DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Pembaca Misterius


__ADS_3

Jujur aku sangat kecewa dan sakit hati pada sikap Tante Natasya pada Kean. Kalau aku yang disakiti, aku masih bisa menerima.


Aku bingung dengan perubahan sikap Tante Natasya padaku dan Kean.


Dari kejadian tadi dirumah Randy, aku putuskan untuk menggendong Kean dan membawanya pulang.


Aku tak bisa menahan emosi disaat anak ku yang disakiti. Jadi sebelum emosi ini memuncak, lebih baik aku pergi dari rumah Randy.


Lagian aku sama Randy juga tak ada hubungan yang spesial, tapi kenapa ucapan Tante Natasya seperti itu? Seakan-akan aku adalah calon istrinya Randy.


Malam ini badan sangat terasa capek, tapi secapek apapun tubuhku, selalu ku sempatkan untuk mengetik novel online ku. Dan setelah aku up beberapa bab di tiga novel ongoing ku, ku mencoba scroll-scroll komen para pembaca ku di setiap bab novel ku.


"Thor, ayo kita ketemuan. Mumpung aku masih ada dikota yang sama dengan mu. Karena besok pagi aku harus kembali ke Inggris, aku penggemar semua novel mu loh thor" komen akun yang bernama Syasyah.


Deg!!


Jantung ini seakan berhenti berdetak, ada komen seperti itu dari akun yang bernama Syasyah. Karena yang aku tau Tante Natasya besok pagi akan terbang ke Inggris.


Apa ini sebuah kebetulan yang sama? atau akun yang bernama Syasyah ini adalah Tante Natasya?


Daripada aku penasaran, aku mencoba klik foto yang terpajang di Foto profil nya. Namun aku tak menemukan jawaban nya.


Karena foto yang terpajang di profil nya hanya sebuah tas brand Kremes. Tapi.... seperti nya aku pernah melihat tas ini? Apa mungkin benar kalau ini akun Tante Natasya?


Tapi nggak mungkin, sepertinya Tante Natasya adalah orang yang sangat sibuk. Jadi mana mungkin dia punya waktu untuk membaca novel?..


Memang sih, ini novel online. Jadi bisa dibaca dimana-mana dan oleh siapa aja.


"Wah...sayang sekali kita tidak bisa bertemu kakak. Mungkin lain kali kalau kakak kembali lagi kesini," Aku menyapa lewat balasan komentar nya.


Aku pun tak berpikir terlalu dalam tentang itu, karena bukan hanya Tante Natasya yang mempunyai tas brand Kremes itu.


Lalu dengan cepat ia membalas dengan emoticon sedih.


Dan aku hanya memberi like pada emoticon balasan akun yang bernama Syasyah itu.


Tak lupa aku juga menyapa beberapa pembaca novel ku, karena kalau aku menyapa semua nya aku tak akan sanggup membalasnya.

__ADS_1


Lalu aku saat aku mau menaruh handphone, aku lihat ada notifikasi dari aplikasi NOVELTOON. Aku bukan notifikasi itu, ternyata ada pesan dari pembaca ku.


Dan ternyata itu pesan dari akun yang bernama Syasyah tadi.


"Thor, ayo kita ketemuan sekarang. Aku sangat ingin berkenalan lebih dekat dengan kamu. Karena aku penggemar tulisan di semua novel mu."


Aku melihat jam di dinding sudah menunjukkan jam dua belas malam. Dan waktu semalam ini aku tak mungkin akan keluar sendirian.


Bukan karena sombong menolak untuk bertemu dengan pembaca ku. Namun aku takut dengan keselamatan ku.


Jam semalam ini biasanya sangat rawan, apalagi dikota besar ini.


Aku menolaknya dengan halus, malah ia menawarkan untuk datang kerumah ku.


Jujur aku sangat takut dengan pembaca yang agresif seperti ini. Aku takut dia berekspektasi terlalu tinggi tentang aku. Dan setelah bertemu ternyata realita nya tak sesuai dengan ekspektasi nya. Bisa jadi dia akan menjadi dampak buruk di novel-novel ku nantinya.


