DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Tamparan Untuk Mas Damar


__ADS_3

"Lebih baik sekarang kalian bicara dan selesaikan masalah kalian." ucap bapak sambil berdiri dengan menatap ku penuh arti.


"Ayo, Bu!," bapak mengajak ibu untuk pergi meninggalkan kami berdua.


Ah.. kenapa aku malas sekali berhadapan dengan lelaki yang pernah mengisi hati ku ini. Rasa yang dulu pernah ada kini hilang tak bersisa karena sikap dan penghianatan yang ia lakukan padaku.


"Sarah...Aku ingin kita rujuk. Kini aku sadar kalau aku salah karena menduakan mu dengan Bianca. Maka dari itu, aku datang kesini ingin menebus semua kesalahan dan kekhilafan ku yang dulu pernah aku lakukan pada mu." ucap mas Damar sambil menatap dengan mata berkaca-kaca.


Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini, kenapa ia mengajak rujuk padahal ia sudah mempunyai istri. Dan istri nya saat ini tengah hamil anak nya.


"Kenapa kamu mengajak rujuk aku, mas? bukankah kamu sudah beristri dan istri mu juga tengah mengandung anak mu!," ucap ku sambil ku lipat tangan ku di atas perut dan ku sandarkan punggung ku di sandaran kursi yang terbuat dari bambu ini.


"Aku bisa menceraikan Bianca saat ini juga, kalau kamu ingin menjadi satu-satunya. Tapi kalau kamu mau berbagi, aku akan menjadi lelaki yang sangat berbahagia karena aku memilik bidadari surga seperti mu." ucapnya dengan sangat percaya diri.


Mudah sekali ia berbicara seakan-akan pernikahan itu sebuah permainan.


"Maaf mas, aku nggak bisa rujuk dengan mu." jawab ku dengan sangat tegas.


"Kamu yakin tidak ingin rujuk dengan ku, Sarah?. Aku tau kalau kamu masih ada rasa cinta padaku. Jadi sebelum aku berubah pikiran lagi, aku harap kamu mau rujuk dengan ku." ucap mas Damar dengan rasa percaya diri yang tinggi.


Punya pikiran darimana dia, kalau aku menginginkan untuk rujuk dengan nya.


"Aku sangat yakin sekali, mas!." jawab ku tegas.


"Mohon pikirkan lagi, ini semua untuk masa depan Kean. Apa kamu mau Kean kekurangan kasih sayang kedua orangtuanya?,"

__ADS_1


Wah hebat dia, lagi dan lagi mas Damar menggunakan Kean sebagai senjata untuk rujuk dengan ku.


"Kamu tenang saja mas! Aku pastikan Kean tak akan pernah merasa kekurangan kasih sayang. Karena semua yang ada disini sangat menyayangi Kean dengan tulus!!! Tak ada yang berani memukul atau mencubit Kean!," ucapku lagi dengan sangat kesal saat mengingat betis dan pangkal paha Kean yang membiru akibat cubitan mama Linda waktu itu.


"Kamu jangan pernah egois, Sarah. Kean itu juga anak ku, dia berhak mendapatkan kasih sayang dari ku juga."


"Aku tak pernah egois mas, aku hanya berpikir realistis. Karena hidup dengan mu, aku tak pernah dihargai, kamu dan keluarga mu hanya menganggap aku seperti seorang pembantu. Apalagi dengan mudah nya kamu selingkuh di depan ku dan Kean." ucapku dengan bibir bergetar, luka hati yang belum sembuh ini kembali terbuka lagi karena bayangan mas Damar bercinta dengan Bianca di kamar ku waktu itu terlintas lagi di benak ku.


"Kenapa kamu harus mengungkit masalalu?, bukan kah aku sudah minta maaf dan mengaku khilaf?!," ucapnya lagi dengan nada agak tinggi.


"Sekarang aku harap kamu mau rujuk dengan ku. Karena aku tau sebenarnya kamu masih sangat mencintai ku." lanjutnya.


