DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Rama Marah


__ADS_3

Perasaan bahagia sedang menyelimuti Sarah. Karena sebentar lagi ia akan segera resmi bercerai dengan Bima.


Hidup bebas dari orang-orang toxic seperti keluarga Bima itu sudah menjadi impian Sarah sejak dulu. Seandainya Sarah tau sifat dan sikap keluarga Bima sebelum ia menikah. Mungkin Sarah akan langsung menolak nya.


Namun nasi sudah menjadi bubur, jadi untuk apa di sesali?, sekalian aja di nikmati, walau harus jadi janda lagi untuk yang kedua kali. Itulah pikiran Sarah saat ini.


Setelah ia menutup panggilan telepon nya, kini ia menuju outlet cabang nya yang ada di mall.


Sedangkan, Anita sangat kesal dengan apa yang telah di lakukan oleh Rama.


Anita sudah melakukan semuanya, termasuk berbohong pada Rama kalau ada klien yang menunggu ingin bertemu. Nyatanya, Rama tak mementingkan itu.


Dan itu membuat Anita kesal dan penasaran. Anita sangat penasaran dengan apa yang di lakukan oleh Rama. Karena hanya makan siang saja, ia tak ingin di ganggu.


"Aku harus bisa mendapatkan mu, Rama!!!." ucap Anita dengan lirih.


Lalu Anita segera ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Dan setelah itu, ia memasang kembali make up di wajah nya. Agar mata sembab abis menangis tadi tidak kelihatan.


Anita malu kalau ada banyak orang yang tau kalau dia habis menangis.


Setelah wajahnya sudah kembali seperti semula, seperti tadi pagi saat ia datang ke kantor. Anita pun berani keluar dari ruangan nya.


Setelah menangis meraung-raung, kini perut Anita sangat lapar. Karena kenyataannya adalah menangis pun juga butuh tenaga.


Kini ia keluar dari ruangan nya untuk pergi ke kantin kantor. Anita akan makan siang yang sedikit terlambat.


Anita pun duduk dengan manis di kursi kantin yang terlihat sudah sepi, Karena memang jam makan siang sudah habis.


"Tumben Bu Anita sendirian? Dan terlambat lagi." tanya penjaga kantin.


"Lagi sibuk banget ya Bu?, trus pak Rama nya kemana?, biasa nya kan pasti berdua." Anita terus di berondongan dengan pertanyaan oleh penjaga kantin kantor itu.

__ADS_1


"Aku kesini untuk makan karena lapar, pak. Bukan untuk wawancara." jawab Anita dengan lemas, karena selain hati nya sakit. Perutnya pun juga sakit, karena menahan rasa lapar.


"oh...baik baik Bu, maafkan saya. Bu Anita sekarang mau makan apa?," tanya penjaga kantin itu, setelah ia meminta maaf pada Anita. Karena maksud dari pertanyaan nya tadi hanya sekedar guyonan.


"Seperti biasanya saja." jawab Anita dengan lemas dan sangat malas. Rasanya selera makan nya hilang, karena tak ada Rama bersama nya. Namun Anita tetap memaksakan diri untuk makan, agar perutnya tak sakit lagi karena kelaparan.


Tak lama makanan pesanan Anita pun datang, sesuai dengan apa yang Anita minta. Tanpa menyebutkan menu makanan yang ia pesan, penjaga kantin pun sudah sangat hafal dengan menu favorit nya.


Baru beberapa kali menyendokkan makanan kemulutnya, handphone Anita berdering.


Sengaja Anita tak menghiraukan bunyi handphone nya, karena ia ingin menikmati makanan nya. Walau pun tak ada selera untuk makan saat ini.


Namun handphone nya terus berbunyi, panggilan berkali-kali dilakukan. Dan itu membuat Anita sangat terganggu dengan suara itu.


Lalu dengan rasa malas Anita mengambil handphone itu. Mata perempuan cantik itu pun membelalak saat ia tau di layar handphone nya nama Rama yang sedang memanggilnya.


