DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Cabang Baru SKcake


__ADS_3

Setelah di pikirkan secara matang selama semalam, akhirnya pilihan ada pada Pak Anton. Karena selain pak Anton pemilik perusahaan yang Lidya dan Damar kerja, pak Anton lah yang menggagahi keperawanan Lidya.


Pagi itu, Damar izin tak masuk kantor. Ia bersama Lidya dan Linda pergi kerumah pak Anton. Yang saat ini dirumah pak Anton hanya ada pak Anton dan pembantu nya. Karena Bu Rina sudah pergi ke kantor sedari tadi.


Saat pintu di ketok, ada perempuan paruh baya seumuran Linda dengan dandanan yang sederhana dan memakai daster motif batik berwarna hijau membuka pintu ruang tamu.


Tanpa salam dan tanpa permisi, Damar langsung memanggil pak Anton dengan kasar tak ada sopan santun sama sekali pada diri Damar.


Lalu perempuan paruh baya yang diduga asisten rumah tangga disini pun akhirnya kedalam untuk memanggil majikannya.


Tak lama pak Anton yang memakai kaos oblong dipadukan dengan selembar sarung keluar dari dalam rumah nya.


Saat melihat ada rombongan Damar dan keluarga nya, pak Anton pun terkejut dibuat nya.


"Ada apa ini?!," tanya pak Anton dengan wajah kebingungan dan nada tak bersahabat.


"Saya datang kesini minta pertanggung jawaban dari pak Anton, karena sekarang Lidya hamil anak pak Anton." ucap Damar.


"Darimana kamu tahu kalau itu anak ku?," tanya pak Anton.


"Karena Lidya hanya melakukan itu bersama pak Anton!," jawab Damar memberi alasan. Padahal ia tau kalau Lidya melakukan tak hanya dengan pak Anton saja.


"Aku nggak percaya, kalau itu adalah anakku," pak Anton tak mau mengakui janin yang saat ini ada diperut Lidya.


"Kalau pak Anton tak mau bertanggung jawab atas kehamilan adik saya Lidya, pak Anton akan saya laporkan ke pihak yang berwajib," ancam Damar.


"Kamu tidak bisa melakukan itu, Damar. Karena kita melakukan nya tak ada unsur paksaan sedikitpun. Apalagi saat itu kita sudah menyepakati harga untuk keperawanan Lidya," ucap pak Anton membuka semua yang terjadi.


Deg.


Jantung Damar seakan berhenti berdetak mendengar penjelasan dari pak Anton.


"Sekarang kalian semua pergi dari sini, sebelum istri ku datang tambah memperumit masalah ku. Kmu tau sendiri kan? gara-gara wanita murahan ini, aku sekarang dinonaktifkan dikantor!," ucap pak Anton dengan menunjuk wajah Lidya.


"Diam kamu, pak!!!, jangan sekali-kali kamu menghina adikku," bela Damar pada Lidya. Karena seburuk apapun Lidya tetap adik perempuan nya yang harus dilindungi.


"Sekarang kalian pergi dari sini!!," Perintah pak Anton dengan menunjuk pintu yang terbuka lebar itu.


"Dan satu lagi, jangan pernah minta pertanggung jawaban pada ku!!!!," ucapan tegas dari pak Anton membuat Damar semakin kesal.


Lalu mereka bertiga akhirnya pulang, dan Lidya yang sedang hamil muda ini ingin memakan kue yang dibeli dari SKcake.


Lalu Damar menuruti permintaan adik nya itu, ia pun memutar balikkan mobil nya. Karena tak searah dengan jalan pulang dari rumah pak Anton.


Setelah sampai didepan SKcake, Damar langsung memarkir mobil nya. Kini yang turun dari mobil hanya Lidya saja. Karena Lidya ingin memilih kue sendiri.


Sesampainya didalam terlihat Sarah sedang melayani pembeli, walau Sarah owner dari SKcake tapi tetap ia mau ikut membantu melayani customer-customer nya.


"Mbak, aku mau dilayani dia," Lidya menunjuk pada Sarah.


