
"Uhuk uhuk....," Sarah langsung kesedak saat mendengar ucapan Kean.
Secara bersamaan, Kean dan utinya itu menoleh ke sumber suara.
"Amma..?!," Kean kaget dengan keberadaan Sarah.
"Sepertinya lagi seru nih!!, amma boleh ikutan nggak?," tanya Sarah sambil senyum menggoda Kean.
"Kesini, amma.Duduk disamping Kean." jawab Kean sambil menunjuk kursi yang ada disebelah nya.
Sarah pun berjalan menuju kursi yang ditunjuk Kean, dan ia langsung duduk di kursi tersebut.
"Lagi obrolin apa sih?, kelihatan nya asik banget. Samapi mama nggak diajak gitu?," tanya Sarah.
"Rahasia dong, amma. Ini rahasia Kean sama uti aja." jawab Kean sambil tertawa.
"Iya kan , uti?," tanya Kean pada neneknya.
Neneknya Kean menganggukkan kepala sambil tersenyum membalas senyuman Kean. Walau di dalam hati neneknya itu banyak pertanyaan tentang ucapan Kean, kalau Kean besok akan pergi menemui Tante Lidya nya.
"Lalu, kenapa amma tak diajak?," tanya Sarah.
"Amma sih, dari tadi tidur aja. Jadi ya cukup Kean sama uti aja." jawab Kean sambil tertawa cekikikan.
"Ya sudahlah, amma pasrah aja." ucap Sarah.
"Sekarang anak amma lagi makan apa?, kok disuapin sama uti sih?," tanya Sarah sambil mengerutkan dahinya.
"Makan bakso, amma. Tadi di beliin uti di pasar. Kenapa Kean makanan nya di suapi, itu karena Kean yang minta." jawab Kean, sengaja berbohong. Karena ia takut neneknya nanti di marahi oleh Sarah.
"Bukan nya Kean sudah besar dan sudah bisa makan sendiri?, lihat kerjaan uti jadi numpuk kan?," ucap Sarah sambil menunjuk barang belanjaan ibu nya yang belum dibereskan.
"Bukan Kean yang minta, Sarah. Tapi ibu aja yang maksa Kean untuk mau ibu suapi." Jawab ibunya Sarah, yang tak terima kalau cucunya itu diomelin.
"Pasti ibu seperti itu, selalu bela cucunya." gerutu Sarah sambil berdiri dari duduknya. Sarah berjalan menuju meja dapur yang masih berantakan.
"Emang nyata nya seperti itu, Sarah. Bukan Kean yang minta disuapi. Tapi ibu saja yang memaksa ingin menyuapi Kean." lagi-lagi ibunya Sarah memberi pembelaan pada Kean.
"Ya sudah, ibu suapi Kean. Biar aku yang beresin ini." ucap Sarah sambil menata semua belanjaan ibunya.
"Uti, Kean sudah kenyang," ucap Kean sambil mengelus perutnya, saat neneknya memberikan suapan terakhir.
__ADS_1
"Tinggal satu kali ini aja kok, yuk di habiskan." ucap neneknya Kean.
Akhirnya Kean pun mengikuti apa yang dikatakan oleh nenek nya. Ia membuka mulutnya untuk satu sendok terakhir.
"Alhamdulillah, perut Kean kenyang." ucap Kean.
Lalu Kean berdiri dari duduknya, ia berjalan meninggalkan meja makan.
"Mau kemana, Kean," tanya neneknya.
"Kean mau nonton televisi, uti." Jawab Kean Sambil berjalan menuju ruang televisi.
"Sarah, biar ibu aja yang kerjakan."
"Ibu istirahat aja, temani Kean nonton televisi. Biar ini Sarah yang kerjakan." jawab Sarah.
Namun ibunya Sarah, tetap membantu Sarah membersihkan dapur.
"Sarah...!," ibu nya Sarah memanggil Sarah.
"Maksudnya Kean ingin bertemu dengan Lidya?," tanya ibu.
"Hmmm itu...," Sarah tak berani berkata jujur. Karena Sarah tau kalau ibu bapaknya sangat tidak menyukai Damar. Mereka berdua tidak ingin Sarah berhubungan lagi dengan Damar dan keluarga nya.
Dan Sarah pun menceritakan semua yang terjadi pada Kean seminggu terakhir di sekolah. Dan puncak nya tadi pagi di sekolahnya.
