
Pikiran Bianca sangat kalut, apa yang ia takut kan akhirnya terjadi juga.
Saat ini dirinya seperti sedang bermimpi, ia tak mau menerima kenyataan ini.
Sebelum kerumah Damar, ia membelokkan arah mobilnya ke cafe Randy. Untuk sekedar minum kopi, dia mencoba menenangkan hati dan pikiran yang saat ini sangat kacau. Setelah pengusirannya dari kantor oleh pak Handoko.
Bianca berjalan menuju meja yang masih kosong. Ia melewati Sarah yang sedang makan bersama Randy dan Natasya.
Kini ia duduk diseberang meja Sarah dan mereka saling berhadapan. Bianca trus menatap kearah Sarah, tapi Sarah tak menyadari kalau ia sedang di awasi oleh Bianca.
"Jangan-jangan Sarah yang membongkar rahasia ku ini pada Handoko sialan itu." gumam Bianca.
"Aku harus membuat perhitungan dengan nya!!," Bianca mengepalkan tangannya dengan tatapan penuh dendam pada Sarah.
Sarah masih tak menyadari tatapan Bianca, ia masih terus bercengkrama dengan keluarga Randy.
"Tak akan kubiarkan kamu bahagia, Sarah!!!," Emosi Bianca semakin naik ke ubun-ubun.
Lalu tak sengaja Sarah mengedarkan pandangan nya kedepan.
"Bianca!!," ucapnya sangat pelan, sehingga Randy dan Natasya tak mendengar nya.
Kini mereka saling bertatapan mata. Sarah kaget dan sangat takut melihat tatap Bianca seperti Singa yang siap menerkam mangsa nya.
Lalu Sarah membuang pandangannya, karena ia tak ingin membuat keributan disini. Sarah tak enak hati pada keluarga Randy kalau sampai ada keributan disini.
Karena melihat tatapan Bianca, Sarah sangat yakin kalau saat ini Bianca menyimpan rencana buruk untuk nya.
Sarah melanjutkan makannya, tapi dengan hati tak tenang. Randy yang merasakan ada sesuatu pada Sarah pun, terus mengawasi gerakan tubuhnya.
Randy melihat Sarah tak seperti tadi, lalu ia mencoba mengedarkan pandangan nya. Ya, Randy melihat Bianca ada dihadapan nya. Tepat nya saling berhadapan dengan Bianca.
"Maaf ya te, aku ketoilet dulu." Sarah berpamitan pada Natasya yang sedang asyik makan seafood.
Dan Natasya pun menganggukkan kepalanya, karena mau menjawab mulutnya masih penuh dengan makanan.
__ADS_1
Sarah berdiri dan berjalan menuju toilet, Bianca yang terus menatap nya pun mengetahui arah tujuan Sarah saat ini.
Bianca ikut berdiri dan berjalan mengikuti Sarah. Setelah Sarah keluar dari dalam toilet, ternyata Bianca sudah menunggu di wastafel toilet.
Bianca menatap tajam pada Sarah yang berada dibelakang nya memulai cermin didepan tubuhnya.
Tatapan penuh dendam dan kebencian pada Sarah yang jelas terlihat diwajah cantiknya.
"Bianca!!," Sarah terkejut, Sarah takut pada Bianca. Karena Sarah tau, kalau Bianca tipe orang yang tak bisa mengontrol emosi nya. Bianca bisa melakukan apa saja padanya, dengan keadaan toilet sepi tak ada orang lain selain mereka berdua.
"Kenapa kamu terkejut melihat ku, Sarah?!," tanya Bianca pada Sarah sambil membalikkan badannya kearah Sarah. Dan kini mereka berdua saling berpandangan.
"Kamu mau apa, Bianca?!," tanya Sarah yang melihat Bianca melangkah mendekati nya.
"Aku ingin membuat perhitungan dengan mu!!!," ucap Bianca dengan mendorong bahu Sarah dengan jari telunjuk nya.
"Aku punya salah apa sama kamu? Sehingga kamu begitu membenciku seperti itu?, bukan kah kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau?," Sarah berbicara sangat lancar sambil melipat kedua tangannya diatas perut.
Bianca yang melihat reaksi Sarah sangat heran. Kini wajah Sarah berubah tidak seperti tadi disaat ia sedang makan bersama Randy dan keluarga nya.
