DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Kemarahan Sarah


__ADS_3

 Sarah sangat stress, memikirkan keadaan dan keberadaan Kean. Rasanya otak nya sudah buntu, tak bisa untuk berpikir jernih.


Dalam pikirannya saat ini, ia ingin sekali membantai Veni.


"Kamu tak akan selamat, kalau sampai terjadi apa-apa pada anak ku Kean!!!," Sorot mata penuh amarah terlihat jelas di wajahnya.


Segera ia mencari nomor pengacara nya, kali ini bukan hanya gertakan. Namun Sarah benar-benar akan membawa kasus ini ke pihak yang berwajib.


Saat telepon sudah tersambung, tapi masih belum diangkat oleh pengacara nya. Tiba-tiba terlihat Kean dan Kay berjalan bergandengan masuk dari pintu belakang di ikuti oleh Veni. Seperti nya mereka bertiga dari toilet.


Sarah pun menghempas nafasnya dengan kasar. Ada perasaan lega saat melihat malaikat kecilnya itu ternyata baik-baik saja.


Namun, Sarah harus tetap memberi pelajaran pada Veni. Karena tindakan yang dilakukan oleh Veni, sudah membuat ia ketakutan sendiri.


"Kean!!!," panggil Sarah dengan teriak, karena ia sudah tak bisa membendung perasaan harinya. Air mata Sarah mengalir di pipinya.


Kean yang mendengar suara yang memanggil nya itu, ia langsung melempar pandangan pada sumber suara itu.


"Amma....," sahut Kean dengan wajah bahagia, karena ternyata dugaan nya pada maki nya Kay salah. Kean takut kalau ia akan di lukai oleh mami nya Kay. Namun ternyata salah, ternyata mami nya Kay baik. Buktinya saat ini mami nya Kay sudah menghubungi Sarah mama nya untuk memberi tahu keberadaan nya saat ini.


Kean pun berlari ke arah Sarah, ia langsung menghamburkan tubuhnya di pelukan Sarah.


"Kean!, kenapa Kean pulang sekolah dengan orang lain?!, bukan kah amma sudah bilang pada Kean waktu itu?, kalau Kean tidak boleh pergi dengan orang lain?!," rasa khawatir pada Kean, membuat Sarah juga harus menegur Kean.


"Maaf, Amma. Tadi Kean diajak mami nya Kay. Tapi amma tenang ya, mami nya Kay itu baik kok." ucap Kean dengan tatapan lugu.


"Tapi sayang, kamu ingat kan pesan amma?, kalau Kean harus menolak setiap ajakan orang lain." Sarah terus menasehati Kean, karena Sarah tak ingin hal yang serupa terulang lagi seperti ini.


Dulu masih ingat betul, saat Kean pulang sekolah bersama Bima. Dan akhirnya, Kean yang menjadi sandera nya Bima, agar Sarah tak jadi meninggalkan dan meminta cerai padanya.


Dan saat ini, Kean pulang bersama Veni. Entah ada maksud apa, sehingga dengan tiba-tiba Veni sangat baik pada Kean. Padahal, sebelumya Veni sangat membenci Kean, seperti ia membenci Sarah.


 Namun kini sikapnya sangat berubah seratus delapan puluh derajat.


"Sekarang Kean duduk sini, amma akan bicara dengan maminya Kay." ucap Sarah pada Kean dengan sorot matanya menatap tajam mata Veni.


"Tapi makanan Kean ada disana, Amma." tunjuk Kean pada meja yang ia tinggalkan ke toilet tadi. Disana terlihat banyak makanan. Di duga itu makanan yang sudah dipesan oleh Veni untuk Kay dan Kean.

__ADS_1


"Sarah, mari kita duduk di sana." sahut Veni dengan suara yang sangat ramah. Tak seperti biasanya, yang selalu membentak dan berucap ketus pada Sarah ataupun Kean.


"Kean kamu lanjutkan makannya disana bersama Kay. Amma bicara dulu dengan mami nya Kay." Sarah pun menyuruh Kean untuk kembali duduk di meja nya tadi. Dimana saat ini Kayla sedang duduk dengan menikmati ayam crispy miliknya.