Dengan percaya dirinya dia bilang kalau aku masih cinta dengan nya. Mungkin Sarah yang dulu hatinya akan luluh lantah saat mas Damar bilang ingin rujuk kembali.


Namun sekarang aku bukanlah Sarah yang dulu, bukan Sarah yang bergantung pada lelaki. Karena tanpa mas Damar pun aku sudah bisa sendiri.


"Sekali lagi, maaf mas!! Aku tak mau rujuk dengan mu, dengan alasan apapun!! Kean bisa kok memperoleh hak nya mendapat kasih sayang kedua orang tua nya tanpa harus rujuk!," ucapku sengaja ku pertegas, agar mas Damar mengerti isi hati ku yang sudah tidak mau rujuk lagi dengan nya.


Bisa keluar dari keluarga toxic seperti keluarga mas Damar saja, aku sudah sangat beruntung. Jadi tak pernah terlintas di pikiran ku untuk kembali masuk kedalam lingkaran keluarga yang menurut ku tak punya adab itu.


"Kamu jangan munafik, Sarah!! Aku tau kalau kamu masih mencintai ku. Dan aku tau kenapa kamu menolak rujuk dengan ku. Pasti kamu di ancam kan oleh bapak dan ibu?, Tapi kalau kamu memang benar-benar ingin rujuk dengan ku, kita berdua berjuang untuk mendapatkan restu dari bapak dan ibu lagi." ucapnya lagi.


"Mas Damar, sudah ngomongnya?!," ucap ku dengan berdiri dari duduk ku.


"Kalau mas Damar sudah selesai ngomongnya, sekarang mas Damar bisa pergi dari sini!!!," ucapku sambil menunjuk arah pintu yang berada disamping mas Damar duduk.

__ADS_1


"Kamu mengusir ku, Sarah?!," mas Damar terkejut dengan ucapan ku yang mengusir nya.


"Ternyata selama kamu tak disamping ku, sikap mu berubah menjadi wanita yang tak punya tata Krama. Apa ini ajaran ibu dan bapak mu?!!!,"


Plaakkkkk!!!!!!


Satu tamparan mendarat di pipi kiri mas Damar. Dengan wajah terkejut mas Damar memegang pipi yang aku tampar dengan tangan kirinya.


"Sarah!!!!," matanya melotot dan dia mengangkat tangan kanannya.


Namun tiba-tiba bapak keluar dan dengan gerakan cepat, tangan bapak memegang tangan mas Damar yang akan melayang ke pipi ku.


"Sekarang kamu pergi dari sini, mas!!!!," usir ku.


"Kamu akan menyesal karena telah menolak dan mempermalukan ku seperti ini, Sarah!!! Tapi, tenang saja kesempatan mu untuk rujuk dengan ku masih berlaku satu kali dua puluh empat jam. Jadi setelah ini kamu masih bisa berpikir secara jernih tanpa ada hasutan orang lain." ucapnya dan diakhiri kalimat ia memandang kearah bapak.


Mungkin yang di maksud orang lain disini adalah bapak. Bisa-bisanya mas Damar menganggap bapak ku orang lain, sementara beliau adalah bapak kandung ku. Bukankah mas Damar lah yang orang lain disini?


"Sebelum aku memanggil orang sekampung untuk mengusir mu dari sini, Lebih baik sekarang kamu pergi, mas!!," sekali lagi aku menunjuk pintu yang terbuka.


"Aku tak akan pernah melupakan hinaan ini, Sarah!!!." ucapnya lalu ia berjalan keluar melewati pintu yang aku tunjuk.


Aku sama sekali tak takut dengan ancaman dari mas Damar. Karena hidup ku saat ini tak pernah bergantung pada nya.


Kini mas Damar sudah pergi dari rumah ini, alasan aja dia bilang rindu pada Kean. Namun kenyataannya, ia tak menanyakan keberadaan Kean lagi.

__ADS_1


Dasar lelaki modus!!


__ADS_2