DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Pernikahan Berganti Peperangan


__ADS_3

Saat kulirik kearah Bianca, ternyata ia juga memandang ku dengan tatapan penuh ejekan.


uh... ingin sekali aku menonjok wajah cantiknya itu. Ketika ingat dengan apa yang ia lakukan pada ku.


Mas Damar berjalan lewat depan ku yang berdiri, dan seketika gundiknya berjalan dengan cepat menyejajarkan dirinya dengan mas Damar. Lalu menggandeng tangan mas Damar.


"Sarah...." Mas Damar menyapaku.


Aku hanya tersenyum getir dan langsung membuang muka.


Niat sekali perempuan itu membuat aku cemburu, jujur aku tak cemburu tapi hanya sakit hati dengan semua perlakuan mas Damar di belakang ku.


Mas Damar duduk di depan pak penghulu, ia menjadi wali nikah untuk adik nya.


Sedangkan Lidya duduk di belakang mas Damar di dampingi teman nya yang di sebut-sebut nama nya Diana.


"Ini anak mu ya jeng?, Duh cantik nya. Pasti calon suami nya tampan." ucap salah satu teman sosialita mantan mama mertua.


"Duh kamu beruntung loh, bentar lagi punya menantu pemilik perusahaan besar," ucap salah satu teman mantan mama mertua lagi yang dipanggil jeng Sonya.


"Jeng Sonya bisa aja, menantuku dua-duanya memang kaya raya semua." ucap mantan mama mertua membanggakan kedua menantunya.


"Oo.. jeng Linda juga punya menantu lagi?," tanya teman yang lain nya.


"Iya, jeng. Ini menantu perempuan ku, sudah cantik kaya raya pula." ucap mantan mama mertua sambil melirik ku.


"Duuhh hidup jeng Linda sempurna banget ya, punya anak ganteng dan cantik. Menantunya juga cantik banget kaya pula. Jadi penasaran aku sama calon menantunya yang ini," ucap jeng Sonya.


Dari ke tujuh tamu sosialita mama mantan mertua, Jeng Sonya yang kelihatan berpengaruh. Sepertinya ia penggerak gank squad ini dan yang pasti nya dia yang lebih kaya.


"Jeng Linda, sibuk ya sibuk. Tapi jangan sampai lupa sama yang disebelah ku ini. Kasian dari tadi manyun terus, karena di cuekin sama jeng Linda." ucap Salah satu teman mantan mama mertua yang dipanggil jeng Risma itu sambil bisik-bisik. Jeng Risma berucap sambil melirik kan mata nya kearah pria mudah yang tampan itu.


Jangan-jangan dia..... Duh kenapa pikiran ku traveling ke mana-mana.


Kulihat wajah mantan mama mertua pun merona merah saat memandang laki mudah itu. Seperti, ah... susah sekali aku menjabarkan nya.


Lalu ku alih kan pikiran ku pada yang lain, kini semua yang datang sedang menunggu mempelai pria nya.


Lalu lelaki muda yang duduk di samping jeng Sonya berbisik, jeng Sonya langsung memanggil mantan mama mertua. Mantan mama mertua pun mendatangi keduanya. Lalu mama berdiri dan berjalan kebelakang di ikuti lelaki muda itu.


"Bu, coba Bu Sarah cek dulu dibelakang. Apa sudah sempurna penataan makanan nya," Reni berbisik kepada ku.


Aku pun beranjak ke belakang untuk melihat hidangan yang sudah ditata dengan rapi oleh para karyawan ku dan karyawan pak Randy.


Dibelakang saat ini hanya ada aku, karyawan lain sedang membereskan alat yang tak terpakai untuk ditaruh di mobil.


"Suara apa itu? seperti suara orang yang sedang...... ah apa-apaan otak ku ini," ucap ku dalam hati.


Tapi karena aku penasaran dengan suara yang seperti suara orang yang sedang melepaskan....


Aku pun bergegas berjalan menuju sumber suara itu, dan saat aku lihat ternyata....