Dan tanpa di minta air mata neneknya Kean itu jatuh dan membasahi pipinya.
Sarah yang menceritakan kejadian tadi, juga tak bisa membendung air matanya. Sarah kini menangis lagi, tapi tak separah tadi saat mendengar ucapan Kean kepadanya sewaktu makan siang.
"Jadi, aku tak mau di katakan ibu egois oleh anak ku, Bu. Aku ingin mempertemukan dia dengan ayah nya." lanjut Sarah setelah menceritakan semua kejadian yang terjadi pada Kean seminggu terakhir itu.
"Ibu minta maaf, nak. Karena kebencian ibu dan bapak pada Damar, membuat hati cucuku tersiksa."
"Kalau memang kamu ingin mempertemukan Kean dengan Damar, apa kamu tau keberadaan Damar sekarang?," tanya ibunya Sarah.
Sarah pun menggelengkan kepala, karena empat tahun terakhir ia tak pernah mendengar kabar mantan suaminya itu.
"Lalu, kenapa Kean bilang mau menemui Lidya?,"
"Iya, Bu. Rencananya besok Kean aku ajak kerumah Lidya, untuk menanyakan keberadaan mas Damar." jawab Sarah sambil mencuci piring kotor bekas makan Kean.
__ADS_1
"Apa kamu tau keberadaan nya, Lidya?," tanya ibu nya Sarah.
"Kebetulan, Lidya masih menempati rumah lama, Bu. Dan Sarah juga sering bertemu dengan dia disana saat Sarah kerumah Sinta. Karena rumah Sinta saling berhadapan dengan rumah Lidya." jawab Sarah
"Baiklah, Sarah. Semoga Kean segera bisa bertemu dengan Damar."
"Tapi, Sarah takut kalau bapak akan marah kalau tau Kean menemui ayah nya." ucap Sarah dengan wajah sedih.
"Kamu tenang saja, bapak itu urusan ibu. Lagian saat ini bapak masih ada dikampung." ucap ibunya Sarah.
Hati Sarah pun sangat lega, karena sudah mendapatkan ijin dari ibunya.
"Sini biar ibu saja yang lanjutkan, sekarang kamu suruh Kean untuk mandi. Karena hari sudah sore." ucap ibu nya Sarah mengambil alih pekerjaan yang di kerjakan oleh Sarah.
tanpa membantah Sarah pun melakukan apa yang diperintahkan oleh ibu nya.
Sarah pergi keruang telivisi, dimana Kean sedang asyik menonton kartun kesukaannya.
"Kean," panggil Sarah. Namun Kean tidak menoleh kearah arah Sarah yang memanggil, Kean masih terus fokus ke layar televisi.
"Sepertinya film kartun nya seru yah?," tanya Sarah.
"Sampai-sampai tidak dengar saat dipanggil amma." ucap Sarah sambil duduk disampingnya Kean.
"Eh, ada amma." sahut Kean.
"Apa Kean memang tidak mendengar saat amma panggil?," tanya Sarah.
"Memang nya amma memanggil Kean?," Kean kembali bertanya, karena memang ia tak mendengar saat Sarah memanggilnya.
"Anak amma, benar-benar yah!. Saking asyiknya nonton televisi, sampai tak mendengar panggilan amma." ucap Sarah sambil mengusap kepala Kean.
"Udah sore, mandi gih!," Sarah memerintah Kean untuk segera mandi.
"Sebentar lagi ya, amma. Tanggung nih." Kean bernegosiasi kepada Sarah.
"Anak amma sudah mulai bisa membantah ya?!," ucap Sarah dengan nada suara pelan sambil berkacak pinggang.
"Sebentar lagi ya amma, please," ucap Kean memohon sambil menangkupkan kedua telapak tangan nya.
"Kean janji, setelah film nya habis. Kean langsung mandi," ucap Kean sambil mengangkat jari kelingking nya Untu di tautkan dengan jari kelingking milik Sarah.
__ADS_1
"Baik lah, kalau gitu. Tapi setelah film nya habis, Kean langsung mandi ya nak. Sekarang amma yang mandi dulu." ucap Sarah sambil berdiri dan berjalan menuju kamarnya.
"Oke amma." jawab Kean dengan mengangkat dua jempol tangan nya.