DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Ancaman Untuk Anita


__ADS_3

 "Kamu mau kemana, Sarah?," tanya Rama pada Sarah yang penasaran, karena Sarah terlihat sangat tergesa-gesa dengan wajah penuh kekhawatiran.


"Maaf, pak. Aku harus pergi dari sini." jawab Sarah dengan mengemasi beberapa barangnya yang tergeletak di atas meja kedalam tas nya.


"Apakah hal itu sangat penting? Sehingga kamu sangat terlihat terburu-buru?," tanya Rama yang melihat sikap Sarah tak seperti biasanya.


"Kalau memang tak terlalu penting, santai dulu Sarah. Kita makan siang bersama dulu sambil mengobrol." usul Rama pada Sarah. Karena memang Rama ingin berlama-lama bersama dengan Sarah.


"Maaf pak, ini sudah menyangkut hidup dan mati saya." jawab Sarah dengan tangannya berhenti melakukan aktivitas sambil mata nya menatap Rama.


"Apa ada yang sedang membahayakan mu, Sarah?," tanya Rama lagi dengan penuh kekhawatiran.


"Biar aku yang akan mengantarkan mu." lanjut Rama.


"Tapi pak, bapak tak bisa pergi begitu saja saat ini. Karena akan ada tamu yang ingin menemui bapak." sahut Anita, seperti tidak setuju dengan usulan Rama untuk mengantarkan Sarah. Sehingga ia mencari-cari alasan agar Rama tak jadi mengantarkan Sarah.


"Kamu bisa cancel semua, kan?!," ucap Rama, yang artinya ia tak akan menuruti semua yang dikatakan Anita.


"Tapi, pak. Bukan kah mama bapak akan kesini?, lalu apa yang akan ku katakan pada beliau kalau sudah kesini, tapi bapak tak ada di tempat?," Anita terus mencari-cari alasan agar Rama menguntungkan niatnya.


"Bapak tak perlu repot-repot mengantarkan saya. Karena saya akan berangkat sendiri." Dari awal Sarah sudah tak setuju dengan usulan Rama. Karena Sarah sudah bisa menghadapi masalah nya ini sendiri. Lagi pula Sarah dan juga sudah memesan taksi online.


"Kamu akan tetap saya antar, Sarah." ucap Rama dengan kekeh.


Lalu pandangan Rama menuju pada Anita. "Dan kamu, saya harap kamu bisa menghandle semua pertemuan ku hari ini. Dan ingat!!!, tidak ada kata tapi!!!," ucap tegas Rama pada Anita.


Wajah Anita pun berubah muram, karena usahanya untuk menggagalkan Rama agar tak jadi mengantarkan Sarah gagal.

__ADS_1


"Sekarang tunggu aku sebentar, aku akan mengambil tas ku yang ada didalam." ucap Rama pada Sarah. Lalu ia meninggalkan Sarah dan Anita hanya berdua saja.


Menurut Anita, inilah saat yang tepat untuk memberi pelajaran pada Sarah. Anita berjalan mendekati Sarah yang masih sibuk memasukkan dan menata barang-barang nya ke dalam tas.


"Harusnya, kamu itu sadar diri!!, jangan ngelunjak seperti ini." ucap Anita Sambil memutari tubuh Sarah yang saat ini sudah berdiri tegak, karena aktivitas mengemasi barang-barangnya sudah selesai.


"Maksud kamu?," tanya Sarah tidak mengerti dengan apa yang telah dikatakan oleh Anita.


"Walau kamu seorang penulis terkenal, tapi ternyata kamu cukup bodoh untuk mencerna maksud dari ucapan ku." Hina Anita pada Sarah dengan tatapan yang seperti menyepelekan.


"Namun hal itu tak membuat ku terkejut, karena memang kamu hanya lulusan SMA dari kampung, lagi. Makanya ilmu pengetahuan mu sebatas ini." ucap Anita sambil menunjukkan jari Kelingkingnya.


"Jadi sebelum aku melakukan hal nekat dari tadi, lebih baik kamu tolak ajakan Rama!!," bisik Anita mengancam Sarah.


"Memang kamu melakukan hal apa padaku?!," tanya Sarah dengan mata melotot. Disaat hatinya lagi kalut karena saat ini anak semata wayangnya bersama Veni, ada saja tingkah laku Anita seperti sengaja membuat hati Sarah semakin tak karu-karuan.


