
Sarah melanjutkan membuat kue-kue yang akan dijual, Kean masih terpantau aman bersama pengasuhnya.
Drrrttttt
Drrrttttt
Kali ini handphone nya berbunyi lagi, saat di lihat ternyata panggilan telepon dari nomor tak dikenal. Kali ini telepon berbunyi dari handphone pribadi yaitu handphone yang bukan untuk sahabat pena nya.
Sarah langsung mengangkat nya, karena biasanya itu adalah customer kue-kue nya.
"Assalamualaikum, ada yang bisa saya bantu?," Sarah memberi salam dan sapaan pada si penelepon.
"Sarah, Sarah.... ternyata dunia itu sempit ya. Dan aku yakin kali ini dunia berpihak padaku." Ucap si penelepon misterius itu terkekeh, tanpa membalas ucapan salam dari Sarah.
"Kamu siapa?, terus tujuan mu ngomong seperti ini itu apa?!, Maaf aku tidak suka sama orang yang bertele-tele seperti mu. Lebih baik kamu langsung ke intinya saja!!! Lagian aku juga tak mengenali mu!!," ucap Sarah dengan geram.
"Aku yakin kali ini kamu akan gagal menikah dengan Randy, seperti aku yang telah kau rusak rumah tangga ku dengan Handoko." ucapnya dari seberang telepon.
Saa si penelepon menyebut nama Handoko, Sarah langsung mengerti siapa penelpon itu.
"Apa maksud mu dengan aku merusak rumah tangga mu dengan pak Handoko, Bi?," Sarah di buat bingung dengan ucapan Bianca.
"Kamu jangan sok alim dengan gamis tertutup mu dan Khimar panjang mu kalau kamu masih suka mengadu pada Handoko. Asal kamu tau, gara-gara kamu mengirim foto dan video ku. Aku didepak oleh lelaki tua bangka yang sudah bau tanah itu!!!," Bianca menahan amarah saat mengingat ia diusir secara tidak hormat oleh atasan sekaligus suaminya itu.
Lalu Bianca memutus sambungan telepon secara sepihak.
Sarah pun tak memperdulikan apa yang di omong oleh Bianca. Karena memang Sarah tak mengerti yang Bianca maksud.
Sebagian kue yang sudah matang langsung dibawa kedepan untuk ditaruh di etalase. Karena customer sudah banyak yang berdatangan.
__ADS_1
Setelah semua kue sudah selesai, Sarah bersiap-siap untuk mengecek outlet cabang yang ada di mall.
Kali ini ia membawa serta Kean dan pengasuhnya. Karena kalau Kean ditinggal diruko, ia pasti bikin rusuh pada karyawan-karyawan Sarah yang lain. Maklum lah diusia Kean yang saat ini, sangat aktif-aktifnya dan sangat ingin tahu tentang hal baru baginya.
Sedangkan Randy bersiap-siap untuk mengantarkan Natasya Tante nya ke bandara. Karena pagi ini Natasya terbang pulang ke Inggris.
"Pokoknya, mama sekarang pulang Rama!!, kamu nggak usah nyusul mama ke sini. Kamu di sana aja!!!!," Randy yang melewati depan kamar Natasya, mendengar Natasya sedang bicara' dengan Rama anak nya lewat sambungan telepon.
"Sudah lah, tak ada tapi-tapian. Sekarang mama lagi menunggu om kamu untuk mengantarkan mama kebandara. Jadi kamu nurut aja sama mama!!," Natasya terdengar sangat kesal pada Rama yang ingin sekali menyusul Natasya di Indonesia.
Natasya pun menutup telepon nya secara sepihak, karena ia tak mau berdebat dengan Rama anak nya. Karena itu hanya membuang-buang waktu nya, karena Natasya saat ini sangat penasaran dengan novel yang ditulis Sarah.
Baru saja ia dapat notifikasi update bab baru novel online Sarah.
"Kamu ini cuma bisa buang-buang waktu mama aja!," gerutu Natasya sambil membuka aplikasi NOVELTOON.
Lalu iya memencet lanjutan cerita novel yang ditulis oleh Sarah.
Melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya ternyata jam penerbangan nya masih lama.
