
Damar yang sedang meeting terus ditelepon mama dan Lidya secara bergantian. Namun Karena ia sekarang sedang meeting mendampingi Bu Rina yang mana dia adalah pemilik perusahaan dimana Damar bekerja saat ini. Damar pun tak berani untuk mengangkat telepon dari mama nya itu.
Dan meeting kali ini adalah membahas tentang penggelapan dana yang di lakukan oleh pak Anton yang tak lain adalah suami dari ibu Rina sendiri.
Kini Bu Rina membuat team yang ditugaskan untuk melacak keberadaan uang yang digelapkan oleh pak Anton. Karena Bu Rina meyakini bahwa ada money laundry yang di lakukan oleh pak Anton.
Saat ini semua rekening pak Anton dan rekening yang pernah ditransfer secara pribadi oleh rekening pak Anton akan di beku kan. Dan salah satunya adalah rekening Lidya.
Kalau rekening dibekukan otomatis Lidya tidak bisa bertransaksi lewat ATM yang ia miliki.
Namun Lidya belum mengetahui tentang hal ini. Dan Damar saat ini sedang dalam ketakutan yang teramat sangat. Karena salah satu penggelap dana di kantor adalah dia sendiri.
Entah sudah berapa ratus juta uang perusahaan yang saat ini di gelapkan oleh Damar. Namun uang itu juga habis tak ada wujudnya apa-apa.
Setelah beristirahat sejenak, Lidya pun bersiap-siap pergi ke Bank untuk melakukan pengecekan kartu ATM nya yang tak dapat dipakai.
Ia pergi sendiri tanpa Linda mama nya. Namun saat Lidya ingin berpamitan kepada mama nya. Ternyata Linda juga sudah berganti pakaian dan bersiap-siap untuk pergi juga.
"Mama mau kemana?," tanya Lidya penasaran, karena seperti tak ada capeknya setelah perjalanan jauh dari Bali.
"Mama diundang makan sama temen-teman arisan mama, Lid. Nggak enak kalau mama menolak nya," ucap Linda membohongi Lidya.
"Sebenarnya Lidya juga mau pergi ke bank, ma. Tapi rasanya badan Lidya pegal semua." Lidya terlihat kurang istirahat dan wajah nya sangat pucat.
"Ya sudah, besok aja ke Bank nya. Sekarang kamu istirahat aja. Kalau kamu butuh uang minta sama mama aja. ATM kamu kan masih tidak bisa di pakai?," ucap Linda sambil menyodorkan beberapa lembar uang ratusan ribu. Yang kebetulan ia habis narik di ATM bandara.
Linda pun pergi setelah berpamitan kepada Lidya. Dan Lidya mengurungkan niat nya untuk pergi ke bank.
Lidya kembali lagi kekamar nya untuk beristirahat. Sebelumnya Lidya meminta lemon tea hangat pada mbak yang sekarang menjadi asisten rumah tangga nya.
Lalu mbak nya mengantar lemon tea hangat yang di minta Lidya itu ke kamarnya. Dan Lidya langsung meminum nya.
Namun saat Lidya memasukan minuman itu, Lidya kembali memuntahkan nya. Karena menurut Lidya rasanya sangat tidak enak. Tidak seperti lemon tea buatan Sarah. Lemon tea buatan Sarah rasanya sangat pas di lidah.
"Kok nggak enak gini sih, mbak? Sana-sana bawa pergi!!!! Aku mual melihat nya!," perintah Lidya Karena seketika muncul rasa mual di perutnya setelah meminum lemon tea itu.
Dan terlihat tubuh Lidya keluar keringat dingin sebesar biji jagung. Lidya juga menggigil kedinginan.
Lalu ia di beri selimut tebal oleh pembantu nya. Lalu diambilkan Paracetamol dan segelas air putih. Dan langsung diberikan ke Lidya untuk segera diminum.
