DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Mempersiapkan Kedatangan Ibu dan Bapak


__ADS_3

"Sarah, kamu besok bisa menjemput ibu?, Alhamdulillah akhirnya bapak mu mau untuk tinggal dikota." ucap ibu melalui panggilan telepon.


Sungguh hati ini sangat bahagia, seperti kejatuhan bulan. Setelah kesedihan yang tergores di hati ku setelah membaca pesan-pesan WhatsApp mas Bima bersama keluarga nya.


"Bisa Bu, besok Sarah akan menjemput ibu." jawab ku sangat antusias.


"Biarkan nanti ibu dan bapak tinggal di rumah Sarah yang kosong itu Bu." lanjut ku.


"Iya, Sarah. Ibu juga sangat bahagia, akhirnya bapak mu mau tinggal di sana. Jadi dengan begini aku dan bapak mu bisa bertemu kamu dan Kean sewaktu-waktu." terdengar suara yang penuh kebahagiaan dari ibu.


Kean pasti akan bahagia saat mendengar kabar ini, karena ini adalah permintaan Kean.


Handphone mas Bima aku simpan rapi di atas meja rias ku.


Hari ini ku berencana untuk membersikan rumah kosong yang akan di tempati ibu dan bapak. Serta mau memenuhi semua kebutuhan untuk sehari-hari.


Kebetulan walau rumah itu tak aku tempati, tapi furniture nya sudah lengkap. Jadi aku tak bingung lagi untuk mengisi nya.


"Ren, kamu punya kenalan yang bisa membantu ku membersihkan rumah?," tanyaku pada Reni lewat telepon.


"Ada, Bu. Ibu mau di bantu kapan?, biar Reni hubungi dia." jawab Reni.


"Sekarang, Ren." jawab Ku.


"Sebentar ya,Bu. Biar Reni menghubungi nya."


Panggilan telepon pun Ki tutup, tinggal menunggu kabar dari Reni.


Sambil menunggu kabar dari Reni, aku menyiapkan diri untuk pergi kerumah itu.


"Bu, orang yang ibu minta sudah bisa untuk bekerja hari ini." pesan singkat di kirim oleh Reni.


"Ok, Ren. Kamu kasih alamat rumah ku ya. Dan jangan berikan kunci rumah nya, agar dia bisa langsung kerja kan, terimakasih Ren." ku balas pesan dari Reni.


Aku segera berangkat setelah taksi online yang ku pesan datang. Aku tak langsung pergi ke rumah ku yang sat ini sedang di bersihkan.


Aku menjemput Kean dulu, ini sudah waktu pulang sekolah. Hari ini sengaja aku menjemput Kean tepat waktu, karena hari ini aku libur tak pergi ke toko.


"Kean....," panggil ku sambil melambaikan tangan pada Kean yang sedang duduk bersama teman-temannya.


"Amma....!!," wajah Kean terkejut melihat kedatangan ku yang tepat waktu, karena biasanya setelah pulang sekolah Kean masih aku titipkan disini.


"Tumben, Amma menjemput Kean tepat waktu?," tanya nya setelah berlari kearah ku dan langsung menghamburkan tubuh nya dipelukan ku.

__ADS_1


"Iya, hari ini amma ada dirumah. Gimana kalau hari ini kita jalan-jalan sambil belanja?," tanya ku.


"Ok amma." Kini aku dan Kean pergi ke swalayan untuk belanja semua kebutuhan sehari-hari.


"Kok amma belanja banyak banget?," tanya Kean terlihat heran dengan banyaknya belanjaan ku.


"Ayo tebak ini untuk siapa?," tanyaku.


Dan Kean menggelengkan kepalanya, menandakan ia tidak tahu.


"Uti mau tinggal di kota." ucapku dengan hati yang sangat bahagia.


"Oh ya ma?," tanya Kean seperti tak percaya.


"Iya...." jawabku dengan senyum bahagia.


"Horee...!!! Kean bisa ketemu dengan uti dan akung setiap hari." Kean terlihat sangat gembira, ia meloncat-loncat kegirangan.


"Kalau gitu, ayo ma kita belanja lagi!!," ucap Kean dengan semangat mendorong keranjang belanjaan.


Kini belanjaan ku rasa sudah lengkap, aku dan Kean masuk kedalam taksi yang sudah ku pesan.