"Astaghfirullah....," ucapku sambil menutup mulut ini.


Pemandangan apa yang aku lihat ini?...


Dengan pelan aku menepuk pipi ku, dan itu terasa sakit. Berarti yang aku lihat didepan mata ini bukan lah sebuah mimpi.


Kiamat benar-benar sudah dekat, lelaki muda yang tampan itu ternyata berondong nya mantan mama mertua.


Saat ini yang kulihat mereka berdua sedang berciuman bibir di depan pintu kamar mandi.


Karena takut pengintipan ku diketahui, dengan pelan aku berjalan kembali kedepan.

__ADS_1


Kuambil nafas lewat hidung dan ku keluarkan lewat mulut. Setelah kurasa semua rasa di dada ini sudah tertata seperti semula, sebelum aku melihat dua orang beda usia itu bertukar saliva. Aku pun segera keluar dan kembali berdiri di samping pak Randy.


Setelah beberapa menit dua orang tua muda itu pun akhirnya keluar dan kembali ketempat masing-masing.


Namun sampai dua jam pengantin pria pun masih belum datang, semua tamu yang datang saling berpandangan dan berbisik-bisik.


Terlihat wajah mantan mama mertua memerah entah karena malu atau marah. Lalu mama mertua mendatangi Lidya yang duduk dibelakang mas Damar. Lalu menyeretnya kebelakang, Lidya yang saat ini memakai jarik terlihat sangat susah untuk berjalan dengan cepat.


"Kenapa pak Anton belum juga datang, Lid?," tanya mantan mama mertua bisik-bisik, mungkin takut kedengaran orang lain. Tapi nyatanya aku masih bisa mendengar nya.


"Lidya juga nggak tau, ma. Coba Lidya hubungi dulu." Ku lihat Lidya mencari kontak pak Anton di hp yang ia pegang saat ini.


"Jangan sampai ia bikin malu keluarga kita, kalau sampai itu terjadi aku bakal menaruh gelas di perut gendut nya itu," terlihat bibir mantan mama mertua komat kamit memberi ancaman.


"Belum diangkat, Ma." Terlihat wajah Lidya sangat cemas.


"Pak, kamu dimana?, kenapa belum datang juga?."


Sepertinya telepon Lidya sudah diangkat oleh calon suaminya. Terlihat Lidya marah-marah dan penuh ancaman.


Tak sengaja ku buang pandangan kearah tamu yang berkumpul, kulihat mas Damar memandang ku seperti tak berkedip.


Lalu aku alihkan pandangan ku pada yang lain. Aku tak mau cari keributan disini, taku si gundik marah-marah, karena kalau gundik itu marah-marah yang ada seisi rumah bisa mengeroyok ku.


Akhirnya telepon Lidya ditutup dan ia kembali ke tempat duduknya semula, yaitu di belakang mas Damar dan disamping temannya yaitu Diana.


Lalu Diana terlihat berbisik pada Lidya lalu ia beranjak dari tempat duduk nya. Mungkin Diana pamitan ingin kekamar mandi. Sudah kuduga memang Diana berjalan kebelakang kearah kamar mandi yang beras di samping dapur.


Beberapa menit kemudian ada yang datang tapi....


kenapa yang datang orang yang sudah tua? masak iya itu calon suami Lidya?...


Ah.. mana mungkin, dari cara berpakaian nya tidak menunjukkan kalau dia dari kalangan pemilik perusahaan. Tapi kita tidak boleh melihat semua nya dari cover, siapa tau kalau memang dia orang kaya raya tapi penampilan sederhana. Banyak juga kok orang seperti itu, pikirku.


Karena saat kulihat wajah Lidya sangat lega setelah lelaki itu datang.


Akhirnya lelaki itu duduk disamping mas Damar, dan mas Damar berpindah duduk nya disamping penghulu. Tepat nya berhadapan langsung dengan lelaki gendut dan berkumis itu. Yang aku baru tau ternyata namanya pak Anton.