"Tapi maaf Bu, ibu Sarah sedang sibuk." ucap Mita karyawan Sarah.


"Pokok nya aku nggak mau tau, aku harus dilayani dia!!!," teriak Lidya membuat para customer yang ada didalam toko ini menatap kearah Lidya dengan tatapan aneh.


Lalu Sarah yang mengetahui Lidya yang teriak-teriak. Dia pun mendatangi nya.


"Kumohon jangan bikin keributan disini, Lid." Ucap Sarah memohon dengan menyatukan kedua telapak tangan nya.


"Aku disini nggak bikin keributan ya, mbak. Aku cuma ingin kamu yang melayani ku," ucap Lidya pelan dengan penuh penekanan.


Karena Sarah tak ingin terjadi keributan seperti yang kemarin-kemarin. Akhirnya Sarah melayani Lidya sesuai permintaan nya.


Customer yang tadi Sarah layani, diserahkan pada Mita yang saat ini sedang kosong tak ada customer.


"Kukira kamu sudah dipecat, mbak!," ucap Lidya dengan senyum sinis.


"Ternyata pesona mu sangat kuat disini, padahal aku sudah kirim pesan komplain atas kinerja mu di sini." ucap Lidya lagi.


Namun Sarah hanya diam saja menunggu perintah Lidya yang sedang memilih kue.


"Kamu ini kenapa sih, mbak? kok diam saja!!!," tanya Lidya dengan kesal.

__ADS_1


"Trus aku harus ngomong apa, Lid?! untuk membalas ucapan mu seperti nya itu tak perlu!!" jawab Sarah membuat Lidya tak berkutik.


Sarah secepatnya membungkus kue kue yang sudah di pilih oleh Lidya. Lalu ia menyerahkan kue itu di kasir agar secepatnya Lidya membayarnya dan pergi dari toko ini.


Sekarang karyawan Sarah sudah hafal dengan tabiat Lidya dan Linda yang sering bikin keributan.


Mereka sudah tau kalau Linda adalah mertua Sarah dan Lidya adik iparnya. Tapi mereka belum tau kalau Damar yang juga sering kesini adalah suami Sarah.


Setelah Lidya pergi hati Sarah sangat tenang sekali,


"Untung saja Lidya datang sendiri, bisa berabe kalau seandainya ia datang bersama mama." gumam nya.


Kini toko kue nya sudah tutup, semua karyawan nya sudah pulang semua. Di ruko tinggal Sarah dan Kean. Sarah pun merebahkan Kean yang tertidur di gendongan nya.


Setelah Kean tertidur dengan pulas, Sarah pun merebahkan tubuhnya dan melakukan rutinitas nya yaitu mengetik novel online nya.


Pagi ini Sarah memantapkan hati nya, ia akan membuka cabang toko kue nya. Sarah tidak membuka cabang SKcake diluar kota, karena kendala kesibukan nya. Yang dipastikan akan memakan waktu dan tenaga yang banyak saat ia mengunjungi cabang nya.


Akhirnya Sarah memutuskan untuk membuka cabang di mall terbesar dikota ini. Saat ini ia di bantu oleh Sinta sahabat nya untuk mempersiapkan acara launching cabang baru SKcake yang akan dilaksanakan besok pagi.


Sarah pun menambah tiga karyawan lagi untuk membantu Sarah di cabang barunya. Sarah tak pernah takut mengeluarkan uangnya untuk membuka cabang ini. Karena ia yakin ia akan mendapatkan yang lebih dari yang ia keluarkan.


Sarah dan Sinta pun kini pergi ke mall itu dengan Kean yang saat ini sedang digendong oleh pengasuh nya untuk mempersiapkan acara besok.


Beberapa karangan bunga pun silih berdatangan dari beberapa perusahaan yang sudah menjalin kerjasama dengan SKcake. Salah satu nya dari cafe dan resto Bintang Ceria milik Randy.


Sarah dan Sinta tak pernah menyangka kalau kerja keras nya mendapatkan apresiasi seperti ini. Sarah tak pernah bermimpi akan menjadi seperti ini.