Melihat itu, dan sudah di beri ijin oleh Sarah mama nya. Kean pun berlari kearah Kay yang tengah menikmati makanan nya.


"Kay!!, kita makan bersama." ucap Kean dengan wajah penuh kegembiraan. Kean terlihat sangat bahagia di raut wajahnya. Ekspresi wajah Kean terlihat kalau ia sangat menikmati kebersamaan makan bersama Kay teman sekelasnya.


"Apa benar yang di katakan, Kean?, kalau disini dirinya baik-baik saja?." gumam Sarah bertanya dalam hati sambil memandang terus tanpa kedip kearah Kean dan Kay yang saat ini sedang menikmati makanan yang sudah terhidang di atas meja.


Setelah hati Sarah tenang, karena memang tak terjadi apa-apa pada anak satu-satunya itu. Kini pandangan Sarah beralih pada Veni, yang berada tak jauh dari Kean dan Kay yang sedang menikmati makanan nya itu.


Rasa kesal pada Veni dalam hati Sarah, masih membekas. Sarah tak membenarkan tindakan Veni kali ini, yang tiba-tiba membawa Kean tanpa ijin terlebih dahulu. Walaupun tak terjadi apa-apa pada Kean.


Sarah pun berjalan mendekati Veni, raut wajah Veni terlihat sangat ketakutan. Veni melihat ada emosi yang membara di wajah Sarah.


Dan kini Sarah berdiri sangat dekat dengan tubuh Veni. Dan Veni menundukkan pandangan nya.


Lalu dengan kasar, Sarah pun menyeret Veni untuk menjauh dari kedua anak kecil itu.


Sarah membawa Veni ke belakang, di mana kedua anak itu tak akan melihat kalau terjadi perdebatan diantara kedua orang tuanya.


Lalu dengan kasar, Sarah pun. Melempar tubuh Veni ke dinding toilet.


"Apa yang kamu mau dariku, sehingga kamu membawa kabur anakku?!!," tanya Sarah dengan suara pelan namun dengan penuh emosi dan penekanan.


"Aku tak punya tujuan apa-apa, Sarah. Aku hanya ingin memperbaiki hubungan kita." jawab Veni dengan suara terbata-bata karena ia benar-benar ketakutan pada Sarah saat ini


Sarah tak seperti biasanya, yang selalu diam dan menerima setiap perilaku tidak baik yang dilakukan oleh Veni pada nya.


Kali ini Sarah benar-benar sudah kehabisan stok sabar di dalam hati nya. Karena kali ini keselamatan anaknya lah yang menjadi taruhannya.


"Memperbaiki hubungan??, hubungan yang seperti apa yang kamu mau, mbak??!!," bentak Sarah dengan mata melotot. Seakan-akan Sarah ingin memangsa Veni saat itu juga.


"Kita ini saudara ipar, Sarah. Jadi sudah selayaknya kita menjalin hubungan baik." ucap Veni, sambil meneteskan air mata kepalsuan.


"Aku tak ingin hubungan kita renggang Sarah. Aku ingin kita bisa dekat satu sama lain dan saling melengkapi." lanjut Veni dengan air matanya yang tak mampu ia bendung.

__ADS_1


"Saudara, mbak?. Sekarang kamu menganggap ku saudara setelah kamu tau status sosialku seperti apa. Lalu dulu, kamu kemana saja?!," bentak Sarah.


"Dulu saya khilaf, Sarah. Jadi aku minta kamu memaafkan aku dengan semua kesalahan yang telah aku lakukan, karena itu diluar kesengajaan ku." Ucap Veni sambil menangkupkan kedua telapak tangan nya dan memohon pada Sarah.


"Maksud di luar kesengajaan mu, apa waktu kamu melakukan itu padaku kamu sedang mabuk, mbak?!." tanya Sarah dengan senyum getir.


"Lupakan lah yang lalu Sarah. Sekarang kita buka lembaran baru. Kita Ini saudara ipar, betapa bahagianya kalau kita semua hidup rukun bersama saudara kita " ucap Veni dengan sangat bijaknya.


