DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
#313


__ADS_3

"Lalu? Apa benar tindakan kalian seperti itu?!," tanya Sarah dengan tatapan mata kesal pada Areta.


"Ya jelas benar!!, karena anak itu harus dididik sedari kecil." celetuk brondong yang saat ini bersama Areta.


Sarah hanya diam mematung dan menatap bergantian pada Areta dan lelaki yang saat ini berdiri di samping nya.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?," tanya Areta sedikit risih dengan tatap Sarah.


"Bukankah kamu mau menikah dengan mas Bima?, tapi kenapa kamu dengan lelaki lain?," tanya Sarah dengan suara pelan.


"Sarah!!, Sarah!!, kamu ini polos banget ya." ucap Areta sambil tersenyum dengan ujung bibir terangkat.


"Tapi ingat!!, jangan sekali-kali kamu melaporkan tentang hal ini pada Bima atau pun keluarga nya yang lain. Aku akan membuat mu sengsara kalau mereka sampai tau tentang ini!!," ancam Areta pada Sarah.


"Tenang saja, aku tak akan peduli dengan apa yang kamu lakukan. Karena bagiku itu tidak penting sama sekali!!!," jawab Sarah dengan tegas.


Sarah pun membalikkan badannya bertujuan untuk kembali kedalam outlet nya.


"Hey!!, mau kemana kamu?!!," teriak Areta sambil berkacak pinggang.


Namun Sarah tak bergeming, ia terus berjalan meninggalkan Areta dengan brondong nya itu. Areta yang melihat itu semua, benar-benar marah. Areta merasa dirinya tak dihargai oleh Sarah.


Dengan kasar, Areta menarik pundak Sarah dari belakang. Sehingga tubuh Sarah, berbalik menghadap pada dirinya.


"Kamu tuli ya?!," ucap Areta dengan mata melotot.


"Aku bisa mendengar, memang kenapa?," tanya Sarah dengan suara datar.


"Kenapa aku panggil, kamu tidak menghiraukan panggilan ku?!!," Areta sangat geram pada Sarah yang wajahnya datar-datar saja.


"Memang ada apalagi kamu memanggil ku?, kita kan tidak ada urusan apapun." jawab Sarah.


"Kamu bilang kamu tidak punya urusan dengan ku?!!," tanya Areta dengan tangan berkacak pinggang dan mata nya melotot menatap Sarah.


"Lalu urusan apa yang kamu maksud?," tanya Sarah sambil menautkan kedua alisnya.

__ADS_1


"Lihat!!, lihat itu!!," ucap Areta sambil menunjuk beberapa tas belanjaan yang berserakan di atas lantai.


"Sekarang kamu pungut itu semua, tata yang rapi lagi!!, lalu berikan pada kami." lanjut Areta, sambil melipat tangan nya di depan dada.


"Maaf, aku rasa kalian bisa melakukannya sendiri." jawab Sarah dengan wajah menunduk lalu Sarah kembali lagi berjalan meninggalkan Areta


"Hey, dasar wanita si*Alan!!," teriak Areta.


"Alah, tinggal mengambil barang begitu saja dibikin repot dengan menyuruh orang lain!," umpat orang yang berada di kerumuman orang yang sedang berada disitu untuk melihat kejadian yang terjadi siang ini.


Dan banyak lagi lontaran kata yang tak enak pada Areta, karena sepertinya ia sengaja mencari masalah dengan Sarah.


"Hey!!, diam kalian!!!, kalian bisa bicara gitu karena kalian tidak tau pantang dilakukan anak kecil tadi itu!!," Areta emosi karena banyak orang yang menyalahkan nya. Dan tak ada yang membela nya.


"Yuk sayang, kita makan di dalam dulu!," ajak Areta pada berondong mudah nya itu, sambil memunguti beberapa tas yang berserakan di lantai mall.


Setelah ia pungut dan tertata rapi di tangannya. Lalu Areta memberikan tak belanjaan itu pada lelaki muda yang bersamanya.


"Sayang, tangan aku pegel nih. Karena sari tadi aku sudah memegang sangat lama tas-tas itu." ucap lelaki yang tak lain adalah pacar Areta.


