DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Sikap Natasya


__ADS_3

Akhirnya Randy dan Sarah pun turun dari mobil, Sarah turun untuk pindah posisi kedepan mengganti Randy.


Dan Randy turun untuk masuk kedalam rumahnya, Randy tak lupa menawarkan Sarah untuk masuk kedalam rumah nya untuk sekedar minum teh.


Namun Sarah menolaknya, selain hari memang sudah sore. Sarah juga ada rasa malu dan canggung kalau harus masuk dan mampir dirumah Randy.


Saat Randy melangkahkan kaki ke depan pintu rumah, Kean yang melihatnya pun langsung menangis.


"Kean kenapa, nak?," tanya Sarah sambil mencoba menghentikan tangisan anak lelakinya itu.


"O...om...o..om," ucap Kean yang tak begitu jelas, karena ia masih belajar bicara menggabungkan beberapa suku kata. Ia juga berkata sambil menunjuk Randy yang berjalan membelakangi nya.


"Iya... om Randy mau pulang. Dan kita juga harus pulang. Besok-besok kita main lagi bareng om Randy ya...?." Sarah mencoba membujuk Kean agar tak menangis lagi.


Namun apa yang dilakukan Sarah hanya sia-sia. Bukannya Kean tenang, malah ia menangis lebih keras lagi.


Randy yang mendengar tangisan Kean pun akhirnya menghentikan langkahnya dan langsung membalikkan badannya.


Yang seharusnya ia sudah masuk rumah, kini ia berbalik badan dan berjalan menuju Kean yang sedang menangis sambil memanggil-manggil nya.


"oo... om..oo..om...oo..om..oo..om." Kean terus menangis sambil memanggil Randy dan menunjuk Randy.


Randy yang melihat itu segera berlari kearah Kean. Tanpa disuruh ia langsung mengangkat Kean dari pangkuan suster pengasuhnya.


"Oo...om... oo..om..oo..om." panggil Kean sambil tersenyum saat Randy menggendong nya.


"Iya sayang, Kean sekarang sudah sama om. Kean nggak boleh nangis lagi ya..." ucap Randy sambil mencolek hidung mancung anak lelaki Sarah itu.


Kean pun langsung memeluk Randy sangat erat, seakan ia tak mau ditinggalkan lagi.


"Kean, om Randy hari ini sedang sibuk. Jadi kita pulang ya. Besok-besok kita main lagi bareng om Randy." Sarah mencoba membujuk Kean agar mau diajak pulang.


Kean pun menggelengkan kepala nya, yang artinya ia tak mau diajak pulang.


"Biarlah dia bersama ku sebentar, Sarah. Mending kita masuk aja dulu, nunggu Kean tenang baru kamu ajak pulang." Randy mengajak Sarah dan pengasuh nya itu masuk.

__ADS_1


Kali ini Sarah tak bisa menolak ajakan Randy untuk mampir kerumahnya karena Kean yang tak mau diajak pulang. Akhirnya ia masuk kerumah Randy dan di ikuti oleh pengasuh Kean.


Pikiran Sarah sedikit tenang karena ia tak sendiri, masih ada pengasuh Kean yang menemani nya didalam.


Sarah di persilahkan duduk disofa ruang tamu yang cukup besar dan mewah. Sedangkan Kean digendong kedalam oleh Randy.


"Rumahnya bagus dan besar ya, Bu?," Pengasuh Kean terlihat takjub pada rumah Randy. Tak henti-hentinya ia mengedarkan pandangan nya keseluruh sudut ruangan.


Memang sih ini tak sopan, tapi bagaimana lagi. Mungkin baru kali ini pengasuh Kean melihat rumah sebagus itu.


"Kalau aku punya rumah dikampung seperti ini, pasti orang akan menyanjung aku dan keluarga ku," ucap pengasuh Kean sambil tersenyum yang ditutup dengan telapak tangan nya.


Aku hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat dan mendengar tingkah serta ucapan nya yang konyol itu.


"Semoga saja Bu Sarah dan pak Randy berjodoh ya..., soalnya ibu dan bapak cocok banget," lagi-lagi ucapan pengasuh Kean membuat Sarah membulatkan matanya. Untung saja suaranya tak begitu keras jadi hanya Sarah saja yang mendengarkan nya.


