DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
#316


__ADS_3

"Amma, Kean takut sekali dengan Tante itu. Kean tak mau bertemu lagi dengan Tante itu." rengek Kean.


"Sama Tante, Kay juga takut sama mama nya kak Putri." sahut Kay.


Sarah pun langsung memeluk kedua tubuh mungil itu. Pelukan Sarah memberikan ketenangan di hati kedua anak itu yang sedang ketakutan.


"Sekarang kalian sudah tidak boleh takut. Kan Tante Areta sudah tidak ada lagi disini. Walau pun ada, kalian juga tidak boleh takut, kan sudah ada amma yang akan selalu menjaga kalian." ucap Sarah membujuk dua anak kecil yang berada di pelukan nya itu.


"Kenapa mama nya kak Putri jahat seperti itu ya Tante?," tanya Kay dengan polosnya.


"Lebih baik kita makan ini aja, dari pada bahas orang lain nanti dosa loh." Sarah mencoba mengalihkan pembicaraan dua anak kecil yang saat ini masih terlihat ketakutan itu. Sarah mengangkat paper bag yang berisi beberapa kue yang sengaja Sarah bawa tadi dari outlet nya.


"Waah... Iya Tante. Kay sudah pingin dari tadi." sahut Kay dengan wajah yang penuh kebahagiaan, dan sesekali ia menelan air liurnya. Itu menandakan kalau dia memang benar-benar menginginkan kue-kue itu.


"Kean hampir lupa, kalau amma bawa bolu coklat kesukaan ku." ucap Kean dengan wajah yang penuh keinginan untuk makan bolu coklat favorit nya.


Dan Sarah pun memberikan satu-satu pada Kean dan Kay.


Mereka berdua sangat menikmati kue-kue yang dibawa oleh Sarah.


"Ternyata untuk selera makanan, kamu tak jauh beda dengan ayah mu, nak." gumam Sarah dalam hati sambil memandang lekat pada Kean yang sedang menikmati bolu coklat. Sarah memandang dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.


Sekilas ia teringat pada Damar yang selalu kurang-kurang kalau. memakan bolu coklat buatan nya.


"Dimana sekarang kamu, mas?, apa kamu tak pernah rindu pada darah daging mu?," ucap Sarah dalam hati, sambil terus menatap Kean yang sedang asyik makan kue bikinan Sarah itu.


"Namun untungnya, Kean tak pernah menanyakan keberadaan mu, mas Damar. Jadi aku tak perlu menyiapkan jawaban yang pastinya aku bingung akan menjawab nya apa. Karena saat ini kau tak pernah tau keberadaan mu dan keadaan mu." Sarah masih bicara di dalam hati nya. Karena semata-mata ia lakukan agar Kean tak mendengar nya.


"Tante, Kay ingin pulang, Kay ingin bertemu mami." tiba-tiba suara Kay membuyarkan lamunan Sarah.


"Iya Kay, kenapa?," tanya Sarah yang secara spontan bertanya pada Kay. Karena Sarah tak begitu mendengar apa yang dikatakan oleh Kay.


"Kay, mau pulang aja Tante." jawab Kay dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Loh, bukannya Kay mau bermain bareng Kean lagi dirumah Kean?," ucap Sarah. Sarah juga ikut sedih melihat wajah Kay yang terlihat sedang sedih.


"Tapi, Kay takut terjadi apa-apa sama mami. Kay mau bersama mami aja." ucap Kay dengan polosnya sambil menundukkan wajahnya, terlihat sekali ada kesedihan di wajah Kay.


"Bagaimana kalau Kay main dulu dirumah Tante, kita makan malam bersama dirumah Tante. Lalu Tante akan mengantarkan pulang Kay. Biar Kay bisa bertemu mami." Sarah mencoba membujuk Kay, agar ia punya waktu untuk mencari tau keberadaan Veni saat ini.


"Tapi, Tante janji kan mau antar Kay pulang setelah makan malam?," tanya Kay pada Sarah untuk menyakinkan dirinya.


"Tante janji akan mengantarkan Kay setelah makan malam." jawab Sarah dengan senyum keyakinan. Ia sengaja melakukan itu, agar Kay tidak sedih dan Sarah takut Kay akan berfikir macam-macam tentang mami nya.