Acara yang akan dilaksanakan besok itu, dibuat sesederhana mungkin. Hanya tasyakuran yang di datangi karyawan nya sendiri.


Karena Sarah tak mau orang banyak yang tau kalau toko kue itu milik nya, apalagi sampai harus menjual kisah awal ia merintis toko kue nya itu.


Sarah hanya ingin toko kue nya terkenal memang karena rasa kue nya yang bikin orang ketagihan. Selalu pingin lagi, lagi dan lagi untuk membeli nya.


Setelah semua persiapan sudah selesai. Mereka berdua kembali ke ruko untuk mempersiapkan pembuatan nasi tumpeng untuk acara besok.


Semua ia lakukan sendiri, karyawan nya hanya sekedar membantu kalau urusan masak memasak.


Karyawan Sarah lebih dominan ditaruh didepan untuk melayani customer saja.


Lalu untuk bagian produksi Sarah sendiri yang menghandle dibantu oleh mbak Indah.


Kini persiapan launching cabang baru SKcake sudah sembilan puluh persen.


Sarah akhirnya beristirahat untuk mempersiapkan nasi tumpeng nya dini hari nanti.


Setelah menyelesaikan bab novel nya, Sarah langsung memejamkan matanya. Dan tak lupa alarm pun di setel sesuai keinginan Sarah.


Hari ini toko induk SKcake tutup, karena semua karyawan nya ikut tasyakuran pembukaan cabang baru.


Sarah hanya mengundang Sinta selaku sahabat nya yang paling baik dan pak Randy. Karena pak Randy lah Sarah sampai di titik ini.


Karena pak Randy lah yang awalnya mempercayai Sarah untuk menyuplai kue di cafe nya. Yang notabene cafe nya adalah cafe dan resto berbintang lima.


Siapa lah Sarah yang ecek-ecek dengan pak Randy yang aduhay.


Acara piring pita pun sudah di mulai, dan dilanjutkan acara tasyakuran dengan potong nasi tumpeng. Setelah nasi tumpeng selesai dipotong dan dimakan bersama. Kini tinggal doa nya, kali ini yang ditunjuk untuk memimpin doa adalah pak Randy.


Karena disini hanya ada dua laki-laki. Yaitu pak Randy dan paman Udin. Paman Udin saat disuruh Sarah untuk memimpin doa, dia tidak mau. Karena malu katanya.


Akhirnya Randy lah yang di tugaskan untuk memimpin doa.


Acara pun selesai dengan lancar, tak ada halangan apapun.


Kini tiga karyawan baru yang menjaga disini. Dan alhamdulilah saat pertama kali buka, outlet dihampiri banyak customer.


Tak harus menunggu lama kue kue itu habis tak tersisa. Terpaksa outlet pun ditutup lebih cepat.


*****


Saat ini dirumah Damar sangat bingung dengan kehamilan Lidya. Damar harus tetap meminta pak Anton untuk bertanggung jawab atas kehamilan Lidya.

__ADS_1


Sedangkan Linda, membujuk Damar untuk menggugurkan kandungan Lidya. Karena Linda yakin pak Anton tak akan mau bertanggung jawab.


Di dalam pikiran Linda, Linda takut dilaporkan kepada pihak yang berwajib, karena menurut Linda saat itu Lidya sudah menyepakati perjanjian menjual keperawanan nya pada pak Anton sesuai harga yang di minta Lidya.


Dan Lidya sudah menerima uang itu dengan cara ditransfer sesuai nominal yang diminta oleh Lidya.


Kini pikiran Damar makin tak karu-karuan, kalau ia menyetujui usulan Linda, Damar takut akan dosa yang akan ia dan Lidya tanggung.


Karena saat ini Damar lah yang bertanggung jawab atas Lidya semenjak papa nya meninggal.


Setelah sarapan Damar pun berangkat kekantor sendirian. Karena Lidya sudah dipecat secara tidak hormat dari kantor ya.


Sedangkan Linda dan Lidya masih tetap berada di meja, mereka lagi membahas tentang jalan keluar dari kehamilan Lidya ini.


