
"Maafkan, kesalahan Ina selama Ina berkerja bersama bapak. Dan mulai hari ini, Ina mengundurkan di pak." pamit Ina sambil kepalanya masih menunduk tak berani menatap wajah atasannya itu. Dan tak terasa, air mata Ina jatuh membasahi pipi nya.
"Kenapa dengan tiba-tiba kamu mengundurkan diri, Ina?!," Bima tak ingin Ina, karyawan yang begitu setia dan sangat ulet serta yang selalu ada di saat toko kelontong miliknya hampir hancur itu mengundurkan diri dari toko nya. Karena Bima sudah sangat cocok dengan Ina, Ina sangat bisa membantu Bima mengurusi tokonya.
"Tapi, pak...." Ina tak melanjutkan ucapannya, karena tiba-tiba mulutnya seperti tak bisa berkata lagi saat mengingat ucapan Laras yang begitu kasar dan menghina dirinya.
"Tapi apa, Ina?, caba jelaskan!!," Bima penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Ina. Bima ingin mendengar pengakuan Ina tentang yang terjadi di dalam bersama Laras ibu nya tadi. Kenapa Laras terlihat sangat memarahi Ina.
"Ibu sudah memecat ku, pak." jawab Ina, masih dengan wajah yang tertunduk.
"Kenapa ibu sampai memecat mu!!!, kesalahan apa yang sudah kamu lakukan, sampai ibu memecat mu, Ina?!," Bima sengaja bertanya seperti itu, walau dia tau kalau Ina tak mungkin bersalah.
Karena Bima pernah hampir saja memecat Ina, hanya karena toko sangat sepi. Ia selalu menyalahkan Ina atas sepinya toko itu. Padahal ia sadari, kalau toko sepi itu karena ulah Bima sendiri. Yang tak ada stok lebih di tokonya. Yang waktu itu, modal toko Bima habis karena Laras sering meminta uang untuk menyaingi Sarah.
Waktu itu, Laras tak ingin mau kalah dengan penampilan Sarah. Setiap Sarah membeli perhiasan, pasti Laras akan meminta uang pada Bima untuk membeli perhiasan yang sama dengan milik Sarah. Laras selalu seperti itu, setiap Sarah membeli sesuatu apapun itu.
Ada perasaan iri di diri Laras pada Sarah, ia tak ingin Bima perhatian pada Sarah. Laras menganggap kalau Bima adalah hak nya.
Jadi Bima berkewajiban memenuhi semua kebutuhan Laras dari pada Sarah yang saat itu masih menjadi istrinya.
Dulu waktu masih menjadi istri Bima, Sarah memang sengaja untuk memakai perhiasan emas yang setiap kali bertemu Laras pasti berbeda model.
Hal itu lah yang membuat Laras semakin tidak menyukai Sarah, karena menurut Laras, Sarah lah yang selalu menghabiskan uang anaknya. Yang seharusnya uang itu untuk dirinya.
Padahal, selama Sarah menjadi istri Bima. Ia tak pernah di belikan sesuatu apapun dengan uang Bima. Apa-apa Sarah selalu membelinya sendiri dengan yang hasil keringat nya sendiri.
"Ibu memecat ku, karena ibu merasa toko pak Bima sepi itu gara-gara aku yang tak bisa melayani customer dengan baik." Ina mengungkapkan apa yang dikatakan oleh Laras padanya.
"Baiklah, sekarang tenangkan dirimu disini. Aku akan masuk kedalam untuk menemui ibu." ucap Bima.
__ADS_1
Lalu Bima masuk kedalam tokonya, sedangkan Ina duduk di bangku yang ada di sebelah toko milik Bima, sesuai perintah Bima tadi.
"Punya pelayan kok nggak becus, semakin hari toko tak semakin ramai. Malah semakin sepi tak ada pengunjung sama sekali, omset toko pun turun drastis gara-gara pelayan toko bodoh itu." Laras bicara sendiri dengan suara yang sangat keras.
Ia memaki-maki Ina yang selama ini setia bekerja bersama anaknya itu.
"Siapa yang tak becus, Bu?," tanya Bima dari belakang tubuh Laras. Sontak, Laras pun menoleh kebelakang tubuhnya.