Akad pun segera di mulai, Lidya duduk disamping lelaki pujaan hati nya itu. Pak Anton terlihat berpakaian sederhana. Hanya celana berwarna hitam dan kemeja berwarna putih. Dengan rambut yang sedikit agak botak di depan.


Mas Damar dan pak Anton saling berjabat tangan dan itu tandanya akad akan di mulai.


Setelah mas Damar selesai mengucapkan ijab. Dan pak Anton akan mengucap Qobul.


Tiba-tiba dari belakang.....


"Papa.....!!!!!!!," Teriak Diana sangat keras sekali dengan wajah penuh emosi.


Seketika semua pandangan tamu undangan tertuju pada sumber suara itu, yaitu Diana.


"Jadi lelaki yang menghamili Lidya saat ini adalah papa?!," Diana terlihat sangat emosi.


"Diana?," ucap pak Anton dengan wajah penuh kecemasan.


"Ternyata kamu perempuan ****** ya, Lid!!!! Bisa-bisanya kamu menikah dengan papa ku!! Diana sangat emosi, dan ia langsung berjalan menuju Lidya yang saat itu juga sedang kaget mendengar apa yang Diana ucapkan.


Namun Diana tak peduli tentang itu, Diana langsung menjambak rambut Lidya yang memakai sanggul dan konde itu.


Lidya yang kesakitan itu langsung teriak. Namun Lidya tak bisa apa-apa, mau melawan Diana ia tak bisa berdiri dengan cepat. Karena Lidya saat ini memakai jarik batik berwarna hitam kombinasi putih.


Tau anak nya sedang kesakitan karena ulah anak dari calon menantu nya itu. Mantan mama mertua pun tak mau tinggal diam.


Mantan mama mertua langsung menarik rambut Diana Sari belakang. Dan seketika jambakan rambut Lidya terlepas dari tangan Diana.

__ADS_1


Kini berganti musuh, Diana tak mau kalah. Diana langsung membalikkan badannya kearah mantan mama mertua. Lalu ia mencakar cakar wajah mantan mama mertua yang saat ini memakai dempul yang agak tebal.


Tapi tunggu sebentar, kenapa dengan brondong mantan mama mertua? Kenapa ia tersenyum senyum dengan memegang hp? Dan sepertinya mata kamera handphone nya tertuju pada kedua manusia yang saling bercakar-cakaran ini.


Jangan-jangan dia sedang merekam perang dunia ke dua ini?. Sepertinya ia sangat menikmati peperangan ini.


Mas Damar dan pak Anton sangat kewalahan melerai kedua wanita lintas usia ini. Tenaga mantan mama mertua sangat kuat, ia terlihat tak mau kalah sama Linda.


Dan para tamu undangan pun sudah banyak yang bubar, mereka bubar dengan saling bisik-bisik. Sudah dipastikan kejadian ini akan menjadi tranding topik selama seminggu kedepan. Bisa jadi sebulan kedepan atau setahun kedepan, ya....kita lihat saja nanti.


Kini tamu undangan hanya tinggal beberapa teman sosialita mantan mama mertua dan pria brondong simpanan nya, yang terlihat sedang asik merekam peperangan ini.


Setelah dua orang itu terlerai, dan di dekap masing-masing kubu. Mas Damar mendekap mama nya dan pak Anton mendekap Diana yang di duga dia adalah anak dari calon suami Lidya.


"Sekarang kita pulang, pa!!!!!!," ucap Diana dengan menarik tangan pak Anton.


"Enak saja kamu mengajak calon suami ku pulang, aku harus tetap menikah dengan dia. Karena saat ini aku sedang mengandung anak nya!!!," ucap lantang Lidya.


Pengakuan Lidya membuat para tamu yang tersisa terkejut. Aku pun terkejut mendengar nya. Bisa-bisanya ia hamil dengan suami orang.


"Ingat ya, sampai mati pun aku tak rela kalau papa ku menikah dengan perempuan murahan seperti kamu!!! Lagian kamu sama mama ku tak ada apa-apa ya!!!!," ucap Diana sambil menunjuk Lidya.