"wah... Enak dan mudah sekali kamu bicara seperti itu mbak. Setelah apa yang kamu lakukan pada rumah tanggaku."


"Kamu jangan bilang seperti itu, Sarah. Jangan seakan-akan aku lah perusak rumah tangga mu. Aku juga punya keluarga, jadi aku mohon jaga perasaan ku, suami ku dan anak-anak ku. Kamu harus ingat!!, kita ini saudara ipar." sekali lagi Veni memohon pada Sarah.


"Kenapa kamu bangga sekali dengan ikatan saudara ipar?, asal kamu tau, mbak!!!. Ikatan saudara ipar tidak ada apa-apa nya. Karena tak ada ikatan darah di saudara ipar itu!!!," ucap Sarah dengan suara pelan namun tetap terlihat emosi yang membara.


"Dan satu lagi, mulai saat ini aku dan kamu sudah bukan siapa-siapa. Karena aku sudah sah bercerai dengan mas Bima!!," lanjut Sarah.


"Cerai?!," kedua alis Veni bertaut, ia sangat terkejut dengan apa yang diucapkan Sarah.


"Iya, kamu bahagia kan dengan perceraian kami?! Dan itu kan yang kamu harapkan dari pernikahan ku dengan mas Bima??, sekarang keinginan mu sudah terkabul, mbak!!," ucap Sarah. Karena Sarah tau betul kalau Veni sangat menginginkan perceraian nya dengan Bima. Veni sangat berharap Bima akan menjadi suaminya. Seperti yang Veni katakan pada Sarah saat ia mencurahkan isi hatinya lewat inbox di aplikasi novel online.


"Cukup Sarah!!, kamu jangan mengada-ada. Kamu jangan berbicara seperti itu. Apa kata mas Awan kalau ia mendengar apa yang kamu ceritakan itu? Pasti ia akan marah dan pasti meninggalkan ku dengan Kay. Jadi jangan sekali-kali kamu berbicara omong kosong itu lagi." Veni sedikit memberi ancaman pada Sarah. Ia tak ingin semua rahasia yang telah ia ceritakan pada Sarah, menjadi senjata Sarah untuk menghancurkan rumah tangganya bahkan hidupnya.


"Kamu bilang aku mengada-ada?, lalu siapa yang berkali-kali curhat padaku, menceritakan hubungan gelap nya dengan adik kandung suaminya sendiri, yang tak lain adalah mas Bima suami sah ku??," Sarah semakin geram, karena Veni tak mengakui perselingkuhannya dengan Bima.


"Namun sekarang aku tak peduli dengan itu semua. Karena aku sudah sah bercerai dengan mas Bima!!," lanjut Sarah.


"Jadi kamu sudah benar-benar sah bercerai dengan Bima?!!," Veni menjelaskan apa yang ia dengar ucapan dari mulut Sarah.


"Iya, dan itu sesuai dengan permintaan mu, mbak!!," jawab Sarah.


"Dan satu lagi aku ingatkan padamu, mbak. Aku akan membawa kasus penyebaran nama baik yang telah kamu lakukan ini ke Rana hukum!," ancam Sarah. Namun ini bukan sekedar gertakan, karena Sarah sudah yakin kalau kasus ini akan ia perpanjang sampai ke Rana hukum.


Dengan tujuan, agar Veni segera sadar dan tak mengulangi hal seperti itu lagi. Lalu Sarah pun membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Veni.


"Sarah... Sarah...!!," panggil Veni dengan berlari mengejar Sarah yang sedang berjalan di depan nya.


"Sarah... Aku minta maaf dengan hal itu. Aku janji, aku akan segera membuat video klarifikasi tentang postingan foto itu. Jadi aku mohon batalkan semua niat mu itu." lagi, Veni memohon pada Sarah sambil menangkupkan kedua telapak tangan nya.

__ADS_1


"Asal kamu tau, bukan nya aku tak menggubris ultimatum mu kemarin. Jujur saja kemarin aku sangat sibuk, mencarikan uang lima puluh juta untuk biaya Bima, agar ia bisa keluar dari tahanan." Suara Veni melemah seperti tak punya otot.


__ADS_2