DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Proses Yang Mengerikan


__ADS_3

Pagi ini Linda tersadar dari pingsan nya, iya sangat kaget saat melihat Lidya anak nya terkapar bersimbah darah.


Linda berlari ke arah Lidya uang saat ini sedang terbaring tak sadarkan diri. Lalu Linda mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan untuk mencari keberadaan nenek Peki.


Namun keberadaan nya tak terlihat di ruangan ini. Linda mencoba membangun kan Lidya dengan menggoyang-goyang tubuh nya, tapi Lidya tak bergeming sama sekali.


Linda mulai berteriak-teriak memanggil nama anak nya, Linda sangat takut akan terjadi apa-apa pada Lidya. Namun semua yang ia lakukan sia-sia, karena Lidya tak merespon nya sama sekali.


Linda yang semakin ketakutan, ia langsung memegang hidung dan nadi Lidya. Akhirnya ia sedikit tenang, karena anak perempuannya masih bernafas. Tapi ketakutan masih ia rasakan, saat melihat darah segar yang keluar.


Disamping Lidya yang terbaring, terlihat benda-benda tajam yang di bawa oleh nenek Peki kemarin berlumuran darah. Seketika linda menjerit ketakutan.


Linda pun memberanikan diri berjalan menuju dapur milik nenek Peki. Dia sangat penasaran dengan keberadaan nenek tua itu. Sebelum ia ke dapur ia mencoba masuk bilik kamar yang tak berpintu itu.


Saat Linda membuka kain penutup pintu itu, Linda sangat terkejut melihat isi bilik itu.


Ia melihat beberapa benda kuno seperti keris dan tombak di atas kain putih dan bertabur bunga setaman. Walau banyak bunga yang bertaburan, tapi bau amis sangat menyeruak. Londa edarkan lagi pandangannya, ternyata disamping keris dan tombak yang berjajar terdapat satu kendi yang berisi darah.


Linda yang tak tahan dengan baunya, ia menutup hidungnya. Namun perutnya saat ini sangat mual.


Namun rasa penasaran nya sangat besar, ia mulai masuk kedalam bilik itu. Dan tatapannya dikejutkan dengan segumpal daging yang masih berlumuran darah segar diatas nampan yang dialasi kain berwarna putih dan terbuat dari seng dan berwarna emas.


Kaki Linda terasa lemas seperti tak bertenaga, dan disamping gumpalan daging itu terdapat potongan rambut yang dipastikan itu adalah rambut Lidya.


Setelah melihat isi dalam bilik itu, Linda segera bergegas keluar. Ia takut ketahuan nenek tua itu. Namun kaki Linda melangkah ke arah belakang yang diduga itu dapur.


Didalam dapur tidak ada apa-apa, hanya ada tungku yang perkakas kuno yang tak tertata.


Dan ia tidak melihat keberadaan nenek tua itu. Saat Linda masih melihat isi didalam dapur, Tiba-tiba Linda dikejutkan siara dari arah belakang Linda, yaitu dari arah ruang tamu.

__ADS_1


"Mencari siapa kamu?!." Suara nenek Peki terdengar sangat marah.


Linda yang terkejut sangat ketakutan dengan suara yang tiba-tiba muncul dari belakang nya. Linda tak bergeming dari tempat nya saat ini. Ia sangat takut kala mendengar siara nenek Peki yang terdengar sangat marah.


"Apakah kamu mencari saya?!," suara nenek Peki semakin terdengar sangat dekat di telinga Linda.


Lalu bahu Linda dipegang oleh tangan yang sudah keriput, Linda sangat ketakutan dan gemetar. Sampai tak terasa kalau celananya saat ini sudah basah karena air kencingnya


"Mmm... maafkan aku nek, " Linda membalikkan tubuhnya dengan menyatukan telapak tangannya serta ia menutup matanya. Ia sangat takut untuk melihat nenek Peki yang menyeramkan itu, apalagi kalau nenek Peki sedang marah. Sangat tak bisa dibayangkan wajah yang sangat menakutkan.


