
 Bersamaan dengan itu, tiba-tiba handphone Sarah pun berbunyi.
Hati Sarah sangat was-was, ia takut kalau panggilan telepon nya dari kantor milik Rama. Sarah takut Rama akan memutuskan kerjasama nya, perihal postingan yang beredar karena ulah Veni.
Sarah masih enggan melihat siapa orang yang menghubungi nya. Dalam pikiran Sarah saat ini adalah bagaimana cara untuk membuat Veni jera dengan tingkah laku nya yang buruk dan sangat merugikan orang lain itu.
Sampai nada dering panggilan itu mati, Sarah masih enggan melihat handphone nya.
"Aku harus membuat perhitungan dengan mbak Veni. Agar dia tidak semakin seenak nya saja." gumam Sarah dengan suara lirih.
Berbeda dengan Sarah, perasaan Veni sangat bahagia. Saat ia tahu kalau postingan nya itu sudah viral di media sosial.
"Mampus kamu Sarah!!!, kamu sudah berani bermain api dengan ku." ucap Veni sambil menutup telepon.
Sebenarnya Veni juga baru tau kalau unggahan nya itu viral. Veni tau dari Siska temannya, yang baru saja menghubungi nya.
Karena Veni sendiri, setelah mengunggah foto Sarah itu tidak lagi membuka akun facebooknya. Karena masih sibuk dengan hal lain. Lebih tepatnya sibuk mengurus keluarga nya.
"Aku sangat penasaran, se'viral apa sih berita yang aku buat?," ucap Veni dengan senyum bangga dan sangat bahagia. Lalu dengan tidak sabar, ia membuka aplikasi facebooknya.
Veni sudah tidak sabar ingin membaca komentar-komentar dari netizen Indonesia.
Karena Veni tau, kalau netizen Indonesia sangat kritis dengan kata pelakor.
Namun saat ia sedang mencoba membuka akun facebooknya, tiba-tiba handphone nya berbunyi. Ada panggilan masuk, yaitu panggilan dari owner SKcake.
"Owner SKcake?, ada apa ya dia meneleponku?," tanya Veni dalam hati.
"Mungkin dia mau memberi kabar padaku kalau Sarah sudah di pecat dari toko roti nya." gumam Veni dengan senyum liciknya.
"Mampus, sekarang kamu Sarah!!!!!," Veni tertawa jahat.
"Hallo....," sapa Veni setalah menaruh handphone di telinga nya.
"Assalamualaikum," Sarah menjawab dengan mengucap salam.
"Waalaikumsalam," jawab Veni.
"Apa ibu sudah memecat Sarah?," tanya Veni.
__ADS_1
"Aku yakin ibu sudah mendengar dan melihat berita yang sudah viral saat ini." ucap Veni.
"Sudah ku bilang sejak awal, agar ibu segera memecat perempuan jal*Ng itu. Agar toko ibu yang sudah punya nama itu tidak ikut tercemar." Veni terus berbicara tanpa jeda.
Veni tidak tau kalau yang berbicara dengan nya saat ini adalah Sarah.
"Sudah, bicara nya mbak?," tanya Sarah menyela omongan Veni.
Veni pun terdiam saat mendengar ucapan Sarah. Veni sangat berfikir keras, karena ia sangat familiar dengan suara yang ia dengar itu.
"Sarah?!," gumam Veni lirih. Namun walau suara Veni lirih, Sarah masih bisa mendengar nya.
"Iya, aku adalah Sarah, mbak!!," jawab Sarah.
"Apa maksud kamu dengan postingan di akun Facebook mu, mbak?!!," Sarah berbicara dengan sangat geram.
"Hahaha, hebat kamu Sarah. Kamu menghubungi ku memakai nomor bos kamu." jawab Veni. Veni masih belum tau kalau owner SKcake itu adalah Sarah.
"Kamu jangan pernah bermain-main dengan ku Sarah. Karena aku akan membuat kamu menyesal!!!," ucap Veni dengan bangganya.
"Dan sekarang kamu sudah merasakan itu. Dan perlu kamu ingat!!!, ini semua masih awal dari segalanya." Veni mengancam Sarah dengan tersenyum jahat.
"Apa kamu bilang??, berani sekali kamu memerintah ku!!!. Kamu tidak ingat aku ini siapa?!!," ucap Veni sambil mencicingkan bibir di balik handphonenya.
