
Tidak terasa 3 hari telah berlalu namun Reynal belum juga mendapatkan peningkatan kekuatannya menuju lapisan 4. Reynal juga mulai terlihat gusar, ia tidak lagi memiliki niat untuk terus duduk disana.
“Lomos dan Lumos masih menyelidiki tanda hitam pertama, ada baiknya saya menunggu mereka berdua dengan pergi menantang para pendekar lainnya. Saat ini posisi saya masih berada pada nomor 140, masih terlalu jauh dari 100 besar sedangkan waktu 2 bulan hanya tinggal 3 minggu lagi” Reynal mengirimkan pesan pada Lomos dan Lumos untuk tetap mencari lalu melesat dengan cepat menuju arah daerah kering berada.
Untuk pendekar dengan kemampuan seperti Reynal, ia hanya butuh waktu beberapa hitungan nafas untuk menempuh jarak ratusan kilometer. Untuk menyebutkan antara tempat rahasia dan daerah kering berada, itu bahkan hanya butuh waktu sepersekian detik bagi Reynal.
Ia dengan cepat menuju pintu nomor 135 dan mengeluarkan tantangannya.
“Saya menantang anda, nomor 135!” Suara Reynal tidak begitu keras namun setiap kata yang ia ucapkan mengandung energi yang sangat kuat.
Pendekar yang berada pada nomor 135 kebetulan adalah ras penyihir. Ketika mendengar teriakan Reynal, ia buru- buru keluar dan melihat siapa yang berani mengganggu dan mengeluarkan tantangan padanya.
Penyihir ini merupakan pendekar dewa lapisan 4 dengan kekuatan yang biasa saja. Meski begitu, ia dikenal memiliki kekuatan sihir yang tidak dapat dianggap remeh oleh pendekar pada tingkat yang sama. Itu karena ia memiliki senjata Saint ditangannya yang memuat kekuatannya bertambah pesat.
__ADS_1
Tepat ketika Penyihir itu keluar dari kediamannya, ia melihat seorang pemuda tersenyum padanya. Pemuda itu adalah manusia dengan kekuatan Dewa lapisan 3. Tapi berbeda dengan reaksi sang pemuda, penyihir itu malah gemetar ketakutan.
Ia segera membungkuk pada Reynal, “Tuan, anda dapat mengambil tempat saya! Saya akan senang hati menerimanya”
Reynal tentu tidak mengharapkan ini terjadi, namun karena penyihir itu dengan suka rela menyerahkan tempatnya maka ia juga berterimakasih dan mulai menandai tempat itu dengan tanda miliknya. Adapun penyihir itu, ia dengan sedih pergi menantang pendekar nomor 136. Setidaknya ia hanya kehilangan satu nomor saja.
Namun setelah mendapat nomor 135, Reynal sama sekali tidak merasa puas. Ia ingin sekali lagi pergi menantang pendekar nomor 130.
Meski begitu, banyak dari bangsa Hantu memiliki tokoh-tokoh terkenal yang namanya membuat bahkan untuk bangsa setingkat Elf gemetar dan ketakutan. Ini karena bangsa Hantu memiliki beberapa keistimewaan yang hebat.
Mereka memiliki kekuatan yang sangat kuat hingga 50% lebih kuat pada malam hari dengan tubuh fisik yang transparan membuat serangan fisik tidak akan bisa melukai mereka. Itu sebabnya pada malam hari, bangsa Hantu adalah hal yang banyak ditakuti oleh bangsa lainnya.
Saat ini bangsa Hantu menatap marah Reynal dengan mata merahnya yang menyeramkan. Reynal yang ditatap seperti itu bukannya takut malah bersemangat. Jelas ia melihat bangsa hantu ini tidak memiliki ketakutan padanya dan ia mungkin dapat bertarung dengan mereka dan merasakan pertarungan dengan bangsa lainnya lagi.
__ADS_1
“Apa kau ingin bertarung denganku?”
“Ya, tolong!” Reynal sedikit menangkupkan tinjunya. Ia kemudian mengambil posisi bersiap untuk bertarung.
Namun mengejutkan bahwa Pendekar hantu itu mendengus dingin dan berbalik ingin kembali memasuki kamarnya. “Kau tidak layak untuk melawanku!”
Reynal tidak senang ketika ia dikatakan tidak layak untuk menghadapi pendekar lapisan 4. Namun ia tidak segera marah dan bertanya padanya mengapa ia tidak layak.
“Kau masih bertanya? apakah kau tidak tahu batasanmu sendiri? kekuatanmu itu hanya lapisan 3 tapi dengan sok ingin menatang pendekar lapisan 4? Darimana kesombonganmu itu berasal.” Pendekar hantu itu menjawab dengan nada tidak senang.
“Hohoho, saya melihat anda sangat sombong! Apa yang paling saya tidak sukai adalah orang yang sombong. Tapi saya ingin melihat apakah kau akan bersikap sombong setelah ini!” Reynal tersenyum tipis. Ia tiba- tiba mengaktifkan aura Magic Art miliknya.
“Ini... Tidak mungkin kan?!” Pendekar Hantu itu memiliki wajah yang berbeda kali ini.
__ADS_1