DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Ketakutan Veni


__ADS_3

 Setelah selesai menjawab semua pertanyaan para awak media, Sarah pun bermaksud untuk mengembalikan mix yang ia pegang pada pembawa acaranya. Namun, sebelum mix di tangan Sarah yang di ulurkan itu diambil oleh pembawa acara. Satu wartawan berdiri, sambil melambaikan tangan nya. Menandakan kalau wartawan itu ada pertanyaan pada Sarah.


"Silahkan, pak." pembawa acara itu mempersilahkan lelaki yang berada di kursi barisan nomer dua dari depan.


Lalu panitia acara memberikan mix pada lelaki yang berprofesi sebagai wartawan itu.


"Terimakasih." ucap lelaki itu pada panitia yang sudah bersedia memberikan mix padanya.


"Maaf Bu Sarah, boleh saya bertanya sesuatu? Mungkin ini melenceng dari novel." tanya lelaki itu, seperti meminta ijin dulu pada Sarah. Karena ia sendiri takut kalau Sarah nanti tidak terima dengan pertanyaan yang akan ia lontarkan.


"Kenapa harus pakai ijin dulu!!!," geram Anita dengan mata nya melotot pada lelaki yang saat ini tangan nya sedang memegang mikrofon dan yang berhadapan langsung dengan nya.


Lelaki itu pun hanya melirik Anita sekilas, ia tak menghiraukan apa yang tengah dikatakan oleh Anita.


"Silahkan." jawab Sarah mempersilahkan lelaki itu untuk menanyakan hal yang ingin ia katakan.


"Bagaimana dengan berita Viral yang beberapa hari ini ramai di sosial media tentang ibu Sarah?," tanya lelak itu.


"Mampus kamu Sarah!!!," gumam Anita dengan tersenyum jahat. Ini lah yang di rencanakan oleh Anita, ia ingin sekali Sarah malu di depan umum. Apa lagi berita ini juga di siarkan secara live di semua sosial media. Dan akan disiarkan di semua televisi swasta.


Deg!!!!


Ini lah hal yang sangat ditakutkan oleh Sarah. Dan akhirnya itu terjadi juga. Pertanyaan ini sebenarnya ingin sekali di hindari oleh Sarah. Namun Sarah mengambil segi positifnya saja dari pertanyaan ini.


Sarah berpikir panjang tentang pertanyaan yang dilontarkan oleh wartawan itu.


Sarah berpikir kalau saat ini ia harus menjawab pertanyaan itu dengan sejujurnya. Karena inilah waktu yang tepat untuk Sarah mengklarifikasi berita hoax yang di sebarkan oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab.


Untuk hasilnya, Sarah pasrah kan pada sang pembuat hidup. Yang terpenting Sarah akan menjawab dengan jujur.


Sedangkan Veni yang melihat dan mendengar pertanyaan yang terlontar dari wartawan itu pun. Jantung nya berdegup dengan kencang. Ia ingat betul dengan ancaman Sarah.

__ADS_1


Dari sini Veni mulai was-was, karena bisa saja apa yang di katakan oleh Sarah tentang pelaporan yang akan dilakukan itu benar-benar terjadi.


Karena Sarah tak seperti yang ada dipikiran Veni. Selama ini Veni hanya berpikir Sarah itu hanya perempuan rumahan yang suka menghabiskan uang nya Bima saja. Namun ternyata, Sarah adalah wanita yang punya penghasilan lebih besar dari Bima.


Raut wajah ketakutan pun mulai nampak di wajah Veni. Untungnya saat ini ia sedang sendirian dirumah, jadi tak ada seorang pun yang tahu tentang rasa ketakutan nya.


Sedangkan Sarah saat ini menjawab pertanyaan dari wartawan itu sangat tegas dan lugas.


Dan jawaban Sarah membuat hati Anita kecewa, karena ia merasa gagal untuk mempermalukan Sarah didepan umum. Karena yang hadir disitu semua terlihat mempercayai apa yang telah dikatakan Sarah.


"Kurang ajar kamu Sarah!!!," geram Anita sambil mengepalkan tangan nya. Mata nya menatap tajam pada Sarah.


Berbeda dengan Anita, Rama tersenyum bahagia. Ia tidak menyangka kalau Sarah bisa menjawab pertanyaan yang seperti nya ingin mempermalukan Sarah.


"Apa tindakan anda kepada pembuat berita hoax itu?," tanya wartawan itu lagi.


