DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Berita Viral


__ADS_3

 Apa yang menjadi ketakutan Sarah pun terjadi. Pagi ini Veni pun memajang foto Sarah di status Facebook nya. Dengan caption "Inilah sang pelakor."


Dan di bawah caption itu ada foto Sarah yang diambil secara candid oleh Veni. Dan foto itu diambil Veni, saat Sarah berada di salon kecantikan milik Siska.


Dan tak menunggu lama, komentar pun berdatangan di unggahan akun Facebook Veni. Akun @indrayu seperti tak mau ketinggalan. Akun itu datang lagi dan memberi komentar lebih awal. Emang seperti nya dia sangat penasaran dengan nama Sarah yang di sebut-sebut sebagai penggoda suami orang di status Veni sebelum nya.


"Hah?, masa sih dia pelakor nya?, bukan kah itu pemilik toko roti SKcake serta penulis novel?," seperti nya akun yang bernama @indrayu itu sangat terkejut, Karena dalam komentar nya juga di sematkan emoticon terkejut.


 Akun Facebook yang bernama @indrayu terkejut karena foto yang terpampang di beranda Facebook nya itu adalah penulis yang selama ini menjadi idolanya. Serta akun ini ternyata juga langganan di toko roti milik Sarah.


"Bukan kah ini owner toko roti SKcake?," komentar datang dari akun lain.


"Dia pemilik toko roti yang enak itu, dan aku sudah berlangganan sejak awal toko roti itu buka, tapi aku tidak percaya kalau dia adalah pelakor." komentar dari akun @sitiselebew juga mengomentari foto Sarah yang di unggah oleh Veni.


"Ah iya kak, benar. Itu kan foto penulis novel yang sekalu menjadi juara setiap ada event." balasan komentar dari akun yang bernama @maricaca di komentar akun @indrayu.


"Aku rasa pasti akun ini mau menghancurkan penulis idola ku, deh. Mana mungkin Kak Sarah melakukan itu?!,"


"Wah, g nyangka ya ternyata orang alim seperti dia juga jadi pelakor."


"Aku tidak percaya kalau dia merebut suami mu kak, bisa saja suami mu lah yang menggoda author idolaku ini."


"Sekarang jangan terlalu percaya dengan penampilan, deh."


"Wah, kalau tuduhan ini tidak benar. Hati-hati ya itu bisa jadi fitnah, dan dosa nya sangat besar loh."


"Berani juga ya pemilik akun Facebook ini, apa dia tidak takut Undang-undang ITE dan pencemaran nama baik?."


"Seperti di punya bokingan pusat deh, seperti tidak takut kena hukuman pidana saja. Main share foto orang."


"Woi kalau mau bersaing dalam bidang apapun, jangan seperti ini!!!, ini namanya fitnah.""


Dan masih banyak komentar-komentar yang pro dan kontra di unggahan akun Facebook milik Veni itu. Dan unggahan itu banyak akun yang membagikan.

__ADS_1


Veni yang menggunggah itu tak tau, kalau unggahan nya menjadi viral. Karena setelah ia unggah foto Sarah, handphone nya ia tinggal dikamar dan pergi menyuapi Kay untuk sarapan.


Dan pagi ini Sarah, tak membuka handphone sama sekali. Setelah semalam ketiduran dan handphone nya mati karena kehabisan daya.


Bangun tidur, Sarah langsung mencharger handphone nya. Lalu Sarah beraktivitas rutin setiap pagi sebelum ia pergi ke toko roti nya.


Setelah semua pekerjaan rumah sudah selesai dan dia juga sudah berpenampilan rapi. Sarah pun mengambil dan menghidupkan kembali handphone yang sudah terisi daya itu, untuk memesan taksi online.


Kini Sarah duduk di teras rumah untuk menunggu kedatangan taksi online yang sudah ia pesan.


"Maaf, mbak Sarah. Apa mbak Sarah sudah tahu berita pagi ini?," tanya tetangga yang lewat di depan rumahnya itu. Sepertinya tetangga Sarah itu habis dari warung sebrang jalan.


"Maaf, Bu. Berita apa ya?," tanya Sarah, yang bingung karena tiba-tiba ada pertanyaan seperti itu dari tetangga nya.


