DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Cemburu


__ADS_3

"Apa maksud mu, Bim?!," tanya Veni.


"Simpan lah uang mu itu, mbak. Karena sebentar lagi aku akan keluar dari sini tanpa jaminan apapun." Bima mengulang lagi ucapan nya itu.


Belum sempat Veni bertanya tentang maksud yang diucapkan Bima. Waktu berkunjung pun telah habis.


"Kok sudah habis?, bukan kah waktu berkunjung Masih kurang lima belas menit lagi?!," tanya Veni pada petugas yang sedang berjaga itu.


"Iya, Bu. Karena yang lima belas menit pertama sudah di pakai oleng pengunjung yang pertama datang tadi." jawab penjaga itu.


"Hah?!, berarti benar Sarah kesini menghabiskan waktu lima belas menit bersama mu, Bim?!," tanya mbak Veni. Hati nya terbakar api Cemburu karena kedatangan Sarah.


"Apa saja yang kalian bicarakan?!!!," tatapan nyalang Veni pada Bima.


"Kamu menghianati ku, Bima!!. Kamu sungguh tak menghargai pengorbanan ku selama ini!!," Veni kembali mengeluarkan air mata. Karena sangat sulit ia untuk menahan agar air mata itu tidak jatuh.


"Apa yang dilakukan Sarah disini, Bim!?!, katakan!!!. Pantas saja kamu terus membela Sarah di depan ku, ternyata selama lima belas menit ia sudah mencuci otak mu untuk membenciku!!," Amarah Veni semakin memuncak, sehingga ia berteriak-teriak didalam ruangan ini.


"Maaf, Bu. Jaga sikap anda, karena dengan anda berteriak-teriak seperti itu. Bisa mengganggu pengunjung yang lain." ucap penjaga yang bertugas itu.


"Lebih baik, ibu sekarang keluar dari sini. Karena waktu berkunjung sudah habis." lanjut penjaga itu sambil menunjuk pintu keluar.


"Bim!!! Aku mohon, katakan kalau aku lah pemilik hati mu!!," Veni masih tak terima dengan keputusan Bima yang tak ingin meneruskan hubungan gelap yang sudah mereka jalin itu.


Bima pun tak menjawab satu kata pun dari semua yang diucapkan Veni. Pikiran Bima masih kalut dengan perceraian yang dilakukan oleh Sarah.


Karena dirasa Veni telah membuat keributan di ruang kunjungan. Akhirnya Veni di keluarga dengan paksa oleh dua orang petugas yang berjaga di luar ruang itu.


"Bima...!! Tolong jangan sudahi hubungan ini!!," Veni masih berteriak, walau tubuh nya di seret secara paksa untuk keluar dari ruangan ini.


Bima pun hanya diam saja, Bima sengaja tak menatap kearah Veni yang sedang di paksa untuk keluar oleh dua orang yang sedang bertugas itu.


"Bim!!, aku pastikan kamu akan menyesal telah melakukan ini padaku!!," ucap Veni mengancam Bima.


"Lepaskan!!!," bentak Veni dengan mencoba melepaskan tangan nya yang saat di pegang erat oleh kedua petugas itu.


"Aku bisa keluar sendiri!!!," Veni melotot pada kedua orang yang saat ini berdiri di samping nya.


Lalu kedua orang itu pun melepaskan tangan Veni dari genggamannya.


Veni pun berjalan di lorong itu untuk keluar dari kantor polisi. Hati Veni saat ini sangat hancur, mengingat apa yang sudah ia korbankan untuk Bima. Namun Bima tak menghargai itu.


"Jahat kamu Bima!!," gumam Veni sambil mengendarai mobilnya. Air mata Veni terus mengalir di pipinya.

__ADS_1


Bima berhasil membuat hati dan pikiran Veni sangat kacau.


"Ini semua karena kamu, Sarah. Aku tak akan pernah rela kalau kamu hidup bahagia." ucap Veni sendiri dengan penuh dendam pada Sarah. Tujuan Veni saat ini adalah pulang. Ia ingin menenangkan hati nya yang sedang hancur berkeping-keping.


*****


"Brakkkk"...


Sarah yang sedang berjalan keluar dari dalam outlet nya itu di tabrak dari belakang. Sehingga beberapa barang bawaan si penabrak itu jatuh.


Lalu Sarah pun memutar tubuhnya kebelakang untuk melihat apa yang terjadi.


"Aretha?!," gumam Sarah yang terkejut melihat Aretha yang sedang berjongkok mengambil barang-barangnya yang terjatuh itu. Ternyata yang menabraknya dari belakang itu adalah Areta. Mantan istri Bima, yang saat ini menjalin hubungan lagi dengan Bima.


Bukan karena Aretha yang menabrak, yang membuat Sarah terkejut. Namun lelaki yang saat ini bersama Aretha lah yang membuat Sarah sangat kaget.


"Kenapa Aretha dengan lelaki lain?, bukankah mas Bima dan Aretha akan kembali rujuk setelah kita bercerai?!," gumam Sarah dalam hati.


"Sarah?!," Aretha pun tak kalah kagetnya, saat ia menatap Sarah yang saat ini berdiri di depan nya. Terlihat Areta salah tingkah karena ia ketahuan bersama laki-laki lain.


"Ini siapa, Areta?," Tanya Sarah sambil menunjuk lelaki yang usia nya jauh di bawah Areta.