"Kamu lapar kan?, yuk kita cari makan!!," ajak Areta yang berjalan mendahului pacarnya.


"Sayang!!, kita makan dimana?," tanya lelaki muda itu sambil teriak pada Areta yang saat ini berada sedikit jauh darinya.


Areta pun menoleh kearah berondong nya itu, "Kita cari mama diluar." jawab Areta sambil memutar punggungnya dengan tangan penuh tas belanjaan milik lelaki muda itu.


"Kamu kesini dulu deh, sayang!," pria berondong melambaikan tangan nya untuk memanggil Areta.


"Ada apa sih, sayang?," tanya Areta yang dengan terpaksa ia harus jalan lagi kembali mendekat pada pria berondong nya itu.


"Sayang, aku sangat lapar. Rasanya aku tak bisa menahan rasa lapar ku kalau kita harus cari makan di luar mall ini." ucap pria itu.


Dan Areta pun menuruti semua perkataan berondong nya itu.


"Lalu kita makan dimana, sayang?," tanya Areta pada lelaki nya itu.

__ADS_1


"Aku jadi pingin makan kue-kue disitu." si berondong menunjuk kearah outlet milik Sarah.


"Kenapa harus disitu sih, sayang? Kan banyak tempat makan yang lain yang lebih recommended?," ucap Areta. Mencoba membujuk berondong nya itu untuk mencari makan makanan yang lain. Walau tak di pungkiri, kalau semua kue dan roti yang ada di dalam situ rasa nya tak pernah gagal.


"Tapi, aku pingin nya disitu." si berondong pun sedikit merajuk.


Akhirnya dengan terpaksa, Areta pun menuruti nya. Ia takut sekali di tinggal oleh lelaki mudah yang berbeda jauh usia nya dengan dirinya.


Kini mereka berjalan menuju outlet milik Sarah. Di dalam terlihat Sarah sedang ngobrol dengan Kean dan Kay.


"Kean, ingat kata mama ya. Kalau sudah waktunya pulang harus segera pulang." ucap Sarah pada Kean, yang akan pergi ke Timezone untuk bermain, sambil menunggu Sarah selesai dengan urusannya di outlet.


"Siap amma," jawab Kean dengan tangan yang diangkat dan di letakkan di jidat nya.


Kalau begitu, hati-hati ya Kean, Kay." ucap Sarah sambil mengelus pipi dua orang anak kecil itu.


Lalu mereka berdua dengan semangat berjalan keluar menuju Timezone yang letak nya tak begitu jauh dari outlet kue milik Sarah.


Namun dengan tiba-tiba, langkah kaki Kay terhenti. Kay terdiam mematung ditempatnya nya dengan wajah ketakutan. Kean yang melihat teman nya seperti itu pun sangat takut. Lalu ia mencoba memanggil Sarah lagi.


Kean bejalan cepat menuju ruang produksi untuk memanggil Sarah.


"Amma...!!," panggil Kean.


Sarah yang mendengar teriakkan anaknya pun, langsung keluar. Ia takut akan terjadi apa-apa pada anaknya. Karena suara panggilan nya itu seperti ada sesuatu yang sangat penting.


"Ada apa, sayang?," tanya Sarah pada Kean yang wajahnya terlihat cemas.


"Kay, ma. Kay." ucap Kean dengan suara nafas yang ngos-ngosan.


"Kenapa dengan Kay?!," tanya Sarah. Namun Kean sangat lama menjawabnya. Mungkin karena dia sedang ketakutan, jadi sangat lama untuk menjawabnya.


Sarah pun langsung sedikit berlari menuju Kay, karena Sarah takut kenapa-kenapa pada anak Veni itu.


"Kay, kamu kenapa nak?," tanya Sarah pada gadis kecil yang wajahnya ketakutan dengan tatapan yang fokus pada sesuatu.

__ADS_1


Sarah pun mencoba melihat apa yang sedang di lihat Kay, sehingga ia terdiam ketakutan seperti itu.


__ADS_2