DERITA SEATAP DENGAN MERTUA

DERITA SEATAP DENGAN MERTUA
Hasrat Yang Berkobar


__ADS_3

Sarah hanya bisa diam dan pasrah saat mertua nya berbohong didepan Damar.


Padahal untuk urusan makan setiap hari, mertua nya tak pernah mengeluarkan uang sepeserpun.


"Tuh, Istri mu yang tak bisa hemat. Bahan makanan habis terus," adu Linda pada Damar sambil memonyongkan bibirnya ke arah Sarah.


Sarah hanya menunduk, tak berani menatap Damar. Padahal di hati kecil nya, Sarah sangat ingin bicara yang sejujurnya tentang uang belanja setiap hari nya.


Namun lagi-lagi mulut nya berat untuk mengatakan itu, karena ia tak mau terus berdebat dengan Damar.


"Nasehati istri mu itu, biar ia bisa lebih hemat. Kasian kamu yang capek bekerja," mertua Sarah sangat pintar bersilat lidah.


"Kamu juga harus selidiki dia, setiap hari nya kemana aja saat kamu tinggal kerja cari uang. Jangan-jangan dia kelayapan aja," ucap Linda sambil melirik kearah Sarah.


"Takutnya uang mu di habiskan Sarah untuk hura-hura di luaran sana," lanjut Linda mengompori Damar.


"Sarah, tak pernah kemana-mana, Bu. Dia kan dari kampung, mana berani dia keluar sendiri tanpa Damar," jawab Damar.


"Ya siapa tau Sarah bermuka dua. Lugu di depan mu dan liar dibelakang mu," lagi Linda melirik Sarah dengan senyuman sinis.


"Lihat aja wajahnya sekarang lebih putih dan terawat, nggak seperti biasanya, Mar. Bau harum parfum nya pun seperti parfum mahal," bisik Linda pelan di kuping Damar.


Membuat Sarah semakin takut terpojokkan.


"Mama ini bisa aja, Uda ah... Damar mau mandi dulu trus makan. Cacing dalam perut Damar sudah keroncongan," Damar mengalihkan pembicaraan mama nya.


Namun Damar masih memikirkan omongan mama nya itu. Lalu ia mencoba mencuri pandang pada wajah Sarah.


"Benar apa yang dikatakan mama, Sarah sedikit berubah. Wajahnya seperti wajah yang perawatan di salon mahal. Lebih kelihatan putih dan glowing," lalu Damar masuk kedalam kamarnya, menuju meja rias Sarah.


Dimeja rias Sarah terdapat satu parfum dengan brand terkenal dan dipastikan harganya lumayan mahal. Tapi nggak mahal-mahal banget. Dan Damar mencoba menghirupnya, dan aromanya wangi yang bikin candu.


Namun rasa ingin tahu Damar, masih ia tahan. Lalu Damar pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuh nya. Setelah selesai ganti baju, Damar berlalu ke meja makan.


Sarah berdiri di ruang keluarga sedang menggendong Kean dan Damar duduk di meja makan. Namun mata Damar tak berkedip saat ia menatap Sarah.


Sarah yang sadar kalau ia sedang di awasi oleh Damar. Membuat ia kebingungan dan salah tingkah.


"Mas Damar mau makan?," tanya Sarah yang melihat Damar sedang menatap wajahnya.


Damar pun langsung kaget, suara Sarah seketika membuyarkan lamunannya.

__ADS_1


"Hmmm... ii.. iya," Damar langsung mengambil nasi di taruh di piring nya dan beberapa lauk yang sudah tersedia di atas meja makan.


Rasa malu dan gengsi ada di hati Damar saat ini. Ia gengsi mengakui kalau Sarah cantik saat ini.


Sarah pun kembali bermain bersama Kean yang ada di gendongan nya.


Lalu Sarah membawanya ke kamar saat Kean sudah tidur, dan Damar duduk di sofa dengan mainan handphone nya


Sarah ikut merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dan ia memulai mengetik novelnya.


Handphone Sarah berbunyi, ternyata pesan dari Sinta.


"Sarah, bos ku suka sama kue yang kamu buat. Besok bos ku mau pesan lima macam kue, Dan masing-masing kue sepuluh pcs,"


"Oke Sinta. Diambil jam berapa, sin?,"


"Jam sebelas, Sarah."


Sarah pun memberi kabar pada Reni, tentang kue pesanan Sinta. Agar besok ia siapkan. Dan tak lupa Sarah juga memberi tahu kalau besok mungkin ia tak pergi ke toko.


