DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Borong Kue Di SKcake


__ADS_3

"Ran, besok tante akan pulang. Hari ini biar mobil mu Tante pakai ya. Kamu ke resto pakai taksi online aja." ucap Natasya pagi ini pada Randy yang sedang sarapan.


"Kok Tante pulang nya cepat?, seminggu lagi dong te disini." ucap Randy dengan mengunyah makanan yang sudah masuk di mulutnya.


"Om mu lusa pulang, jadi tante nggak enak kalau om mu pulang tapi tante tidak ada dirumah, Ran." jawab Natasya dengan mengambil handphone nya yang berbunyi didalam tas kremes nya.


"Iya, Ram? ada apa?," Natasya menerima panggilan telepon dari Rama, anaknya.


"Kamu apa-apaan sih?, kenapa harus ke Indonesia lagi? kuliah mu gimana?!," Natasya kaget dengan permintaan Rama.


"Mama besok sudah mau pulang, Rama. Jadi kamu nggak usah pakai jemput mama segala!! Emang di pikir Inggris Indonesia itu dekat?!," Natasya menolak permintaan Rama yang ingin menjemput nya di sini.


"Rama kenapa, Tante?," tanya Randy yang masih belum selesai sarapan.


"Ini si Rama, aneh-aneh aja. Masa dia mau jemput Tante disini. Dikira Inggris Indonesia itu dekat apa?!," ucap Natasya kesal dengan ide Rama.


"Jangan-jangan disini ada cewek yang di incar, Tante." Randy berasumsi sambil tertawa cekikikan.


"Kayaknya sih seperti itu!!," ucap Natasya dengan wajah jutek nya yang dipasang.


Lalu Natasya keluar rumah, setelah berpamitan pada Randy, ia menunju mobil Randy yang terparkir di garasi.


Kali ini ia ingin kembali ke toko roti milik Sarah. Ia semakin penasaran dengan perempuan yang membuat putra semata wayangnya menjadi budak cinta. Sampai ia rela mau bolak balik Inggris Indonesia, Indonesia Inggris hanya demi wanita yang bernama Sarah.


Natasya mengemudi mobil nya dengan kecepatan sedang, ia masih ingin menikmati jalan yang penuh kenangan dimasa remaja nya dulu sebelum ia pergi ke Inggris ikut suaminya.


Sebelum ke toko roti Sarah, ia menyempatkan jalan-jalan ke mall untuk memanjakan mata nya.


Lalu ia memarkir mobilnya di parkiran mall, dia berjalan sendirian sambil menenteng tas branded nya.


bruuukkkk!!!!


Natasya menabrak anak kecil, dan anak kecil yang sedang belajar berjalan itu terjatuh kelantai dan menangis.


"Aduhh...., kamu tidak apa-apa sayang?," tanya Natasya sambil menolong anak kecil itu.


Dan tak jauh dari arah berlawanan, pengasuh Kean berlari kearah Kean yang terjatuh.


Setelah mencoba membantu mengangkatnya, Natasya membuka kacamata hitam nya.


"Loh ini kan anak kecil yang menabrak ku di depan toko roti waktu itu," gumam Natasya.


"Kemana mama mu, sayang?," tanya Natasya sangat lembut, ia sangat geram dengan mama nya anak kecil itu. Menurut Natasya ia sangat teledor. Membiarkan anak sekecil itu berlari-lari sendiri di tempat keramaian seperti ini.


"Maaf ya buk..." pengasuhnya Kean meminta maaf pada Natasya.

__ADS_1


"Loh, kamu mama nya dia?!," tanya Natasya terkejut, karena dari postur tubuhnya dengan yang ia temui waktu itu tidak sama. Walau dengan wajahnya ia tak jelas, karena sama-sama memakai kacamata hitam. Tetapi Natasya sangat ingat dengan pastur tubuhnya.


"Bukan, Bu. Saya pengasuh nya." Jawab pengaduk Kean.


"Oo jadi kamu yang dibayar untuk menjaga anak kecil tampan ini?!," tanya Natasya dengan wajah sinis pada pengasuh Kean.


"Lain kali kamu harus hati-hati!!! Anak sekecil ini masih tidak tahu arah!! Apalagi di tempat yang sangat ramai seperti ini!!, kalau aku yang jadi majikan mu. Pasti aku langsung memecat mu!!!! Karena kamu teledor!!!," Natasya memaki-maki pengasuh Kean.


Pengasuhnya Kean yang ketakutan dengan Omelan Natasya, sekali meminta maaf, langsung menggendong dan segera pergi meninggalkan Natasya yang sedang ngomel-ngomel sendiri.


Natasya sangat menyukai anak kecil, jadi kalau ada hal seperti tadi ia akan langsung menyalahkan pengasuh atau orang tua nya.


Natasya kembali berjalan menuju dalam mall terbesar dikota ini. Ia membeli beberapa pakaian dan juga membelanjakan Randy untuk kebutuhan sehari-hari.


Karena tadi ia lihat kulkas Randy isi nya kosong dan Natasya ingin mengisi nya untuk dipakai setiap hari. Mungkin Randy masih belum sempat untuk berbelanja, jadi Natasya berinisiatif membelanjakan nya.


