DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Bianca Berulah


__ADS_3

"Ada apa Tante?," tanyaku pada tante Natasya yang terlihat melototi Kean. Sehingga Kean ketakutan dan memeluk pengasuhnya sangat erat.


"Lihat dia!!!, Ruangan ini berantakan' gara-gara anak itu," ucap Tante Natasya sangat kasar sambil menunjuk pada Kean yang terlihat sangat ketakutan.


Kenapa dengan sikap Tante Natasya yang berubah seratus delapan puluh derajat. Padahal tadi di kafe dia baik-baik saja, tapi kenapa sekarang seperti harimau yang kelaparan dan ingin memakan mangsanya?


Tante lebih baik Tante sekarang Istirahat saja dikamar, bukannya besok di pagi buta Tante akan terbang ke Inggris?," Aku mencoba membujuk Tante Natasya, agar hatinya sedikit melunak.


"Oh...jadi kamu menyuruh ku masuk kedalam kamar, agar kalian berdua bisa bebas melakukan maksiat didalam rumah ini?!," Emosi Tante Natasya semakin tak terkendali.


"Tante, Tante kok bilangnya seperti itu. Aku dan Sarah tak melakukan apapun disini. Kita juga tidak berduaan. Dan satu lagi, Tante tak perlu khawatir aku akan berbuat zina, karena aku masih memegang teguh ajaran agama kita." Sekali lagi aku tak habis pikir dengan sikap dan tingkah Tante Natasya.


"Kalau begitu lebih baik aku pulang saja, Ran." Sarah berpamitan setelah mengambil dan menggendong Kean dari pelukan pengasuh nya.


"Iya!!!!! Memang lebih baik kamu pergi dari sini, dan jangan pernah menginjakkan kaki dirumahnya Randy!!!, karena wanita ****** seperti mu tak pantas ada disini!!," ucapan Tante Natasya berhasil membuat aku dan Sarah sama-sama kaget.


Terlihat banget wajah Sarah, sedang menahan malu dan sakit hati dengan ucapan Tante Natasya.


"Omongan Tante kok seperti itu pada Sarah?, memang dia salah apa sama Tante? sehingga Tante sepertinya begitu benci pada Sarah." Aku benar-benar tak habis pikir dengan sikap Tante Natasya yang sangat berubah. Karena sikap nya sangat berbeda dengan tadi siang waktu kita bersama-sama dicafe.


"Karena aku sudah tau kebusukan dia!!!," Tante Natasya berucap sambil menunjuk pada Sarah.


Sarah yang mendengar ucapan Tante Natasya, air matanya pun jatuh di pipinya. Aku yang melihat itu, segera ia seka air mata itu.


Aku sangat tak enak hati pada Sarah dengan sikap tante Natasya saat ini.


Sarah pun tak pamit lagi, dan mereka bertiga meninggalkan rumah ini.


Sekali lagi aku sangat tak enak hati pada Sarah. Padahal ia adalah wanita baik-baik. Tapi kenapa ia menjadi orang yang selalu di salahkan?


Sarah pun berjalan keluar, sambil memberikan Kean pada pengasuh nya. Kean yang sangat ketakutan pada Tante Natasya membuat ia tak berani memandang wajah orang-orang yang berada didepan nya saat ini, termasuk aku.


Padahal Kean sangat betah main disini bersamaku, namun karena sikap Tante Natasya itulah yang membuat Kean berubah menjadi ketakutan.

__ADS_1


Aku mengikuti Sarah yang berjalan kedepan menuju mobilnya yang terparkir di halaman rumah.


"Sarah, maaf kan sikap Tante ku pada mu ya!," ucapku sangat pelan dan penuh kehati-hatian pada Sarah. Karena ia tak menganggap kedekatan kita ini sebagai sesuatu yang spesial. Jadi diri ku ini sangat takut omongan ku membuat hatinya tersinggung.


Namun Sarah hanya menjawab ucapan ku dengan anggukan kepalanya saja dan tersenyum pahit padaku. Lalu ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dan yang dilakukan nya berhasil membuat hati ku ini sangat kebingungan.


Dan aku kembali masuk kedalam rumah, ingin sekali aku mendengar klarifikasi ucapan Tante Natasya yang berhasil membuat sakit hati Sarah.


Aku masuk rumah dan mencari keberadaan Tante Natasya. Ternya dia sudah masuk kedalam kamarnya. Dan ruangan yang berantakan menurut Tante Natasya pun sudah kembali rapi, karena sudah di rapikan oleh mbak Marni.