"Saya sudah mengajak dia untuk menyelesaikan ini secara kekeluargaan. Namun tak ada tanggapan dan itikad baik sama sekali darinya. Jadi keputusan terakhir saya adalah membawa kasus ini ke Rana hukum." ucap Sarah dengan sengaja, karena ia tau kalau saat ini Veni pasti menonton live nya di sosial media.


"Siaaalll, ternyata aku bermain api dengan orang yang salah." gumam Veni dengan berkeringat dingin.


Veni masih terus setia melihat acara live itu walau secara online, selain takut dengan apa yang dikatakan oleh Sarah. Veni juga terharu mendengar cerita awal mula Sarah.


"Ternyata kamu perempuan hebat, Sarah." gumam Veni.


Tiba-tiba handphone Veni berbunyi, ternya panggilan dari Ambar kakak ipar nya.


"Hufft,,,, ada apa lagi sih dia telpon-telpon aku?!!," gerutu Veni.


"Tidak tau apa kalau saat ini aki sedang lihat live Sarah di Facebook?!!," lalu dengan terpaksa Veni mengangkat telepon Ambar.


"Ada apa mbak?!," tanya Veni dengan nada suara yang sedikit jutek.

__ADS_1


"Ven ada kabar yang menggemparkan!!!," ucap Ambar memberi tahu Veni.


"Kabar apa mbak?!," tanya Veni dengan tak bersemangat ,seakan kabar yang akan di katakan oleh Ambar tidak ada apa-apa nya di banding kabar yang ia terima kalau Sarah adalah penulis yang ia sukai dan selalu menjadi tempat curahan hati nya selama ini.


"Kenapa kamu tak semangat, Ven?, biasanya kalau aku memberimu kabar pasti kamu yang paling semangat, karena jiwa kepo mu sangat besar." ucap Ambar yang mendengar suara Veni tak seperti biasa nya.


"Kabar apa mbak?, cepat ceritakan." jawab Veni dengan nada datar, seperti nya Veni memang tidak begitu tertarik dengan kabar yang di bawa oleh Ambar.


"Kamu tau nggak?, ternyata Sarah benar-benar seorang penulis seperti yang di katakan oleh orang-orang yang berkomentar di status Facebook mu kemarin saat kamu mengunggah foto Sarah." Ambar sangat antusias menceritakan hal yang baru saja ia tahu. Karena baru saja Ambar membuka aplikasi Facebook nya, dan yang pertama Keluar di beranda nya adalah live Sarah dalam launching bukunya.


"Oooo.....," jawab Veni dengan singkat dan sangat ambigu. Karena jawaban oooo dari Veni membuat Ambar bingung.


"Kok jawabnya hanya OOO?," tanya Ambar bingung dengan sikap Veni yang tiba-tiba berubah, yang tidak seperti biasanya. Biasanya kalau ia mendengar nama Sarah di sebut, Veni akan sangat antusias untuk membahas nya.


"Dan satu lagi, Ven. Kamu harus hati-hati, Sarah akan melaporkan mu ke kantor polisi. Karena foto yang kamu unggah di akun Facebook mu." cerocos Ambar mengingat kan Veni.


Veni yang mendengar itu pun jantung nya semakin berdegup kencang. Keringat dingin pun keluar dari tubuhnya. Veni sangat ketakutan dengan hal itu.


"Ven!, kenapa kamu diam saja?," tanya Ambar yang tak mendengar suara Veni sama sekali dari panggilan telepon nya.


"Aku rasa Bima sangat beruntung mempunyai istri seperti Sarah." gumam Ambar, seperti tak mempedulikan Veni yang saat ini sedang ketakutan di balik panggilan telepon dari nya.


Lalu Ambar pun segera menutup telepon nya, tanpa berpamitan dengan mengucap salam pada Veni. Ambar benar-benar tidak peduli dengan perasaan Veni saat ini.


Setelah panggilan telepon nya di tutup oleh Ambar secara sepihak, Veni kembali lagi menonton live Sarah. Dan sayang nya, live itu sudah berakhir. Artinya, acara nya pun juga sudah berakhir.


"Aku harus bicara dengan Sarah." gumam Veni sambil mengetik pesan pada Sarah lewat aplikasi pesan di akun Facebook nya.


Veni mengajak Sarah untuk bertemu hari ini juga. Untuk membicarakan tentang unggahan yang ia lakukan di akun sosial media nya.


Setelah pesan dikirim, Veni pun berdiri dan berjalan masuk kedalam kamar nya. Sambil menunggu balasan dari Sarah, Veni bersiap-siap dengan mengganti pakaian nya.

__ADS_1


****1138


__ADS_2