
Hari ini aku harus ke Bandara untuk menjemput lelaki pujaan ku. Aku dengar kabar dari teman ku kalo Celvin teman kuliah ku dulu, hari ini pulang ke Indonesia. Aku batalkan janji makan malam bersama mas Damar dan mbak Bianca hanya untuk menjemput Celvin.
Dia melanjutkan kuliah S2 nya di Singapura, sebenarnya aku juga ingin melanjutkan S2 juga di sana. Agar aku bisa terus bersama nya. Tapi apa daya mamaku tak sanggup membiayai aku untuk kuliah lagi.
Mama ku seorang janda ber anak dua, dan ditinggal mati oleh papa sejak aku ber usia 10tahun. Harta peninggalan papa habis dijual untuk bertahan hidup dan membiayai sekolah ku dan mas Damar.
Saat aku ingin melanjutkan S2 di Singapura, keadaan ekonomi keluarga ku sangat terpuruk. Mas Damar pun yang sudah bekerja tak mampu membiayai ku untuk kuliah di luar negeri.
Akhirnya aku putuskan untuk mengirim surat lamaran kerja di perusahaan tempat mas Damar kerja.
Dan nasib baik menghampiri ku, aku ada di posisi lebih tinggi dari mas Damar. Bisa dibilang aku menjadi atasannya mas Damar.
Dari sinilah keadaan ekonomi keluarga ku mulai membaik. Tapi tetap untuk kebutuhan sehari-hari mas Damar lah yang menanggung.
Makanya saat mas Damar memutuskan untuk menikahi mbak Sarah wanita pujaannya itu. Mama Sangat menentang, karena akan dipastikan semua keuangan mas Damar akan dikendalikan mbak Sarah istrinya.
Aku menunggu Celvin di bandara sampai satu jam, akhirnya dia muncul juga dari balik pintu kedatangan luar negeri. Kulihat dia berjalan bersama Papi nya, "jadi dia pulang dijemput papinya" gumam ku.
"Tapi ada yang aneh, siapa wanita berjilbab yang ada disamping Celvin?" tanyaku dalam hati.
Tanpa menunggu lama, aku pun memanggil nya.
"Celvin.....". panggil ku. kuambilkan tangan kearah nya.
Sontak dia menoleh ke arah ku. Dan dia mendatangi ku.
"Lidya? ngapain kamu disini? lagi menjemput seseorang?" tanyanya yang membuat aku sangat malu.
Aku kesini ingin menjemput nya tapi.... kenapa dia bertanya seperti itu.
"Vin kenapa pesan-pesan ku tak pernah kamu jawab? telpon ku juga tak pernah kamu angkat. kamu lupa sama aku". rajukku manja seakan-akan aku ini kekasih nya
"Maaf Lid, akhir-akhir ini aku sibuk. jadi nggak sempat lihat pesan-pesan mu. Oya kenapa pertanyaan ku nggak dijawab? kamu disini ngapain?" tanya Celvin lagi
"Aku kesini mau menjemput kamu Vin, aku denger dari teman mu kalau hari ini kamu pulang ke Indonesia. Jadi aku sempat kan untuk jemput kamu disini. Ini siapa Vin?" tanyaku sambil menunjuk perempuan berjilbab disamping Celvin.
"Jadi kamu kesini jemput aku?? Aduh Lidya kenapa kamu harus repot-repot sih? aku Uda ada supir. Itu papi ku sedang telpon supirku". jawab Celvin sambil menunjuk papi nya yang sedang menelpon diseberang.
__ADS_1
"Trus dia siapa Vin?" tanyaku pada perempuan yang ada disamping Celvin.
"oh.. kenal kan ini Mayang pacarku dan kita secepatnya akan bertunangan. Mayang kenalkan ini Lidya teman kuliah ku dulu".
Saat mendengar jawaban Celvin rasanya tubuh ini bak disambar petir di siang bolong. Kaki ku terasa lemas seperti tak bertulang.
Lelaki yang aku idamkan selama kuliah dulu dan sampai sekarang mau bertunangan dengan wanita lain.
