
Namun hal itu tidak terlalu diambil hati oleh Veni. Karena rasa cinta di dalam hati Veni kepada Awan sudah sedikit berkurang.
Veni pun bergegas berdiri dan keluar dari kamar nya. Hati Veni saat ini benar-benar sedang bahagia. Dan Veni tak memperdulikan sikap cuek yang dilakukan oleh Awan suaminya.
Veni berjalan menuju ruang tamu sambil berdendang di ikuti senyum yang bahagia.
Kebahagiaan Veni sudah seperti orang yang sedang mendapatkan lotre satu milyar saja.
"Mam kenapa senyum-senyum sendiri?," tanya Kay yang melihat Veni keluar dari kamar yang berdendang di ikuti senyum bahagia.
"Sstttttttt, kamu anak kecil. Jadi tidak boleh ikut campur." jawab Veni sambil menaruh jari telunjuk nya di depan bibir nya.
Kay yang melihat dan mendengar apa yang dikatakan Veni pun langsung terdiam, tidak ada lagi pertanyaan yang keluar dari mulut kecil Kay.
Dan Veni melanjutkan berjalan menuju ruang tamu dengan tetap berdendang.
Sangat terlihat jelas kalau saat ini Veni benar-benar bahagia.
"Aku sangat penasaran dengan berita yang sudah viral itu." ucap Veni sambil tersenyum miring.
Lalu Veni menatap layar handphone nya dengan mulut yang masih berkomat-kamit mendendangkan lagu yang dari tadi ia nyanyikan.
Dengan segera Veni membuka aplikasi Facebook nya. Ia langsung menuju unggahan foto Sarah yang tadi pagi ia post.
Betapa terkejutnya ia, saat melihat ribuan komentar di unggahan nya itu. Dan sudah beberapa ratus unggahan itu di bagikan oleh akun-akun Facebook orang lain.
Veni sangat bangga dengan itu, ia merasa tujuan nya selama ini sudah tercapai.
__ADS_1
"Sekarang saat nya kamu tersingkir, Sarah!!!," gumam Veni dengan senyum licik nya.
"Hebat juga netizen Indonesia, gercep sekali kalau urusan pelakor." lanjut Veni bergumam.
Lalu Veni mencoba membuka komentar-komentar yang ada di unggahan itu, ia membaca satu persatu komentar yang sudah ribuan itu. Namun ia hanya membaca beberapa saja, karena Veni tak mampu kalau harus membaca semua komentar yang masuk.
Banyak komentar yang menghujat Sarah. Namun tak sedikit pula komentar yang membela Sarah.
Namun yang membuat Veni kaget adalah banyak komentar yang menyebut bahwa Sarah itu adalah pemilik toko roti SKcake yang terkenal di kota ini.
Dan tak sedikit pula yang berkomentar kalau Sarah juga seorang penulis novel yang sudah berpenghasilan ratusan juta di salah satu platform novel online.
Veni pun menutup mulutnya yang ternganga karena kaget dengan komentar-komentar netizen itu.
"Tidak mungkin, kalau Sarah itu pemilik toko roti yang terkenal itu. Aku yakin itu hanya akal-akalan Sarah aja." gumam Veni seperti menolak kenyataan.
"Nggak mungkin Sarah itu pemilik toko roti itu, karena Sarah hanya wanita dari kampung. Lagian masa sih hanya menulis novel online saja bisa menghasilkan ratusan juta." Veni mencoba menghibur dan menepis ketakutan nya, kalau Sarah benar-benar pemilik toko roti itu.
"Dasar tak tau malu, bisa-bisanya mengaku pemilik toko roti itu. Dan aku rasa juga tidak mungkin kalau Sarah bisa menjadi seorang penulis. Karena ia perempuan dari kampung. Mana bisa dia mengolah kata dengan baik, sedangkan aku yang berpendidikan S1 saja aku tak mampu untuk merangkai kata." gumam Veni menghibur pikiran nya sendiri.
Veni mencoba menepis pikirannya sendiri, Veni takut kalau yang diomongkan netizen tentang Sarah itu benar.
Kini Veni juga membaca beberapa komentar yang lain. Dan tidak sedikit pula komentar yang juga menyalahkan tindakan Veni yang sudah berani memposting foto orang lain dengan caption yang menjatuhkan.
"Aku akan benar-benar membuat Sarah jatuh, agar dia tidak bisa macam-macam dengan mencoba merayu Bima lagi." gumam Veni yang terus menyalahkan Sarah. Padahal Bima lah yang selalu meminta Sarah agar mau di ajak untuk rujuk.
Lalu muncullah satu ide di otak Veni, dan Veni pun segera memencet tombol panggilan masuk. Dan Veni mencari nomor orang yang telah menelpon nya tadi.
__ADS_1
"Halo, aku ingin berbicara dengan Sarah. Apakah kamu bisa memberikan handphone itu pada Sarah," ucap Veni tak punya sopan satun sama sekali, saat panggilan telepon nya sudah terhubung dengan orang yang di kira pemilik roti SKcake.
"Apa anda tidak pernah diajarkan sopan santun oleh kedua orang tua anda?," jawab Sarah dari balik panggilan seluler nya.
"Jangan bawa-bawa orang tua ya!!, ini semua tidak ada urusan nya dengan kedua ku. Sekarang dengar dan lakukan apa yang aku perintahkan tadi!!," Veni semakin tak punya sopan santun. Sikapnya tidak menunjukkan orang yang berpendidikan tinggi seperti yang ia bilang.
""Memang apa yang kamu perintahkan padaku?!," Sarah bertanya lagi pada Veni. Dan itu membuat Veni semakin marah pada Sarah yang masih di kira bos pemilik toko roti itu.
"Kamu ini benar-benar tuli ya!!!, padahal aku sudah bicara dengan sangat jelas!!," ucap Veni dengan nada tinggi.
"Sekarang handphone yang kamu pegang, berikan pada wanita kampungan itu!!!," Veni sudah seperti orang tak berpendidikan saja. Sikap nya sudah seperti berandalan, yang suka memerintah orang lain.
"Bicaralah, aku akan mendengar ucapan mu dengan seksama!!," jawab Sarah dengan santai.
"Kamu orang lain, jadi kamu tak usah ikut campur!!!," ucap Veni yang tak terima dengan apa yang sudah Sarah katakan lewat sambungan selulernya itu.
"Aku ini Sarah?!," jawab Sarah pada Veni.
"Hah?, sejak kapan seorang pelayan sudah berani mengangkat telepon milik bos nya itu. Memang dasar orang kampung, mana tau kamu tentang atitude." ucap Veni yang tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sarah tadi.
"Terserah kamu, mbak!!, kamu mau percaya atau tidak, itu urusan mu dan bukan urusan ku."
" Kalau memang sudah tidak ada yang penting untuk di bicarakan. Aku akan menutup panggilan telepon ini," ucap Sarah memperingatkan Veni.
"Dan sebelum aku menutup telepon ini, aku minta kamu segera menghapus unggahan foto itu, mbak!!!!. Sebelum aku melakukan hal-hal yang tak kamu inginkan." ancam Sarah.
"Waah... Berani sekali kamu mengancamku!!!," jawab Veni.
__ADS_1
"Kenapa tidak, mbak?!!, aku berani karena aku merasa di jalur yang benar." ucap Sarah.
"Aku beri waktu satu kali dua puluh empat jam untuk menghapus postingan mu itu, mbak. Dan kalau kamu tidak mau, aku akan membawa kasus ini ke jalur hukum!!," ancaman Sarah bukan hanya isapan jempol saja. Karena Sarah sudah merencanakan semua dengan sangat matang.