"Kamu jangan bermain-main dengan ku, mbak!!!, sekarang juga hapus unggahan mu itu dan bikin video klarifikasi tentang berita hoax yang telah kamu sebar!, kalau tidak..!!," Sarah mengancam Veni.
"Kalau tidak, kenapa?," belum selesai sarah berbicara, tapi sudah di putus oleh Veni.
"Kamu berani mengancam ku??, aku yakin kamu tak akan punya uang untuk melaporkan ku ke kantor polisi." ucap Veni dari sebrang telepon.
"Kamu yakin kamu tak mau membuat video klarifikasi tentang berita hoax yang kamu buat itu, mbak??!!," Sarah kembali menegaskan omongan pada Veni melalui sambungan telepon.
"Menurut ku, percuma aku menghapus unggahan ku itu. Karena berita itu sudah tersebar ke seluruh penjuru Indonesia." ucap Veni di ikuti tertawa lebar penuh kemenangan.
Sarah yang mendengar itu semakin geram dan sangat emosi.
"Oke kalau itu mau kamu mbak!!," Sarah pun menutup telepon secara sepihak tanpa mengucapkan salam.
Sarah sudah sangat geram dan marah dengan apa yang sudah dilakukan oleh Veni.
__ADS_1
Kali ini tekad Sarah sudah bulat untuk membawa kasus ini ke pihak yang berwajib.
"Mbak Veni harus benar-benar diberi pelajaran," gumam Sarah.
Ditempat lain, Veni sangat bahagia dan sangat puas dengan apa yang sudah ia lakukan. Kini dia tertawa lebar penuh dengan kemenangan.
"Akhirnya aku bisa membuat reputasi Sarah hancur." gumam Veni dalam hati dengan senyum puas.
"Kini keberuntungan berpihak padaku. Itu semua karena kerja kerasku selama ini. Aku sangat percaya Tuhan tak pernah tidur. Dan kini kebahagiaan sudah menjadi milik ku." ucap Veni dalam hati dengan senyum sinis.
"Aku sangat bahagia, karena pada akhirnya nama baik Sarah sudah hancur. Dan aku juga mempunyai uang lima puluh juta yang kudapat secara cuma-cuma." Hari ini Veni benar-benar sangat bahagia dengan apa yang ia dapat.
"Kamu kenapa, Ven?, kok senyum-senyum sendiri?," Veni di kagetkan dengan suara Awan yang datang dari luar kamar.
"Mas Awan?!," Veni pun terkejut dengan kedatangan Awan. Karena Awan tadi pagi sudah pergi ke kantor dan kenapa ia pulang sebelum jam pulang kantor.
"Kamu kenapa kok senyum-senyum sendiri?," tanya Awan lagi yang sangat heran melihat istrinya seperti sedang bahagia.
"Kok kamu sudah pulang, mas?," tanya Veni dengan pandangan mata seperti ketakutan.
"Aku tanya tidak di Jawab, malah kamu balik bertanya!," ucap Awan dengan ketus.
"Jawab dulu pertanyaan ku, baru aku jawab pertanyaan mu!," ucap Awan dengan menaruh tas kerja nya di meja rias yang ada di kamar Veni itu.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?!," Awan mengulang pertanyaan nya.
"Mmm... itu aku tadi itu, mmm...ini mas...." ucap Veni gugup.
"Ita itu Ina ini!!!, yang jelas dong kalau ngomong!!!," Ucap Awan yang sepertinya tidak sabar mendengar apa yang akan dikatakan oleh istri nya.
"Bicara yang jelas!!, jangan bertele-tele!!," lanjut Awan terlihat emosi.
Entah mengapa setelah kejadian beberapa hari yang lalu saat Veni memergoki dan memaki-maki Awan yang sedang membantu Sarah memperbaiki mobilnya yang sempat mogok itu, Awan seperti sudah hilang respect pada Veni.
Dan hubungan Veni dan awan pun sudah terasa hambar. Apalagi Veni sedang di sibukkan dengan urusan Bima yang sedang berada di tahanan.
"Mmm...gini loh mas, aku dapat kabar kalau teman kuliahku dulu sudah lahiran. Jadi aku ikut bahagia saat mendengar kabar itu." jawab Veni, lalu ia menoleh kearah Awan yang ada di belakang nya. Dan ternyata Awan yang saat ini sedang diajak bicara oleh Veni, sudah tertidur pulas.
"Sungguh menyebalkan!!!," gerutu Veni saat mendengar dengkuran lelaki yang saat ini menjadi suaminya itu.
__ADS_1