DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Serasa Pembantu Di Rumah Mertua


__ADS_3

"Sarah, mana sarapan buat ku?!," tanya mertua ku.


"Ini ma, masih aku buat kan, mama tunggu dulu ya," jawabku.


"Jangan lama-lama aku sudah kelaparan ini, kalo masak uda selesai jangan lupa bersihin sepatu Lidya karna dia pagi ini mau ada meeting ketemu klien besar di perusahaannya," ucap mama mertuaku.


"Iya ma," jawabku singkat sambil menyelesaikan masak buat sarapan.


Inilah keseharian ku di rumah mertua, masih hitungan bulan tinggal disini aku seperti pembantu di rumah ini.


Masak, bersih-bersih itu sudah menjadi tugasku. Belum lagi aku harus menyiapkan semua kebutuhan Lidya adek perempuan satu satu nya mas damar yg sangat manja, Lidya sendiri bekerja di perusahaan besar dengan posisi yg lumayan bagus. Sedangkan mas Damar amar suamiku juga berkerja di perusahaan yang sama dengan Lidya cuma saja mas Damar jadi bawahan Lidya. Maka nya Lidya selalu semena mena kepada ku.


Masakan sudah siap dimeja makan aku panggil mertua ku dan Lidya untuk sarapan, tak lupa juga mas Damar aku panggil biar bisa sarapan bersama.


Setelah semua sudah kumpul di meja makan, aku kembali kebelakang buat bersihin sepatu Lidya yang akan dipakai buat meeting Ketemu klien di perusahaannya.


"Sayang, sini sarapan bareng, kamu mau kemana?," tanya mas Damar.

__ADS_1


"Uda Damar kamu sarapan aja dulu, pekerjaan Sarah belum selesai" ucap mertuaku .


" Tapi ma, Sarah juga harus sarapan dia hamil mudah loh dia nggak boleh capek capek, kasian dia sama bayinya yang ada diperut kalo capek-capek. Pagi ini dia uda masak, uda bersihin rumah, uda sini Sarah makan dulu," ajak mas damar sambil pegang tanganku.


Sedangkan ibu mertua melihat ku sambil melotot dan itu tandanya aku harus menolak ajakan mas Damar untuk sarapan bersama.


"Iya mas, abis ini aku sarapan ya.Tapi aku beresin dulu dibelakang tanggung mas. Janji kalo uda beres dibelakang aku langsung kesini buat sarapan dengan mas," ucapku pada mas Damar.


"Baiklah sayang, tp ingat kamu nggak boleh capek-capek karna di sini ada bayi kita," ucap mas Damar sambil elus perutku yg sudah agak muncul. Iya aku sudah delapan bulan menikah dengan mas Damar dan sekarang aq hamil enam bulan.


Selama ini mas damar nggak begitu tau dengan kegiatan ku dirumah ini. Karena mas damar lebih sering diluar rumah. Hanya weekend aja dia dirumah, itupun sikap ibu mertua beda kalo aku lagi bersama mas damar.


Setelah semua pekerjaan rumah sudah selesai aku kembali lagi kemeja makan, tujuanku mau ikut sarapan bareng suami ,mama mertua dan Lidya tapi sayang setelah disana semua sudah selesai sarapannya.


Dan mas Damar uda buru-buru mau berangkat kekantor.


"Sayang, aku uda selesai sarapan nya. Maaf, kamu sarapan sendiri ya sayang biar ditemenin mama. Aku uda telat nih mau ketemu klien bareng Lidya," ucap mas Damar sambil mencium keningku.

__ADS_1


"Iya mas," jawabku sambil senyum simpul.


"Ayo mas kita berangkat, uda telat kita. Hari ini jadwal kita padat banget loh mas," ucap Lidya sambil jalan keluar dari kamar nya.


"Iya lid, sabar. aku masih pamitan sama Sarah, kasian dia belum sarapan," jawab mas Damar. "


Aalah ..manja banget sih, kan bisa sarapan sendiri abis ini. Udah ayok kita berangkat," ajak Lidya pada mas Damar.


"Ya sudah biar aku yang nyetir Lid," ucap mas Damar sambil keluar. Saat mas Damar sudah keluar lebih dulu, Lidya balik lagi nyamperin aku.


"O yah mbak, abis ini jangan lupa ya beresin kamar ku ," bisik Lidya padaku


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Jangan lupa mampir di novel temanku ya


__ADS_1


__ADS_2