DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Melihat Dengan Mata Kepala Sendiri


__ADS_3

Pagi ini setelah semua pekerjaan rumah selesai, ia pergi ke kantor polisi. Karena ia mendapatkan surat panggilan, yang memintanya untuk hadir di kantor polisi. Sarah akan di minta keterangan lebih lanjut mengenai laporan nya pada Bima.


Sarah membawa mobil dengan kecepatan sedang, karena Sarah sengaja berangkat lebih awal agar tak terkena macet dijalan.


"Ren, hari ini aku tak ketoko. Karena aku harus memenuhi panggilan dari kantor polisi." Sarah mengirim kan pesan pada Reni karyawan nya, agar Reni tak berharap dengan kehadiran nya di toko.


"Iya, Bu. Insyaallah kami bisa menghandle toko." balasan pesan dari Reni pun langsung di baca oleh Sarah dengan satu tangan nya memegang setir mobil.


Lalu Sarah menyudahi balas membalas pesan dengan Reni. Karena ia sadar, kalau sekarang dia sedang menyetir mobil.


Beberapa menit kemudian, Sarah sampai di depan kantor polisi. Saat ia memarkir mobilnya, ia melihat ada mobil Veni yang sudah terparkir disana.


Pikiran Sarah pun sudah kemana-mana, yang pasti tentang pertengkaran yang akan terjadi saat Sarah dan Veni bertemu. Ditambah lagi kalau kedatangan Veni kesini bersama Laras mantan mertua Sarah.


Karena ini panggilan bersifat resmi dan sangat penting, Sarah pun tak bisa menghindar agar tidak bertemu dengan keluarga Gil* mantan suaminya itu.


Dengan memantapkan langkah kaki, Sarah pun berjalan menaiki tangga teras kantor polisi untuk menuju ruangan yang di maksud.


Namun di dalam ruangan itu, Sarah tak melihat satu pun keluar Bima yang ada disitu.


"Lantas kemana perginya mereka?," gumam Sarah dalam hati.


Sarah pun masuk setelah ia mengucapkan salam dan di persilahkan masuk oleh petugas yang bertugas di situ.


Dan setelah Sarah duduk di kursi yang sengaja di taruh tepat di depan penyidik, pintu ruangan itu pun di tutup.

__ADS_1


Sekitar empat puluh menit di dalam ruangan dan dengan beberapa pertanyaan yang di berikan, akhirnya Sarah di ijinkan keluar.


Sampai di luar ruangan, Sarah masih melihat mobil Veni terparkir tepat disamping mobil milik Sarah. Itu tandanya, Veni masih berada di sini.


Sebenarnya di hati kecil Sarah, ada rasa ingin menjenguk Bima mantan suaminya itu di dalam sel. Namun kalau Sarah datang saat ini untuk menemui Bima di dalam sel, dipastikan Sarah akan bertemu dengan Veni, lebih-lebih juga bertemu dengan Laras dan Ambar.


Dan itu yang membuat Sarah untuk datang melihat keadaan Bima.


Namun rasa penasaran dengan keadaan Bima, membuat Sarah nekat masuk kedalam. Tujuan nya tidak untuk menemui Bima, melainkan hanya ingin mengintip Bima dari jauh dan memastikan kalau Bima saat ini baik-baik saja.


Sampai di pintu ruangan khusus untuk para keluarga yang ingin menemui tahanan, kaki Sarah pun terhenti.


Ia mencoba mengintip dari balik pintu yang hanya sedikit terbuka itu.


Saat Sarah mengedarkan pandangan nya kedalam ruangan yang ukurannya tak begitu besar itu. Sarah tak melihat keberadaan Laras dan Ambar. Yang Sarah lihat saat ini hanyalah Bima dan Veni yang duduk berhadapan.


"Walau sedikit lebih kurus, tapi sepertinya keadaan mas Bima baik-baik saja", gumam Sarah dalam hati.


