
Akhirnya setelah beberapa waktu membujuk komandan He dengan
paksa, Reynal berhasil membuarnya keluar dari pangkalan. Komandan He hanya
memiliki kekuatan Semesta lapisan 5 jadi cukup untuk dua pendekar Dewa
melumpuhkannya.
“Tujuh pendekar dewa yang pergi kali ini hanyalah sosok baru
dari mereka. Hanya 2 dari pendekar dewa yang merupakan pendekar Dewa lapisan 2
dan seorang pendekar dewa lapisan 4 sebagai pemimpin pasukan” tetua He terlihat
sangat menderita akibat siksaan dari 2 pendekar dewa milik Reynal. ia dengan
cepat menjawab semua pertanyaan yang di ajukan padanya.
Reynal sangat bahagia mendengar penjelasan tetua He, ia
hanya perlu mengkhawatirkan 3 pendekar dewa sebab yang lainnya hanyalah
pendekar dewa lapisan 1. Ia yakin Nymph bersama dengan dua pendekar dewa
lainnya dapat menghadapi pendekar dewa lapisan 4.
Lalu ia akan menghadapi salah satu pendekar dewa lapisan 2,
sisanya akan ia serahkan kepada 200 undied Semesta dan 3 undied tingkat dewa
yang tersisa. Dengan begitu Akademi Beladiri hanya perlu menghadapi satu
pendekar dewa lapisan 1.
“Lalu apakah ada bala bantuan yang akan dibentuk untuk
kalian?” tanya Reynal. dan seperti yang diharapkan dari kesombongan guild Mata
Angin, mereka tentu sangat percaya diri dengan kekuatan 30%. Namun dihadapan
pasukan 2 gerbang neraka itu tidak ada apa- aoanya.
Setelah ini mungkin Reynal akan melesat menuju guild Mata
Angin, ia ingin melanjutkan pembantaian seluruh anggota guild Mata Angin disana
dan memberikan contoh bagi dunia scara langsung agar tidak menyinggung Akademi
Beladiri.
“Komandan He, orang itu ada di sebelah sana!” Reynal bersama
kedua komandan dibawah kendalinya segera menggiring tetua He dalam
perangkapnya.
__ADS_1
“Huh!” orang tua itu tidak menjawab, ia mendengus malas
membuat Reynal tidak dapat melanjutkan kata- katanya. Menurut pemuda itu, tetua
He sangat sombong bahkan tidak melihat mereka sekalipun dalam perjalanan.
Untung saja Reynal cukup sabar untuk menahan ini, jelas
kesabaran nantinya akan membuahkan hasil yang manis untuknya.
Segera mereka sampai pada bagian barat pangkalan. Tanah yang
cukup kosong menyambut mereka berempat. Tempat itu bahkan cenderung tenang dan
tidak terlihat sisa pertempuran yang besar terjadi disana.
“Apa ini? kalian ingin mempermainkanku?!” bentak tetua He,
ia terlihat sangat marah karena telah merasa diperdaya oleh para komandan
rendahan. Ia jelas punya harga diri dan tidak pernah sekalipun membayangkan
jika dirinya akan ditipu hari ini.
Kedua komandan yang sebelumnya menjadi pelayan Reynal yang
juga mengikuti Reynal dalam rencana kali ini berubah menjadi cemas, mereka
menggigil dan menatap Reynal dengan penuh ketakutan.
yang terlihat berapi- api karena amarahnya. Ia sungguh menyukai pemandangan
seperti ini, sebab itu ia mencoba tersenyum penuh ejekan ketika memandangnya
sekali lagi.
Tetua He tentu menyadari tatapan Reynal, ia begitu tenggelam
oleh amarah kali ini. “Mati!” itulah yang ia pikirkan setelah menatap Reynal
dengan penuh kebencian.
Ia adalah salah satu eksistensi terkuat di pangkalan dan
bahkan di perguruan. Juga ia memiliki kekuatan yang besar dan tergolong kuat
pada guild sehingga orang- orang yang menatapnya penuh dengan takut dan hormat.
Ia sungguh tersinggung dan harga dirinya terluka ketika dipermainkan seperti
ini, terlebih orang yang tidak sederajat dengannya.
“Komandan He, saya sangat tidak menyangka jika anda ternyata
selama ini adalah orang yang buta.” Ucap Reynal yang semakin membuat komandan
__ADS_1
He meraung gila.
Seorang komandan rendahan berucap seperti itu padaku? Tetua
He tentu tidak akan membiarkan Reynal pergi hari ini. ia baru akan puas jika
membuat Reynal buta seperti yang ia katakan padanya.
“Apa maksudmu?”
“Apa maksudku? Bukankah itu sudah jelas? Komandan He, kau
tidak bisa melihat musuh di depanmu sendiri?” ucapan Reynal kembali berubah
menjadi ejekan yang menghina.
Raungan! Energi dan tenaga tetua He segera menghempas dari
udara. Ia meluncur dengan cepat mendekati Reynal yang terlihat tidak siap. Kini
setelah mendengar ucapan Reynal, tetua He segera tersadar dan berniat untuk
membunuh Reynal. menurutnya selama ia menyerang dengan tiba- tiba maka mustahil
bagii Reynal untuk menghindar.
Namun tetua He pasti kecewa, ia dengan cepat melihat senyum
dingin terpasang pada wajah lelaki muda itu. ia mengungkap serangannya berupa
cakat singa buas kepada Reynal. Sesaat sosoknya berubah menjadi seekor singat
buas yang berbahaya.
Salah sedikit cakar tersebut dapat membuatnya meninggal
tanpa keraguan sedikit pun. Mendesing! Sosok Reynal segera berlari pada sebelah
kanan dan dengan mudah menghindari serangan cakar dari tetua He.
Walaupun serangan cakar tetua He cepat tapi itu tidaklah
sangat cepat. ia telah melihat kecepatan pendekar Nymph pada puncaknya dan bisa
dikatakan ia memiliki kekuatan dan kecepatan yang paling tinggi saat ini
menjadi lawannya.
Bagaimana bisa cakar tetua He dapat dibandingkan dengan
serangan petir cepat Nymph? Tentu saja tidak!
Tetua He juga memiliki ekspresi yang buruk, ia tertegun
beberapa saat setelah merasakan serangan cakar andalannya dapat dengan mudah
__ADS_1
dihindari oleh seorang pemuda.