
Seperti orang yang tak punya malu ia berjalan di tengah-tengah para undangan dan menjadi pusat perhatian semua orang yang ada disitu.
"Lidya?!," ucap Sarah refleks saat melihat Lidya berjalan ke depan di ikut i oleh Linda mamanya.
"Bukan kah itu adiknya Damar yang gagal menikah kemarin?," tanya Randy sambil menunjuk Lidya yang dengan percaya dirinya berjalan menuju arah panggung.
"Wah, apa lagi yang dilakukan oleh perempuan bar bar itu?!," gumam Randy pada Sarah yang berdiri disampingnya.
Sarah hanya tersenyum dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sampai di depan, Lidya langsung menaiki panggung melalui tangga yang berada di depannya.
Lalu ia berjalan kearah Mayang yang berdiri di samping Celvin. Lidya menggeser tubuh Mayang kesamping sehingga Lidya berada di tengah antara Celvin dan Mayang.
"Hey perempuan kampung!!! Harusnya aku yang ada disini. Bukan kamu!!!!. Kamu nggak pantas bersanding dengan Celvin. Karena hanya aku ya pantas untuk itu!!," ucap Lidya semakin tak tahu malu.
"Loh? Bukankah kamu orang tua Sarah?," ucap Linda pada ibu dan bapak Sarah yang tak lain adalah besan nya.
"Jadi anakmu yang merebut pacar anak ku?!, Dasar ya, Kakak sama adik kelakuannya sama aja!!!!," lanjut Linda sambil berkacak pinggang.
"Maksudnya apa ya, mbak? kenapa dengan Sarah? dan apa benar kalau Mayang merebut pacar anak mbak?, tolong jelaskan! jangan membuat fitnah disini." ucap ibu Sarah dengan nada lembut tapi tetap tegas.
"Mayang sudah di ceraikan sama Damar Karen ia selingkuh. Dan sekarang aku tak tahu dia ada dimana, karena malam itu Damar mengusir nya,".
Deg!
Jantung ibu Sarah berdegup kencang saat mendengar cerita tentang anak pertamanya.
"Dan sekarang dia," tunjuk Linda pada Mayang. "Dia merebut Celvin dari Lidya anak ku?!, Apa memang tujuan mu itu mau merusak kebahagiaan anak ku, karena Sarah telah di usir oleh Damar?!,"
Dan ibu Sarah hanya terdiam karena mendengar anak nya terusir dari rumah, dan ia tak tahu sekarang ada dimana anak perempuan nya itu.
Dia sangat takut kalau terjadi apa-apa kepada Sarah, karena ia sendiri di kota ini.
Pak Handoko tak tinggal diam, ia langsung menelpon Sinta yang berada di luar untuk segera memanggil security.
Tak lama kemudian, Sinta datang dengan dua orang security.
"Tertibkan mereka!!" perintah pak Handoko.
"Siap, pak." jawab Sinta dan mereka bertiga naik keatas panggung untuk membawa dua orang telah membuat keributan di acara ini.
Sedangkan Celvin sangat geram saat Lidya terus menggandeng tangan nya. Ia terus mencoba melepaskan tangan Lidya.
"Kamu?!!!!," tunjuk Linda pada Sinta yang memegang tang kiri nya untuk dituntun ke bawah dan keluar dari ruangan ini.
"Kamu ngapain disini?!, harusnya kamu itu bekerja dengan baik dengan menantu ku yang kaya raya itu. Bukan kelayapan disini!!!," lanjutnya lagi.
"Maaf, Bu. Sekarang lebih baik ibu keluar dari ruangan ini. Dan jangan membuat keributan disini." ucap Sinta masih dengan nada lembutnya.
"Kamu kurang ajar ya, sama aku. Aku ini mertua bos kamu!!, lihat saja nanti kamu akan aku bilangin ke menantu ku agar kamu di pecat!!!," Linda sangat emosi dengan perlakuan Sinta.
Namun Sinta hanya diam saja, tak menjawab ucapan Linda. Ia terus menuntun Linda untuk turun dari panggung.
