
"Bapak, ku rasa bapak tak perlu berpikir panjang untuk segera memutus kerjasama dengan perempuan yang sok alim itu." ucap Anita lagi.
Saat ini Anita terus mencoba menjelek-jelekkan Sarah. Tujuan nya agar Rama ikut membencinya.
Anita terus berbicara tentang berita kejelekan Sarah, namun Rama tak bergeming sama sekali.
Rama masih terus fokus membaca tulisan dan foto yang ada di postingan itu.
"Pak, pak Rama Kenapa melamun?," tanya Anita yang melihat aneh pada Rama. Karena Rama tak menjawab ucapan nya.
"Apa bapak bingung mencari alasan untuk memutus kerja sama bersama Sarah?," tanya Anita lagi.
"Kalau memang pak Rama nggak enak untuk memutuskan nya. Aku siap kok untuk bilang ke Sarah, kalau kerjasama kita tidak bisa di lanjutkan." Anita terus nyerocos, dia sangat semangat untuk berbicara seperti itu pada Sarah.
Karena ini adalah keinginan Anita sejak Sarah ada dalam pikiran Rama.
"Kamu ini banyak bicara ya?!!, dari tadi mulut kamu itu kok nyerocos saja!!," ucap Rama yang terlihat kesal pada Anita.
"Aku tidak akan pernah memutuskan kerjasama ini dengan Sarah!!," ucap Rama dengan tegas.
"Tapi pak?, aku sangat yakin, kalau kerjasama dengan Sarah masih berlanjut. Itu bisa mempengaruhi reputasi kantor ini." Anita terus mencoba menghasut Rama.
"Apa nggak sayang, kalau gara-gara satu orang yang bernama Sarah reputasi kantor yang sudah bapak bangun bertahun-tahun ini akan hancur begitu saja?!," ucap Anita dengan tatapan mata licik. Ia Melakukan itu saat mata Rama tak menatap dirinya. Karena Rama hanya menundukkan kepalanya saat bicara pada Anita.
"Ini berita hoax, jangan mudah percaya dengan berita murahan ini." ucap Rama sambil melempar handphone Anita dengan pelan ke ujung meja depan Anita yang sedang duduk.
Anita terkejut saat ia melihat kelakuan Rama, yang melempar handphone nya itu.
Lalu Anita segera mengambil handphone itu, dan mengelus-elus nya. Ada perasaan sayang dengan handphone itu, Karena dia sangat mengingat betul perjuangan untuk membeli nya.
"Sekarang lebih baik kamu keluar," ucap Rama pada Anita yang kembali menatap dokumen-dokumen yang ada di meja kerja nya.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan Sarah?, apakah bapak akan segera memutus kerjasama ini?," Anita sangat penasaran dengan apa yang akan di lakukan Rama pada Sarah.
Anita sangat berharap kalau Rama benar-benar akan memutuskan kerjasama itu.
"Bapak harus ingat, reputasi kantor ini yang lebih penting dari pada rasa tak enak pada orang yang sudah kita kenal." Anita terus menggosok otak Rama agar Rama memutuskan kerjasama dengan Sarah.
"Kamu bisa diam nggak sih?!," Rama menatap tajam pada Anita. Yang menurut Rama Anita sangat lah berisik. Anita terlalu ikut campur di masalah pribadi nya.
"Sekarang lebih baik kamu keluar, sebelum aku berteriak untuk mengusir mu dari sini!!!," ucap Rama dengan suara penuh penekanan, sambil tangan nya menunjuk ke arah pintu keluar.
Nyali Anita pun langsung ciut saat melihat Rama Semarang itu. Tanpa banyak kata, ia langsung membalikkan badannya dan langsung berjalan keluar dari ruang kerja Rama.
"Rama.... Kenapa kamu keras kepala!!!," ucap Anita dengan kesal sambil membanting beberapa dokumen penting yang ia bawa ke meja.
"Harus dengan cara apa aku membuat Sarah jelek di mata mu?!, Kenapa kamu di buta kan mata oleh perempuan si*LAN itu?!!,"
"Aaarrggghh...." Anita mencengkram rambut nya dengan kedua tangannya, ia sangat kesal dengan sikap Rama padanya.