"Memang kamu tak menyadari, kalau pertanyaan wartawan yang terakhir itu skenario siapa?," tanya Anita sambil tersenyum jahat pada Sarah.


"Ternyata kamu pintar juga kali ini." ucap Anita sambil tepuk tangan dan tersenyum sinis pada Sarah.


"Kamu tau kan kenekatan ku seperti apa?, jadi aku harap kamu jangan bermain-main dengan ku!!," tatapan mata Anita semakin tajam pada Sarah.


Sekarang juga kamu pergi dari sini sebelum Rama datang!!," Usir Anita sambil menunjuk pintu keluar.


"Oh... Jadi dalang dari semua pertanyaan wartawan itu kamu?!," tanya Sarah sambil tersenyum getir pada Anita.


"Tapi sayang nya tujuan mu ingin mempermalukan aku didepan media tidak berhasil, Anita." lanjut Sarah.

__ADS_1


"Jangan kamu kira aku bodoh!!, walau pun aku dari kampung, aku bisa membuat kamu di pecat dari pekerjaan mu saat ini." ancam Sarah pada Anita.


Sarah sudah muak dengan tingkah laku Anita, yang semakin hari semakin menyebalkan. Semakin di Sabari dirinya semaki melunjak seperti tak punya sopan santun.


"Wow!!, kamu mengancam ku?!," tanya Anita seperti menganggap ancaman Sarah itu hanya lelucon.


"Kamu kira aku bisa miskin kalau aku tidak bekerja disini?!, kamu pikir aku akan menjadi gembel kalau aku tidak kerja disini. Yang perlu kamu tau, Rama tak akan pernah memecat ku. Karena aku dan Tante Natasya mama nya Rama sudah sangat dekat." ucap Anita penuh percaya diri.


Namun Sarah hanya tersenyum kecut saat Anita bicara dengan penuh percaya diri.


"Dan satu lagi, kalau Rama memecat ku. Bukan aku yang rugi, tapi perusahaan nya Rama. Karena dia akan kehilangan orang yang sangat pintar lulusan universitas terkenal di inggris." Anita sangat membanggakan gelarnya yang ia peroleh di universitas luar negeri.


"Kamu yakin semua yang kamu katakan itu benar?, apa perlu aku mencoba bicara dengan Rama atas tindakan mu ini padaku?!," Sarah terus berpura-pura mengancam Anita. Padahal dalam fikiran Sarah, tak ada sedikitpun terlintas rencana buruk seperti itu. Sarah hanya melakukan ini untuk menakut-nakuti Anita.


"Kamu jangan macam-macam Sarah!!," mata Anita Melotot dan memerah. Di wajahnya makin nampak kalau sesungguhnya ia takut hal itu terjadi.


Sebenarnya, Sarah mengetahui keadaan keluarga Anita. Setelah waktu itu ia dan Sinta mengantarkan nya pulang, dari situ Sarah dan Sinta mengerti tentang seluk beluk keluarga Anita.


"Kenapa kamu terlihat ketakutan seperti itu?!," tanya Sarah dengan senyum sinis pada Anita.


"Makanya, jadi orang itu jangan sok!!!," lanjut Sarah berbisik pada Anita.


Lalu Sarah pun berjalan keluar dari ruangan itu, meninggalkan Anita yang masih berdiri mematung. Seperti nya ia merenungi semua ucapan yang keluar dari mulut Sarah.


Sarah pun pergi tanpa menunggu Rama, karena selain taksi yang ia pesan sudah datang. Sarah tak ingin melibatkan siapapun dalam masalah nya. Apalagi itu Rama yang saat ini menjadi rejan kerja nya.


Kini taksi itu membawa Sarah ke alamat yang telah dikirim Veni. Dimana Kean berada bersama Veni disana.

__ADS_1


Hati Sarah sangat kalut memikirkan hal buruk yang akan terjadi pada anaknya nanti. Karena ia tau dengan kenekatan Veni.


"Tunggu amma nak, amma akan segera datang." gumam Sarah dalam hati. Berkali-kali dan berulang-ulang mulut nya berucap dzikir untuk meminta keselamatan anaknya yang saat ini dia tak tau bagaimana keadaan Kean bersama Veni.


__ADS_2