Dark Game

Dark Game
384


__ADS_3

Reynal mengikuti rombongan Hell Memoth, ia menjaga jarak


dari mereka agar tidak disadari. Sedikit mencurigakan, keempatnya hanya menatap


perbatasan barat yang nampak sepi setelah tiba disana.


Reynal ikut terkejut setelah melihat keadaan daerah


perbatasan barat, menurutnya walau belum banyak aktivitas disana namun


dibandingkan bulan- bulan sebelumnya itu dipenuhi dengan nafas para pendekar.


Sekarang daerah perbatasan yang dijaga oleh Hell Memoth hanya menyisakan sepi


dan sunyi.


“Ada yang aneh, apa yang terjadi selama 3 bulan terakhir?” gumam


Reynal.


Ia kemudian melihat ke arah perbatasan yang dijaga oleh


Horsox Multie diseberang, walau jaraknya sangat jauh Reynal mampu melakukannya.


Setelah melewati tingkat Dewa, semua visi dan aspek indranya meningkat pesat,


untuk melihat dalam jarak seperti itu adalah hal yang mudah.


Disana, ia melihat sekitar 3 sampai 4 ribu pendekar yang


menjaga dan dari nafas yang mereka kuluarkan seluruhnya setara dengan pendekar


Semesta lapisan 3 yang sungguh mengejutkan.


“Horsox Multie memiliki banyak pendekar dewa lapisan 3


menunjukkan bahwa mereka telah meningkat pesat dengan bantuan Akademi Beladiri


pada tahun- tahun yang sulit ini. Cukup dibanggakan!”


Untuk kerajaan Horsox dan lainnya dibawah kekaisaran


biasanya hanya memiliki jumlah personel pasukan militer paling banyak 500 ribu


sampai 700 ribu. Untuk dapat memobilisasi pasukan perbatasan sebanyak 3 ribu

__ADS_1


orang dengan kekuatan rata- rata tingkat Semesta lapisan 3 adalah hal yang


mustahil bagi mereka sebelumnya.


Sama halnya dengan Reynal, keempat pemimpin agung bersama


dengan pasukan yang mereka pimpin terkejut. Bagi mereka, Hell Memoth untuk


memobilisasi pasukan seperti itu juga membutuhkan biaya yang tidak kecil.


Salah satu pemimpin agung yang paling terlihat muda disana


berucap dengan nada kesal, “Pantas saja pasukan kita akan kalah terus menerus


selama 3 bulan ini!”


Pemimpin agung yang merupakan satu- satunya wanita diantara


keempatnya juga menambahkan, “Tapi, saya kira Malaikat Suci Hatari yang menjaga


tempat ini? Mengapa ia dan pasukannya tidak ada? Untuk malaikat Hatari,


membunuh mereka sama saja seperti membunuh semut”


Reynal yang mendengar ucapan wanita itu berubah, matanya


perbatasan? tepat, mereka telah merencanakan hal yang besar!”


Reynal sangat jengkel setelah mendengar salah satu pemimpin


top Hell Memoth akan bersedia menjadi penjaga perbatasan. Tapi satu hal yang


Reynal setujui dari wanita itu, jika Hatari yang menjaga perbatasan barat maka


tidak mungkin Horsox Multie dapat menahannya kecuali jika Akademi Beladiri


turun membantu.


Pemimpin agung yang paling tua mencibir keduanya, “Malaikat


Hatari dan anak buahnya pasti telah tewas dibunuh oleh Akademi Beladiri. Jika


dugaan saya benar, awalnya para kuasa mutlak memerintahkan Malaikat Hatari


untuk menjaga namun karena dikalahkan oleh lawan maka kuasa mutlak akhirnya

__ADS_1


menyuruh kita para pemimpin Agung untuk turun membantu. Sekarang, selaian


Hatari telah tewas, Akademi Beladiri telah memasang pelindung untuk menahan


pasukan kita.”


Wanita pemimpin agung yang tidak lain bernama Ling Yao bertanya


“Jika kita tidak lagi dapat menyerang maka tugas apa yang diberikan oleh Hell


Memoth? Pak tua bisa kau jelaskan?”


“Ling Yao, ingatlah nama saya bukan pak tua tapi Jam Nan


Seng.”


“Iya, iya baik! Jan Man Seng, tolong jelaskan pada kami”


Jam Nan Seng menggerutu, “Kau salah menyebut, yang benar


adalah Jam- Nan- Seng! bukan Jan- Man- Seng”


Ling You tidak puas, ia membalas “Mau Jam Nan Seng, Jan Man


Seng itu bukan urusan saya!”


“Kau! Akan saya kirim kau ke neraka”


Jam Nan Seng  ingin


memukul kepala dari Ling yao namun dihentikan oleh  salah satu pemimpin agung yang tersisa


menegur keduanya, “Kalian diamlah, Ling Yao apa yang kau lakukan? Saya kira


Hell Memoth telah memberikan kita surat perintah beberapa hari yang lalu


tentang misi ini! Apa kau tidak membacanya?”


Ling Yau menggelengkan kepalanya, “Tidak, saya tidak


membacanya dengan benar. Yang saya hanya tahu bahwa Jan Man Seng dan kalian


akan pergi bersama dan karena kalian ikut menerima surat perintah maka saya


pikir kita melakukan tugas bersama?”

__ADS_1


Jam Man Seng dan dua lainnya menepuk jidat, heran dengan


sikap Ling Yao yang bodoh.


__ADS_2