DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Bukti Kekerasan Pada Kean


__ADS_3

"Sekarang setelah ada mama, Kean kok nggak mau sama nenek?, setelah ada mama Kean kok jadi rewel, bukannya tadi Kean diam dan sangat nurut sekali sama nenek?," tanya nya lagi kepada Kean.


"Aku tadi datang, Kean dalam keadaan menangis'ma!!, Dan aku mendengar suara Bianca membentak Kean yang sedang menangis," ucap ku sengaja memang aku mengatakan apa yang aku lihat tentang Bianca.


"Benarkah yang dikatakan oleh Sarah, Bianca?!," tanya mama Linda dengan tatapan tajam padanya.


"Kok kamu jadi fitnah aku seperti itu sih, Sarah?," tanya Bianca dengan nada yang lemah lembut. Seakan-akan aku lah yang jahat dengan berkata sangat ketus kepada nya.


"Bukan aku memfitnah, tapi memang aku melihat nya." jawabku ketus.


"amma... atit." ucap Kean sambil memegang paha nya. Aku pun segera membukanya, betapa terkejutnya aku melihat pangkal paha dan betis anak ku. Ada memar merah kebiru-biruan.


"Apa ini??!!!," tanya ku dengan mata melotot penuh emosi. Ku pandangi satu persatu manusia yang saat ini berada di depan ku. Termasuk mas Damar tak luput dari tatapan tajam ku.


"Ouw...." ucap mama Linda seakan terkejut melihat tanda biru di pangkal pada dan betis Kean dengan menutup mulutnya yang sedang menganga.


"Apa yang kamu lakukan pada Kean, Bianca?!," tanya Damar dengan wajah yang benar-benar emosi.


"Tega kamu ya, melakukan itu pada cucuku satu-satunya." di susuk mama Linda. Yang entah ada angin apa kok dia tiba-tiba sangat baik dan perhatian pada Kean.


"Aku... aku... aku nggak apa-apain Kean, ma, Mar." Jawab Bianca dengan wajah yang ketakutan.


"Nggak ngapa-ngapain gimana, itu betis dan pangkal paha Kean memar begitu?!!," ucap mas Damar terlihat semakin geram pada Bianca.


"Beneran, Mar. Aku nggak tau. Mungkin saja dia tadi terus menangis karena rasa sakit itu." Bianca masih saja menyanggah tuduhan itu.


"Oh ya... buat mama, aku sama sekali tidak suka dengan cara mama membawa Kean tiba-tiba tanpa meminta ijin padaku!!, Sekali lagi mama atau siapapun termasuk kamu mas, melakukan hal seperti ini. Mengambil Kean tanpa sepengetahuan ku. Aku pastikan kalian akan mendekam dipenjara!!!," Ancam ku. Walau sebenarnya itu tidak ada hukum nya seorang ayah mengambil anak nya walau pun tanpa ijin kepada ibunya.


"Tapi aku juga punya hak atas diri Kean, karena dia itu anak ku, anak kandung ku Sarah!!," kali ini ucapan mas Damar terdengar sangat tegas.


"Terus kemana saja kamu selama ini, mas?, kok baru kali ini kamu mencari anak kandung mu?!," ucapku dengan tersenyum getir.


"Ya, dulu aku memang salah telah menelantarkan kamu sama Kean. Makanya sekarang aku mau menebus kesalahanku yang dulu." ucapnya dengan wajah penuh iba.


Namun aku hanya tersenyum sinis kepadanya, tanpa berpamitan aku keluar dari rumah itu.


Mas Damar, Bianca dan mantan mama mertua ternyata berjalan di belakang ku. Mereka mengikuti sampai di pintu pagar rumah.

__ADS_1


"Dan satu lagi, kalau luka memar ini terbukti ada kekerasan pada Kean. Aku tak segan-segan membawa masalah ini ke pihak yang berwajib," ancam ku kepada tiga manusia yang saat ini berada di depan ku.


Namun mereka hanya diam saja, mulutnya tak mengeluarkan sepatah kata pun.


Dan aku berlalu ke dalam mobil bersama Mayang, ternyata sedari tadi Mayang ada di belakang ku.


Mobil pun berjalan dengan kecepatan sedang, karena hati ini sangat lega sudah bertemu dengan Kean lagi.


Walau ada sakit hati atas perlakuan Bianca pada Kean dan ada luka lebam di kaki mungil Kean.


"Mbak, coba mbak Sarah buka luka memar yang ada pada kaki Kean." perintah Mayang sambil terus menyetir mobil.


Dan aku segera mengangkat celana Kean keatas. Mayang sangat terkejut melihat memar yang berwana merah kebiru-biruan.