"Ooo.. , berita itu mbak Sarah. Duh gimana ya ibu ngomongnya, kok jadi nggak enak gini sih?!," ucap tetangga Sarah sambil menggaruk tengkuknya yang jelas tak gatal itu. Dan itu membuat Sarah semakin penasaran.


"Ngomong aja, Bu. Emang berita apa sih?, kok aku jadi penasaran melihat ekspresi ibu seperti itu." jawab Sarah.


"Tadi di Facebook muncul fo....," belum selesai ibu itu bicara, ternyata taksi online yang sudah di pesan Sarah sudah datang.


Tetangga Sarah pun, segera menarik omongan nya.Dua pun mengangguk menyetujui apa yang di ucapkan oleh Sarah.


Lalu Sarah bergegas berjalan menuju taksi online yang sudah datang itu.


Setelah taksi yang ditumpangi Sarah hilang dari pandangan, wanita setengah baya itu pun berjalan kembali kerumah nya sambil membawa kresek hitam yang berisi barang belanjaannya.


Setelah sampai di depan toko roti milik Sarah, dari dalam mobil Sarah sangat terkejut dengan apa yang dia lihat di depan nya.


"Itu didalam ada apa ya, Bu?. Kok antrian nya sepanjang ini? Sampai ke pinggir jalan?. Apa ada event ya Bu di dalam?," tanya sopir taksi online itu yang penasaran saat melihat antrian panjang sampai ke pinggir jalan.


"Didalam tak ada event apa-apa, pak. Aku juga kaget melihat antrian sepanjang ini." ucap Sarah sambil terus menatap pada barisan manusia yang seperti sedang antri sembako.


"Toko ini memang tak pernah sepi setiap pagi nya, pak. Tapi ya...tak seramai ini." ucap Sarah lagi.

__ADS_1


Lalu karena rasa penasaran, Sarah langsung turun setelah membayar ongkos taksi online itu.


Ia lalu berjalan kedalam, melewati orang-orang yang sedang berbaris rapi untuk mengantri itu.


Dan yang membuat Sarah aneh, semua mata orang yang berada dalam barisan itu lelaki atau perempuan semua mata nya tertuju pada Sarah yang sedang berjalan di samping nya.


Tak sedikit pula, mereka saling berbisik satu dengan yang lain. Namun sayang Sarah tak mendengar apa yang mereka bisikkan di telinga temannya itu.


Sarah sangat heran, kenapa toko nya seramai ini. Sungguh tidak seperti biasanya, walau setiap hari nya ramai. Tapi tak sampai banjir pembeli seperti ini.


Tatapan mata dari orang-orang yang sedang berbaris itu bermacam-macam ragam.


Ada yang tatapan ramah penuh senyuman, ada pula yang memandang sinis pada Sarah.


Sarah semakin bingung dan penasaran dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang sedang berbaris di depan toko nya itu.


Langkah nya semakin ia percepat untuk sampai ke dalam toko nya.


"Ibu!!," panggil Reni saat melihat Sarah masuk kedalam toko.


"Ini ada apa Ren?," tanya Sarah pada Reni dengan wajah kebingungan.


"Apa ibu lihat berita pagi ini?," tanya Reni pada Sarah. Namun Sarah menggelengkan kepalanya. Sarah memang tidak tau tentang berita apa yang muncul lagi ini.


Lalu Redi segera berlari untuk melayani customer yang membeludak itu. Reni sungguh kewalahan, karena satu karyawan Sarah hari ini tidak masuk.


Jadi karyawan bagian produksi dan paman Udin pun ikut terjun melayani customer yang luar biasa itu.


Sarah dengan segera, ikut terjun juga untuk melayani customer walau dengan perasaan yang di penuhi rasa penasaran.


"Oh, ini yang namanya Sarah?," ucap salah satu customer yang sedang dilayani oleh Sarah sendiri.


"Jadi anda pemilik toko roti ini?," customer itu bertanya lagi sambil memandang sinis Sarah mulai dari atas sampai kebawah.

__ADS_1


"Cantik sih, tapi kok...," customer itu tak meneruskan ucapannya. Ia pergi setelah membayar roti yang ia beli itu.


Sarah pun melihat ada ibu-ibu yang sedang mevideo nya. Seperti dia sedang live, karena ia mevideo dengan berbicara. Dan itu semakin membuat Sarah tambah penasaran.


__ADS_2