Setelah meminum Paracetamol Lidya pun tertidur pulas. Lalu selimut tebal yang menyelimuti tubuh nya di betulkan posisinya oleh pembantu rumah nya itu.
Dan saat ia bangun ternyata langit sudah petang dan tiba-tiba perut Lidya teramat sangat lapar.
Namun ia tak ingin memakan nasi yang sudah di sediakan oleh pembantu nya itu.
Lidya ingin sekali memakan kue yang ada di SKcake. Mau keluar Lidya malas sekali, karena tubuhnya terasa lemas. Mau meminta tolong pembantunya, namun ini sudah sore pembantu nya juga sudah pulang.
Lalu ia mencoba menghubungi Linda mama nya yang sekarang lagi makan diluar.
Saat ia menelepon Linda tak ada jawaban darinya. Lidya pun mencobanya berkali-kali. Namun usaha nya saat ini zonk.
Lidya pun keluar kamar untuk menghilangkan kejenuhan, saat ini dia sendirian dirumah. Ia memainkan handphone nya untuk menemani kesendirian nya dirumah.
Damar pun juga belum pulang, mungkin dia sedang lembur. Dan saat ini Lidya merasakan kesepian berada di dalam rumah. Tak seperti saat ada Sarah disana. Karena saat ada Sarah dirumah itu, pasti akan ada keributan yang sengaja dibuat-buat oleh Linda dan Lidya.
__ADS_1
Linda yang saat ini sedang menemui Renald lelaki muda tampan yang menjadi simpanan nya. Setiap kali Renald ingin bertemu dengan Linda pasti ada sesuatu yang di minta.
Sekarang ia meminta uang pada Linda dengan alasan untuk membayar kuliah dan kontrak kan. Namun bukan Linda kalau harus memberinya secara cuma-cuma. Karena Linda meminta imbal baliknya, dan Renald juga hafal dengan sifat Linda yang tak mau rugi.
Saat sepuluh menit Linda belum sampai dikontrakan nya ia selalu meminum obat perangsang. Agar dia ada hasrat pada Linda yang sudah nenek-nenek itu.
Jadi setiap Linda datang Renald sudah berhasrat karena reaksi obat itu sudah bekerja. Jadi selama ini Linda mengira bahwa Renald terlalu bucin padanya.
Saat Linda melakukan rutinitas nya setiap kali bertemu dengan Renald, handphone yang ia taruh diatas meja kecil disamping ranjang berbunyi.
Namun karena ia lagi menikmati permainan yang Renald berikan, Linda pun tak mengangkat telepon itu. Semakin handphone itu berbunyi, Renald semakin memacu permainan diatas tubuh Linda yang kulit nya sudah mulai kendor. Dan Linda semakin terbuai dengan kenikmatan yang di beri Renald.
Setelah bermain beberapa round, akhirnya Linda yang fisiknya saat ini sangat capek setelah pulang dari liburan akhirnya ia terkapar tak berdaya. Saat Renald melihat Linda yang tak berdaya itu, dia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan memakai pakaian nya.
"Untung saja uangnya sudah ditransfer lebih dulu, jadi aku bisa pergi secepat nya. Tanpa harus menunggu tua bangka ini bangun," ucap Renald dengan tatapan jijik pada Linda yang saat ini terkapar tanpa baju yang menutupi tubuhnya.
Sebelum Renald pergi meninggalkan Linda, ia mengambil foto tubuh Linda yang bugil itu. Setelah nya, ia menulis pesan singkat. Dan dikirim ke nomer Linda untuk berpamitan seakan-akan ada keperluan mendadak.
Dengan segera ia menjalankan mobil sport yang di peroleh dari Linda si tante girang yang saat ini menyuplai kebutuhan hidup Renald sehari-hari.
Satu jam kemudian, Linda pun terbangun dari tidurnya. Ia kaget saat mengetahui kalau dia ternyata sedang bugil tak memakai baju sama sekali.
Linda pun memanggil-manggil Renald, tapi tak ada jawaban sama sekali dari lelaki muda yang telah memberi ia kenikmatan batin itu.