Randy keluar dengan menggendong Kean. Kean terlihat bahagia saat membawa hadiah dari Randy.


"Ama... Ama...," Kean memanggil Sarah sambil menunjukkan mainan besar yang ia bawa.


Memang Kean masih belum bisa bicara dengan lancar, ia menunjuk Randy yang sedang berdiri dibelakang nya.


"oh... itu Kean dikasih mainan sama om Randy?," Sarah mengerti akan maksud yang dikatakan anaknya itu.


Randy yang melihat semua itu hanya tersenyum gemas pada Kean yang memang lucu sekali.


"Kalau begitu sekarang Kean bilang terimakasih pada om Randy, dan kita pulang ya...," bujuk Sarah pada Kean.


Namun lagi-lagi Kean menolaknya, ia langsung berlari pada Randy yang sedang berdiri di belakang nya. Randy tersenyum sangat bahagia melihat tingkah laku Kean padanya. Seakan-akan ia adalah ayah kandungnya.


"Seandainya kamu menjadi anakku yang sebenar-benarnya, aku akan sangat bahagia," ucap Randy dalam hati dengan memandang wajah Kean.


Kean berlari masuk kedalam ruang keluarga, ia bermain-main di depan televisi.


Dan pengasuh Kean langsung berlari untuk menemani nya bermain.

__ADS_1


Dan Randy pun duduk berhadapan dengan Sarah. Mereka mengobrol bertukar pikiran tentang pekerjaan dan sedikit basa-basi untuk menghilangkan kecanggungan pada diri mereka berdua.


"Tante Natasya datang," ucap Randy saat mendengar bunyi mobilnya masuk kedalam halaman rumahnya dan berhenti di garasi rumahnya.


Benar saja apa yang diucapkan oleh Randy, karena tak menunggu lama Natasya tantenya itu membuka pintu tanpa salam. Mungkin ia terbiasa di Inggris tak pernah pakai salam.


Tapi setidaknya ia permisi dulu kalau mau masuk, bukan malah langsung nyelonong masuk tanpa pedulikan Sarah yang sudah terlihat jelas duduk di sofa tamu.


"Tante sudah pulang?," tanya Randy.


"Iya, Ran. Tante capek," jawab Natasya sambil memandang sedikit sinis pada Sarah.


Sarah yang mengetahui kalau ia ditatap, Sarah pun menganggukkan kepalanya.


Namun Natasya membuang pandangan nya ke yang lain.


Sarah begitu kaget pada sikap Natasya Tante nya Randy itu, karena tadi waktu dicafe dia masih terlihat baik. Tapi kenapa sekarang ia berubah?.


Randy pun merasakan apa yang dirasa oleh Sarah. Ia melihat ada perubahan pada tantenya itu.


"Tante mau kemana? Disini aja dulu, itu ada Sarah." ucap Randy pada Natasya, ia memberi tahu bahwa disini sekarang ada Sarah.


Namun Natasya tetap melangkah kedalam tak menghiraukan Sarah sama sekali.


"Mungkin dia sedang capek, Sar. Jadi jangan kamu ambil hati nya tentang sikapnya tadi," ucap Randy seperti tak enak hati pada Sarah atas sikap Natasya tadi.


Sarah hanya mengangguk dan tersenyum pada Randy. Bisa jadi memang saat ini Natasya sedang banyak pikiran sehingga membuat badmood.


"Hey, kenapa semua berantakan seperti ini sih?!!!," teriak Natasya saat melewati ruang keluarga. Ia melihat banyak mainan berserakan disana.


Sarah yang mendengar teriakkan Natasya pun langsung berlari kedalam untuk melihat keadaan Kean yang sedang bermain bersama pengasuh nya.


"Kean?!," Sarah sangat kaget melihat sikap Natasya pada Kean anak nya.


Natasya terlihat melotot pada Kean, sehingga Kean sangat ketakutan dan langsung memeluk pengasuh nya

__ADS_1


"Ada apa Tante?," tanya Randy.


__ADS_2