
"Mami kemana ya?," gumam Kay dengan wajah sedih, karena dia khawatir.
"Kay, jangan sedih. Nanti mami pasti kembali. Mungkin saat ini mami Kay sibuk, jadi ia lupa untuk mengisi daya handphone nya." ucap Sarah mencoba menenangkan hati perempuan kecil itu.
"Lebih baik sekarang kita main dirumah Kean ya?," ajak Sarah. Dan perempuan kecil itu menganggukkan kepalanya, menyetujui apa yang dikatakan oleh Sarah.
Kini mereka bertiga menikmati perjalanan menuju rumah Sarah. Kean dan Kay terus bercerita sepanjang perjalanan. Dan Sarah tersenyum saat melihat pemandangan indah itu.
"Setulus itu ya hati anak kecil?," gumam Sarah dalam hati.
"Walau dipaksa untuk saling membenci, namun tak ada sedikitpun tersirat kebencian dihati Kay pada Kean." ucap Sarah dalam hati.
Sarah benar-benar menikmati suasana yang hangat yang ada di depan matanya itu.
Drrrttttt... Drrrttttt...
Tiba-tiba suara handphone Sarah, membuyarkan lamunan itu.
Sarah pun mengambil handphone nya yang berada didalam tas.
Lalu ia membukanya, ternyata pesan singkat dari mbak indah. Karyawan yang ada di outlet yang berada di mall.
Mbak indah mengabarkan kalau stok bahan-bahan untuk kue sudah habis semua. Untuk persediaan besok sudah tidak ada.
"Hufftt...mau tidak mau aku harus menghubungi pak Bara." ucap Sarah setelah membuang nafas besar. Sebenarnya Sarah sudah ingin sekali menghindari untuk bertemu dengan Bara.
Namun ia lupa belum mengajari salah satu karyawan nya untuk langsung order sendiri ke pak Bara.
"Biar mungkin sekarang aku yang order, untuk selanjutnya biar Reni yang menghandle." gumam Sarah dalam hati.
"Pak kita putar balik ke mall ya." ucap Sarah pada sopir taksi.
"Baik, bu." jawab sopir taksi.
"Hah?, kita ke mall amma?," tanya Kean dengan sorot mata yang berbinar. Terlihat sekali ada kebahagiaan di sorot mata Kean.
"Iya, sayang." jawab Sarah dengan senyum manis pada Kean.
"Asyiiiikk... Kita ke mall. Nanti Kean sama Kay ke Timezone ya Amma?," Kean sangat gembira saat dirinya diajak ke mall.
"Boleh, tapi....,"
__ADS_1
"Kalau sudah waktu nya pulang, harus mau diajak pulang dan tidak boleh rewel." Kean melanjutkan omongan Sarah. Karena itu sudah menjadi perjanjian mereka berdua.
"Bagus!!, anak amma emang yang paling pinter." ucap Sarah sambil mengacungkan kedua jempol tangan nya.
Taksi pun melaju dengan kecepatan sedang menuju mall. Sedangkan jari-jari Sarah sibuk, dengan lihai mengetik di layar handphone nya. Ia mengirimkan pesan ke kantor Bara. Sengaja Sarah tak langsung mengirimkan pesan itu ke nomor pribadi Bara. Karena Sarah tak ingin Bara berpikir macam-macam tentang itu.
Setelah sampai di depan pintu mall, Sarah, Kean dan Kay turun dari taksi.
"Asyik Kean, aku bisa main sepuasnya!!," sorak Kay saat ia baru turun dari taksi.
"Iya, Kay. Kita nanti main bersama ya..?," jawab Kean.
Sarah hanya tersenyum bahagia melihat tingkah lucu mereka berdua.
Lalu mereka bertiga berjalan melewati parkiran mobil menuju mall.
"Mas Bima?," gumam Sarah saat melewati mobil Bima yang terparkir di situ.
"Berarti ada mas Bima disini, semoga saja aku tak bertemu dengan nya." gumamnya lagi dalam hati. Karena Sarah tak mau ada keributan karena itu.
"Ayo amma, buruan!!," Kean menarik tangan Sarah yang berjalan sedikit lambat saat berada di sebelah mobil milik Bima.
"Ii...iya sayang..," jawab Sarah sambil mengikuti arah tarikan tangan Kean.