Setelah selesai berbelanja, kini Natasya keluar dari mall. Ia membawa banyak sekali barang belanjaan nya.


"Tante?!," panggil Sarah saat melihat Natasya berjalan sambil membawa banyak belanjaan.


"Sini Sarah bantu, Tante!," Sarah mengambil beberapa kantong belanjaan yang dibawa oleh Natasya.


Kini mereka berjalan beriringan menuju mobil Natasya diparkiran.


"Besok Tante akan pulang ke Inggris, jadi ini untuk stok dirumah buat Randy. Tante lihat di kulkasnya stok makanan sudah habis." jawab Natasya dengan sibuk membenarkan kacamata hitam nya yang kurang sinkron diwajahnya.


"Kok Tante pulang nya cepat?, Tante nggak pingin lebih lama disini?," tanya Sarah yang saat ini sudah sampai di mobil Randy yang terparkir.


"Tante disana kan juga ada keluarga, Sarah. Jadi mau nggak mau Tante ya harus cepat-cepat pulang. Lagian aku kesini hanya penasaran sama perempuan incaran anak Tante." Natasya bercerita tentang tujuan nya kesini.


"Oo..jadi Tante kesini mau ketemu sama pacarnya anak Tante?," tanya Sarah sambil memasukkan beberapa kantong belanjaan kedalam bagasi mobil.


"Bukan pacar sih, anak Tante masih sebatas mengagumi." cerocos Natasya.


Sarah menganggukkan kepala, yang berarti ia mengerti maksud dari kalimat yang diucapkan oleh Natasya.


"Tapi Tante sudah ketemu dengan perempuan itu?," tanya Sarah sambil menutup pintu bagasi mobil.


Natasya pun menggeleng kan kepala.


"Tante belum ketemu dengan dia, tapi Tante ketemu kamu yang menjadi teman dekat Randy." ucap Natasya sambil melirik dan tersenyum pada Sarah.


"Trus kenapa Tante pulang besok, kenapa tidak nunggu setelah ketemu dengan perempuan itu dulu, Tante? Bukankah Tante jauh-jauh kesini hanya untuk bertemu dia?," Tanya Sarah yang berdiri disamping pintu mobil kemudi, dimana Natasya sudah duduk di jok depan bagian kemudi.


"Doa kan saja, setelah dari sini Tante akan pergi ke ruko nya. Doa kan Tante bisa bertemu dengannya habis ini." ucap Natasya.

__ADS_1


"Oya, satu lagi. Tolong jaga baik-baik Randy ponakan Tante itu." pesan Natasya pada Sarah.


Sarah yang mendengar ucapan Natasya pun di buat bingung. Karena Sarah merasa sebagai apa harus menjaga Randy.


Namun


Setelah berpamitan kepada Sarah, Natasya pun mengemudikan mobil itu dengan kecepatan sedang. Ia masih punya rasa takut, karena sudah lama tak mengendarai mobil di sini.


Lalu Sarah menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari mobil Natasya tadi.


Tapi Sarah masih belum mau pulang, karena pekerjaan di outlet nya belum selesai. Setelah menaruh beberapa barang milik Kean. Ia kembali lagi masuk kedalam mall itu, menuju outlet kue nya.


Sedangkan Natasya kembali ke SKcake, ia sangat penasaran dengan perempuan yang bisa membuat hati anak semata wayangnya itu dimabuk asmara.


Sampai di depan SKcake, ia langsung memarkir mobilnya. Dan Natasya berjalan masuk kedalam toko.


"Owner SKcake nya ada?," kali ini Natasya bertanya pada Reni, karena yang melayani nya saat ini adalah Reni.


Reni dan Mita saling berpandangan, Mita sangat ingat dengan wanita yang berada di depan Reni sekarang.


"Maaf, Bu. owner kami sedang keluar untuk mengunjungi outlet cabang kami." ucap Reni.


"Hah?! Toko ini punya cabang?, Wah berarti perempuan yang di sukai oleh Rama adalah perempuan hebat." gumam Natasya dalam hati.


"Bu, ibu..." Reni melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Natasya yang sedang bengong.


Sekita Natasya terkaget melihat ada tangan yang melambai-lambai.


"Maaf, Bu. Bu mau kue yang mana?," Reni tak mau basa basi, ia segera menanyakan kue yang akan Natasya beli. Agar Natasya segera pergi dari sini.


Karena Reni takut seperti sebelum-sebelumnya, setiap orang yang mencari Sarah pasti berujung dengan keributan.


"Oh... iya.. sebentar." Natasya melihat aneka kue yang ada di dalam etalase kaca.


"Aku mau ini lima, yang ini juga lima, trus ini, sama ini, dan ini juga. oh ya tambah itu ya yang ada coklat nya. Masing-masing kue semuanya lima potong." Natasya memilih kue dengan sangat bar-bar.


Reni yang sedang melayani pun ikut tercengang melihat Natasya yang bar-bar memilih beberapa kue yang ada di etalase itu.


"Ada acara arisan ya, Bu?," tanya Reni.


"Enggak kok, untuk dimakan sendiri aja." jawab nya dengan enteng.


"Sebanyak ini?," tanya Reni dengan mata melotot.


Natasya hanya menganggukkan kepala nya, berbeda dengan Reni yang menggelengkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2