Dark Game

Dark Game
78


__ADS_3

Reynal sungguh tidak menduga bahwa tidak terdapat halangan pada langkah kesebelas. Itu sepenuhnya kosong. Hanya ada pusat energi yang agung di tengah- tengah tanpa ada berani keberadaan yang menyentuhnya.


Tapi Reynal tahu, itu akan segera menjadi miliknya. Reynal sangat bersemangat, ia dengan cepat menuju pusat energi dan bergegas mengambilnya. Namun tiba- tiba riak energi yang kuat menyapunya dan membuatnya terdorong mundur.


Kali ini Reynal dapat melihat seorang pria tua tersenyum padanya. Dalam sekali lihat, Reynal dapat memastikan bahwa pria tua ini yang mendorongnya mundur menjauhi pusat energi. Selain itu entah mengapa Reynal merasakan aura dari pria tua ini bukanlah aura yang dapat ia bayangkan.


Anehnya pria tua itu tersenyum pada Reynal dengan wajah yang sangat ramah, karena bingung, Reynal segera bertanya pada pria tua itu dengan nada hormat sambil membungkuk sopan.


“Mohon maaf, saya tidak mengetahui jika pusat energi adalah milik tetua. Saya harap tetua dapat memaafkan kesalah saya. Tapi bolehkah saya tahu siapa tetua sebenarnya?”


Pria tua itu terkekeh pelan lalu membuka mulutnya bermaksud menjelaskan, “Saya adalah Hong Qian. Saya adalah pemilik dari Pusat Energi disini.”

__ADS_1


Walau Reynal telah mengantisipasinya, tetap saja ketika mengetahui pusat energi telah memiliki tuan membuat hatinya sangat sakit. Bagaimanapun usahanya untuk sampai disini tidaklah dianggap kecil. Ia bahkan rela kehilangan beberapa benda yang sangat berharga hanya untuk pusat energi.


Namun Reynal juga tahu, terlepas dari betapa kuatnya pria tua ini, ia tidak boleh mengambil dan merampas pusat energi sebab itu bukan benda yang tak bertuan. Reynal bukanlah orang yang tercela yang akan mengambil barang orang lain tanpa alasan yang benar.


Sebab itu setelah mengetahui pusat energi tidak akan bisa menjadi miliknya, Reynal berniat untuk kembali. “Tetua, saya akan kembali. Mohon maafkan saya karena telah mencoba untuk mengambil barang milik tetua. Saya berjanji tidak akan mengambilnya ataupun membocorkan masalah ini. Tetua bisa percaya padaku! Karena itu saya akan pamit undur diri” Reynal membungkuk hormat lalu segera berbalik ingin kembali pulang.


“Berhenti!” tepat ketika ia ingin melangkah pulang, pria tua itu menyuruhnya berhenti.


Wajah Reynal seketika cemas dan mengira jika pria tua itu tidak percaya dengan kata- katanya. Sebab itu Reynal segera berbalik dan mulai bersumpah jika ia tidak akan mengucapkan ataupun menyebarkan rahasia tempat ini pada tetua itu.


“Adapun mengenai pusat energi, itu memang milikku atau lebih tepatnya itu disempurnakan olehku! Sebab itu kau boleh mengambilnya. Lagipula saya dapat melihat semua perjuanganmu dari awal hingga akhir. Kau rela melepaskan banyak benda berharga hanya untuk mendapatkan pusat Energi.”

__ADS_1


Reynal bergetar karena senang setelah mendengar ucapan pria tua itu. Jelas ia sangat tidak menduga ini akan terjadi. Ia segera mengulurkan tangannya menuju pusat energi bermaksud ingin mengambilnya.


“Kau sungguh terburu- buru! Setidaknya temani aku dulu bercerita disini” ucap pria tua itu dengan wajah murung. Namun Reynal dapat merasakan ucapan pria itu sedikit bercanda.


Namun Reynal bukanlah orang yang berhati keras. Ia dapat mengerti maksud dari pria tua itu dan segera mengambil tempat dan duduk bersilah. Itu seolah sedang menunggu pria tua itu bercerita.


Melihat kesigapan dan pengertian Reynal, tetua itu tertawa senang, kesannya pada Reynal sangat baik.


“Bagus, aku akan menjamin jika cerita ini akan sangat seru untuk didengarkan!” Pria tua itu tertawa lalu juga ikut duduk bersilah tepat di depan Reynal. Saat ini Reynal baru dapat melihat wajah dari pria tua itu dengan jelas.


Ia memiliki wajah yang putih bersih walau dipenuhi dengan keriput. Serta Reynal dapat mengatakan jika pria tua ini sangatlah tampan ketika masa mudanya. Terlebih ia merupakan seorang dari bangsa Manusia sepertinya.

__ADS_1


“Kau tahu bagaimana pusat energi itu diciptakan? pusat energi disempurnakan oleh seorang pendekar yang kekuatannya telah setara dengan Martial Immorla atau pada tingkat Dewa Beladiri. Adapun Dewa Beladiri itu adalah sebuah tingkatan puncak dari Dewa yang juga merupakan para ahli terkuat di seluruh dunia. Dalam hal ini kau tahu siapa yang tengah bercerita di hadapanmu ini bukan?” ucap tetua itu dengan sedikit menggoda.


Reynal mendengarnya menjadi sangat takjub. Ia tidak pernah menduga jika seorang pria tua yang tengah bercerita di depannya saat ini adalah sosok yang menakjubkan di masa lalu.


__ADS_2