"Lepaskan!!! aku bisa turun sendiri!!!," Linda mengibaskan tangan Sinta lalu Linda turun dengan sendirinya.
Sedangkan Lidya yang saat ini masih berdiri ditengah-tengah Celvin dan Mayang, dengan sengaja mengibas tangan dua security itu.
"Lepaskan, aku akan turun. Tapi ijinkan aku menyampaikan sesuatu," ucap Lidya.
Dan pak Handoko menyetujui nya dengan mengangguk kepalanya. Dan memerintahkan kedua security itu untuk menjauh satu langkah dari tubuh Lidya.
"Saya Lidya, disini saya adalah mantan pacar Celvin. Dan seharusnya saya lah yang berada di sini untuk bertukar cincin dengan Celvin. Tapi.....,"
"Diam kamu, Lidya!!!," belum selesai Lidya ngomong Celvin memutus omongan nya.
Lalu Mayang yang saat itu memandang Celvin dan Celvin juga menatap mata Mayang, menyuruh Celvin membiarkan Lidya berbicara lebih dulu. Dengan memberi isyarat memejamkan mata dan mengangguk kepalanya.
Celvin pun menuruti permintaan Mayang, dan pak Handoko mempersilakan Lidya untuk melanjutkan ucapannya.
"Tapi perempuan ini, telah merebut Celvin dari ku," lanjut Lidya dengan menunjuk Mayang. Dan Mayang hanya menundukkan kepala nya.
"Dan gaun ini, gaun yang aku pakai ini adalah gaun pemberian Celvin pada ku, gaun yang di desain khusus oleh Celvin sendiri untuk hari pertunangan kita. Tapi, semua itu gagal total karena ulah perempuan ini," Lidya sekali menunjuk Mayang, kali ini wajah Lidya sangat meyakinkan dengan mimik wajah yang sedih.
__ADS_1
Terdengar desas desus para tamu undangan, namun Sarah dan Randy masih memantau permainan yang di perankan oleh Lidya.
"Kamu jangan mengada-ada, Lid!!!!, Aku tak pernah pacaran dengan mu!! Ingat jangan mempermalukan keluarga ku disini!!," ucap Celvin geram, ia memegang lengan Lidya dan menekan nya.
"Security, bawa wanita gila ini keluar!!!!!," perintah Celvin yang semakin muak melihat Lidya. Lidya seperti halnya perempuan hina yang tak tau malu.
"Tapi, Vin. Aku sedang hamil anak mu!!," ucap Lidya.
Deg!!
Jantung Mayang terasa berhenti berdetak, saat mendengar pengakuan Lidya.
"Benarkah Celvin telah menghamili Lidya?," "Benarkah Celvin adalah mantan pacar Lidya dulu nya?," banyak sekali pertanyaan benarkah benarkah di pikiran Mayang saat ini.
Tak terasa air mata Mayang mengalir dengan sendirinya, tanpa ada perintah dari nya.
Lalu Celvin melihat ekspresi Mayang saat mendengar pengakuan Lidya, Celvin pun mendatangi Mayang dan merangkul bahu nya.
Terlihat Celvin menjelaskan pada Mayang kalau yang dikatakan Lidya itu tidak benar. Lidya hanya memfitnah nya, agar pertunangan ini gagal.
Sarah saat sedang ikut membantu para karyawan nya, menaruh kue dan makanan di meja. Langsung menjatuhkan piring yang ia pegang, saat Sarah mendengar pengakuan Lidya.
Sarah pun langsung menjadi pusat perhatian para undangan. Semua orang melihat kearah diri Sarah.
Tak terkecuali Linda, Lidya dan kedua orangtuanya.
"Sarah," ucap lirih ibu dan bapak Sarah.
"oooo jadi kamu jadi pelayan catering disini?!," ucap Linda sangat kencang sehingga semua para tamu mendengar nya.
"Untung saja kamu sudah dicerai oleh Damar, jadi kamu nggak begitu malu-maluin aku. Karena kmu sekarang bukan lagi menantu ku," Linda menatap hina pada Sarah.
Mayang berlari dari atas panggung dan segera menghampiri Sarah.