Tok


Tok


Tok


Pintu depan ada yang mengetuk. Mereka berdua pun saling berpandangan dengan pikiran yang sama. Siapa yang datang kerumahnya sepagi ini.


Lalu Linda berdiri untuk membukakan pintunya, dan mencari tau siapa yang datang di pagi ini.


Saat pintu terbuka, ada lima orang lelaki. Tiga berpakaian sopan dan terlihat sudah bapak-bapak. Danyang dua berpakaian seperti preman dan berbadan kekar.


Membuat nyali Linda ciut seketika. "Maaf, ada apa ini pak?," Linda memberanikan bertanya walau rasa takut menggelayutinya.


"Ibu Lidya, ada?," tanya bapak-bapak yang memakai kemeja warna putih dan celana hitam dengan belahan rambutnya kesamping kanan.


"Ini darimana ya?," tanyanya lagi.


"Kami dari tim audit keuangan dari kantor Sumber Sejahtera group dan membawa surat penyitaan pada benda yang berupa mobil mewah berwarna putih, atas nama ibu Lidya." jawab satu orang disitu.


"Apa? kamu mau ambil mobil anakku?, Jangan harap aku akan memberikan padamu." ketus Linda yang tak terima kalau mobil mewah anak nya akan dirampas.


"Ini surat kuasa kami untuk penyitaan barang yang dimaksud," mereka menyodorkan map yang isi nya surat ijin penyitaan.


Akhirnya Lidya pun keluar karena penasaran dengan keributan yang terdengar sampai kedalam rumah. Dan Lidya mendengar kalau salah satu lelaki itu menyebut nama Lidya.


"Ada apa pak?!," tanya Linda pada lelaki yang ada di depan nya.


Lalu lelaki itu menjelaskan sesuai dengan yang ia jelaskan pada Linda sebelumnya.


"Jadi kalian mau menyita mobil ku ini?, punya bukti apa kamu kalau aku menggelapkan uang kantor!?," tanya Lidya tak mau kalah.


Dengan lantang nya Lidya berteriak mengusir lima lelaki itu.


"Memang tak ada bukti ibu Lidya menggelapkan uang kantor, namun nama ibu Lidya menjadi salah satu penerima transferan dari pak Anton," ucap lelaki itu menjelaskan.


Jadi mau tak mau mereka akan tetap mengambil mobil yang ada di teras Lidya.


"Selain mobil, rekening anda pun mulai kemarin sudah dibekukan." ucapnya lagi.


"Ya nggak bisa gitu donk, yang korupsi kan pak Anton. Trus kenapa mobil dan tabunganku yang disita. Harusnya kekayaan pak Anton yang disita," ucap Lidya sengit.


"Karena uang yang ibu Lidya dapat bukan dari rekening pribadi pak Anton. Melainkan pak Anton mentransfer uang itu memakai rekening perusahaan. Dan itu sudah terdeteksi di sistem kami, dibuat apa saja uang itu. Salah satunya adalah untuk membeli mobil." jawab lelaki itu dengan sedikit kesal.


"Pokoknya aku nggak pernah rela kalau kalian mengambil mobil ku!!!!," Lidya pun langsung berlari ke kamarnya untuk mengambil handphone diatas bantal nya.


Ia menghubungi Damar, agar Damar segera pulang. Namun Damar tak bisa pulang saat ini. Karena ia sedang menemani Bu Rina bertemu dengan kliennya.


Lidya pun menangis histeris dan pingsan saat mobil mewah dan tas-tas branded nya disita oleh pihak perusahaan.


Sekarang ia tak memiliki apa-apa, karena rekening nya pun sudah dibekukan oleh pihak bank atas instruksi perusahaan.


Linda yang melihat anaknya menangis histeris segera memeluk nya.


Lalu ia mencoba menghubungi Damar lagi, Damar pun mengangkat panggilan telepon dari mama nya.


Linda memberi tahu Damar semuanya lewat telepon, termasuk Lidya yang saat ini tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2