Dark Game

Dark Game
322


__ADS_3

Akhirnya setelah beberapa waktu membujuk komandan He dengan


paksa, Reynal berhasil membuarnya keluar dari pangkalan. Komandan He hanya


memiliki kekuatan Semesta lapisan 5 jadi cukup untuk dua pendekar Dewa


melumpuhkannya.


“Tujuh pendekar dewa yang pergi kali ini hanyalah sosok baru


dari mereka. Hanya 2 dari pendekar dewa yang merupakan pendekar Dewa lapisan 2


dan seorang pendekar dewa lapisan 4 sebagai pemimpin pasukan” tetua He terlihat


sangat menderita akibat siksaan dari 2 pendekar dewa milik Reynal. ia dengan


cepat menjawab semua pertanyaan yang di ajukan padanya.


Reynal sangat bahagia mendengar penjelasan tetua He, ia


hanya perlu mengkhawatirkan 3 pendekar dewa sebab yang lainnya hanyalah


pendekar dewa lapisan 1. Ia yakin Nymph bersama dengan dua pendekar dewa


lainnya dapat menghadapi pendekar dewa lapisan 4.


Lalu ia akan menghadapi salah satu pendekar dewa lapisan 2,


sisanya akan ia serahkan kepada 200 undied Semesta dan 3 undied tingkat dewa


yang tersisa. Dengan begitu Akademi Beladiri hanya perlu menghadapi satu


pendekar dewa lapisan 1.


“Lalu apakah ada bala bantuan yang akan dibentuk untuk


kalian?” tanya Reynal. dan seperti yang diharapkan dari kesombongan guild Mata


Angin, mereka tentu sangat percaya diri dengan kekuatan 30%. Namun dihadapan


pasukan 2 gerbang neraka itu tidak ada apa- aoanya.


Setelah ini mungkin Reynal akan melesat menuju guild Mata


Angin, ia ingin melanjutkan pembantaian seluruh anggota guild Mata Angin disana


dan memberikan contoh bagi dunia scara langsung agar tidak menyinggung Akademi


Beladiri.


“Komandan He, orang itu ada di sebelah sana!” Reynal bersama


kedua komandan dibawah kendalinya segera menggiring tetua He dalam


perangkapnya.

__ADS_1


“Huh!” orang tua itu tidak menjawab, ia mendengus malas


membuat Reynal tidak dapat melanjutkan kata- katanya. Menurut pemuda itu, tetua


He sangat sombong bahkan tidak melihat mereka sekalipun dalam perjalanan.


Untung saja Reynal cukup sabar untuk menahan ini, jelas


kesabaran nantinya akan membuahkan hasil yang manis untuknya.


Segera mereka sampai pada bagian barat pangkalan. Tanah yang


cukup kosong menyambut mereka berempat. Tempat itu bahkan cenderung tenang dan


tidak terlihat sisa pertempuran yang besar terjadi disana.


“Apa ini? kalian ingin mempermainkanku?!” bentak tetua He,


ia terlihat sangat marah karena telah merasa diperdaya oleh para komandan


rendahan. Ia jelas punya harga diri dan tidak pernah sekalipun membayangkan


jika dirinya akan ditipu hari ini.


Kedua komandan yang sebelumnya menjadi pelayan Reynal yang


juga mengikuti Reynal dalam rencana kali ini berubah menjadi cemas, mereka


menggigil dan menatap Reynal dengan penuh ketakutan.


yang terlihat berapi- api karena amarahnya. Ia sungguh menyukai pemandangan


seperti ini, sebab itu ia mencoba tersenyum penuh ejekan ketika memandangnya


sekali lagi.


Tetua He tentu menyadari tatapan Reynal, ia begitu tenggelam


oleh amarah kali ini. “Mati!” itulah yang ia pikirkan setelah menatap Reynal


dengan penuh kebencian.


Ia adalah salah satu eksistensi terkuat di pangkalan dan


bahkan di perguruan. Juga ia memiliki kekuatan yang besar dan tergolong kuat


pada guild sehingga orang- orang yang menatapnya penuh dengan takut dan hormat.


Ia sungguh tersinggung dan harga dirinya terluka ketika dipermainkan seperti


ini, terlebih orang yang tidak sederajat dengannya.


“Komandan He, saya sangat tidak menyangka jika anda ternyata


selama ini adalah orang yang buta.” Ucap Reynal yang semakin membuat komandan

__ADS_1


He meraung gila.


Seorang komandan rendahan berucap seperti itu padaku? Tetua


He tentu tidak akan membiarkan Reynal pergi hari ini. ia baru akan puas jika


membuat Reynal buta seperti yang ia katakan padanya.


“Apa maksudmu?”


“Apa maksudku? Bukankah itu sudah jelas? Komandan He, kau


tidak bisa melihat musuh di depanmu sendiri?” ucapan Reynal kembali berubah


menjadi ejekan yang menghina.


Raungan! Energi dan tenaga tetua He segera menghempas dari


udara. Ia meluncur dengan cepat mendekati Reynal yang terlihat tidak siap. Kini


setelah mendengar ucapan Reynal, tetua He segera tersadar dan berniat untuk


membunuh Reynal. menurutnya selama ia menyerang dengan tiba- tiba maka mustahil


bagii Reynal untuk menghindar.


Namun tetua He pasti kecewa, ia dengan cepat melihat senyum


dingin terpasang pada wajah lelaki muda itu. ia mengungkap serangannya berupa


cakat singa buas kepada Reynal. Sesaat sosoknya berubah menjadi seekor singat


buas yang berbahaya.


Salah sedikit cakar tersebut dapat membuatnya meninggal


tanpa keraguan sedikit pun. Mendesing! Sosok Reynal segera berlari pada sebelah


kanan dan dengan mudah menghindari serangan cakar dari tetua He.


Walaupun serangan cakar tetua He cepat tapi itu tidaklah


sangat cepat. ia telah melihat kecepatan pendekar Nymph pada puncaknya dan bisa


dikatakan ia memiliki kekuatan dan kecepatan yang paling tinggi saat ini


menjadi lawannya.


Bagaimana bisa cakar tetua He dapat dibandingkan dengan


serangan petir cepat Nymph? Tentu saja tidak!


Tetua He juga memiliki ekspresi yang buruk, ia tertegun


beberapa saat setelah merasakan serangan cakar andalannya dapat dengan mudah

__ADS_1


dihindari oleh seorang pemuda.


__ADS_2