DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Curhatan Veni Lagi


__ADS_3

 Malam ini Sarah sendiri dirumah nya. Karena ibu, bapak dan Kean masih betah di kampung halaman nya. Memang kebetulan Kean sedang libur panjang, jadi meraka sangat menikmati liburan nya di kampung halaman.


Ditengah kesunyian malam, Sarah memutuskan untuk mengetik naskah novel online nya. Namun sayang nya, otak Sarah saat ini sedang buntu. Tak ada ide yang keluar dari otak nya.


Sarah pun menghentikan aktivitas mengetik nya, yang masih mendapatkan satu bab itu.


Ia mengistirahatkan sejenak otak nya dengan membuka Facebook nya.


Saat bersamaan dengan membuka akun Facebook nya, tiba-tiba ada pesan masuk di platform novel online nya.


Dengan terpaksa, akun Facebook nya ia tutup lalu membuka platform novel online melalui handphone nya.


Ia langsung memencet gambar amplop yang terletak di atas paling pojok.


Benar saja, ada pesan masuk. Dan itu dari Veni, kakak ipar Bima sekaligus selingkuhan Bima juga.


"Pasti mbak Veni mau curhat." gumam Sarah sambil tersenyum getir.


Lalu Sarah membuka pesan itu dan benar saja apa yang ada di dalam pikiran Sarah.


Veni mengirimkan pesan untuk menceritakan semua kejadian yang terjadi tadi siang saat Veni bertemu dengan Sarah di kantor polisi.


"Thor, hati ku sangat hancur dengan apa yang telah di lakukan Bima padaku. Seperti nya Bima masih menaruh hati pada istri nya yang sialan itu." tulis Veni di pesan singkat nya itu.


"Maksud kakak bagaimana ya?," tanya Sarah pura-pura tidak mengerti dengan apa yang telah dikatakan oleh Veni lewat pesan nya itu.


"Adik ipar ku yang juga kekasih gelap ku itu, sama sekali tak menghargai pengorbanan ku selama ini. Padahal berapa puluh juta uang yang sudah aku beri pada nya. Namun sepertinya sekarang ia mengkhianati ku, dengan berkata kalau dia masih cinta dan sayang pada istrinya yang si*lan itu."

__ADS_1


"Kedatangan ku tadi ke kantor polisi membawa uang lima puluh juta, untuk mengeluarkan nya dari tahanan itu. Namun ia menolaknya, dan lagi dia meminta ku untuk tak mendatangi nya lagi. Karena ia ingin bertobat untuk menebus semua kesalahan yang telah ia lakukan pada istri nya yang si*LAN itu."


"Ternyata yang kamu ucapkan padaku tadi benar-benar tulus, mas." gumam Sarah. Namun tak sedikit pun hati Sarah goyah dengan semua itu. Kali ini keputusan Sarah sudah bulat untuk bercerai dengan Bima.


"Tapi aku tak rugi sih, karena uang lima puluh juta itu, aku dapat itu dari sertifikat rumah mertua ku yang telah aku gadaikan pada teman ku." lanjut Veni menjelaskan lewat pesan singkat itu.


"Hah?, maksud nya kakak menggadaikan sertifikat rumah milik mertua kakak?, Apa kakak sudah di ijinkan untuk melakukan itu oleh mertua kakak?," tanya Sarah, Sarah terus menanggapi semua cerita Veni. Karena dari cerita Veni, ia tau keadaan keluarga Bima.


"Kalau aku minta ijin, ya jelas pasti aku akan di makan hidup-hidup oleh perempuan tua itu. Sengaja aku mengambilnya tanpa sepengetahuan siapapun," ucap Veni lewat ketikan pesan nya, dan di ikuti emoticon tertawa jahat.


"Udah dulu Thor, kapan-kapan sesi curhat nya di lanjutkan lagi. Sudah malam, anakku sudah minta di temani untuk tidur."


