
Linda pergi ke suatu tempat, seperti sebuah penginapan di daerah puncak, Linda sangat tangguh mengendarai mobil sendiri tanpa seorang teman.
Padahal jarak antara rumah dan tempat itu lumayan jauh.
Lalu ia mengetuk pintu kamar itu, dan keluar pria yang di perkirakan masih usia dua puluh tahunan membuka pintu.
"Tanteeee.....," sapa pria yang pantas jadi anak nya itu dengan pelukan hangat.
"Maaf sayang, kamu menunggu lama," jawab Linda yang tangan nya ikut merangkul pria mudah itu.
"Kamu punya masalah apa, sayang?," tanya Linda karena ia khawatir saat Renald telepon dia bilang lagi ada masalah.
"Gini Tante, hari ini Renald harus bayar kuliah. Kalau tidak Renald bisa di DO. Ibu di kampung tidak bisa transfer karena bapak sakit, " Renald memberi alasan pada Linda. Dengan bermodal gaya sedih Linda pun percaya.
"Ok, nanti tante kasih, asal........, " Linda tak meneruskan ucapannya.
"Itu gampang tante, tante akan Renald puaskan sepuas puasnya," lalu Renald langsung menarik tubuh Linda, sehingga ia hilang keseimbangan. Dan jatuh di pangkuan Renald.
Renald yang sebenarnya sudah meminum obat perangsang sebelum Linda datang, kini obat itu sudah mulai menimbulkan efeknya. Saat Linda jatuh dipangkuan Renald, Ia menduduki sesuatu yang keras dan agak menonjol.
"Kamu sudah ingin ya, sayang?," tanya Linda sambil menggoyang duduk nya di atas sesuatu yang keras dan menonjol itu.
"Hehehehe," senyum Renald yang memang sedang berhasrat tapi bukan berhasrat karena melihat Linda. Namun karena reaksi obat yang Renald minum tadi.
Renald sengaja meminum obat perangsang untuk memuaskan Linda yang ajan memberi nya uang. Mana mungkin ia akan berhasrat kepada nenek-nenek seperti Linda.l
Segera Renald menggagahi Linda yang sudah tak tahan menahan hasrat nya efek reaksi obat itu.
Dan Linda yang usianya lebih tua jauh dari Renald terkulai lemas karena tak bisa mengimbangi permainan Renald.
Akhirnya satu kali main pun sudah end. Dan itu yang membuat Renald senang bermain dengan tante-tante girang yang seumuran Linda. Tak perlu mengeluarkan banyak tenaga namun uang tetap mengalir.
Setelah tenaga Linda sudah terkumpul kembali, Linda langsung bergegas mandi untuk membersihkan tubuh nya. Dan ia keluar dengan keadaan rapi kembali
Saat Linda melihat arloji di pergelangan tangan nya, waktu menunjukkan jam tujuh malam. Ia pun bergegas untuk pulang, takut kemalaman di tengah jalan.
Dan uang yang di janjikan Linda untuk Renald sudah ditransfer ke rekening milik Renald.
Linda pun pamit pulang kepada berondong nya, dan ia berjalan menuju mobil yang ia parkir. Renald mengikuti Linda dari belakang untuk mengantarkan Linda sampai mobil yang diparkir.
"Mobil baru ya, Tan?", tanya Renald dengan mengelus bodi mobil yang berwarna putih itu.
"Iya, sayang." Linda menjawab dengan menggosok lengan lelaki muda itu.
"Mungkin kalau aku punya mobil, pasti aku tambah keren ya, tan?. Pingin sih punya mobil, tapi.........," Renald tak meneruskan ucapannya, ia mencoba melirik wajah Linda. Ingin tau reaksi Linda saat ia meminta mobil secara tidak langsung.
Linda pun bingung, Linda menangkap apa yang ada dipikiran lelaki mudah yang pantas menjadi anak nya itu.
"Kamu pingin punya mobil, sayang?," tanya Linda.