"Mbak Sarah, mbak nggak kenapa-napa kan?," tanya Mayang sambil memeluk Sarah.
"Mbak nggak apa-apa, may," ucap Sarah.
"Mbak Sarah kok ada disini? bukan nya mbak Sarah ada kerjaan?," tanya Mayang.
"Tapi mbak, Celvin......," Mayang langsung terdiam.
Namun Sarah mengerti dengan maksud adik nya itu. Lalu Sarah mengeluarkan handphone dari dalam tasnya. Dan ia membuka aplikasi Facebook dan memutar video yang viral itu.
Celvin dan Mayang pun melihat itu, lalu mereka berdua kembali ke panggung. Dan Celvin menyuruh asisten nya untuk memutar video itu ke layar yang ada di belakang nya saat ini.
Dan semua undangan pun melihat nya, tak terkecuali Linda dan Lidya.
Bianca yang sedang mengintip dari jendela pun menyaksikan nya.
Bianca segera pergi dari acara itu, karena dia takut perselingkuhan nya pun akan terbongkar.
Pak Handoko yang melihat video yang di putar itu pun segera menyuruh security untuk menyeret mereka berdua keluar dari ruangan itu.
Linda dan Lidya pun tak berkutik setelah menyaksikan itu semua. Saat Lidya berjalan didepan Sarah ia berhenti.
"Tunggu pembalasan ku untuk mu, mbak!!!!," ucap Lidya dengan mata melotot dan penuh emosi.
Kini Linda membawa Lidya pulang kerumahnya. Sesampainya dirumah Lidya mengurung dirinya dikamar. Ia merebahkan tubuhnya dan mengambil handphone nya, lalu ia membaca novel online.
Sebenarnya Lidya juga penikmat novel online, ia sangat suka dengan tulisan Sarah. Namun ia tak sadar kalau penulis favorit nya itu adalah mantan kakak iparnya.
Dan acara tunangan Celvin dan Mayang pun akhirnya berjalan dengan lancar walaupun sempat ada kericuhan yang di sebabkan oleh Lidya yang terlalu terobsesi pada Celvin.
Selain terobsesi pada Celvin, Lidya juga sangat menginginkan kekayaan Celvin.
Lalu Sarah, Mayang dan kedua orangtuanya pun berpelukan. Saat ini Sarah mengajak bapak dan ibu nya ke ruko yang sudah ia beli. Dan Mayang berjanji akan menyusul setelah ia bertemu dengan keluarga besar Celvin.
Ibu nya Sarah pun sangat bahagia bisa bertemu dengan Sarah di acara pertunangan Mayang.
Sesampainya di ruko, betapa terkejutnya ibu dan bapak Mayang saat melihat bayi lelaki yang sangat tampan.
"Bener ini cucu bapak, Sarah?," tanya bapak Sarah sambil menunjuk Kean yang berdiri menyambut kedatangan Sarah.
__ADS_1
Sarah mengangguk kepalanya dengan senyum yang penuh kebahagiaan.
Lalu bapak Sarah langsung menyambar tubuh kecil Kean. Ia langsung memeluk dan menggendongnya. Tak lupa juga ia menciumi pipi gembul milik Kean.
Sekarang Kean beralih di gendongan ibu nya Sarah. Untung saja Kean diam, biasanya ia paling tak bisa kalau bersama orang baru.
Mereka berdua pun disuruh masuk dan beristirahat di kamar tamu.
Hari sudah sore, bapak dan ibu Sarah sedang duduk di sofa depan televisi dengan menikmati bolu coklat dan segelas teh hangat.
Sarah yang masih sibuk membantu karyawan nya ditoko, akhirnya menyempatkan diri untuk menemani kedua orang tuanya untuk sekedar mengobrol dan melepas kangen.
Dan Sarah akhirnya menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya tanpa terkecuali. Sampai dimana ia berada di titik ini. Bisa mempunyai toko roti sebesar ini dan bisa membeli ruko yang tempati saat ini.
Bapak dan ibu nya pun mendukung semua keputusan Sarah, asal ia dan Kean bahagia dan tidak menyimpang dari ajaran agama nya.
