
Setelah kalung tersebut, beberapa benda lelang lainnya cukup bagus dan menarik beberapa perhatian guild besar. Hasilnya pun cukup memuaskan, harga lelang tersebut terbilang cukup mahal dibandingkan pada lelang hari pertama.
Puluhan barang telah selesai di lelang oleh Reynal, ia lalu menyebutkan bahwa beberapa barang utama dalam lelang tersebut akan hadir pada hari ketiga sebab sesuai dengan keputusan dari ketua Akademi yaitu Ketua Remi untuk menutup acara lelang tahun kedua pada hari ketiga.
Beberapa dari tamu undangan segera menghela nafasnya sedikit kesal, mereka tentu menikmati melihat puluhan barang dan senjata hebat didepan matanya yang belum tentu mereka akan beruntung melihatnya ditempat lain.
Reynal menyadari hal tersebut lalu segera menyebutkan bahwa lelang Akademi tahun ketiga akan dilaksanakan pada saat Akademi Beladiri telah berhasil menjadi perguruan bintang 3. Saat itu mungkin acara akan diadakan sebanyak lima hari berturut- turut.
Mendengar penjelasan Reynal para tamu mulai sedikit tenang, lalu kemudian Reynal mengeluarkan sebuah meja dengan ukuran sedang dihadapannya. Di atas meja tersebut telah hadir lima kotak berbentuk persegi panjang dengan ukuran yang berbeda- beda mulai dari yang terkecil seperti kotak perhiasan lalu yang terbesar hampir separuh dari meja tersebut.
“Seperti pada tahun sebelumnya, pada barang utama ini Akademi Beladiri akan menampilkan beberapa paket barang yang nantinya akan dilelang. Setiap paket ini mungkin akan jauh lebih mahal dari barang lelang sebelumnya sebab beberapa diantaranya merupakan gabungan dari dua senjata dengan tingkat Bintang papan atas atau bisa juga beberapa lembar kertas jimat Penjaga Langit.”
Reynal kemudian menunjuk pada salah satu paket yang berada ditengah, paket itu berukuran cukup kecil sehingga Reynal dapat dengan mudah memegangnya sebelah tangan. Ia membuka paket tersebut dan seperti dugaan Reynal semua yang berada disana tidak dapat menutup mulutnya.
Terlihat dalam paket tersebut sebuah kepingan batu yang sangat kecil hampir menyaingi ukuran dari sebutir beras memancarkan energi yang sangat besar. Reynal menyebutkan bahwa batu tersebut tidak lain adalah kepingan dari batu bumi yang tidak dapat diolah oleh Akademi Beladiri.
__ADS_1
“Meskipun batu ini tidak dapat diolah namun energinya cukup besar untuk menjadi bahan utama peningkatan kekuatan pada sebuah guild besar selama seratus lima puluh tahun bahkan lebih. Kami tidak membutuhkannya karena suatu kondisi tertentu sehinggi hari ini kami berniat untuk melelangnya.
Batu Bumi tentunya dapat kita ketahui bersama adalah batu yang hanya muncul pada legenda dan dipercaya hanya terdapat pada dunia atas namun beberapa bulan yang lalu Akademi Beladiri berhasil dan cukup beruntung menemukan harta karun ini.”
Walaupun Reynal menjelaskan cukup singkat namun seluruh peserta lelang nampak antusias, beberapa bahkan berdiri untuk melihat lebih dekat batu tersebut. Reynal tertawa dalam hati, ia tentu tidak dapat membayangkan jika Akademi Beladiri melelang kepingan batu bumi utuh yang diberikan oleh Reynal jika kepingan kecilnya saja sudah seperti ini.
“Harga dari paket pertama adalah 500.000 koin emas, dan berlaku kelipatan 50.000” ucap Reynal.
“700.000” guild Cemara Hijau yang paling pertama menawar.
Tentunya guild Cemara Hijau kembali melawan penawaran Samurawa sebesar 1.500.000 membuat Samurawa dapat mengubur keinginan mereka untuk memiliki batu bumi.
“3 juta” guild Secret God ikut menawar, kali ini yang menawar paket pertama adalah Secret Sword.
“5 juta” rupanya bukan hanya Secret God yang ingin menginginkannya, guild Mutiara Putih juga ikut menawar. Dengan ketiga guild besar menawar paket pertama membuat para guild menengah kebawah tidak dapat lagi mengajukan penawaran mereka walau memiliki cukup uang.
__ADS_1
“10 Juta, mohon tetua dari guild Cemara Hijau dan ketua Karin dari guild Mutiara Putih dapat memberi muka pada Secred Sword.
Meskipun telah mendengar permintaan Secret Sword namun ketua Karin dan tetua dari Cemara Hijau nampak tidak terlalu peduli bahkan kemabli menaikkan tawaran mereka. Melihat permohonannya dianggap angin lalu oleh keduanya membuat Secret Sword tersenyum tipis lalu ikut menaikkan tawarannya.
Reynal terkejut ketika penawaran paket pertama berhasil menyentuh angka tiga puluh permata Soun atau senilai tiga puluh juta koin emas. Dengan jumlah sebanyak itu, Reynal yakin Akademi Beladiri dapat memiliki kemampuan untuk memperluas dan membangun lebih banyak toko dan sumber daya.
Secret Sword sebenarnya ingin mundur dari penawarannya setelah mencapai angka yang mengerikan namun disisi lain ia sangat membutuhkan batu bumi untuk menaikkan tingkatannya menjadi dewa lapisan dua yang mana akan meningkatkan kekuatan Secret God secara signifikan.
Ia saat ini berhasil menduduki peringkat kesebelas dari sepuluh terkuat dunia Soun dan membuktikan kekuatannya yang hebat walau hanya memiliki tingkat kekuatan terendah diantara lima belas besar. Dengan kekuatannya yang meningkat maka ia yakin dirinya akan mampu bersaing dengan pendekar sepuluh besar.
Ketua Karin juga terlihat menginginkan batu bumi tersebut sebab kekuatan dari guild Mutiara Putih sepenuhnya hanya ditunjang oleh kekuatan miliknya. Jika saja ketua Karin tidak berhasil mencapai tingkat Dewa lapisan dua puncak dengan bantuan Akademi maka tentu guild Mutiara Putih tidak akan seperti sekarang.
Berkat guildnya termasuk guild lima belas besar, pendapatan dari seluruh usaha dari guild Mutiara Putih semakin meningkat pesat. Beberapa guild besar dan menengah juga tidak segan untuk menjadi bawahan guild Mutiara Putih yang setiap bulannya bersedia memberikan sumber daya yang cukup besar.
Selain ketua Karin, guild Mutiara Putih hanya memiliki dua pendekar dewa lainnya yang saat ini hanya mampu mencapai lapisan pertama. Ketua Remi sedikit menyayangkan ketika Akademi Beladiri menghentikan peningkatan kekuatan sebulan yang lalu jika tidak mungkin ketua Karin tidak terlalu khawatir.
__ADS_1