Kini ku dan Kean pergi menuju rumah yang akan di tempati ibu dan bapak.


"Memang uti kapan datang nya amma?," tanya Kean sambil menata buah di dalam lemari es.


"Uti minta di jemput besok." ucapku.


"Asyiikkk.... besok Kean bisa ketemu uti." ucap Kean bersorak-sorai.


"Besok Kean nginap di sini bareng uti dan akung ya amma?," Kean sangat berantusias pingin tidur bersama uti dan akung nya.


Aku menganggukkan kepala dengan tersenyum padanya.


"Amma, ini sudah selesai. Apalagi yang harus Kean kerja kan?," tanya nya.


"Kean udah membantu amma hari ini, sekarang waktunya Kean istirahat." aku memberikan susu coklat kemasan kotak. Ini susu kesukaan Kean.


"Terimakasih, amma." Kean berlari ke arah sofa. Dan ia duduk santai di sana sambil menyeruput susu kemasan kotak itu.


Aku melanjutkan menyelesaikan semuanya di bantu oleh orang yang ku bayar untuk membersihkan rumah ini.


Kini semua sudah beres, rumah sudah bersih dan stok bahan makanan juga sudah aman.

__ADS_1


Orang suruhan Reni pun sudah aku kasih uang, dan ia sudah pamit untuk pulang.


"Udah sore, ayo kita pulang!," ajakku pada Kean yang masih nyaman di tempat duduk nya.


"Kean masih betah disini, amma." jawab Kean.


"Tapi sebentar lagi ayah pulang." ucapku.


"Baik lah." kini Kean mengemasi barang-barangnya yang berserakan. Karena untuk menghilangkan rasa bosan saat menunggu ku bersih-bersih dan menata semua bahan makanan, Kean menggambar dan mewarnai.


"Ayo cepat, nak!!, taksinya Ida datang didepan." perintah ku.


"Ini yang terakhir, amma. Ayo ma!!," setelah memasukkan buku yang terakhir, tas sekolah nya pun di pakai di punggung nya.


Kami berjalan keluar rumah, tak lupa sebelum meninggalkan naik taksi aku mengunci pintu rumah.


Sampai dirumah, aku segera berganti pakaian, untuk menyiapkan makanan. Karena sebentar lagi mas Bima datang.


Setelah makanan terhidang, aku segera mandi dan berganti pakaian serta tak lupa memoles wajah ku tipis-tipis. Ku aplikasi kan lipstik berwarna nude di bibirku, menambah kesan natural di wajah ku.


Kean pun sudah terlihat rapi dan segar, ia juga melanjutkan mewarnai gambaran nya tadi.


Aku duduk di sofa depan televisi, sambil melihat memainkan gawai ku.


"Sudah lama aku tak melihat Facebook." gumamku, lalu jari ku mengetuk aplikasi yang berwarna biru itu.


Muncul beberapa berita di beranda ku, dan salah satu nya adalah Facebook milik mbak Veni.


Mbak Veni memposting sebuah foto dirinya yang sedang berfoto dengan wanita yang aku tau wanita itu bunda nya Putri, alias mantan istri mas Bima.


Di foto itu tertulis caption, "Mantan ipar tapi masih terasa saudara. Seandainya masih jadi ipar, pasti kita klop banget yak @momputri."


Akun Facebook bundanya Putri tak lupa di tag oleh mbak Veni. Segera ku klik komentar, " Gimana caranya aku bisa menjadi ipar kamu lagi ya, mbak?," komentar dari akun bundanya Putri.


"Yakin kamu mau jadi bagian dari keluarga kami lagi?," mbak Veni membalas komentar bundanya Putri.


"Ya gimana mungkin mbak?," sedangkan dia sudah tak sendiri!," komentar balasan dari bundanya Putri di ikuti emoticon sedih.


"Itu suatu hal yang mudah kok, aku yakin dia pasti mau lagi dengan mu." jawab mbak Veni dalam komentar.


" Sstttttttt... jangan keras-keras mbak. Nanti yang disana dengar trus sakit hati karena cemburu."komentar itu ditulis oleh bundanya Putri di ikuti emoticon tertawa.


Apa maksud mbak Veni bicara seperti itu?, apa memang mas Bima masih menyimpan rasa pada mantan istrinya.

__ADS_1


Kalau memang masih cinta, kenapa harus berpisah?


__ADS_2