DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
POV Damar


__ADS_3

Aku pun tidur dengan hati yang sangat bahagia, bak seorang ABG yang baru saja merasakan yang namanya jatuh cinta.


Aku tak peduli sama Sarah entah dia ngapain sekarang, mungkin aku sedikit keterlaluan tapi ini pelajaran untuk dia biar dia bisa menjadi lebih baik dan tau diri. Karena sejatinya aku seorang suami yang harus mengajari kebaikan pada istri.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Ku dengar suara alarm dari handphone ku, yang menandakan ini sudah pagi. Di waktu nya untuk bangun dari tidur. Kubuka mata dan duduk bersandar pada dinding ranjang sambil menggeliat.


Terasa badan ini lebih enteng setelah tidur nyenyak dengan waktu tidur yang cukup. Setelah melemas kan otot-otot, Kuraba handphone ku yang semalam ku tinggal tidur. Seingat ku benda pipih yang pintar itu ku di samping kepala ku. Tapi kenapa sekarang nggak ada?


Aku pun langsung beranjak dari ranjang untuk mencari nya. Ku edarkan pandangan keseluruhan sudut kamar, aku pun tak melihatnya.


"arghhh.... kemana handphone ku ini?! mana semua isi pesannya belum aku hapus" gumam ku frustasi.


"Tapi bukannya tadi alarm handphone ku berbunyi? Berarti handphone ku ada disini donk?" gumamku sendiri.


Tiba-tiba terlintas dipikiran untuk buka dibawah bantal Sarah. Tanpa berpikir panjang aku langsung bergegas ke bantal milik Sarah. Dan ternyata benar handphone ku ada disitu.


"Duhh... gimana nih? pasti Sarah sudah membaca semua chatting ku sama Bianca".


Aku pun bergegas mandi agar pikiran ini jernih untuk menghadapi setiap pertanyaan-pertanyaan Sarah nanti.


Setelah mandi aku bergegas keluar kamar, kulihat Sarah masih sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan.


" Lagi masak apa sayang?" ku samperin Sarah.


"ini mas" jawab Sarah singkat sambil menunjuk penggorengan di atas kompor yang isi nya paha-paha ayam sedang digoreng.


Dia pun tak menatap wajah ku sama sekali, dan ini membuat ku salah tingkah. Mungkin Sarah bersikap seperti ini setelah membaca semua isi pesan singkat ku dengan Bianca.

__ADS_1


Dan Sarah pun berlalu ke meja makan untuk menyiapkan makanan-makanan yang sudah matang. Tanpa melihatku yang ada disampingnya.


Aku pun mengikuti nya kemeja makan.Dimeja makan kulihat sudah ada mama dan Lidya.


" Silahkan sarapan ma, Lid" tegur Sarah sambil menghidangkan sepiring ayam goreng.


" Hmm...." jawab mama singkat tanpa ada senyum dan tanpa melihat Sarah. Mungkin mama masih marah pada Sarah, karena Sarah sudah memfitnah nya.


" Yakin ini masakan nya Uda enak mbk? nggak kayak kemarin?" ucap Lidya dengan nada sedikit mengejek.


"Kamu coba dulu aja Lid, kalau misal nggak enak. Gantian kamu aja yang masak."ucap Sarah tegas.


"Enak aja kok aku yang masak,, lah mbak Sarah mau ngapain kalo aku yang masak? mau kerja kantoran?? ya mana bisa? mbak Sarah cuma lulusan SMA!!! hahahaha " kompak kami bertiga mama,aku dan Lidya reflek menertawakan nya.


Kulihat Sarah menundukkan kepalanya dan wajahnya terlihat merah. Apa dia marah dengan guyonan Lidya?


Tapi kenapa harus marah, memang kenyataan nya Sarah emang lulusan SMA kan.


Kamu bertiga pun mulai sarapan, dan lumayan sih masakannya sekarang. Enak, nggak seperti kemarin.


"Oya ma, uang bulanan Uda aku transfer ke mama 5juta. jadi sekarang mama yang mengatur keuangan bulanan Damar" ucapku ke mama.


