DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Menjadi Tontonan


__ADS_3

"Ingat ya, kamu tak akan dapat harta Bima sepeser pun dari pernikahan ini. Jadi jangan buat capek dirimu untuk menuntut harta Bima dengan dalih harta gono-gini!!!," ucapan ibu nya mas Bima yang sudah menjadi mantan mertua ini dengan sangat jelas dan keras.


Sehingga para tetangga di komplek ini keluar semua dari rumah nya, mungkin mereka mendengar suara kegaduhan yang bersumber di rumah ku.


Jujur aku sangat malu dengan hal ini. Aku tak ingin masalah rumah tangga ku menjadi konsumsi masyarakat. Apalagi di lingkungan komplek rumah ku ini, yang rata-rata tetangga kompleks ku ini orang-orang yang suka gosip dan julid.


Aku sangat yakin, pasti masalah ini akan menjadi topik yang sangat hangat untuk di perbincangkan oleh warga sekitar rumah ku.


Mau protes?, sepertinya juga tidak bisa. Jadi ya jalani aja, walau semua masalah rumah tanggaku menjadi konsumsi publik.


"Aku pastikan, kamu tidak akan mendapatkan harta Bima, Sarah!!. Karena harta Bima ini adalah hak Putri, anak kandung nya Bima. Sedangkan kamu dan Bima tak punya anak. Jadi nikmatilah kemiskinan mu setelah ini. Karena rumah yang juga di tempati kedua orang tua mu, akan segera aku ambil lagi." lanjut ibunya mas Bima, sepertinya ia yang lebih berhak mengatur semua harta-harta ku.


"waaaahhh.... udah ganteng, mas Bima juga kaya raya. Banyak aset nya dimana-mana. Pantesan mbak Sarah terlihat cantik, mungkin ia selalu perawatan mahal dan selalu beli pakaian-pakaian branded." celetuk Dewi yang saat ini sedang terlihat asyik menonton ibu nya mas Bima berdakwah. Namun isi dakwah nya tak ada mutu sama sekali.


Dan yang membuat aku gagal fokus adalah kamera handphone Dewi tertuju pada kami yang sedang debat ini.


Jangan-jangan Dewi merekam semua kejadian ini?!. Semoga saja yang aku takutkan tidak terjadi.


"Wi, kamu merekam ku?!, Matikan kamera mu sekarang juga, Wi!!!" perintah ku pada Dewi.


"Suka-suka aku dong mbak, mau rekam kek, mau siaran langsung kek. Ini kan handphone ku sendiri." ucap Dewi yang memang tak mengerti adab itu.


"Silahkan,,,, silahkan kalian rekam atau siaran langsung di Semua sosial media kalian. Biar perempuan pembohong ini malu karena kebohongan nya di ketahui oleh semua orang di penjuru bumi ini!!!," ucap ibu nya mas Bima sangat lantang.


Ibu nya mas Bima mengijinkan para tetangga kompleks untuk merekam kejadian ini. Sungguh manusia yang tak punya ot*k.


"Hay, gaes... Sekarang aku sedang live ya. Ini ada kejadian yang sangat menggemparkan kompleks rumah ku." ucap Dewi di depan kamera handphone nya.

__ADS_1


Lalu kamera itu di arahkan pada kami, dan seketika ibu nya mas Bima maju kearah depan kamera handphone Dewi. Mata kamera itu langsung dihadapkan pada dirinya.


"Buat para netizen yang Budiman, aku mau memperkenalkan mantan menantu ku. Yang baru saja di talak oleh Bima anak ku ini. Ini lah wajah menantuku. Eh salah, mantan menantuku lebih tepatnya. Asal netijen tau, perempuan yang berpakaian syar'i ini adalah mantan menantuku yang hayalan nya sangat tinggi. Bagaimana tidak, perempuan dari kampung ini mengaku-ngaku sebagai pemilik toko roti SKcake yang besar dan sangat terkenal di kota ini. Padahal, dia hanya seorang pelayan disana. Bukan kah itu sangat lucu para netizen?!," ucap ibu nya mas Bima di depan mata kamera handphone milik Dewi yang saat ini sedang live di media sosial nya.


Pernyataan ibunya mas Bima kali ini berhasil membuat para warga komplek ini gaduh. Terdengar sangat jelas suara-suara miring yang terlontar dari mereka di tujukan padaku.


Jujur aku sangat malu dengan apa yang dilakukan oleh ibunya mas Bima. Mau protes dan mengklarifikasi Semua yang di katakan olehnya pun rasa nya percuma. Karena omongan nya tak bisa di kalahkan oleh siapa pun.


Aku hanya bisa pasrah dengan keadaan yang saat ini sudah mempermalukan ku. Aku malu bukan karena aku dikatakan bohong tentang pemilik toko roti itu. Aku hanya malu, karena masalah rumah tangga ku di ketahui oleh semua orang dan menjadi konsumsi publik.


Apa kata para teman author ku saat ia melihat love video ini?, dan apa kata para readers setia ku nanti nya?.