Renald membalas anggukan dengan mimik wajah yang memelas. Sebisa mungkin ia membuat Linda iba pada nya.
"Sabar ya, sayang. Nanti Tante usahakan." jawaban Linda memberi harapan besar pada Renald. "Asal kamu tetap memberi kebahagiaan pada Tante." Lanjut Linda dengan mengedipkan satu matanya yang sebelah kiri.
"Akhirnya kamu masuk ke perangkap ku, dasar tante tante girang," ucap Renald dalam hati dengan senyum jahat tanpa sepengetahuan Linda.
Linda pun pulang dengan membawa mobil sendiri, dan Renald kembali kekamar yang tadi ia pakai bermain dengan Linda. Untuk mengambil barang-barangnya dan segera kembali ke kostnya.
Sebelum Linda pulang, Sarah sudah berada di rumah. Kebetulan toko juga sudah tutup satu jam lebih awal. Karena persediaan kue kue sudah habis.
Sarah juga menerima Mita yang sudah dia interview untuk menjadi karyawan nya. Sekarang Sarah sudah sedikit lebih tenang karena sudah ada karyawan tambahan, jadi tidak takut kewalahan lagi.
__ADS_1
Saat ini Sarah sedang beristirahat sambil mengetik novel online nya. Karena semua pekerjaan rumah sudah ia selesaikan sedari tadi.
Damar pun juga masih belum pulang, dan Sarah mencoba menghubungi nya.
"Mas, mas Damar kok belum pulang," pesan Sarah di kirim.
"Aku masih lembur, Sar." balasan dari Damar pun sudah Sarah terima.
Sarah kembali melakukan aktivitas nya tadi untuk mengetik cerita-cerita yang ia karang untuk menjadi sebuah novel.
Alhamdulillah saat ini novel-novel yang Sarah tulis sangat banyak yang menggemari. Bahkan penghasilan Sarah sehari dari menulis berkisar tiga ratus ribu sampai lima ratus ribu rupiah.
Nilai yang sangat fantastis bagi Sarah, yang memang tak pernah memegang uang banyak dulunya.
Sekarang Sarah sudah mempunyai tabungan yang lumayan dari hasil menulis dan dari hasil toko makanan dan kue nya.
Suara mobil Linda terdengar dari kamar Sarah. Sarah pun langsung keluar untuk menyambut Linda. Dan ia langsung membukakan pintu untuk mertua nya itu.
"Ma, mama darimana?," tanya Sinta.
"Bukan urusanmu, yang jelas aku mencari kebahagiaan. Kalau dirumah setres karena lihat muka mu!!," jawab Sarah ketus.
"Mama mau dibuatkan minum? atau mau makan dulu? Biar Sarah yang ambilkan," ucap Sarah menawarkan diri kepada mertuanya yang sok hedon itu.
"Bikinkan aku teh hangat aja!!! aku lelah!," jawab Linda dengan berjalan meninggalkan Sarah untuk pergi ke kamar nya.
Sarah pun segera membuat teh hangat sesuai permintaan mama mertua nya itu. Dan hampir saja Sarah lupa, tadi Sarah menerima kotak paket dari ojol untuk sang mertua.
Tapi Sarah tak tau isinya apa, karena menurut Sarah tak sopan jika Ian membukanya dulu.
Sarah keluar dengan membawa secangkir ya ng berisi teh hangat dan kotak yang dibungkus rapi di dalam kantong plastik.
"Emang kamu itu, bodoh!!!. Harusnya kamu tanya pada ojok online nya. Kan dia tau siapa yang mengirim nya. Bodoh kok dipelihara!," Linda mengatur posisinya untuk duduk dan mengambil kotak yang terbuka rapi di dalam tas kresek.
Linda membuka nya bingkisan itu dan terlihat di kotak nya ada tulisan nama tokonya.
"SKcake....," Linda membaca nama toko yang ada di cover luar kotak makanan itu.
