Dark Game

Dark Game
9. Guild Pedang Tua


__ADS_3

Pertandingan Kota Awan adalah sebuah ajang unjuk diri bagi para ksatria dari berbagai desa kawasan kota Awan. Pertandingan ini juga menjadi salah satu cara mencari para penerus baru dari akademi Awan yang menjadi pusat pertahanan kota.


Desa Air Biru hari ini telah resmi keluar dari asosiasi 5 desa, namun Sindo mengalami luka parah akibat serangan yang diberikan kepadanya. Luka Sindo hanya dapat disembuhkan oleh Anggrek Ungu yang hanya terdapat dalam Lembah Berkabut.


Dengan ditemani Draco, berangkatlah ia menuju lembah Berkabut. Perjalanan dari desa Air Biru menuju Lembah berkabut memakan waktu seminggu. Dalam berjalanan, Gara selalu memanfaatkan waktunya dengan belajar sihir ataupun lainnya kepada Draco.


Ia juga melatih ilmu Neromancer dan Summoner agar dapat berimbang. Setelah melewati beberapa malam, keduanya dihadang oleh rombongan yang terlihat seperti sebuah Guild besar. Tanpa basa basi, Gara melewati mereka tanpa peduli tanggapan dan cibiran.


“Berhenti kalian. jangan biarkan mereka lewat” sebuah suara bariton terdengar dari dalam tenda besar. Tenda itu sangat besar sehingga dapat menampung 5 orang didalamnya. Dengan 10 orang yang mengangkatnya, tenda itu seakan sebuah singgasana berjalan.


“Kenapa kalian ingin menahan kami?” Gara masih terlihat santai saat mendengar perintah untuk berhenti.


“Serahkan harta kalian kepada kami sekarang lalu tinggalkan tempat ini. Jangan mencoba untuk memberitahukan siapapun, cukup menjadi rahasia kita saja.” Seorang pria bertopeng dengan lambang bintang 3 berjalan mendekat kearah Gara dan Draco sambil membawa sebuah pedang.


“Apa kalian tidak mendengar? Cepat serahkan harta kalian” ucapnya sambil menodongkan pedangnya kedepan.


“Apa kalian berasal dari Guild Pedang Tua?” Gara melihat tanda bahwa mereka salah satu dari mereka.


Dua hari yang lalu, sebuah rombongan juga menghadang perjalanan Gara. Mereka mengancam dan menyebutkan bahwa mereka berasal dari guild Pedang Tua. Naas, mereka hanyalah seorang praktisi kekuatan tingkat bintang 1 dan 2. Gara dapat mengatasi mereka tanpa menggerakkan badannya.

__ADS_1


“Apakah kau takut? Kalian cukup menyerahkan harta kalian maka hidup kalian akan selamat”


Gara tertawa lepas melihat perampok yang berada dihadapannya berasal dari salah satu guild yang terkenal akan kekayaannya.


“Apakah kalian sudah jatuh miskin sekarang?” ia berusaha menahan tawanya agar tidak pecah, sebuah pemikiran terlintas dikepalanya.


“Draco, ada yang ingin aku tanyakan padamu.” Gara melepaskan Aura Art tingkat Quit untuk membunuh semua perampok dihadapannya.


Ada hal yang lebih penting untuk dibicarakan saat ini daripada meladeni para perampok itu.


“Apa yang ingin tuan ketahui?” Gara kemudian bertanya kepada Draco mengenai pusaran waktu yang membawa mereka semua kedalam dunia ini.


“Sebenarnya hanya saya yang merasakan bahwa sesuatu akan terjadi namun firasat itu saya dapatkan ketika akhir kehidupan saya dahulu.” Draco menceritakan bahwa dulu saat ia telah resmi menjadi penyihir agung, banyak yang ingin mencelakainya. Namun mereka semua tidak berhasil karena 9 legenda yang telah dihidupkan kembali oleh Draco.


Draco kemudian membuat sebuah pulau untuk meninggalkan harta dan seluruh kekuatannya pada saat menjelang akhir usia. Ramalan yang mengatakan bahwa masa depan akan berubah ketika masa lalu dirusak dan dipermainkan.


Saat kebangkitannya yang kedua, ia melihat Gara adalah sosok yang memiliki karisma yang tinggi. Tanpa disadari Draco ingin menjadi pengikut setia Gara, namun setelah mengikuti peperangan firasat itu kembali muncul.


“Kalau begitu kita harus mengembalikan masa lalumu untuk mengembalikan masa depan yang sebenarnya.”

__ADS_1


“Benar, namun saat ini itu mustahil dilakukan. Melihat kekacauan di beberapa kota besar dan rendahnya tingkat praktik dan kekuatanmu bukan tidak mungkin kau akan mati sebelum itu terjadi.”


~~


Lembah berkabut hanya memiliki sebuah pintu masuk, terdapat sebuah peringatan bahaya yang sangat besar tarpampang didepan. Gara mengetahui dari Draco bahwa bukan hanya terdapat bunga Anggrek Ungu disana melainkan beberapa harta benda dan salah satu artefak kuno summoner legendaris.


Gara bersemangat untuk memasuki lembah berkabut, ia telah menguasai kesembilan kekuatan legenda walau baru menginjak tingkat bulan lapisan 10. Draco memimpin jalan, tantangan pertama yang mereka hadapi adalah gerombolan monster tingkat bulan lapisan 5.


Rombongan monster Singa Putih, salah satu hewan monster dengan kekuatan serangan terbesar pada tingkat puncaknya. Gara memilih untuk menjadikan monster itu sebagai hewan pemanggilannya ke 3, dengan kekuatannya sekarang ia dapat membuat seluruh monster pemanggilannya mencapai tingkat puncak.


Draco lebih memilih untuk mengambil sisanya tubuh para monster dan beberapa permata Hijau yang melekat pada dinding lembah. Draco mempersiapkan monster Singa putih menjadi salah satu alat pelatihan akademi beladiri.


Akademi beladiri saat ini telah mempunyai pondasi yang kokoh, dengan sepuluh monster legenda menjadi guru utama setiap kekuatan juga memiliki 3 kelas khusus yaitu Obat, Racun dan Ilmu Tulis.


Sejak beberapa bulan yang lalu, total murid yang telah terdaftar berjumlah 43 orang dengan kekuatan terendah Bintang 1. Nantinya mereka akan menjadi pasukan pertahanan kedua setelah Garis pertahanan dan prajurit desa.


Setelah berjalan cukup jauh, mereka mendengar langkah kaki seseorang mendekat. Karena berkabut membuat daya pandang mereka terbatas, Gara walaupun menguasai kekuatan Asasin yang membuatnya dapat melihat dalam keadaan berkabut namun Lembah ini memiliki kabut pekat yang berbeda. Kabut lebat dengan kekuatan mencapai tingkat matahari puncak.


 

__ADS_1


 


__ADS_2