"Mbak, kok sampai kayak gini?," tanya Mayang dengan memegang kaki Kean.


"Makanya tadi mbak di sana marah-marah saat melihat kaki Kean ini." jawab ku dengan sangat sebal.


"Selain di dalam toko, cctv nya apa juga terpasang diluar mbak?," tanya Mayang.


Tiba-tiba saja dia membahas cctv yang ada diruko.


Namun hanya Mayang mengangguk-anggukan kepalanya.


"Memang kenapa, may?," tanya ku dengan rasa penasaran.


"Nggak apa-apa kok, mbak. Biar nanti Mayang cek lagi video nya. Mumpung belum dua puluh empat jam," ucap nya sambil tatapan terus fokus kedepan.


Saat ini Kean sudah tertidur dipangkuan ku, berkali-kali aku menciumi pipi gembul nya. Ada rasa tak rela kalau orang-orang yang dulu telah menyia-nyiakan nya, kini mereka datang untuk mengambil hak nya tanpa memberikan kewajiban nya terlebih dahulu.


Namun walau bagaimanapun mereka masih ada ikatan darah dengan Kean. Dan ku tak boleh egois dengan itu, karena aku yakin Kean juga membutuhkan sosok ayah kandungnya.


Kalau memang mereka benar-benar baik pada Kean anak ku, aku akan membiarkan mereka membawa Kean. Membawa dalam artian harus tetap di kembalikan pada ku.


Tapi kalau mereka hanya berpura-pura, aku pastikan mereka tak akan bisa bertemu dengan Kean lagi. Karena aku akan memasang badan paling depan untuk kebahagiaan dan keselamatan anak ku.


Kini kami sudah sampai di ruko, kali ini toko masih terpantau ramai. Para ojek online juga banyak yang sedang mengantri. Mereka rela mengantre karena dua hal, yaitu kepuasan pelanggan ojol nya dan uang hasil dari jasa pengantaran dari orang yang order.

__ADS_1


Aku masuk kedalam rumah untuk menidurkan Kean. Dan Mayang pergi ke ruang monitor cctv.


Lalu Mayang mencoba melihat video cctv yang ada di depan toko tepat nya dipinggir jalan. Karena aku sengaja memasang cctv di area luar untuk berjaga-jaga misalkan terjadi sesuatu.


"Mbak..," panggil Mayang pelan kepadaku, karena ia tahu kalau ada Kean yang sedang tidur.


Aku segera menghampiri nya, setelah ku rasa Kean sudah tidur dengan pulas.


"Ada apa, May?," tanyaku mendekati Mayang yang sedang duduk di depan layar monitor cctv.


"Lihat ini mbak!," ucap Mayang sambil mencoba memperbesar video itu.


"Ada apa, May?," tanya ku dengan menatap video yang ditunjuk oleh Mayang.


"Lihat ini!!," ucapnya dengan jari tangannya menunjuk di suatu gerakan.


Betapa kagetnya aku, melihat tangan mama Linda yang tengah memukul kaki bagian paha Kean. Dan sangat terlihat dengan jelas kalau dia juga mencubit bagian betis Kean. Saat itu Kean terlihat sedang menangis.


Lalu dia membawanya naik taksi online yang sudah menunggu nya sedari tadi.


"Dasar manusia bi4dab, beraninya nya dia lakukan itu pada Kean!!," ucap ku sangat geram.


Dasar bermuka dua, bisa-bisanya dia bersikap manis dan baik didepan ku dengan menuduh Bianca yang melakukan nya.


Aku benar-benar harus protektif pada Kean, dan nggak boleh lengah sedikit pun.


"Menurut mu, apa perlu kita bawa kasus ini pada pihak yang berwajib?," tanyaku pada Mayang.


"Sebaiknya jangan dulu, mbak. Tapi kita simpan dulu bukti video ini. Siapa tau nanti kita membutuhkan nya." ucap Mayang.


"Kita buat aja mereka ketakutan, hitung-hitung kita membalas perlakuan mereka pada Kean." lanjutnya.


"Maksud nya?," tanyaku.


"Ya kita kirim saja video itu, dan pura-pura mau membawa masalah ini ke pihak yang berwajib. Di beri shock terapi dikit buat mereka. Aku yakin mereka akan ketakutan." jelas Mayang panjang kali lebar.


"Kalau masalah itu, ku pasrahkan semua nya kepada mu, May. Mbak pusing kalau memikirkan hal-hal seperti itu. yang penting saat ini mbak harus lebih ketat menjaga Kean." ucap ku dengan beranjak dari duduk.

__ADS_1


Aku pun berlalu masuk kamar, untuk merebahkan tubuh ku. Karena saat ini tubuh dan pikiran ku sangat capek.'


__ADS_2