Rama pun di kursi kerjanya, duduk sambil berfikir keras dengan kabar tentang Sarah.
Rama tak habis pikir, kalau seandainya berita itu benar. Karena melihat tingkah laku Sarah sangat jau berbeda dengan berita yang tersebar saat ini.
Rama harus tau kebenaran berita ini, dan akhirnya dia pun memutuskan untuk menghubungi Sarah.
Panggilan telepon pada Sarah dilakukan oleh Rama, namun masih belum terhubung.
Sampai beberapa kali Rama mencoba menghubungi Sarah, tapi Sarah tak mengangkat nya.
Perasaan Rama pun semakin gusar tak karu-karuan. Rama sangat gelisah, saat ia mencoba melihat lagi unggahan foto Sarah di sosmed nya.
"Aku tidak percaya kalau Sarah akan. Melakukan hal yang di beritakan itu. Aku harus mencari kebenaran tentang berita ini." gumam Rama, sambil memandang foto Sarah yang diunggah oleh akun Facebook Veni.
__ADS_1
Rama terus mencoba menghubungi Sarah, dan kali ini telepon Rama pun diangkat oleh Sarah.
"Assalamualaikum," sapa Sarah dari sebrang telepon. Ada perasaan takut di diri Sarah, saat Rama menelpon nya. Sarah sangat yakin, kalau Rama menghubungi nya pasti akan membahas hal yang saat ini sedang viral tentang dirinya.
"Waalaikumsalam, Sarah," jawab Rama. Ada perasaan tak enak hati pada Sarah, saat akan bertanya tentang masalah pribadi.
"Bagaimana kabarmu sekarang?," tanya Rama basa-basi. Karena seperti nya Rama tak sampai hati untuk bertanya tentang masalah yang Sarah alami saat ini.
"Alhamdulillah baik, pak." jawab Sarah. Sarah pun menebak tujuan Rama menelpon nya karena berita diri nya yang saat ini sedang viral.
"Mmmm.... Lusa acara launching novel mu akan di laksanakan. Untuk tempat dan waktunya, nanti akan kami beritahukan lewat pesan singkat. Jadi kami harap kamu menyiapkan diri untuk acara jumpa pers." jawab Rama.
Rama mencoba untuk tidak terlalu ikut campur dengan masalah pribadi Sarah. Walau dalam hati nya ia sangat penasaran dengan berita itu.
Yang awalnya Rama menghubungi Sarah untuk menanyakan tentang berita itu. Namun tak sampai hati Rama untuk menyampaikan maksud nya.
Kini Rama mencoba berpikir baik tentang Sarah. Rama meyakinkan hati nya bahwa berita itu hanya fitnah untuk Sarah.
Rama tak bisa terima kalau berita itu benar. Rasa sakit hati Rama akan semakin besar, karena perempuan yang selama ini terkesan baik dan bersahaja melakukan hal kotor seperti itu.
"Baik, pak. Saya sangat siap." jawab Sarah.
Rama segera menutup telepon nya, setelah ia berpamitan pada Sarah. Rama mengatur nafasnya setelah melakukan panggilan telepon pada Sarah.
Sarah yang awalnya takut mengangkat telepon dari Rama. Akhirnya ia bisa bernafas lega.
Sebelum nya Sarah sudah berfikir, kalau Rama menghubungi nya hanya untuk memutus kerjasama nya.
Namun pikiran Sarah salah, ternyata Rama menelpon nya untuk memberi tahu Sarah tentang launching novel yang sudah di terbitkan oleh perusahaan Rama.
Hari Sarah sangat bahagia dan bangga. Walau ia sudah tau, nanti akan seperti apa saat ia jumpa pers bersama Rama.
__ADS_1
Pasti berita yang saat ini sedang viral tentang dirinya, akan menjadi bahan pertanyaan oleh para wartawan-wartawan yang datang di acara launching novel perdananya yang telah diterbitkan.