"Kemana perginya Renald?," gumamnya dalam hati sambil berjalan kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan memakai baju.
Lalu Linda mengambil handphone yang ada di atas meja sebelah ranjang. Ternyata ada beberapa panggilan dari Lidya dan satu pesan dari Renald.
Sebelum Linda menelpon balik Lidya, ia membuka pesan dari Renald terlebih dahulu.
Ternyata Lidya minta dibelikan kue di SKcake, Linda pun langsung pergi dari kostan milik Renald menuju toko kue yang dimaksud Lidya.
Setelah sampai didepan nya, Linda pun langsung memarkir mobilnya didepan toko. Ia langsung turun dari mobil berwarna putih dan berjalan menuju toko kue milik Sarah itu.
Setelah sampai di depan etalase kaca yang berisi berbagai macam kue itu, Linda baru tahu kalau Sarah ada di depan nya. Begitu pula Sarah, ia juga baru sadar kalau yang ia tatap saat ini adalah mertuanya. Kenapa masih menyebut mertua karena Sarah dan Damar masih berstatus suami istri belum ada kata talak dari mulut Damar.
"Sarah!!!! Ngapain kamu disini?!!," tanya Linda teriak qqadengan tatapan matanya yang tajam.
"Oo jadi kamu kerja di toko ini sekarang?!!! sebagai apa? pasti sebagai tukang cuci piring di belakang!!!!," hina Linda kepada Sarah.
Sekali lagi Sarah mencegah Reni dengan memegang lengan nya dengan erat, untuk tak bicara. Karena terlihat Reni sangat emosi dengan ucapan ibu mertua Sarah itu.
Lalu Reni menuruti perintah Bu bos nya itu, dan dia diam tak ikut berbicara. Walau dihatinya ingin sekali mengatakan yang sebenarnya pada mertua bos nya yang kurang ajar itu.
"Kenapa kamu diam saja, Sarah?!, tidak terima dengan ucapan ku tadi?!. Emang nyatanya kamu pantas jadi tukang cuci piring, kan kamu cuma lulusan SMA hahaha," Linda menghina Sarah dengan tertawa terbahak bahak. Sampai Linda menjadi pusat perhatian semua orang yang ada disitu.
Namun Sarah hanya diam saja, ia harus melakukan profesionalitas di pekerjaan nya ini.
"Ibu mau kue yang mana?," tanya Sarah dengan lembut, sopan dan senyum yang ramah. Tanpa mempedulikan hinaan dari Linda tadi. Karena hinaan seperti itu sudah kebal ditelinga Sarah.
"He...kenapa kamu diam saja!!!!!!! Kenapa pertanyaan ku tak di jawab, hah?!," Linda akhirnya tersulut emosi karena sikap diam nya Sarah.
"Maaf, Bu. Kami hanya melayani customer yang mau membeli kue-kue kami. Bukan yang marah-marah disini." ucap Sarah dengan halus.
"hmm kamu kurang ajar ya omonganya, lagian hanya tukang cuci piring aja sudah belagu!!!!!. Sana-sana aku nggak mau dilayani kamu!!!! Aku jijik kalau kue yang aku beli di pegang oleh tanganmu!!!," ucap Linda dengan memandang sinis pada Sarah.
__ADS_1
Lalu Sarah menyuruh Reni untuk melayani mertua nya itu. Dan Reni segera melakukan perintah Sarah.
Reni segera mengambil beberapa potong kue sesuai yang di tunjuk oleh Linda mertua Sarah.
Setelah ia selesai membayar lalu dia mendatangi Sarah yang sedang melayani customer yang lain.
"Ternyata nasib baik masih mengikuti mu, saya kira kamu sudah jadi gembel di kota ini. Tapi tenang dalam waktu dekat kamu akan ku jadikan gembel beneran," ucap Linda dengan penuh penekanan. Seperti orang yang urat malunya sudah terputus, ia tak ada malu sedikit pun saat banyak mata memandang kearahnya.
