
Beatrix berteriak
kesakitan, ia nyaris saja meninggal ketika cakar Voda hampir mengenai jantung
dan organ dalamnya yang lain. Meski tidak mati, ia merasakan sakit yang luar
biasa. Dengan refleks, Beatrix mengangkat tongkatnya lalu memukulkan dengan
keras pada kepala Voda.
Tongkat Beatrix walau
kegunaan utamanya adalah sihir namun bahannya masih terbuat dari batu roh yang
cukup langka membuat stukturnya menjadi sangat keras dan tidak kalah keras
dengan pedang dan senjata lainnya.
Kepala Voda segera
hancur sebelah, beberapa darah berwarna hitam muncrat dari kepalanya dan mengenai
wajah Beatrix.
Beatrix yang saat itu
segera melompat menjauh, ia menggunakan energinya untuk mengobati lukanya yang
cukup parah. Namun entah hanya beberapa detik berlalu, Beatrix dapat melihat
kepala Voda yang telah Kembali pulih tanpa sedikitpun luka.
Beatrix memilih mundur
namun betapa terkejutnya ia melihat mayat pasukannya yang lain telah tergeletak
berhamburan dibelakang. Ia kemudian dapat melihat undied Dillon memimpin
sekitar 50 undied dewa bersamannya.
Beatrix mengumpat
keras, ia menyadari musuhnya sangat cerdas dan berhasil mengepungnya tanpa ia
sadari sedikitpun.
“Tuan, kita tidak
dapat bertahan lebih lama! Kita harus mundur!” salah satu pendekar bertaka
padanya.
“Kita akan mundur tapi
__ADS_1
sepertinya tidak ada jalan!” kesal Beatrix. Ia melihat undied Dillon dan Voda
yang menatapnya tanpa menyerang.
“Saya akan memimpin 50
pendekar dewa dan 100 pendekar semesta yang tersisa untuk menerobos pintu
belakang. Kekuatan disana sedikit lemah dibandingkan bagian depan!” ucap
pendekar itu lagi.
Beatrix sedikit
berpikir sebelum akhirnya ia mengangguk setuju. Tak lama Beatrix Bersama
pendekar tersebut memimpin sejumlah pendekar untuk menerobos kepungan dari sisi
undied Dillon. Beatrix mula- mula membuka serangan dengan sihir kutukan terkuat
yang ia miliki pada Voda dan Dillon lalu kemudian belasan undied dewa lainnya.
Itu kemudian
dimanfaatkan oleh pasukan Beatrix untuk mendorong mundur mereka dan mendekati
pintu belakang. Perkelahian sengit Kembali pecah, para pendekar berusaha keras
untuk memberikan pukulan yang kuat pada pasukan undied demi membuat jalan bagi
Beatrix sedikit
tersenyum melihat harapan namun kemudian senyumannya terhenti ketika mendapati
Dillon dan Voda telah berhasil menyusulnya.
Sambil berdecak kesal,
Beatrix kemudian menggunakan kekuatannya untuk menyerang keduanya. Ia kali ini
bertarung serius dengan keduanya. Beberapa kali undied Dillon menggunakan Petir
Surga untuk menyerang Beatrix.
Pemimpin dari para
malaikat suci tersebut sebenarnya tidak kalah kuatnya, ia menggunakan kutukan
tingkat tinggi berkali- kali pada keduanya yang mana jika manusia atau pendekar
biasa yang menerimanya maka nasib yang akan diterimanya adalah seperti Secret
Seung dan Secret Jung yang dulu diobati oleh Reynal.
__ADS_1
“Kutukan Mawar Hitam!”
“Kutukan Seribu
Lubang!”
“Kutukan Segel
Bintang!”
Secara beruntun
Beatrix menyerang keduanya dengan 3 buah jurus andalan miliknya. Yang mana
jurus Mawar Hitam kemudian memunculkan akar- akar disertai dengan duri yang
setajam jarum. Akar tersebut segera mengelilingi keduanya dan membentuk semacam
jarring berduri yang sangat kuat.
Kemudian disambut
dengan kutukan Seribu Lubang yang mana membuat tubuh keduanya segera berubah.
Mulai dari beberapa lubang kecil pada telapak tangan lalu kemudian kaki, lengan
badan hingga wajah.
Untuk kutukan Seribu
Lubang jika diterima oleh para pendekar yang bukan mahluk immortal maka lubang
dari tubuhnya akan mengeluarkan darah yang sangat banyak. Seribu lubang
tersebut yang akan menjadi kematian yang menyakitkan sekaligus menjijikkan bagi
mereka.
Namun Dillon dan Voda
adalah undied yang walau tubuh mereka berlubang namun tidak dapt membuat mereka
mati mengenaskan.
Lalu kutukan ketiga
yaitu kutukan Segel Bintang dimana Sebuah bongkahan bintang jatuh dari langit
segera jatuh dalam kecepatan penuh disertai dengan kobaran api. Beatrix segera
berlari kencang setelah melihat bintang jatuh telah berada dalam jangkauan 3
kilometer dari langit sementara Dillon dan Voda tidak dapat menyusulnya karena
__ADS_1
terhalang oleh kutukan Mawar Hitam yang berupa seperti penjara.