"Oh ya, aku suka dengan novel baru mu, dan aku sudah membaca nya dan aku tau kalau ide cerita di novel baru mu adalah dari semua curhatan ku." Veni memang benar-benar pembaca setia novel Sarah. Semua karya tulis Sarah selalu di baca oleh Veni.


Dan memang benar, Sarah sengaja membuat novel khusus dari curhatan Veni. Sebenarnya, tujuan Sarah menulis novel itu agar Veni sadar kalau yang ia lakukan selama ini adalah kesalahan besar.


Awalnya Sarah takut, kalau Veni tak terima kalau kisah hidupnya di jadikan cerita di novel baru nya. Namun, dugaan Sarah salah. Bukannya marah, malah Veni terlihat sangat bahagia dengan mengucapkan terimakasih pada Sarah. Karena kisah hidupnya sudah diangkat menjadi sebuah tulisan yang bisa di nikmati oleh semua orang.


Sarah pun menyudahi pesan Veni dengan tak membalas pesan terakhir dari Veni. Lalu Sarah menutup aplikasi novel online itu.


Kini Sarah kembali kembali ke aplikasi Facebook nya.


Dan saat ia membuka Facebook, status Veni lah yang muncul pertama di beranda miliknya.


Di status nya itu, Veni mengeluarkan semua isi hatinya. Ia menceritakan apa yang ada di hati dan perasaan nya saat ini.


Dan di status itu Sarah menyebut-nyebut nama Sarah. Namu ia tak menandai Facebook Sarah, karena memang Veni tak tahu akun Facebook milik Sarah.

__ADS_1


Nama akun Facebook Sarah, sudah Sarah ganti dengan nama pena nya di aplikasi novel online.


Sarah pun tercengang saat membaca status Veni yang membawa-bawa nama nya.


Disitu Veni menjelek-jelekkan Sarah. Banyak kata yang tak pantas di sandingkan dengan nama Sarah.


Sarah pun tak ambil pusing dengan hal itu. Karena menurut Sarah, bukan hanya dia orang yang bernama Sarah di dunia ini. Dan untuk para pembaca setia novel online nya, Sarah yakin mereka tak akan mengira kalau Sarah yang dimaksud adalah Sarah penulis novel.


Namun Sarah penasaran, rasanya seperti ada yang kurang kalau dia tak membaca isi komentar-komentar dari status Veni itu.


Ada beberapa puluh komentar yang berkomentar di unggahan Veni.


Yang pertama terpampang jelas akun milik Ambar yang ada di paling atas dan paling pertama berkontribusi untuk komen di unggahan Veni.


"Sarah memang perempuan penggoda, jadi hati-hati kalau kenal dia." isi tulisan komentar dari Ambar yang tak lain kakak ipar Veni itu.


Ambar tidak tahu, kalau yang di maksud di status Veni itu adalah Bima, bukan Awan. Sedangkan Ambar mengira lelaki yang dimaksud Veni itu adalah Awan suami Veni yang tak lain adalah adik kandung Ambar.


"Iya, mbak. Dan sekarang dia sudah mulai menggoda milik ku." balas Veni di Kolom komentar balasan Ambar.


Sarah hanya tersenyum membaca komentar itu. Dua manusia bodoh sedang berkumpul untuk membicarakan orang lain yang tak pernah melakukan apa yang telah di tuduhkan nya.


Lalu Sarah kembali melihat komentar yang ada di bawahnya.


"Spill dong foto perempuan yang bernama Sarah itu!, biar tak terjadi fitnah pada Sarah Sarah yang lain." komentar ini dari akun bernama @Indrayu.


Sarah sangat kenal dengan akun ini, akun yang bernama @indrayu ini adalah pembaca setia novel online nya. Sarah sangat tau, karena foto profil yang di pakai akun @indrayu di Facebook sama dengan foto profil yang ada di akun novel online.

__ADS_1


Ada sedikit kekhawatiran di hati Sarah, saat membaca komentar dari akun itu. Sarah sangat mengerti dengan sifat Veni yang akan melakukan apa saja untuk menjatuhkan lawan nya. Termasuk memberikan foto Sarah ke publik.


__ADS_2