Lalu Linda berjalan keluar dengan mendongak kan kepalanya dan memakai kacamata nya.
"Tadi itu siapa, Bu?," tanya Reni.
"Itu mertua ku, Ren." kawan Sarah dengan tatapan kosong kedepan. ia masih terngiang ucapan Linda tadi. Betapa hinanya Sarah didepan Linda mertua nya.
"Jadi seperti itu perlakuan mertua Bu Sarah setiap hari saat Bu Sarah masih serumah?," tanya Reni lagi.
Sarah hanya mengangguk dan tak terasa butiran bening menetes diatas pipi mulusnya saat ini. Karena Sarah yang sekarang sudah bisa bersolek dengan hasil jerih payahnya sendiri. Ia kembali meneteskan air matanya saat ia mengingat kejadian dulu ketika dia masih serumah dengan mertua nya.
Reni pun hanya mampu mengelus lengannya untuk menenangkan hati Sarah yang saat ini sedang teringat masa lalu nya itu.
Dan Sarah segera menutup toko nya karena sudah malam. Reni dan karyawan lain nya juga sudah pulang kerumahnya masing-masing.
Kini tinggal dia dan Kean yang sudah tertidur. Lalu Sarah memulai mengetik lanjutan novel yang ia buat.
******
Sesampainya dirumah Linda langsung masuk rumah setelah memarkirkan mobilnya didepan.
Dan terlihat Damar memijit kaki Lidya di sofa ruang tamu. Dan Lidya duduk dengan selimut tebal yang membalut tubuh nya.
"Kamu kenapa, Lid?," tanya Linda sambil menyodorkan sekotak kue yang ia minta.
"Seperti nya Lidya lagi masuk angin, ma." jawab Lidya yang wajahnya terlihat pucat yang tanpa make up itu.
"Ya sudah kamu makan aja kue nya, itu sudah aku belikan sesuai yang kamu minta." ucap Linda sambil berjalan masuk menuju kamar nya.
Damar dan Lidya sedang menikmati kue yang di beli dari toko kue milik Sarah.
Linda keluar dari kamar nya yang terlihat selesai mandi dan berganti baju. Lalu dia ikut duduk bersama anak-anak nya dan memakan kue bersama.
"Oya, tadi saat mama membeli kue ini. Mama ketemu sama Sarah loh," Linda bercerita sambil mengunyah kue di mulutnya.
"Dimana, ma?," tanya Damar penasaran. Karena ada rasa rindu saat ini pada Sarah dan Kean di hati nya.
"Di toko yang jual kue ini," jawab Linda sambil terus mengunyah.
"Iya, sebelum kita berangkat ke Bali, Lidya juga pernah ketemu disana," ucap Lidya sambil menjilati coklat lumer yang ada di jari-jarinya.
"Sepertinya mbak Sarah sekarang kerja di situ deh. Lidya kira dia sudah menjadi gembel disini dan tidur dikolong jembatan bersama bayi nya. Ternyata nasib baik masih mengikuti nya," cerocos Lidya, masuk angin ditubuhnya seketika langsung hilang setelah memakan kue yang ia inginkan dari sore tadi.
"Tapi mama akan kerjain dia, agar dia jadi gembel beneran di kota ini," ucap Linda dengan tertawa bahagia dan di ikuti oleh Lidya. Mereka berdua tertawa lebar bersama, menertawakan Sarah.
Namun Damar hanya diam saja tak berkomentar apa-apa. Besok setelah pulang dari kantor Damar berencana untuk mampir ke toko kue itu. Hanya sekedar ingin tau keadaan Sarah dan Kean saat ini.
Dan mereka bertiga menghabiskan kue sekotak itu bersama-sama. Lalu mereka pergi ke kamar masing-masing. Untuk mengistirahatkan tubuh ya yang seharian sudah dibuat untuk beraktivitas.
__ADS_1