Tok!


Tok!


Tok!


Aku mengetuk pintu kamar Tante Natasya, semoga saja ia belum tidur. Sehingga saat ini aku tak mengganggu tidurnya.


cekleeek


"Ada apa, Ran?," tanya Tante Natasya dengan wajah datar seperti biasanya. Seakan-akan tak pernah terjadi apa-apa sebelum ini.


"Tante belum istirahat?," tanya ku karena tak enak kalau aku mengganggu waktu istirahatnya.


"Belum, Ada apa?," tanya nya lagi.


"Apa kamu ingin membahas masalah tadi?," kali ini tebakan Tante Natasya pas sekali.


Dan aku menganggukkan kepala mengiyakan apa yang dimaksud oleh Tante Natasya.


Lalu ia berjalan kelua dari kamarnya menuju sofa depan televisi, ia duduk sambil melipat kaki nya.


Kini baju yang elegan, berganti dengan setelan piyama dan rambutnya di ikat keatas.

__ADS_1


Aku mengikuti nya dari belakang dan duduk di singgle sofa yang berada disamping tempat duduk Tante Natasya saat ini.


"Tante kenapa Tante melakukan itu pada Sarah dan Kean? kasian mereka te." ucapku dengan memasang wajah sedih. Tapi memang hati ini sangat sedih saat melihat sikap Tante Natasya tadi pada Kean dan Sarah.


"Asal kamu tau, Sarah itu sangat tidak baik untuk mu, Ran!. Kamu bisa mendapatkan yang lebih dari Sarah. Mau yang lebih cantik? mau yang lebih kaya darinya? atau kamu mau kedua-duanya?, kamu sangat bisa dan sangat mudah mendapatkan nya," ucap tante Natasya dengan sangat percaya dirinya.


"Lagian kamu juga masih mudah, masih perjaka. masa iya kamu akan menikah dan hidup berdampingan dengan janda beranak satu?!," Lagi-lagi ucapannya membuat aku semakin tak habis pikir. Kenapa ia secepat ini berubah?.


"Kenapa Tante ngomong nya seperti itu? apa Tante punya bukti kalau memang Sarah bukan wanita baik-baik?," tanya ku ingin membuat Tante Natasya kebingungan untuk membuktikan apa yang ia katakan. Karena memang yang ia tuduhkan itu tak ada sama sekali pada diri Sarah.


🌸 flash back on


Tadi saat pulang dari cafe Randy, Natasya tak langsung pulang. Ia ingin mengunjungi rumah teman lama nya yang sudah sangat lama ia tak bertemu.


Namun karena ia memegang handphone orang yang ia tabrak tadi, yaitu Bianca. Natasya berinisiatif untuk mengantarkan handphone itu.


Dan Natasya mencoba menghubungi nomor yang terakhir Bianca hubungi yaitu Damar. Setelah Natasya memperoleh alamat Damar, ia pun langsung meluncur menuju rumah Damar.


Karena perasaan kasihan lah yang membuat Natasya mau jauh-jauh mengantarkan handphone Bianca. Menurut Natasya handphone itu sudah menjadi barang yang sangat penting, jadi dia harus cepat-cepat mengantarkan nya pada pemiliknya.


Saat Natasya sampai dirumah Damar. Natasya kaget, ternyata itu rumah teman semasa sekolah nya yang ingin ia datangi tadi.


Namun ternyata Linda teman sekolah nya itu, saat ini tak ada dirumah. Natasya pun gagal menemui Linda, dan akhirnya Bianca lah yang menemui nya saat ini.


Dan ini lah kesempatan Bianca untuk menghancurkan Sarah. Menurut Bianca inilah waktu yang tepat untuk membalas semua perbuatan Sarah padanya.


Akhirnya ia menceritakan yang tidak-tidak tentang Sarah pada Natasya.


Natasya pun mempercayai apa yang Bianca katakan. Bianca yang melihat Natasya yang mempercayai ucapannya itu tersenyum jahat.


🌸 flashback off.


"Pokoknya tante tak akan pernah menyetujui hubungan mu dengan wanita itu!," Lalu Tante Natasya berdiri dari duduknya dan kembali ke kamar nya.

__ADS_1


Aku pun masih dibuat bingung oleh sikapnya, kenapa ia berubah seperti itu.


__ADS_2