Dark Game

Dark Game
471


__ADS_3

Beatrix berteriak


kesakitan, ia nyaris saja meninggal ketika cakar Voda hampir mengenai jantung


dan organ dalamnya yang lain. Meski tidak mati, ia merasakan sakit yang luar


biasa. Dengan refleks, Beatrix mengangkat tongkatnya lalu memukulkan dengan


keras pada kepala Voda.


Tongkat Beatrix walau


kegunaan utamanya adalah sihir namun bahannya masih terbuat dari batu roh yang


cukup langka membuat stukturnya menjadi sangat keras dan tidak kalah keras


dengan pedang dan senjata lainnya.


Kepala Voda segera


hancur sebelah, beberapa darah berwarna hitam muncrat dari kepalanya dan mengenai


wajah Beatrix.


Beatrix yang saat itu


segera melompat menjauh, ia menggunakan energinya untuk mengobati lukanya yang


cukup parah. Namun entah hanya beberapa detik berlalu, Beatrix dapat melihat


kepala Voda yang telah Kembali pulih tanpa sedikitpun luka.


Beatrix memilih mundur


namun betapa terkejutnya ia melihat mayat pasukannya yang lain telah tergeletak


berhamburan dibelakang. Ia kemudian dapat melihat undied Dillon memimpin


sekitar 50 undied dewa bersamannya.


Beatrix mengumpat


keras, ia menyadari musuhnya sangat cerdas dan berhasil mengepungnya tanpa ia


sadari sedikitpun.


“Tuan, kita tidak


dapat bertahan lebih lama! Kita harus mundur!” salah satu pendekar bertaka


padanya.


“Kita akan mundur tapi

__ADS_1


sepertinya tidak ada jalan!” kesal Beatrix. Ia melihat undied Dillon dan Voda


yang  menatapnya tanpa menyerang.


“Saya akan memimpin 50


pendekar dewa dan 100 pendekar semesta yang tersisa untuk menerobos pintu


belakang. Kekuatan disana sedikit lemah dibandingkan bagian depan!” ucap


pendekar itu lagi.


Beatrix sedikit


berpikir sebelum akhirnya ia mengangguk setuju. Tak lama Beatrix Bersama


pendekar tersebut memimpin sejumlah pendekar untuk menerobos kepungan dari sisi


undied Dillon. Beatrix mula- mula membuka serangan dengan sihir kutukan terkuat


yang ia miliki pada Voda dan Dillon lalu kemudian belasan undied dewa lainnya.


Itu kemudian


dimanfaatkan oleh pasukan Beatrix untuk mendorong mundur mereka dan mendekati


pintu belakang. Perkelahian sengit Kembali pecah, para pendekar berusaha keras


untuk memberikan pukulan yang kuat pada pasukan undied demi membuat jalan bagi


Beatrix sedikit


tersenyum melihat harapan namun kemudian senyumannya terhenti ketika mendapati


Dillon dan Voda telah berhasil menyusulnya.


Sambil berdecak kesal,


Beatrix kemudian menggunakan kekuatannya untuk menyerang keduanya. Ia kali ini


bertarung serius dengan keduanya. Beberapa kali undied Dillon menggunakan Petir


Surga untuk menyerang Beatrix.


Pemimpin dari para


malaikat suci tersebut sebenarnya tidak kalah kuatnya, ia menggunakan kutukan


tingkat tinggi berkali- kali pada keduanya yang mana jika manusia atau pendekar


biasa yang menerimanya maka nasib yang akan diterimanya adalah seperti Secret


Seung dan Secret Jung yang dulu diobati oleh Reynal.

__ADS_1


“Kutukan Mawar Hitam!”


“Kutukan Seribu


Lubang!”


“Kutukan Segel


Bintang!”


Secara beruntun


Beatrix menyerang keduanya dengan 3 buah jurus andalan miliknya. Yang mana


jurus Mawar Hitam kemudian memunculkan akar- akar disertai dengan duri yang


setajam jarum. Akar tersebut segera mengelilingi keduanya dan membentuk semacam


jarring berduri yang sangat kuat.


Kemudian disambut


dengan kutukan Seribu Lubang yang mana membuat tubuh keduanya segera berubah.


Mulai dari beberapa lubang kecil pada telapak tangan lalu kemudian kaki, lengan


badan hingga wajah.


Untuk kutukan Seribu


Lubang jika diterima oleh para pendekar yang bukan mahluk immortal maka lubang


dari tubuhnya akan mengeluarkan darah yang sangat banyak. Seribu lubang


tersebut yang akan menjadi kematian yang menyakitkan sekaligus menjijikkan bagi


mereka.


Namun Dillon dan Voda


adalah undied yang walau tubuh mereka berlubang namun tidak dapt membuat mereka


mati mengenaskan.


Lalu kutukan ketiga


yaitu kutukan Segel Bintang dimana Sebuah bongkahan bintang jatuh dari langit


segera jatuh dalam kecepatan penuh disertai dengan kobaran api. Beatrix segera


berlari kencang setelah melihat bintang jatuh telah berada dalam jangkauan 3


kilometer dari langit sementara Dillon dan Voda tidak dapat menyusulnya karena

__ADS_1


terhalang oleh kutukan Mawar Hitam yang berupa seperti penjara.


__ADS_2