"Apa urusan mu, tanya-tanya tentang dia?!," jawab Areta dengan ketus.


"Ingat ya, Sarah!!!. Ini semua bukan urusanmu, jadi kamu jangan pernah ikut campur dalam kehidupan ku." ucap Areta pada Sarah sambil mendekatkan wajahnya ke telinga kanan Sarah.


"Dan satu lagi, jangan pernah kamu katakan tentang ini pada Bima. Karena menurut ku itu akan sia-sia. Bima akan lebih percaya padaku daripada sama kamu!!," Areta seperti ketakutan sendiri, kalau seandainya Sarah akan melaporkan hal ini pada Bima.


Namun nyatanya, Sarah sudah tidak mau tau lagi tentang kehidupan Bima dan semua yang berhubungan dengan Bima. Termasuk dengan Areta.


Sarah tak ambil pusing dengan apa yang dilakukan Areta saat ini, karena tak ada yang di rugikan di diri Sarah dengan apa yang di lakukan Areta saat ini.


"Jadi, jangan buang-buang waktu mu untuk melaporkan hal ini pada Bima." ucap Areta lagi


Sarah hanya tersenyum mendengar apa yang telah diucapkan oleh Areta. Sarah tak ingin membuang tenaga untuk menjawab semua yang diucapkan Areta pada nya.


"Kenapa kamu diam saja, Sarah?!," tanya Areta yang melihat aneh pada ekspresi Sarah yang biasa saja.


Areta sangat heran dengan Sarah, karena sepertinya Sarah tak menggubris yang Areta ucapkan. Dan cuek cuek saja dengan apa yang ia lihat saat ini.


"Lalu aku harus ngapain?," tanya Sarah.


"Apa aku harus marah?," tanya Sarah lagi dengan tersenyum.

__ADS_1


"Kamu santai saja, aku tak akan pernah mengatakan apa yang aku lihat saat ini pada mas Bima. Untuk apa aku mengatakan hal itu, karena itu bukan urusan ku." ucap Sarah sambil tersenyum miring pada Areta.


Lalu Sarah pun berjalan keluar menuju tempat parkir meninggalkan Areta yang masih berdiri di temani oleh berondong nya.


"Dasar perempuan aneh!!," gumam Areta dalam hati.


Areta tak habis pikir, kenapa Sarah tak mau melaporkan nya pada Bima. Karena bisa saja Bima meninggalkan nya kalau ia tahu hal ini.


"Yuk ah sayang kita pulang, karena sebentar lagi aku akan pergi dengan teman-teman ku." ajak lelaki mudah itu pada Areta.


"Kamu mau kemana?," tanya Areta pada berondong nya itu.


"Aku ada janji dengan teman ku, untuk merayakan ulang tahun pacarnya." jawab berondong nya itu sambil berjalan keluar menuju tempat parkir mobil Areta.


"Kamu mau pergi ke acara ulang tahun pacar teman mu?," tanya Areta menegaskan apa yang diucapkan oleh berondong nya itu.


"He'em." berondong itu menjawab dengan di ikuti anggukan.


"Nanti aku ke acara itu pakai kemeja yang kamu belikan tadi sayang." berondong itu tersenyum pada Areta sambil mengendarai mobil milik Areta itu.


Kini mereka sampai di kost milik Areta, lalu lelaki mudah itu langsung kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap untuk pergi keacara yang ia katakan tadi pada Areta.


Kini ia keluar dengan memakai kemeja yang telah di belikan oleh Areta tadi di mall.


Sangat terlihat tampan dan gagah saat lelaki muda itu memakai nya. Kemeja yang pres body itu sangat cocok di tubuh berondong itu. Dan membuat Areta melongo melihat nya.


"Gimana penampilan ku, sayang?," tanya lelaki yang usia nya terpaut cukup jauh di bawah Areta itu.


"Kamu tampan sekali, sayang." jawab Areta dengan mata yang berbinar.


"Makasih ya, sayang. Ini semua karena kamu. Karena kamu lah yang memilih kan kemeja ini untuk ku." ucap lelaki itu sambil mendekat kearah Areta yang saat ini berdiri di depan nya. Lalu ia mengecup kening Areta.


"Aku ikut ya, sayang?!," rengek Areta sambil tangannya melingkar di pinggul lelaki mudah itu.


"Jangan sayang, ini acara anak muda." berondong itu menolak permintaan Areta.


"Jadi menurut mu, aku ini sudah tua?!!," seketika pelukan tangan Areta pun dilepas oleh Areta.


Areta marah dengan apa yang diucapkan oleh kekasihnya itu.


Areta memang tidak mau dikatakan tua oleh siapapun, termasuk kekasih nya ini. Menurut Areta jiwa nya masih muda, karena ia masih suka bergaya seperti anak muda.


Lelaki itu pun membujuk Areta, ia meminta maaf dengan apa yang diucapkan itu. Sebisa mungkin lelaki itu membujuk Areta agar Areta tidak marah dan ia di ijinkan keluar sendiri tanpa di ikuti oleh Areta.

__ADS_1


Akhirnya Areta pun mengijinkan, lelaki muda yang menjadi kekasih nya itu pergi sendiri. Asal dengan syarat, saat ia pulang harus langsung ke kost milik Areta. Dan Areta meminta servis yang luar biasa dari lelaki mudah itu.


__ADS_2