Nenek Peki tertawa melengking dan sangat mengganggu pendengaran Linda. Linda sangat dibuat ketakutan dengan suara tertawa nenek tua itu.


Nenek Peki melihat wajah ketakutan Linda sangat membuatnya ingin tertawa lebih keras lagi.


Namun yang jadi pikiran Linda saat ini, datang dari mana nenek Peki tadi?


Karena ia tak mendengar suara pintu depan di buka,sedangkan di dalam ruangan tadi tidak ada siapapun kecuali dia dan Lidya yang saat ini terkapar.


Setelah meniup segelas air putih, lalu ia memasukkan air itu ke mulut nya dan langsung menyembur kan nya di wajah Lidya terlihat pucat itu.


Seketika mata Lidya terbelalak dengan lebar, Linda yang melihat itu sangat kaget. Ia yang awalnya sangat jijik dengan apa yang dilakukan oleh nenek Peki, kini ia kagum setelah melihat kesaktian nenek itu.


Hati Linda sangat bahagia dan lega saat melihat anak nya yang sudah sadarkan diri. Ia langsung berjalan kearah kepala Lidya, lalu ia jongkok dan mendekatkan wajah nya di wajah Lidya.


"Lidya...., " bisik Linda ditelinga nya.


Lidya yang masih lemas tak menjawab panggilan Linda mamanya itu. Ia hanya bisa meneteskan air matanya, Linda yang melihat itu merasa sangat sedih.


"Anak saya tidak apa-apa kan, nek?, " tanya Linda dengan penuh ke khawatiran.

__ADS_1


Nenek Peki yang melihat wajah khawatir Linda tak menjawab pertanyaan nya. Namun ia malah terkekeh-kekeh, Linda yang melihat itu semakin kebingungan.


"Saya mohon, nek. Sembuh dan Pulihkan Lidya anak saya seperti semula, nek. " Linda memohon sambil menangkup kan kedua tangannya.


Namun Linda semakin dibuat bingung oleh tingkah laku nenek tua itu. Ia tak menjawab setiap pertanyaan nya.


Kini nenek Peki berdiri dan berjalan menuju belakang, Linda yang masih jongkok terus mengelus kepala Lidya.


Tak lama kemudian nenek itu keluar dari dapur dengan membawa gelas yang terbuat dari bambu berwarna kuning.


Lalu ia duduk ditempat semula, dan meniup gelas bambu yang berwarna kuning itu. Ia memberikan gelas itu kepada Linda dan menyuruh Linda untuk meminumkan nya pada Lidya.


Linda menerima gelas itu, saat dia melihat dan mencium ramuan itu. Perut Linda langsung terasa mual.Linda pun akhirnya memuntahkan isi perutnya, namun karena pagi ini ia belum makan, jadi tak ada yang dikeluarkan oleh perutnya.


Dengan berhati-hati dan menahan nafas agar tak mencium aroma anyir dari minuman itu. Linda pun meminumkan nya pada Lidya yang saat ini ia topang tubuhnya untuk duduk.


Dengan tubuh lemas Lidya pun akhirnya meminumnya, kali ini Lidya minum ramuan itu tanpa drama seperti pertama kali ia datang kemarin.


Setelah meminumnya Lidya direbahkan kembali. Beberapa menit kemudian Lidya membuka matanya dan ia langsung duduk.


"Mama....," Lidya memanggil mama nya yang saat ini sedang tertidur dengan duduk di sampingnya.


Linda pun membuka matanya seketika saat mendengar panggilan dari Lidya anaknya.


"Kamu sudah sadar, nak?, " ucap Linda dengan menangis langsung duduk disamping Lidya dan memeluk tubuh putri nya itu.


"Aku kenapa, ma? kenapa mama menangis?, " tanya Lidya.


"Syukur lah kamu sudah sadar dan tak terjadi apa-apa pada dirimu," ucap Linda lagi.

__ADS_1


"Proses pengambilan janin di perut mu sudah berhasil, Lid." ucap Linda dengan tersenyum bahagia walau air matanya mengalir.


"Jadi sekarang Lidya sudah nggak hamil lagi kan, ma?," tanya Lidya sambil memegang perutnya.


__ADS_2