"Dan satu lagi, bukan nya kemarin kamu bilang, kalau kamu bingung siapa ayah dari janin yang kamu kandung itu? Trus kamu juga bilang kalau kamu mencari yang sudah mapan untuk kamu jadikan bapak?! Jadi kamu memilih papa ku untuk jadi bapak dari janin itu??? Kamu kira papa ku kaya? Asal kamu tau, semua aset kekayaan keluarga ku atas nama mama ku. Jadi kalau pun kamu nikah sama papa ku, kupastikan kalian berdua akan menjadi gembel!!!!!," Ucap Diana dengan lantang nya.


Semua orang pun mendengar apa yang diucapkan Diana. Dan bisik-bisik itu sedikit terdengar.


"Jadi calon menantu jeng Linda ini sudah punya istri dan anak sebesar ini? jadi dia tidak kaya?," Celetuk teman mantan mama mertua yang dari tadi dipanggil jeng Sonya ini. Terlihat wajah jeng Sonya saat ini seperti ilfeel.


"Sekarang papa ikut Diana pulang atau menetap di sini dan menikah dengan perempuan murahan itu?!, Aku yakin apa konsekuensinya kalau papa menikah dengan perempuan ****** itu!!," Lalu Diana berjalan keluar.


Jadi penasaran apa yang akan dilakukan oleh lelaki tua yang gendut itu, apakah ia mengikuti anak nya atau dia akan meneruskan akad nikah ini.


Dan ternyata lelaki itu....


Dia pergi mengikuti Diana anak nya. Sepertinya dia takut kalau harus menjadi gembel seperti yang dikatakan oleh Diana anak nya.


"Eh jeng Linda ternyata anak mu hamidun duluan ya?, Duh kok malu-maluin sih." ucap salah satu teman sosialita nya mantan mama mertua.


"Tau gitu, tadi aku nggak datang ke acara ini. Sudah memalukan, masih tekor bandar pula." sahut teman satu nya.


"Mending kita pulang saja, disini cuma buang-buang waktu saja. Mana perut sudah lapar," teman satunya menimpali.


Lalu mereka berlima bersama lelaki muda itu saling berbisik, dan yang dipanggil dengan jeng Sonya pun akhirnya berdiri. Ia berjalan kearah mantan mama mertua.


"Jeng Linda dengan sangat berat hati, kami mau mengambil kembali amplop yang sudah kamu berikan tadi," jeng Sonya berucap to the point


, tanpa basa-basi.


"Ta tapi jeng.....," ucap mantan mama mertua dengan wajah kaget nya.


"Kami nggak mau tau ya jeng, kamu harus mengembalikan amplop-amplop itu. Karena aku sudah rugi waktu dengan pernikahan yang gagal ini!!," ucap jeng Sonya lagi.


"Aku juga rugi banyak, jeng!!! Mana catering dan dekorasi juga tak murah!!!," ucap mantan mama mertua tak mau kalah.


"Kalau itu ya bukan urusan kami!!!, Lagian kamu, sudah tau suami orang, tapi masih aja akan kamu nikahkan dengan anak mu!! Sekarang kamu kembali kan amplop itu!!,"


Lalu dengan terpaksa mantan mama mertua mengeluarkan beberapa amplop dari dalam bajunya.


Jeng Sonya pun dengan semangat menyambar lima amplop ditangan mantan mama mertua.


Lalu ia membagikan nya kepada teman-teman squad nya. Dan mereka berlima dengan di ikuti berondong simpanan mantan mama mertua itu ikut berjalan.


Dan aneh nya brondong milik mantan mama mertua itu pergi kearah mantan mama mertua yang menjadi kekasih gelap nya.

__ADS_1


"Sabar ya, Tan. Sekarang Renald pulang dulu. Nanti Renald hubungi Tante," lalu lelaki mudah yang bernama Renald itu pergi meninggalkan mantan mama mertua yang sedang bersedih.


__ADS_2