Setelah dapat jawaban dari Reni, Sarah pun kembali mengetik novelnya.


Sarah pun bergegas menutup handphone nya, ia takut Damar melihat apa yang ia lakukan di handphone nya.


Lalu tangan Damar memeluk perut Sarah, Sarah pun bingung dengan sikap Damar. Karena semenjak Sarah hamil Kean, Damar tak pernah menyentuh nya. Tapi Sarah tak memasalahkan itu, karena saat ia curiga Damar selingkuh, Sarah jadi tak punya hasrat pada Damar. Yang ada hanya takut tertular penyakit kelamin.


Damar pun mulai mengembus-embus leher Sarah yang terlihat jenjang dengan rambut panjang yang dikucir ekor kuda.


"Maaf mas, Sarah sedang datang bulan." ucap Sarah dengan melepas pelan-pelan tangan Damar yang melingkar di tubuh nya. Memang kebetulan saat ini Sarah sedang datang bulan.


"Aku lagi berhasrat, Sarah." Bisik Damar pas ditelinga Sarah yang membuat darah Sarah berdesir dan bulu-bulu halus Sarah berdiri.


"Tapi maaf, mas. Untuk malam ini Sarah nggak bisa." Tolak Sarah dengan halus.


"Kamu menolak keinginan suami adalah dosa besar!!!," ucap Damar dengan emosi karena hasratnya pada Sarah tak tersalurkan. Damar pun melepas pelukan di tubuh Sarah dengan kasar.


Dan Sarah tak takut akan dosa itu, karena kenyataannya memang saat ini Sarah sedang datang bulan.


Damar keluar dari kamarnya, dan seperti menelpon seseorang.


"Siapa malam-malam gini yang di telepon, mas Damar?," tanya Sarah dalam hati.

__ADS_1


Terdengar suara mobil Damar keluar dari halaman rumah.


Dan Sarah tak begitu ambil pusing. Karena hal seperti ini sudah biasa. Ditinggal setiap malam ia juga sudah terbiasa.


Sarah pun melanjutkan mengetik bab yang akan ia up malam ini di novel online.


Setelah bab selesai di up, Sarah pergi ke kamar mandi untuk membersihkan muka nya. Lalu ia memakai krim yang khusus di pakai malam hari.


Sekarang Sarah mulai merawat diri nya. Bukan karena ia ingin kelihatan cantik untuk orang lain. Tapi ia ingin kelihatan cantik di mata Damar.


Walau saat di ajak melakukan hubungan suami istri, Sarah masih sangat was-was.


Setelah ritual malam selesai, Sarah langsung merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata nya.


Di dalam mobil Damar mencoba menghubungi Bianca, lalu Bianca mengangkat telepon nya.


Dan mereka berdua sepakat bertemu ditempat biasa. Bianca bebas keluar malam hari saat pak Handoko ke luar kota untuk mengurus bisnis-bisnisnya.


Lalu Damar memutar balik mobilnya, untuk ketempat yang biasa dibuat ketemuan.


Akhirnya Damar sampai di hotel bintang lima. Dan ia menunggu Bianca di lobi.


Tak lama kemudian terlihat mobil mewah Bianca berhenti di depan pintu hotel. Bianca turun dan menyerahkan kunci mobilnya pada penjaga pintu hotel untuk diparkirkan.


Bianca berjalan menuju resepsionis, untuk mengambil kunci kamar yang ia pesan. Kira-kira Bianca sudah sampai di kamar hotel yang ia pesan.


Damar berdiri dan berjalan menuju resepsionis, untuk meminta kunci hotel yang sama dengan Bianca. Dan resepsionis itu memberikan nya pada Damar. Memang resepsionis nya sudah diberi tahu lebih awal.


Lalu Damar berjalan menuju kamar yang Bianca pesan. Setelah sampai dikamar itu, Damar langsung membuka pintu dengan kunci yang ia bawa.


Dan didalam, Bianca sudah memakai lingerie yang sangat seksi. Sehingga hasrat yang tertunda pada Sarah kini berkobar kembali.


Tak menunggu lama Damar langsung menyambar tubuh seksi Bianca yang malam ini memakai lingerie berwarna navy. Ia membawanya ke atas ranjang.


Bianca pun pasrah saat Damar mulai melucuti pakaian nya yang transparan itu.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Lagi nunggu kelanjutannya ya?...


tunggu di bab selanjutnya ya😘

__ADS_1


__ADS_2