"Jadi kamu mau bertunangan dengan nya Vin?". tanyaku tak percaya.
Tak terasa air mataku mengalir di pipi, ingin sekali berteriak. Tak terima dengan semua ini.
"Lid, kamu kenapa? kok menangis?". tanya Celvin.
"Vin, kamu kok tega sama aku. Aku cinta sama kamu Vin. tapi kenapa kamu malah mau bertunangan dengan wanita itu". tunjuk ku. Ku ungkapkan semua perasaan cintaku tanpa rasa malu sedikit pun.
"Cinta? sejak kapan Lid? tapi aku sudah menganggap kamu hanya teman nggak lebih dari itu". ucap Celvin menjelaskan.
"Dari waktu kita kuliah bersama, dan kamu sering mengantar aku pulang. Itu aku Uda punya rasa Vin sama kamu."
"Celvin......!!!!". panggil papi nya Celvin dari sebrang sambil melambaikan tangan.
"Iya Pi..." jawab Celvin sedikit berteriak.
"Aku pulang dulu ya Lid, itu papi ku sudah memanggil. Oya maaf aku nggak bisa undang kamu di acara pertunangan ku nanti. Karena hanya dihadiri keluarga inti saja". ucap Celvin yang berhasil menyayat hati ku.
"Nggak Vin, aku nggak terima ini semua. Aku nggak terima kalau kamu harus bertunangan dengan wanita itu. aku hanya aku yang pantas jadi istri mu Vin". ucap ku sambil menangis.
"Lid malu dilihat orang, Uda hentikan tangisan mu". Celvin menunjuk orang-orang disekitar ku yang menonton aku menangis.
"Aku pamit dulu ya Lid. Ayo may kita pulang". ajak Celvin pada perempuan berjilbab itu.
Celvin pun berjalan menuju papi nya, dan aku dilalui begitu saja tanpa sedikit pun kasihan pada ku.
"Tega kamu Vin!!!! Aku tak terima dengan semua ini!!!!!". teriak ku. Seperti tak punya malu aku berteriak di bandara, tak peduli semua orang melihat ku.
Celvin berlalu tanpa mempedulikan aku, dan dia menghilang dibalik pintu mobil mewah yang menjemput nya.
__ADS_1
"Kurang ajar kamu Vin, aku tak terima dengan semua penghinaan ini. Kamu harus merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Sakit, malu dan terluka. Aku tak terima dengan perlakuan mu ini Celvin". ucap ku geram.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di rumah, aku turun dari mobil. Aku berlari ke kamar dengan menangis. Tak peduli saat mama bertanya kepada ku.
Ku kunci pintu kamar, ku lempar semua yang ada di meja rias.
Aku ambil vas bunga yang ada di nakas, dan ku lempar ke cermin meja rias ku.
PYAAAAARRRR....
Cermin meja rias ku pun pecah dan berserakan. Terdengar suara mama teriak-teriak. Dan tak aku hiraukan sama sekali.
"Lidya, Lidya..!!! kamu kenapa? buka pintu nya!!!!!" mama menggedor-gedor pintu kamar ku.
Aku pun menangis histeris, terdengar gedoran pintu juga semakin kuat.
Semakin aku histeris, mama semakin teriak kencang memanggil ku.
"Buka pintu nya Lid, ada apa? Ayo cerita sama mama". ucap mama dari luar pintu kamar.
"Duh mana Damar nggak pulang-pulang, gimana ini? ditelpon juga nggak aktif. Kirim pesan pun belum dibaca. Masak Damar nginep di rumah Sarah ". ucap mama kebingungan terdengar dari dalam kamar ku.
"Lidya, ayo buka pintunya nak. Kamu kenapa?". rayu mama.
Aku pun masih menangis histeris, kala mengingat kejadian di bandara tadi. Sangat memalukan sekali.
Ternyata selama ini cintaku bertepuk sebelah tangan.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
makasih para readers Uda mau mampir di novel ku.
jangan lupa mampir juga di novel temanku ya..
__ADS_1