Sarah pun ingin menyudahi pengintipan nya, karena ia sudah merasa lega melihat keadaan Bima yang terlihat sangat baik-baik saja.


Namun dengan tidak sengaja mata Sarah melihat hal yang tidak wajar yang di lakukan seorang adik dan istri dari kakak nya.


Betapa kagetnya Sarah saat melihat tangan kanan Veni mengelus-elus pipi Bima dan tangan kirinya nya memegang tangan kanan Bima. Dan sesekali Bima menciumi tangan Veni.


"Sayang, aku pamit pulang dulu. Aku takut kedatangan ku kesini di ketahui oleh ibu. Dan aku janji akan mengeluarkan mu secepatnya. Aku akan mencarikan uang itu agar kamu bisa keluar dari sini." perkataan Veni terdengar jelas di telinga Sarah.

__ADS_1


"Hah?! Pemandangan apa ini?!, apakah di dalam tidak ada penjaga? Sehingga mereka dengan leluasa melakukan itu?," ucap Sarah dalam hati dengan tangan kanan nya menutupi mulutnya yang masih terperangah kelakuan mereka berdua di dalam.


Awalnya, saat Veni bercerita pada Sarah tentang hubungan dengan adik dari suaminya. Sarah sedikit tidak percaya, karena selain Veni suka mengarang cerita, Sarah pun tak pernah berpikir kalau Bima mau melakukan itu dengan istri dari kakak kandung nya.


Namun dengan apa yang Sarah lihat hari ini, membuktikan kalau yang di katakan oleh Veni pada Sarah waktu ia mengirimkan pesan di platform novel online itu ternyata benar adanya.


Sungguh Sarah tak habis pikir dengan apa yang telah dilakukan oleh mantan suaminya dengan istri Kakak kandung nya.


Setelah melihat pemandangan yang sangat mengejutkan itu, Sarah pun segera pergi meninggalkan ruangan itu.


Memang karena tujuan awalnya ia tak ingin menemui Bima. Ia hanya ingin tau keadaan Bima sekarang setelah berada dalam sel tahanan.


Sarah pun berlari kecil meninggalkan tempat itu, ia tak ingin ada orang yang memergoki nya termasuk Veni.


Karena kalau sampai Veni tau Sarah mengintip nya didalam bersama Bima. Veni akan nekat melakukan apapun untuk mencelakai Sarah.


Dari awal Sarah sudah sangat ingin bercerai dengan Bima, ditambah saat ini ia melihat kejadian yang sangat menjij*kan yang telah mereka lakukan, membuat Sarah ingin segera menggugat cerai terlebih dulu. Karena Sarah sangat yakin kalau gugatannya akan di terima oleh pengadilan agama, karena Sarah sudah memegang bukti yang bisa mempermudah proses persidangan perceraian di pengadilan agama.


Kini Sarah sudah berada di dalam mobil, ia mengatur nafas yang terengah-engah. Karena Sarah berlari-lari kecil menuju mobilnya yang terparkir di tempat parkir.


Sarah sengaja berlari agar ia tak ketahuan oleh Veni. Karena dari percakapan yang Sarah dengar, Veni pamit pulang pada Bima, karena waktunya akan habis. Veni takut kedatangan nya yang hanya seorang diri itu kepergok oleh Laras ibu nya Bima yang tak lain adalah mertuanya sendiri.


Dan keberuntungan masih di pihak Sarah, setelah mobil Sarah keluar dari area parkir kantor polisi. Veni pun keluar, Veni berjalan menuju mobilnya dengan tergesa-gesa. Veni takut kalau salah satu keluarga Bima memergoki nya di sini menemui Bima seorang diri.


Setelah masuk kedalam mobil, Veni pun keluar dari halaman parkir kantor polisi. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju saon milik Siska.

__ADS_1


Saat Sarah melihat jam di pergelangan tangan nya masih pukul satu siang. Sarah pun memutuskan untuk visit ke outlet cabang miliknya. Yang lumayan lama tidak pernah ia kunjungi.


__ADS_2