Sudah di rasa aman, Sarah pun segera berjalan masuk kedalam outlet nya. Sarah merasa was-was sangat tidak tenang, setelah melihat. Keberadaan mobil Bima disini.
"Hmm mall ini lumayan luas, jadi tidak mungkin aku akan bertemu dengan mas Bima" gumam Sarah dalam hati.
Lalu ia terus berjalan dengan menggandeng tangan Kean dan Kay. Namun entah kenapa, Kay sangat terlihat bahagia. Sehingga ia melepaskan pegangan tangan nya dari tangan Sarah dan berlari keluar dari outlet milik Sarah.
Braaakkkk!!!
Suara sesuatu yang jatuh di depan outlet cabang milik Sarah.
"Kay?!," teriak Sarah. Perasaan Sarah tidak enak, ia takut terjadi apa-apa pada Kay anak Veni.
Sarah takut suara insiden itu adalah Kay, karena baru saja ia berlari saat lepas dari genggaman tangan Sarah.
Sarah berlari menuju kedepan untuk melihat apa yang terjadi. Dan benar saja dugaan Sarah, Kay menabrak dua orang lelaki dan perempuan yang sedang berjalan dengan membawa banyak belanjaan.
Di situ, Sarah melihat Kay di caci maki oleh kedua orang itu.
__ADS_1
Seketika hati Sarah sangat sakit melihatnya. Karena anak sekecil Kay di caci maki layaknya anak yang sudah dewasa bahkan seperti sedang mencaci maki orang dewasa yang seumuran nya.
Sarah yang melihat itu semua, langsung berlari mendekati Kay.
Sarah langsung memeluk tubuh kecil Kay yang sedang ketakutan. Saking takutnya, Kay sampai tidak bisa menangis.
Lalu Sarah mendekap erat tubuh mungil itu, seketika tangisan Kay pecah. Kay langsung mencurahkan air matanya di pelukan Sarah.
Sarah mencoba menenangkan hati anak kecil itu, sambil membelai lembut rambut nya.
"Sayang, tenang ya... sekarang ada Tante. Kay nggak boleh takut lagi." ucap Sarah sambil terus membelai rambut Kay.
Namun kay tidak menjawab ucapan Sarah, ia masih menangis.
"Kay diam dulu ya, biar Tante yang ngomong sama mereka." bujuk Sarah.
Kay pun menganggukkan kepalanya. Dan Sarah mengurai pelukan tangannya pada Kay. Sehingga Kay melepaskan diri dari pelukan Sarah.
Dan saat melihat sekitar, ada salah satu karyawan nya yang sedang berada di lokasi kejadian.
"Mbak, tolong bawa dia masuk." teriak Sarah pada karyawan nya.
"Iya, Bu" jawab karyawan itu sambil menganggukkan kepalanya.
Lalu karyawan itu menuntun Kay untuk masuk kedalam outlet nya. Dan Sarah kini berdiri dari jongkoknya. Ia akan menghadapi dan memberi pelajaran pada dua orang yang sudah berumur tapi tak tau cara menegur anak kecil yang salah.
Namun saat Sarah menatap mata kedua orang kekasih yang beda usia itu sangat kaget.
Ternyata perempuan itu adalah Areta, mantan istri Bima.
"Areta?," gumam Sarah di dalam hatinya.
Sarah terus menatap mata Areta tak berkedip, dan itu membuat Areta menjadi salah tingkah.
"Apa yang telah kamu lakukan pada anak kecil itu?," tanya Sarah dengan tatapan mata yang tajam. Tak ada sedikitpun senyum yang mengembang di wajah Sarah saat ini.
"Oh... ternya kamu, Sarah." jawab Areta dengan tatapan mata yang menghina.
"Jawab!!, kenapa kalian kasar padanya?!," tanya Sarah yang benar-benar dibuat emosi oleh pasangan lelaki dan perempuan yang terpaut cukup jauh perbedaan usia nya.
Areta bisa dikatakan kalau dia adalah ibu dari berondong itu
__ADS_1
"Karena manusia kecil itu telah menabrak dia, sehingga semua barang belanjaan nya berserakan tak beraturan", jawab Areta sambil menunjuk pada tas yang tergeletak dan berhamburan.