Dan aku pun menolak nya saat ia ingin mendatangi ku dirumah malam ini.


Lalu akhirnya mau mengerti dengan alasan ku. Dan membuat hati ini sangat lega. Aku yakin pembaca ku yang ini adalah perempuan.


"Kalau begitu boleh kah aku meminta nomer wa kamu Thor?,"


Aku tak ingin orang-orang terdekat ku mengetahui kalau aku adalah seorang penulis.


"Makasih ya othor kesayangan ku, jangan lupa di save nomor ku. Nanti kita bisa say hello kalau aku ada di Inggris." balasnya lewat pesan di aplikasi NOVELTOON.


"Sama kakak. Senang sekali menambah saudara jauh seperti ini," jawab ku. Memang yang aku rasakan setelah menjadi seorang author banyak sekali keuntungan nya.


Selain bisa mendapatkan uang banyak dari menulis, aku juga bisa menambah teman dan saudara. Dari para author dan juga para pembaca novel-novel ku.


Klunting,"


Terdengar pesan masuk di wa handphone sahabat pena ku. Lalu aku ambil dan aku membukanya, ternyata nomor baru yang mengirim kan pesan.


"Thor, save nomor ku ya. Ini aku pembaca setia novelmu yang akun bernama Syasyah."


Benar saja dugaan ku, kalau yang mengirim pesan ini pembacaku yang meminta nomor wa ku tadi.

__ADS_1


"Ok kakak, nomor nya sudah aku save." Aku membalasnya dengan sangat singkat. Karena saat ini mata ku sudah sangat berat untuk diajak kompromi.


Aku menaruh handphone dan segera memejamkan mata. Ingin segera menyusul Kean kedalam alam mimpi.


...****************...


Keesokan harinya aku melakukan aktivitas seperti biasanya, memulai meracik bahan-bahan kue dan membuat nya dibantu oleh mbak Indah.


Drrrttttt


Drrrttttt


"Bu, handphone nya bunyi." Mbak Indah yang mendengar handphone ku berbunyi langsung mengambilnya dan di berikan nya pada ku.


Kebetulan handphone ku, aku taruh dimeja dekat mbak Indah.


"Makasih ya, mbak." Aku menerima handphone itu sambil tersenyum ramah kepada mbak Indah.


"Sama-sama, Bu." Mbak Indah kembali pada aktivitas sebelum nya.


Aku meninggalkan dapur untuk mengangkat telepon, karena saat ini mbak indah' sedang mixer adonan bolu coklat.


"Halo, assalamualaikum." sapa ku pada orang yang berada diseberang.


"Waalaikumsalam Thor. Selamat pagi author ku sayang. Lagi apa Thor?," jawaban salam dari penelpon ku.


Kenapa suaranya sangat aku kenal? seperti familiar gitu deh...


Lalu aku mencoba melihat nama penelpon ku, ternyata benar dugaan ku. Yang menelepon ku sekarang adalah pembaca novelku yang katanya sangat kagum dengan semua tulisan ku. Yaitu Syasyah yang semalam kita saling berbalas pesan.


"Ini lagi.....," aku bingung mencari alasan yang tepat. Karena kalau aku jujur sedang bekerja, aku tak enak hati, sedangkan kalau aku bilang lagi santai pekerjaan ku sangat menumpuk hari ini.


"Halo Thor?? kamu masih disana kan?," tanyanya lagi di sambungan telepon.


"Maaf kak, saat ini aku lagi sibuk. Kita saling kirim pesan aja ya." ucapku to the point. Karena pembaca seperti ini tak perlu basa basi.


"Yah... padahal aku ingin sekali ngobrol sama author. Mumpung lagi nunggu pesawat terbang. Tapi tunggu dulu, kok seperti nya aku sangat familiar dengan suara author?,"

__ADS_1


"Oh ya? mungkin suaranya sama kak, apalagi ini lewat sambungan seluler." jawab ku.


Setelah mengucap salam, akhirnya aku matikan ponsel ku.


__ADS_2