"Rama?!," mata Anita Melotot pada layar handphone nya.


"Kamu ada di mana?!," bentak Rama pada Anita yang saat ini sedang berada di kantin untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan.


"Katanya ada klien penting yang ingin bertemu dengan ku, tapi kamu tidak ada di ruang kerja mu!!," lanjut Rama masih dengan nada tinggi.


"Maaf, Ram. Eh ..pak Rama. Aku sedang berada di kantin. Aku masih makan siang." jawab Anita dengan terbata-bata. Karena Rama tak pernah berbicara setinggi ini nadanya, walau waktu marah sekali pun.


"Apa kamu bilang?!, jam segini masih ada di kantin?!," Rama menghembuskan nafas besar dengan sangat kesal dengan sikap Anita, yang menurutnya tidak profesional dalam bekerja.


"Bukan kah jam makan siang sudah habis?!, kamu ini sebenarnya punya jam nggak sih?!, kerja kok tidak profesional banget!" Rama terus berbicara tanpa memberi kesempatan Anita untuk menjelaskan alasan nya.


"Sekarang kembali ke kantor dan segera ke ruangan ku!!," Rama pun menutup panggilan telepon nya secara sepihak. Tanpa menunggu Anita menjelaskan alasannya, kenapa ia makan siang nya telat.


Lalu dengan segera Anita pun meninggal kan makanan yang masih tersisa banyak itu, karena Anita hanya memakannya beberapa sendok saja.

__ADS_1


"Kenapa makanannya tidak dihabiskan Bu?," tanya penjaga kantin itu pada Anita yang terlihat terburu-buru meninggalkan makanan nya yang berada dia sudah meja itu.


"Apa ada yang salah dengan pesanan Bu Anita?, sehingga Ibu Anita tidak memakan makanan itu?," tanyanya lagi karena tidak seperti biasanya Anita seperti itu. Meninggalkan makanan yang masih banyak di atas piring nya.


"Maaf Pak, saya tidak bisa menghabiskan makanan itu. Karena aku sangat terburu-buru, ada tamu yang datang dan saya harus menemuinya." Anita memberi alasan pada penjaga kantin itu.


Lalu Anita berlari ke arah kantor setelah membayar makanan itu. Anita berlari karena ia takut Rama akan semakin marah padanya.


Setelah sampai di depan ruangan Rama, Anita mencoba merapikan penampilannya, yang mungkin terlihat awut-awutan. Karena ia berlari tadi.


Anita mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam ruangan Rama.


Tok


Tok


Tok


"Masuk!!," jawab Rahmat dari dalam ruangannya itu.


Anita pun langsung menarik handle pintu yang ada di depannya saat ini.


"Dari mana saja kamu ini?! kerja kok tidak profesional banget!!!. Jam segini masih ada di kantin untuk makan siang!!," ucap Rama sangat ketus pada Anita yang masih berdiri di samping meja kerjanya


"Seharusnya kamu itu menjadi panutan untuk karyawan lain, Anita!!. Tidak seperti ini!!," Rama sangat marah dengan sikap Anita yang sangat tidak profesional menurutnya.


"Maaf Pak, bukannya aku tidak profesional. Memang tadi, aku terlambat untuk makan siang." Anita membela dirinya sendiri.


"Alah pasti itu hanya alasanmu saja!!, karena aku tahu kamu memang seperti itu orangnya. Tidak pernah profesional dalam bekerja." Rama tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Anita dan itu membuat Anita sangat sedih.


"Benar pak, itu bukan sekedar alasan saja. Tadi aku itu aku makan siangnya agak telat." Anita mencoba untuk membela dirinya walaupun ia yakin kalau Rama tak akan pernah percaya sama dia.

__ADS_1


"Lalu kenapa kamu telat makan siang?, ke mana saja kamu saat jam makan siang?," Rama masih memberondong pertanyaan pada Anita. Seperti nya Rama sengaja memperbesar masalah yang sebenarnya tidak terlalu fatal itu.


__ADS_2