Refleks Sarah langsung mengintip apa yang mama mertua nya itu buka.
"Apa kamu ngintip-ngintip?!, Nggak usah kepo ya kamu!!!, kamu tak akan mampu beli kue ini," Linda menunjuk kotak yang menurut nya isi kotak itu adalah kue. Karena ia membaca nama toko itu di depan kotak pembungkus nya.
Sarah pun pergi ke kamar meninggal kan Linda yang sedang duduk di ruang keluarga itu.
"Duh, enak-enak sekali kue kue ini," ucap Linda sambil membuka kotak yang isi nya beberapa macam kue.
Linda mencoba satu persatu kue kue itu, dengan minum teh hangat. Membuat tubuhnya bertenaga lagi setelah tenaga nya terkuras habis setelah bermain seharian dengan brondong nya.
Terdengar suara mobil Damar masuk ke dalam halaman rumah, lalu Sarah yang sedang mengetik novel online nya bergegas keluar untuk menyambut Damar yang sudah pulang.
Sarah membuka pintu dan mengambil tas kerja yang di teteng tangan sebelah kanannya Damar.
"Mas Damar mau makan dulu?," tanya Sarah.
"Iya, aku lapar banget nih" jawab Damar sambil mengelus perut yang cacing nya sudah berjoget minta di beri makan.
Lalu Sarah mengikuti Damar dari belakang menuju meja makan, kalau mau ke meja makan harus melewati ruang keluarga. Dan saat ini di ruang keluarga ada Linda yang sedang duduk makan kue ditemani dengan teh hangat.
"Eh... kamu sudah pulang, Mar?. Sini mama punya kue yang rasa nya enak banget. Pasti kamu suka karena ada bolu coklat nya juga loh," ucap Linda menawarkan kue yang ia makan saat ini. Saat Damar dan Sarah lewat di depan nya.
"Tapi Damar lapar, ma. Mau makan nasi dulu," jawab Damar menolak tawaran Linda.
__ADS_1
"Rugi kamu kalau nggak coba kue ini," tunjuk mama.
Hati Sarah berdebar takut ketahuan, kalau kue yang di makan mama mertua nya itu adalah kue yang di beli dan dibuat oleh nya.
Dan Damar pun akhirnya mencoba kue itu dengan keterpaksaan. Diambil nya satu bolu cokelat yang memang kesukaan Damar.
Saat Damar mulai menggigit dan mengunyahnya serta menelan dengan perlahan. Tiba-tiba Damar hentikan gerakan mengunyah kue itu.
"Seperti bolu buatan Sarah dan bolu yang aku makan di cafe milik Randy," ucap Damar hati.
Namun Damar tak mengucapkan nya di mulut, karena takut Sarah besar kepala kalau sampai damar memuji buatan nya.
"Iya ma, enak. Emang mama beli dimana?," Damar tak henti mengunyah sampai habis tiga potong sekali lhep.
Perasaan Sarah saat ini bercampur aduk, antara bahagia karena kue buatan nya di puji dan was was takut ketahuan kalau kue itu dia yang bikin dan jual.
"Mama sih nggak beli, tadi ada ojek online yang antar ini. Tapi emang istri mu aja yang bodoh. Menerima paket tidak ditanyakan siapa pengirimnya.," ucap Linda sambil menatap Sarah yang seketika Sarah menundukkan kepalanya.
"Tapi ini ada nama tokonya dan alamat nya, Mar." lanjut mama sambil membaca nama toko yang terletak di depan kotak pembungkus nya.
"SKcake ...," Damar mengambil kotak dan membacanya.
"Untung saja disitu hanya ku tulis singkat nya saja, jadi mas Damar dan mama nggak tahu," ucap Sarah dalam hati sambil mengelus dadanya saat tak ada orang yang melihat nya.
"Recommended banget ini, tapi rasanya mirip sama buatan Sarah ya ma?," tanya Damar sambil terus mengunyah.