"Baiklah, Kay ikut Tante sekarang." jawab Kay dengan senyum yang kembali ceria. Dan raut wajah sedih Kay saat ini telah berubah menjadi wajah yang penuh dengan kebahagiaan.


"Okey," sahut Sarah, lalu Sarah memeluk kedua anak kecil yang berada di samping nya.


Dan akhirnya sampai lah mereka bertiga dirumah Sarah.


"Sekarang kita turun ya, karena kita sudah sampai." ucap Sarah pada Kean dan Kay.


"Terimakasih, pak " ucap Sarah, Lalau berjalan meninggalkan taksi online yang telah mengantarkan nya pulang.


"Ayo Kay, kita masuk." ajak Kean sambil menarik lembut tangan Kay.


Kay pun mengikuti Kean yang berjalan masuk kedalam halaman rumahnya.


Sarah hanya tersenyum bahagia melihat kedekatan anaknya dengan teman nya itu. Sarah sangat bangga pada Kean, karena dia selalu bersikap baik pada semua teman-teman nya. Seperti yang saat ini ia lakukan pada Kay.


"Aku hampir lupa, padahal dari tadi aku ingin menghubungi mbak Veni, untuk menanyakan keberadaan nya sekarang." gumam Sarah sambil merogoh tas yang ia taruh di atas meja riasnya.


Sarah pun mengetik pesan singkat pada Veni, Sarah berkata kalau saat ini Kay sedang mencari nya. Dan tak lupa Sarah menanyakan keberadaan nya.


Sambil menunggu balasan pesan dari Veni, Sarah keluar kamar menuju Kean dan Kay yang sedang bermain di depan televisi.


"Kay, mandi dulu gih!," ucap Sarah menyuruh Kay untuk mandi sambil menyodorkan tas yang berisi baju ganti nya.

__ADS_1


"Ini apa, Tante?," tanya Kay sambil menerima pemberian amma nya Kean itu.


"Itu baju ganti untuk kamu, jadi sekarang kamu mandi ya. Di dalam situ sudah lengkap dengan semua keperluan kamu sayang." ucap Sarah. Sengaja waktu ia di mall tadi untuk membeli semua kebutuhan Kay. Agar dia tak bingung untuk ganti pakaian setelah mandi. Karena di rumah Sarah, tak ada anak kecil perempuan yang seumuran Kay.


"Baik Tante, terimakasih ya." ucap Kay sambil tersenyum manis pada Sarah.


Lalu ia berjalan menuju kamar mandi, dengan diantar oleh Kean.


"Kean!!!," panggil Sarah pada anaknya yang saat ini sedang mengantar Kay kekamar mandi.


"Iya, ma?," sahut Kean sambil menoleh ke arah Sarah yang masih berdiri di ruang televisi itu.


"Setelah Kay mandi, jangan lupa Kean juga mandi sekalian ya?, karena hari Uda semakin sore." jawab Sarah.


"Siap amma," jawab Kean sambil mengangkat tangannya dan menaruhnya di kepada depan bagian kanan.


Sarah pun mengacungkan dua jempol tangan nya kearah Kean. Dan Kean membalas dengan senyuman yang sangat manis.


Meleleh sekali hari Sarah dengan seketika, saat ia mendapat senyuman paling manis dari anak semata wayangnya itu.


Sarah mengikuti mereka berdua dari belakang z karena memang tujuan Sarah ingin kedapur untuk membantu ibu nya masak makan malam nanti. Yang kebetulan, letak kamar mandinya satu ruangan dengan dapur.


"Lagi masak apa, Bu?," tanya Sarah pada ibunya.


"Lagi bikin ayam crispy kesukaan Kean, Sarah." jawab ibu sambil tangan nya terus mengerjakan pekerjaannya.


"Kebetulan sekali, Bu. Sedari tadi Kean memang sangat ingin makan ayam crispy." ucap Sarah.


Sarah pun ikut membantu mencuci dan memarinasi ayam yang sudah di bersihkan itu.


"Lebih baik kamu mandi juga, Sarah. Biar ibu yang masak. Bukannya kamu juga capek?," tanya ibu pada Sarah.


Sarah pun mengikuti apa yang di katakan ibu nya. Lalu ia berjalan kekamar nya untuk mandi membersihkan tubuhnya. Karena memang yang di katakan ibu nya itu benar. Tubuh Sarah saat ingin sangat capek sekali.

__ADS_1


__ADS_2