Sungguh rasa malu ini sangat besar, karena nama baik ku tercoreng gara-gara keluarga mas Bima yang tak punya ot*k ini.


"Wah... Mbak Sarah, jangan suka bohong. Syukuri lah apa yang ada, jadi hidup mbak Sarah akan tenang. Tidak usahlah pakai mengaku pemilik toko roti yang terkenal itu!," ucap salah satu tetangga ku.


"Makanya, jangan berkhayal terlalu tinggi agar tidak jatuh." umpat seseorang lagi.


"Wahh...pingin di lihat wow, dengan mengaku pemilik toko roti yang besar dan terkenal itu. Bangun mbak bangun!!," sahut warga komplek yang lain.


"Kasian mas Bima, udah ganteng, baik dan kaya raya. Tapi istrinya jadi pembohong, jadi tukang khayal." ucap Dewi sambil menatap nanar yang penuh cinta pada mas Bima.


Dan ucapan Dewi di balas tatapan jutek oleh Areta, Sepertinya Areta cemburu dengan ucapan Dewi. Ia langsung mendekat dan merangkul lengan mas Bima. Yang tujuan nya untuk memberi tahu semua, bahwa mas Bima adalah miliknya.


"It's oke lah, terserah kamu Reta." gumamku dalam hati sambil ku tatap jijik tingkah laku nya yang seperti anak remaja yang sedang merasakan kasmaran itu.


Kini pandangan ku, ku alihkan pada Dewi yang tangan nya masih memegang handphone untuk siaran langsung nya itu. Namun matanya tertuju pada Areta yang sedang mendekap erat lengan mas Bima.

__ADS_1


Terlihat Dewi melotot pada Areta dengan mulut komat Kamit. Itu menunjuk kan kalau Dewi tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Areta pada mas Bima.


"Sudah, terserah ibu mau bicara apa pun tentang aku. Aku menerimanya, biarkan saja suatu saat kebenaran lah akan membuktikan dengan sendirinya." ucap ku dengan penuh ketegasan. Karena aku sudah sangat risih dengan kejadian ini yang menjadi tontonan para warga kompleks ini. Termasuk menjadi tontonan para penikmat dunia Maya, akibat live yang di lakukan oleh Dewi.


"Sekarang kalian pergi dari rumah ini!!," usir ku pada empat orang yang ada didepan ku saat ini sambil ku tunjuk pintu gerbang rumah ku.


"Sarah, kamu mengusir ibu ku dengan kasar?!," ucap mas Bima padaku dengan matanya melotot.


"Sebenarnya aku ingin memberi mu kesempatan untuk membenahi sikap mu yang arogan dan tak yang punya sopan santun itu. Tapi setelah melihat mu semakin kurang ajar seperti ini, dengan berat hati, aku tutup pintu kesempatan itu untuk kamu menjadi istri ku lagi." Lagi-lagi mas Bima berucap seakan-akan aku menyesal dengan talak yang sudah ia katakan tadi.


Padahal kenyataannya, tak ada penyesalan dalam diri ku ini. Yang ada adalah kebahagiaan dan kebebasan yang aku rasakan saat ini.


"Terserah kamu mau bilang apa, mas!!, aku sudah tak peduli. Yang terpenting saat ini bawa semua barang-barang mu untuk keluar dari rumah ku ini." ucapku dengan sangat tegas.


"Dan satu lagi, ajak semua keluarga toxic mu ini. Jangan sampai ada satu saja yang tertinggal disini. Karena aku sangat tidak sudi dengan mereka. Sebelum aku memanggil satpam keamanan komplek ini untuk mengusir kalian semua, mas!!," lanjutku.


Mas Bima segera mengambil koper dan tas yang tergeletak di lantai teras rumah.


"Apa maksud perempuan ini, Bima?! Kenapa dia mengusir kamu sebagai pemilik rumah ini?!, kamu harus tegas dong Bima!!," Ibu nya mas Bima kembali bersuara lagi. Kali ini terlihat emosi pada mas Bima. Mungkin sikap mas Bima tidak sesuai dengan ekspektasi ibu nya.


Mungkin dalam pikiran ibunya mas Bima, mas Bima akan mengusirku dari rumah ini. Namun nyatanya mas Bima tak melakukan itu, karena ia tahu siapa pemilik rumah ini.


"Ayo, Bima!!. Lakukan apa yang ibu perintahkan padamu, untuk mengusir perempuan kampungan itu!," sekali lagi ibu memerintah mas Bima untuk segera mengusirku.


"Sebelum kamu malu, mas. Lebih baik kamu segera pergi dari rumah ini!!," ucapku pada mas Bima, yang masih terlihat ragu mau melakukan apa yang di perintahkan oleh ibunya itu.


"Kamu semakin pintar ya, Sarah!!!, aku rasa Bima sudah terkena guna-guna mu. Sehingga mulutnya tak mampu bergerak untuk mengusir mu dari rumah ini." Saya rasa, tak ada habisnya dan selalu saja ada yang dituduhkan ibu nya mas Bima padaku.

__ADS_1


__ADS_2