"Maaf, Bu. Di depan ada yang mencari," ucap Reni.
"Siapa Ren?," tanya Sarah.
"Namanya Mayang, Bu." ucap Reni lagi.
"Suruh dia masuk, dia itu adalah adik ku," perintah Sarah pada Reni karyawan nya.
Mayang dan Celvin pun akhirnya masuk, dan iku berbaur dengan bapak dan ibu nya.
Mereka saling melepas kangen, sebelum Mayang harus berangkat ke Singapura lagi untuk melanjutkan kuliah nya.
"Kapan rencana kamu berangkat ke Singapura, May?," tanya Sarah.
"Kita berangkat besok pagi mbak," jawab Mayang.
"Kok cepet banget?," tanya Sarah.
"Kita disini sudah lumayan lama mbak, takut aja nanti ketinggalan banyak mata kuliah di sana," Mayang menjawab sambil mengunyah keu yang ada diatas meja.
"Mbak Sarah hebat ya... sekarang Uda jadi orang sukses. Tepat nya janda sukses hahaha," goda Mayang menciptakan suasana yang bahagia.
Tak dielakkan semua yang ada disitu pun tertawa bersama. Terlihat sekali wajah kedua orang tua Sarah dan Mayang sangat bahagia.
Sarah mengajak kedua orang tua nya untuk tinggal bersama disini, agar ia bisa merawat mereka dihari tua nya. Namun bapak dan ibu Sarah menolak nya, karena mereka merasa masih kuat hidup berdua di desa.
Sarah pun tak bisa memaksa keputusan kedua orang tua nya. Tapi mereka berjanji akan sering datang kesini, karena pasti meraka akan kangen sama cucu satu-satunya yaitu Kean.
"Oya, Vin. Mami kamu cantik ya?," ucap Sarah pada Celvin. Sarah ingin tau siapakah sebenarnya Bianca itu.
"Hmmm.... itu Tante Bianca, mbak. Mama sambung ku," ucap Celvin dengan wajah tak nyaman. Sepertinya pertanyaan Sarah membuat tak nyaman hati Celvin.
Saat melihat wajah Celvin, Sarah pun tak melanjutkan pertanyaan nya. Namun ia sudah tau rahasia Bianca, karena Sinta juga pernah bercerita.
Celvin pun segera pulang karena hari sudah malam, sedangkan Mayang, bapak dan ibu nya menginap di ruko milik Sarah.
Begitu bahagia hati Sarah saat ini, karena bisa berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya di rumah milik nya sendiri.
Toko pun sudah ditutup dan para karyawan Sarah juga sudah pulang kerumahnya masing-masing.
Mayang yang satu kamar dengan Sarah tak berhenti nya bercerita tentang hubungan nya dengan Celvin.
Dan Mayang tak abis pikir dengan sikap Lidya yang ingin mempermalukan Mayang diacara tunangan nya.
Namun akhirnya Lidya sendirilah yang malu.
Sarah juga bercerita tentang pernikahan Lidya yang gagal.
"Mbak Sarah tau nggak, siapa itu Diana?," tanya Mayang.
Sarah menggelengkan kepala sambil terus mengetik novel online nya.
"Asal mbak Sarah tau, Diana itu temen ku dan Celvin. Dia satu kampus dengan kita di Singapura," jawab Mayang atas pertanyaan nya sendiri.
Lalu Sarah segera menyuruh Mayang tidur agar tidak menggosip terus. Sarah ingin fokus mengetik, karena masih banyak bab yang belum ia up hari ini. Karena saking sibuknya.
Mayang pun terlihat sudah tertidur disamping Sarah, karena malam ini Kean tidur dengan nenek dan kakek nya. Dan Sarah pun melanjutkan aktivitas nya.
__ADS_1
Setelah selesai up beberapa bab ke NOVELTOON, Sarah keluar dari kamarnya untuk melihat kedua orangtuanya yang saat ini tidur bersama Kean cucunya.
Dan ternyata mereka sudah tertidur, dan Sarah kembali kekamar nya lagi untuk beristirahat setelah seharian bekerja keras.