
Kini ia sendiri di kantor ini, karena karyawan kantor semuanya sudah pada pulang. Hanya ada security yang sedang berjaga di pos.
"Bu Anita?!," salah satu security terkejut melihat ada Anita yang jam segini masih di kantor. Karena biasanya Anita yang pulang terlebih dulu.
Biasanya Anita, pulang terlebih dulu sebelum jam kantor pulang. Dan karyawan lain yang melihat itu, tak berani menegur atau melaporkan pada atasannya.
Karena selama ini, Anita sangat dekat dengan Rama, yaitu pemilik perusahaan ini.
Maka dari itu, dua security itu langsung kaget melihat Anita yang masih berada di kantor sampai jam segini.
"Ada apa Bu?, mungkin kami bisa membantu ibu?," tanya salah satu security itu.
"Tidak ada apa-apa." jawab Anita dengan ketus pada kedua satpam itu. Lalu Anita berjalan meninggalkan dua satpam yang sudah bertanya baik-baik padanya itu.
"Huu.... sudah di tanya baik-baik malah jawab nya jutek seperti itu." sahut salah satu satpam yang saat ini menghampiri Anita.
"Dasar perempuan ambigu." gerutu satpam itu lagi. Sambil berjalan menuju pos keamanan yang khusus untuk satpam dan anggota keamanan lain.
Anita terus berjalan menuju gerbang kantor sambil menggerutu tentang sikap dingin Rama tadi.
Lalu Anita berhenti di pinggir jalan besar, setelah ia keluar dari gerbang kantor.
Sebelum Anita memesan taksi online untuk pulang. Ia mencoba membuka isi dompet nya. Dan naasnya, dompetnya pun kosong. Hanya ada satu lembar uang lima ribuan.
Betapa kesalnya dirinya kini pada Rama, karena Rama tak mengajak nya pulang bersama. Kini Anita hanya meratapi nasib nya di trotoar jalan raya.
"Huuuufft....," Anita menarik nafas dalam-dalam, lalu ia mengeluarkan nafasnya itu.
"Setidaknya, Kamu itu menawarkan tumpangan padaku, Ram. Biar aku tak sengsara seperti ini." gerutu Anita sambil berjalan menuju halte bis yang tak jauh dari kantor.
Setelah sampai di halte itu, Anita pun duduk bersandar di sandaran kursi yang terbuat dari besi.
"Lalu, aku pulang dengan naik apa?, sedangkan di dompet aku tak ada uang." gumam Anita.
"Aku akan membalas ini semua Sarah!!," gerutu Anita. Anita semakin membenci Sarah.
Dan tiba-tiba handphone Anita berbunyi, lalu segera ia ambil. Saat di lihat ternyata panggilan dari Natasya, yang tak lain adalah mama nya Rama.
"Halo Tante," sapa Anita setelah menggeser tombol berwarna hijau dan meletakkan handphone itu di dekat telinganya.
__ADS_1
"Lagi dimana kamu?," tanya Natasya lewat panggilan telepon yang ia lakukan.
"Anita baru saja keluar dari kantor, Tante. Dan ini sedang menunggu taksi mau pulang." bohong Anita.
"Oke kalau begitu." jawab Natasya, lalu menutup panggilan telepon nya.
Anita pun bingung dengan tujuan Natasya menelpon nya. Karena Natasya tidak mengatakan tujuannya, dan dengan tiba-tiba menutup telepon secara sepihak tanpa berpamitan.
"Dasar orang aneh." ucap Anita sambil melihat layar handphone nya.
Lalu Anita pun kembali menyimpan handphone itu kembali kedalam tas.
Saat ini Anita sedang duduk sendiri tanpa tujuan, Anita ingin sekali segera pulang, agar bisa langsung istirahat. Namun kenyataannya, itu tidak mungkin. Karena ia tak ada uang untuk ongkos pulang.
Jari lentiknya mengetuk-ngetuk bangku yang terbuat dari besi itu, untuk menghilangkan rasa jenuh. Entah sampai kapan Anita berada di situ.
Ciiiiittttt....