"Alllaaaa.... kok bisa-bisanya kamu bandingkan dengan buatan Sarah. Ya jauh lah... lebih enak ini." ucap Linda malu untuk mengakui bahwa memang seperti buatan Sarah menantunya itu.
"Sarah, coba deh ini kamu makan," Damar mengulurkan satu potong kue. Dan Sarah mengulurkan tangannya untuk mengambil kue itu, namun secepat kilat Linda mengambilnya.
"Ngapain sih kamu kasih kue ini ke dia?!, Sarah itu nggak pantas makan kue seenak ini. Lagian mana mampu dia beli kue ini!," ketus Linda menghina Sarah.
"Asal kamu tau ya ma, itu kue aku yang buat dan aku yang jual!!," ucap Sarah dalam hati.
"Sabar Sarah, sabar. Balas hinaan ini dengan kesuksesan mu." Sarah berbicara dalam hati dengan dirinya sendiri.
"Kamu pasti bisa sukses, Sarah. Bungkam semua mulut orang yang menghinamu dengan kesuksesan mu," Sarah mesugesti diri nya sendiri.
"Kalau mau, itu ada separuh sisa ku tadi. Karena habis jatuh dilantai jadi nggak aku makan," ucap mama mertua Sarah sambil menunjuk potongan kue tinggal separuh di dalam kotak. Lalu dengan merasa tak bersalah dengan omongan nya Linda berdiri dan berjalan menuju kamar nya.
Hati Sarah bergemuruh saat ini, hati dan logika berperang. Hati nya ingin sekali membalas ucapan tajam mertuanya saat ini juga, sedangkan logikanya berkata kalau ia harus secepatnya sukses agar bisa lebih kejam membalas hinaan mama mertua nya.
Dan logika nya lah yang menang dalam peperangan itu. Sarah pun mencoba menenangkan amarah pada dirinya saat ini.
"Mas Damar jadi makan?," tanya Sarah, mengingat kan tujuan awal Damar ke belakang tadi.
"Aku sudah kenyang, Sar. Kue kue ini memang enak rasanya. Aku salut sama perempuan seperti ini. Kamu harusnya mencontoh yang punya toko roti ini. Dia produktif nggak kayak kamu, bisanya cuma rebahan dan main handphone aja." ucapan Damar cukup menyentil telinga Sarah, yang membuat Sarah semakin murka. Namun Sarah masih bisa mengendalikan amarahnya.
Tinggal menunggu bom waktu, yang setiap saat bisa meledak kapan saja. Seperti itu lah hati Sarah saat ini. Setiap omongan yang muncul dari Damar, mama dan Lidya iya simpan rapat dihatinya. Hingga lama kelamaan itu akan menjadi tumpukan emosi yang bisa meledak kapan saja.
"Seandainya kamu tau mas, kalau itu semua usahaku. Seandainya kamu tahu mas, kalau aku juga penulis novel online yang bisa menghasilkan uang sebesar sembilan juta sampai lima belas juta perbulan. Seandainya, seandainya dan seandainya lagi", batin Sarah.
"Kalau mas Damar tidak jadi makan, Sarah kembali ke kamar mas," pamit Sarah berjalan menuju kamar nya.
Ingin melihat wajah Kean yang tertidur pulas, karena hanya wajah Kean di sini yang bisa menjadi pelipur lara di hati.
Sarah merebahkan tubuhnya dan mulai mengetik novel online. Sesekali ia memandang wajah Kean yang polos dan tak ada dosa itu.
Sarah melanjutkan menulis novel online nya. Hingga mata nya mulai berat untuk di ajak begadang. Dan terdengar suara Damar masuk kedalam kamar.
Damar pergi mandi untuk membersihkan tubuh nya. Sarah semakin cepat menyelesaikan bab-bab novel yang akan ia up. Agar tak ketahuan Damar yang sebentar lagi akan keluar dari kamar mandi.
__ADS_1