"Bima?!!!," Laras terkejut saat melihat Bima berada dihadapan nya saat ini.
"Kamu benar Bima kan?," tanya Laras sekali lagi untuk meyakinkan dirinya. Dengan tangan nya menggosok-gosok mata nya.
"Iya, aku Bima, Bu. Kenapa?," ucap Bima dengan datar.
"Kenapa ibu kaget dan ketakutan seperti itu saat melihat ku?!," tanya Bima.
"Apa wajah Bima sudah berubah seperti hantu, karena sudah sangat lama kita tak bertemu?!," sindir Bima pada Laras. Yang memang sangat lama Laras tak pernah mengunjungi Bima di dalam tahanan.
"Yang ibu kagetkan, kenapa kamu tiba-tiba ada disini?. Bukan kah kamu masih harus berada di dalam tahanan?," ucap Laras menjelaskan maksud dari kekagetan nya.
"Hari ini aku sudah bebas dan sudah bisa menghirup udara bebas seperti ibu." jawab Bima.
"Apa Bim?!, kamu sekarang sudah bebas tanpa jaminan uang sebesar Lima puluh juta itu?," Laras kaget dengan ucapan Bima.
"Aku bebas bukan karena uang, Bu. Tapi karena Sarah." jawab Bima.
"Maksud mu apa Bim?, kenapa dengan Sarah?, bukankah karena dia lah kamu di penjara?, tapi kenapa sekarang kamu bilang, kalau kamu bebas karena Sarah?!," tanya Laras yang tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Bima.
"Sarah itu jahat, Bim. Dia yang selalu membuat kamu menjadi susah." lanjut Laras mencoba mempengaruhi Bima.
__ADS_1
"Sebenarnya Sarah itu sangat baik, Bu. Hanya kita saja yang tak mau melihat kebaikan nya. Kita mencoba menutup mata atas kebaikan yang sudah Sarah lakukan pada keluarga kita." jawab Bima.
Bima tak terima kalau Sarah selalu dijelek-jelekkan lagi seperti kemarin-kemarin.
Kini Bima sadar, kalau yang ia lakukan pada Sarah memang salah. Jadi Bima akan meminta maaf pada Sarah setelah ini.
"Sekarang bukan saat nya kita bahas tentang Sarah, Bu.Karena yang akan aku bahas bukan tentang Sarah, melainkan tentang ibu dan toko ku ini.
"Maksud mu apa kamu mau rujuk kembali dengan perempuan itu, Bim?," Laras masih ingin tahu tentang hubungan Bima dan Sarah sampai saat ini. Laras ketakutan kalau Sarah dan Bima benar-benar ingin kembali rujuk.
"Ada keinginan untuk rujuk dengan Sarah, namun Sarah yang menolak ajakan rujukku." gumam Bima dalam hati saat mendengar apa yang dikatakan oleh Laras.
"Kita jangan bahas tentang orang lain dulu, Bu. Karena kedatangan ku tak untuk membahas itu " jawab Bima dengan wajah dingin pada Laras.
"ku rasa toko ini begitu ramai pengunjung , sehingga stok barang sudah banyak yang habis Bu?," tanya Bima.
"Iya, Bim." jawab Laras sambil menganggukkan kepala nya dengan ragu.
"Lalu kenapa ibu tak mengisi stok barang yang habis itu, Bu?!," Bima memojokkan Laras.
"Emm....itu Bim..... Semua itu salah Ina pegawai mu." jawab Laras beralasan.
"Ina?, kenapa dengan Ina?!," tanya Bima dengan berpura-pura mencari keberadaan Ina, Bima mengedarkan pandangan nya di seluruh ruangan toko itu.
"Ina, tak becus melayani customer. Jadi beberapa hari ini toko sangat sepi tak ada pengunjung yang datang, Bim." Lagi-lagi Laras mengkambing hitamkan Ina.
Ina terus disalahkan oleh Laras, karena toko Bima sepi.
"Lalu sekarang dimana dia?!, aku harus memberi pelajaran pada Ina saat ini juga." ucap Bima.
__ADS_1
"Aku tenang saja, Bim. Dia sudah aku pecat." jawab Laras dengan wajah bahagia. Karena ia berhasil membuat Bima percaya dengan ucapan.