengan nafas para pendekar.
Sekarang daerah perbatasan yang dijaga oleh Hell Memoth hanya menyisakan sepi
dan sunyi.
“Ada yang aneh, apa yang terjadi selama 3 bulan terakhir?” gumam
Reynal.
Ia kemudian melihat ke arah perbatasan yang dijaga oleh
Horsox Multie diseberang, walau jaraknya sangat jauh Reynal mampu melakukannya.
Setelah melewati tingkat Dewa, semua visi dan aspek indranya meningkat pesat,
untuk melihat dalam jarak seperti itu adalah hal yang mudah.
Disana, ia melihat sekitar 3 sampai 4 ribu pendekar yang
menjaga dan dari nafas yang mereka kuluarkan seluruhnya setara dengan pendekar
Semesta lapisan 3 yang sungguh mengejutkan.
“Horsox Multie memiliki banyak pendekar dewa lapisan 3
menunjukkan bahwa mereka telah meningkat pesat dengan bantuan Akademi Beladiri
pada tahun- tahun yang sulit ini. Cukup dibanggakan!”
Untuk kerajaan Horsox dan lainnya dibawah kekaisaran
biasanya hanya memiliki jumlah personel pasukan militer paling banyak 500 ribu
sampai 700 ribu. Untuk dapat memobilisasi pasukan perbatasan sebanyak 3 ribu
__ADS_1
orang dengan kekuatan rata- rata tingkat Semesta lapisan 3 adalah hal yang
mustahil bagi mereka sebelumnya.
Sama halnya dengan Reynal, keempat pemimpin agung bersama
dengan pasukan yang mereka pimpin terkejut. Bagi mereka, Hell Memoth untuk
memobilisasi pasukan seperti itu juga membutuhkan biaya yang tidak kecil.
Salah satu pemimpin agung yang paling terlihat muda disana
berucap dengan nada kesal, “Pantas saja pasukan kita akan kalah terus menerus
selama 3 bulan ini!”
Pemimpin agung yang merupakan satu- satunya wanita diantara
keempatnya juga menambahkan, “Tapi, saya kira Malaikat Suci Hatari yang menjaga
tempat ini? Mengapa ia dan pasukannya tidak ada? Untuk malaikat Hatari,
membunuh mereka sama saja seperti membunuh semut”
Reynal yang mendengar ucapan wanita itu berubah, matanya
perbatasan? tepat, mereka telah merencanakan hal yang besar!”
Reynal sangat jengkel setelah mendengar salah satu pemimpin
top Hell Memoth akan bersedia menjadi penjaga perbatasan. Tapi satu hal yang
Reynal setujui dari wanita itu, jika Hatari yang menjaga perbatasan barat maka
tidak mungkin Horsox Multie dapat menahannya kecuali jika Akademi Beladiri
turun membantu.
Pemimpin agung yang paling tua mencibir keduanya, “Malaikat
Hatari dan anak buahnya pasti telah tewas dibunuh oleh Akademi Beladiri. Jika
dugaan saya benar, awalnya para kuasa mutlak memerintahkan Malaikat Hatari
untuk menjaga namun karena dikalahkan oleh lawan maka kuasa mutlak akhirnya
__ADS_1
menyuruh kita para pemimpin Agung untuk turun membantu. Sekarang, selaian
Hatari telah tewas, Akademi Beladiri telah memasang pelindung untuk menahan
pasukan kita.”
Wanita pemimpin agung yang tidak lain bernama Ling Yao bertanya
“Jika kita tidak lagi dapat menyerang maka tugas apa yang diberikan oleh Hell
Memoth? Pak tua bisa kau jelaskan?”
“Ling Yao, ingatlah nama saya bukan pak tua tapi Jam Nan
Seng.”
“Iya, iya baik! Jan Man Seng, tolong jelaskan pada kami”
Jam Nan Seng menggerutu, “Kau salah menyebut, yang benar
adalah Jam- Nan- Seng! bukan Jan- Man- Seng”
Ling You tidak puas, ia membalas “Mau Jam Nan Seng, Jan Man
Seng itu bukan urusan saya!”
“Kau! Akan saya kirim kau ke neraka”
Jam Nan Seng ingin
memukul kepala dari Ling yao namun dihentikan oleh salah satu pemimpin agung yang tersisa
menegur keduanya, “Kalian diamlah, Ling Yao apa yang kau lakukan? Saya kira
Hell Memoth telah memberikan kita surat perintah beberapa hari yang lalu
tentang misi ini! Apa kau tidak membacanya?”
Ling Yau menggelengkan kepalanya, “Tidak, saya tidak
membacanya dengan benar. Yang saya hanya tahu bahwa Jan Man Seng dan kalian
akan pergi bersama dan karena kalian ikut menerima surat perintah maka saya
pikir kita melakukan tugas bersama?”
__ADS_1
Jam Man Seng dan dua lainnya menepuk jidat, heran dengan
sikap Ling Yao yang bodoh.