Suara ban mobil yang di rem mendadak, sangat menyakitkan telinga. Sehingga pandangan Anita pun langsung tertuju pada mobil yang berhenti secara mendadak itu.
"Anita??!," panggil Sarah dari dalam mobil saat kaca jendela mobil di buka oleh Sinta.
"Sarah?!," Anita pun tak kalah terkejut nya saat melihat Sarah berada dalam mobil dan melihat keadaan nya yang awut-awutan sudah seperti gembel itu.
"Ayo pulang bareng kami aja!," ajak Sarah pada Anita yang tak menjawab pernyataan Sarah yang pertama.
"Terimakasih!!, aku sedang menunggu Rama." jawab Anita dengan sedikit sengak.
"Lagian, aku takut reputasi iku hancur kalau para klien ku tau aku satu mobil bersama orang yang sedang masuk berita Viral." ucap Anita dengan tatapan menghina.
"Ya sudah, kalau kamu nggak mau pulang bareng kami." jawab Sarah.
"Ayo Sint!," ucap Sarah pada Sinta agar menjalankan mobilnya.
Sarah tak mau ambil pusing sikap Anita, yang terpenting ia sudah menawarkan diri untuk mengajak Anita pulang bersama.
Kalau pun di tolak oleh Anita, Sarah pun tak akan memaksa.
"Kenapa Sarah tak memaksa ku, sih?, harusnya dia memaksaku sampai aku mau pulang bersama nya." ucap Anita dalam hati.
__ADS_1
Kalau aku tiba-tiba bilang ikut dalam mobil itu, aku gengsi donk." ucap nya lagi dalam hati.
Kini Sinta menghidupkan mobilnya, dan Sinta juga menginjak pedal gas nya. Sehingga mobil itu pun berjalan meninggalkan Anita sendirian lagi di halte itu.
"Dasar perempuan tak punya hatiii!!!, kenapa aku jadi di tinggal sih?!!," Gerutu Anita.
Lalu Anita berlari mengejar mobil yang di tumpangi Sarah dan Anita itu dengan berteriak memanggil-manggil nama Sarah.
Sinta yang tak melihat Anita yang berlari di belakang mobilnya pun, terus menginjakkan kaki di pedal gas nya.
"Saraaaaaahhhh....Tungguuuu....!!!!!," teriak Anita sekeras-kerasnya.
Sarah yang samar-samar mendengar ada yang memanggil-manggil namanya pun mencoba melihat kearah belakang melalui kaca spion.
"Anita?!," ucap Sarah terkejut.
"Berhenti, Sin." ucap Sarah pada Sinta.
Lagi-lagi Sinta menginjak rem mendadak dan menimbulkan bunyi yang sangat keras dan sakit di dengar.
"Kamu ini kenapa sih, Sar?," tanya Sinta dengan mengerutkan dahinya.
"Dari tadi kok suka banget menyuruh ku berhenti mendadak, membuat aku kaget saja?!," gerutu Sinta.
"Lihat di belakang." Sarah menunjuk kearah belakang tanpa melihat arah yang Sarah tunjuk.
"Ada apa Sarah?!," Sinta pun langsung buat tegang oleh sikap Sarah yang seperti ketakutan itu.
"Apa kamu yakin itu hantu?," tanya Anita lagi, sebelum Sarah menjelaskan maksud nya.
"Bukan hantu, sin!!, kamu lihat aja dulu kebelakang." jawab Sarah.
"Tapi aku takut, gimana kalau dibelakang ada hantu." ucap Sinta dengan menutup rapat matanya.
"Hussss!!, jangan ngaco kamu!!," ucap Sarah.
"Dibelakang ada Anita yang mengejar kita dan memanggil nama ku." jelas Sarah lagi pada Sinta yang masih memejamkan mata nya dengan sangat erat.
"Apa Anita itu hantu?, sehingga ia mengejar-ngejar mu, Sar?," tanya Sinta semakin ngaco.
__ADS_1
"Kamu kenapa tulalit seperti ini sih, Sin?!," ucap Sarah sangat kesal pada teman nya itu.
Karena tak seperti biasanya Sinta seperti ini. Biasanya Sinta itu yang palin cerdas dan cepat nyambung nya saat Sarah berkata apa-apa.