"Oh... ternyata kamu berani juga ya ngomong seperti itu dengan gaya sok hedon. Padahal kamu hanya seorang pelayan toko roti." Bianca tertawa sinis sambil melihat Sarah dari ujung kepala sampai kaki.
"Memang kenapa walau aku seorang pelayan toko roti? Apa aku sebagai pelayan toko roti merugikan mu?," tanya Sarah sambil menatap mata Bianca.
"Jangan-jangan gaya mu seperti ini karena kamu menjual diri pada Randy pemilik cafe ini," Bianca menuduh Sarah menjual diri sambil tersenyum dengan tatapan menghina pada Sarah.
Plak!!
Satu tamparan mendarat sempurna di pipinya Bianca. Sarah tak banyak bicara, sekali hati nya terluka ia akan langsung memberikan pelajaran pada mereka yang berhasil menyakiti hati nya.
"Berani kamu menamparku?!, aku akan membuat mu menyesal, Sarah!!!!," ucap Bianca dengan tangan nya mencoba meraih Khimar panjang berwarna hitam milik Sarah.
Namun tangan itu berhasil ditangkis oleh Sarah, dengan memegang tangan Bianca. Sehingga rencana Bianca ingin mempermalukan Sarah pun gagal.
Sarah mencengkeram tangan Bianca sangat kencang. Hingga terlihat ia sangat kesakitan namun sepertinya ia menahan rasa sakit itu dengan tidak menangis dan berteriak.
__ADS_1
"Ingat ya!! Jaga mulut mu dan ucapan mu!! Kalau tidak, aku bisa melakukan apa saja. Apalagi kalau hanya kamu saja!!," Ancam Sarah sambil melepaskan dengan kasar tangan Bianca yang tadi hampir merusak Khimar nya.
Randy yang saat ini sangat khawatir dengan keadaan Sarah didalam toilet, ia mondar-mandir didepan pintu toilet wanita.
Sangat lama Randy menunggu mereka berdua untuk keluar, semakin lama keluar, Randy semakin khawatir di buatnya.
Namun setelah Sarah memberi ancaman pada Bianca, akhirnya ia pun keluar dari toilet wanita.
"Sarah?!, kamu baik-baik saja?," tanya Randy dengan wajah penuh kekhawatiran pada Sarah, karena ia takut akan terjadi apa-apa didalam bersama Bianca.
"Kamu tenang ya Ran, aku sudah biasa. Jadi kamu tak perlu mengkhawatirkan aku." ucap Sarah pada Randy yang sepertinya mencari sesuatu. Dan entah apa itu, Sarah juga tak paham.
"Lagian kenapa kamu sangat khawatir padaku sampai seperti itu?, aku hanya pergi ke kamar mandi aja kok." Sarah sepertinya menutupi keberadaan Bianca didalam.
"Jujur tadi aku melihat Bianca berjalan mengikuti mu. Apa sekarang ia berada di dalam?," tanya Randy dengan rasa khawatirnya yang terlihat jelas di wajahnya.
"Iya, Bianca ada didalam sekarang." jawab Sarah pada Randy.
Lalu mereka berjalan bersama menuju mejanya tadi yang ditinggalkan oleh Randy dan Sarah. Namun disana masih ada Natasya dan pengasuh Kean.
"Tapi Bianca tak melakukan kekerasan padamu kan, Sarah?," tanya Randy sambil menatap Sarah dari atas sampai bawah.
Randy sangat takut kalau sampai terjadi apa-apa pada wanita yang ia sayangi.
Sarah yang mendengar pertanyaan dan tatapan Randy padanya, membuat ia tersenyum.
"Kenapa kamu tersenyum seperti itu, Sarah?!, kamu tahu kan kalau aku sangat khawatir pada mu?,"
"Kamu tenang saja, Ran. Aku bisa jaga diri kok." ucap Sarah menenangkan hati Randy.
Kini mereka sudah sampai di meja nya, Natasya sangat kesal pada Sarah dan Randy karena saat makan mereka meninggalkannya.
"Kalian dari mana aja, sih? tega banget ninggalin Tante sendirian!!," Natasya merajuk.
Randy menepuk jidatnya, dan Sarah tersenyum melihat tingkah Randy dan Natasya Tante nya.
__ADS_1