"Apa mar? kok cuma 5juta? trus jatah bulanku gimana?" tanya mama.


" Itu uda sekalian jatah bulanan mama, nanti yang 2juta aku kasih Sarah. Dan sisa nya buat pegangan Damar ma" jawab ku memberi rincian gaji pada mama.


"Ah... ya nggak gitu donk!! Sarah mau kamu kasih 2juta? enak aja. Dia nggak ngapa-ngapain kok. Sini jatah Sarah kasih mama aja, kamu kasih Sarah seratus ribu aja. Emang kamu mau, uang kamu buat hidupin keluarga Sarah yang miskin itu? sedangkan kalau kamu kasih mama banyak itu Uda kewajiban kamu karna mama yang melahirkan kamu, merawat kamu dan menyekolahkan kamu sampai kamu seperti ini!!. emang kamu kira semua itu butuh biaya dikit?!" ucap mama penuh penekanan.


"Benar juga apa yang dikatakan mama, bisa-bisa uangku dikasihkan pada keluarga Sarah. Lagian kalau aku kasih lebih pada mama kan tak ada salahnya karena berkat mama aku jadi seperti ini" ucapku dalam hati.

__ADS_1


" Ya Uda deh ma, ini cash 2juta mama yang pegang. Dan sisa gaji, biar Damar yang pegang buat beli bensin dan keperluan Damar lain nya" jawabku.


" Nah gitu donk,,, ini baru nama nya anak yang berbakti kepada orang tua" jawab mana sambil mengambil uang 2juta itu.


"Ya Uda, kalau gitu Damar siap-siap mau anter Sarah kerumah ibu nya" ucapku sambil beranjak dari meja makan.


" Kenapa kamu harus anter sih mas, kan bisa tuh mbak Sarah berangkat sendiri. Nanti malah kamu telat makan malam nya sama mbak Bianca" ucap Lidya kesal .


" Ya kasian Lid, masa Sarah berangkat sendiri naik bus mana dia sedang hamil besar. Aku usahain nanti malam nggak akan telat, makanya aku berangkat nya pagi gini" ucapku memberikan penjelasan pada Lidya.


"Huh... dasar si Sarah itu memang manja nggak bisa apa berangkat sendiri. Bisa nya cuma nyusahin ajah!!!" geram mama.


Ku Susul Sarah ke kamar dan aku lihat dia sedang mengemasi baju-baju yang mau di bawa kerumah ibu nya.


"Sayang, kamu Uda siap? biar aku anter ya, tapi mas nggak nginep. soalnya mas hari ini ada janji". ucapku pada Sarah.


"iya mas" jawabnya singkat.


" Ini uang jatah satu bulan untuk kamu, sekarang kamu nggak usah bingung mengatur uang belanja kita. Karena semua nya Uda mas serahkan sama mama. Biar pikranmu tenang." ucapku sambil menyerahkan kan 2lembar uang pecahan seratus ribuan.


" Hah? dua ratus ribu satu bulan mas? yakin ini cukup? Mas, ini itu rumah tangga kita. Tolong donk jangan masukkan orang lain dalam rumah tangga kita. biarkan rumah tangga kita, kita berdua yang atur. jangan libatkan mama di sini". ucap Sarah dengan pelan tapi penuh penekanan.


"Apa kamu bilang?! maksud kamu mama orang lain? kamu harus ingat ya Sarah itu mama ku, orang yang sudah melahirkan ku dan merawat ku sampai aku bisa seperti ini. Yang Orang lain itu ya kamu!!!" ucapku dengan penuh emosi.


"Tapi mas, emang kamu pikir dengan uang 200ribu itu cukup satu bulan?" tanya Sarah.


" Menyesal aku beri kamu 200ribu, padahal tadi mama cuma suruh memberi kamu 100ribu. Ya Uda ini 100ribu buat kamu. cukup nggak cukup aku nggak mau tau!!" bentak ku sambil ku lempar uang seratus ribu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


jangan lupa mampir ke novel temen ku juga yagesya



__ADS_2