Nama pena Sarah di aplikasi novel online nya tidak memakai nama asli. Sarah memakai nama Mom_Kean dengan foto profil yang terpampang foto Kean yang sedang duduk manis dengan memegang biskuit bayi.
"Duh nggak sabar aku pingin baca lanjutan episode kemarin." Gumam Natasya.
"Tante, Tan....." satu menit saat membaca novel online nya Sarah. Randy pun memanggil-manggil Tante nya itu.
"Duh apaan lagi si Randy ini panggil-panggil, ganggu orang lagi seru-serunya baca novel." gerutu Natasya sambil bangkit dari duduk nya. Lalu ia membuka pintu kamar nya.
"Ada apa Ran?," tanya Natasya sambil menongolkan kepala nya keluar kamar.
__ADS_1
"Ayo kita berangkat, Tante jadi terbang jam sembilan kan?," ucap Randy sambil menunjuk arloji nya.
Saat Natasya melihat arlojinya, betapa terkejutnya dia kalau jam sudah menunjukkan pukul delapan.
Untung saja semua yang dibawa sudah di packing rapi. Jadi tinggal angkat saja.
Didalam mobil Natasya masih melanjutkan membaca novel online nya.
"Tante lagi baca apa sih? kok keliatan nya serius banget." tanya Randy sambil menoleh kearah Natasya yang duduk disebelah nya. Lalu mengalihkan pandangan nya lagi kedepan untuk melihat jalan.
"Ini loh Tante lagi baca novel online," jawab Natasya tanpa menoleh pada Randy.
"Novel? hari gini masih aja ada novel? bukan nya sekarang jaman drakor dan dracin ya Tante?," celetuk Randy yang merasa selera Tante nya itu sangat kuno.
"Heh... kamu kira novel itu hanya ada dijaman bahula?, coba deh kamu download aplikasi NOVELTOON di play store. Biar nanti kamu Tante kirim linknya penulis idola Tante. Tante jamin kalau kamu membaca kamu akan terbawa dengan cerita didalam novelnya itu." Natasya menghentikan membaca novel nya dan langsung menceramahi Randy tentang novel idolanya itu.
Randy hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala tanpa melihat kearah Natasya tantenya itu. Ia merasa yang dikatakan tantenya itu adalah hal yang konyol.
Mana mungkin seorang Randy yang gentleman, yang cool seperti ini disuruh membaca novel online.
"Pokoknya kamu wajib download aplikasi NOVELTOON. Di handphone mu wajib punya aplikasi itu, biar kalau kmu lagi nggak ada kerjaan kamu tidak bengong aja. Siapa tau kamu dapat jodoh dari novel online itu. Dari pada kamu sama Sarah yang janda anak satu dan nggak jelas asal-usulnya itu!" cerocos Natasya sambil membetulkan duduknya mencari posisi yang nyaman untuk melanjutkan membaca novel online favorit nya itu.
"Apa-apaan sih Tante, kok bawa-bawa Sarah segala. Asal Tante Sarah itu perempuan yang beda daripada yang lain. Kalau Tante tau cerita hidupnya, Tante tak bakal bicara seperti ini." ucap Randy membela Sarah.
"Ala.... kalau hanya menjual cerita hidupnya yang penuh derita demi memikat pria mapan seperti mu itu sama aja dengan perempuan murahan, tak punya harga diri!! Dan satu lagi, kalau kamu cinta karena kasihan dengan masalalu nya, Tante yakin cinta itu akan pudar dengan berjalannya waktu." ucap Natasya dengan sangat ketus.
"Berhenti dulu ditoko roti depan itu, sepertinya masih ada waktu. Aku ingin bawa oleh-oleh buat om kamu," ucap Natasya sambil menunjuk toko roti milik Sarah itu.
"Semoga saja kali ini aku bisa bertemu dengan perempuan yang dimaksud oleh Rama." ucap Natasya dalam hati sambil membuka pintu depan mobilnya Randy.
__ADS_1
"Semoga saja Tante Natasya tau kalau pemilik toko roti favorit nya ini adalah Sarah. Perempuan yang dihina nya," gumam Randy dalam hati sambil berjalan dibelakang Natasya.