
"Areta?!," ucap Sarah. Dan akhirnya Sarah mengerti apa yang membuat Kay seperti ini.
Rupanya ia ketakutan saat melihat Areta yang sedang duduk bersama dengan lelakinya itu.
Mungkin Kay masih trauma dengan kejadian yang baru saja terjadi.
"Aku kira mereka sudah pulang, tapi ternyata mereka masih disini. Di outlet juga." gumam Sarah sambil memegang jidatnya.
"Kay, takut sama Tante yang tadi?," tanya Sarah pada Kay dengan suara yang pelan.
Kay pun menganggukkan kepalanya. Namun tatapan nya masih tertuju pada Areta.
"Apa Kay tau siapa Tante itu?," tanya Sarah lagi, Sarah sangat penasaran dengan sikap Areta pada Kay. Di pikiran Sarah, apa Areta tidak tau kalau perempuan kecil itu adalah ponakan Bima?,
Kay hanya menganggukkan kepalanya.
"Memang Tante itu siapa?," tanya Sarah lagi.
"Itu adalah bunda nya kakak Putri." jawab Kay dengan wajah polosnya.
Yang anehnya, kenapa anak sekecil Kay tau, tapi Areta sama sekali tak tau kalau Anak perempuan itu akan menjadi keponakannya.
"Kita pulang aja yuk Tante?!," rengek Kay mengajak pulang Sarah. Rupanya ia memang takut pada Areta.
"Sebentar lagi ya, Kay. Kalau memang Kay takut ketemu dengan mama nya kak Putri. Lebih baik Kay dan Kean main ke Timezone aja." usul Sarah. Dan Kay langsung menganggukkan kepalanya, menyetujui usulan Sarah.
Lalu dengan diantar oleh salah satu karyawan nya, Kean dan Kay pun berangkat untuk bermain di sana.
Dan Sarah langsung masuk kembali kedalam ruang produksi.
Sarah sama sekali tak memperdulikan Areta dan lelakinya itu. Karena ia benar-benar tidak respek pada mereka.
"Kasihan mas Bima di bohongi lagi sama calon istrinya. Hmm," gumam Sarah sambil memiringkan senyum nya.
Ternyata tak lama Sarah berada di outlet, orderan nya pun datang. Saat orderan itu datang Sarah tak berani muncul kedepan untuk menemui Bara. Namun pucuk di cinta ulam pun tiba. Ternyata Bara tak ikut mengirim pesanan bahan baku untuk kue-kue itu.
Dan Sarah tak sedikit pun ingin tahu tentang kenapa Bara tak ikut mengirim barang-barang itu.
__ADS_1
Setelah selesai semua nya, seperti pembayaran dan lain-lain. Sarah duduk sejenak untuk menunggu Kean dak Kay yang masih bermain di Timezone.
Saat ia mencoba melihat jam tangan di pergelangan tangan nya. Menunjukkan waktu sudah sore. Dan sudah waktunya untuk pulang.
Namun kedua anak kecil itu tak ada menunjukkan batang hidungnya sama sekali.
"Hmmm kemana kedua anak kecil itu?, kalau sudah main pasti lupa sama waktu" gumam Sarah.
Lalu Sarah menyuruh satu karyawan untuk menjemput kedua anak kecil itu di pusat permainan mall ini.
Bukannya Sarah malas untuk menjemput anaknya, sehingga ia menyuruh karyawan nya untuk menjemput. Namun karena Sarah menghindari bertemu dengan Areta yang ternyata masih berada di outlet nya.
"Entah apa yang mereka berdua makan, sehingga sangat lama sekali mereka berada disana." gumam Sarah dengan sedikit aneh.
"Apa Areta tak takut kalau ia akan bertemu Bima disini?, sementara terlihat jelas mobil Bima berada di parkiran mall ini." ucap Sarah bicara dengan dirinya sendiri.
Namun Sarah kembali tersadar, bahwa ia tak perlu memikirkan hal itu. Itu sudah bukan urusannya. Biarkan saja Areta dan Bima yang berada dalam lingkaran masalah itu.
Ia cukup melihat dan mendengar saja, apa yang akan terjadi selanjutnya.
Lalu kedua anak kecil itu pun datang, dengan di ikuti oleh karyawan yang di perintahkan Sarah untuk menjemput Kean dan Kay di pusat permainan itu.
"Gimana mainnya sayang?," tanya Sarah sambil memeluk tubuh kecil Kean.
"senang ma, tapi..." ucap Kean tak meneruskan ucapannya.
"Tapi Kenapa?," tanya Sarah sambil melepas pelukan Kean, dan ia memegang kedua bahu anak nya itu sedikit menjauh dari tubuhnya. Sehingga terlihat jelas wajah Kean.
"Tapi masih kurang lama waktunya, amma." rengek Kean pada Sarah.
Sarah pun tersenyum dan memberi pengertian pada anak lelaki nya itu dengan sangat halus.
Dan akhirnya Kean pun mengerti, sehingga ia tak merengek lagi.
"Apa Kay dan Kean mau makan lebih dulu?," tanya Sarah pada kedua anak kecil.itu.
Kay menggelengkan kepala nya. Dan Kean pun sama, memang sara anak kecil tak begitu suka untuk disuruh makan.
__ADS_1
"Kay ingin segera bertemu dengan mami." ucap Kay, mungkin ia sudah kangen dengan mami nya. Karena sudah lumayan lama Kay menghabiskan waktu bersama dengan Sarah.
"Oke sayang, Tante akan mengantarkan mu ke mami. Tapi setelah Kay makan ya?," Sarah membujuk Kay agar mau makan. Karena dari ia pulang sekolah tadi belum makan.
Kay pun menganggukkan kepalanya. Ia menyetujui apa yang diucapkan oleh Sarah.
"Apa kita cari makan disini?," tanya Sarah pada dua anak kecil yang berada didepan nya itu, sambil menatap mereka secara bergantian.
"Kean nggak mau makan disini. Kean ingin masakan uti aja!," jawab Kean.
"Hmm, Kay apa juga mau makan masakan uti nya Kean juga?," tanya Sarah pada Kay. Karena takutnya Kay tidak ingin makan dirumahnya.
"Ia Tante, Kay mau." jawab Kay dengan polosnya.
"Ya sudah kalau gitu kalian tunggu di luar, amma mau ambil tas dulu lalu kita pulang." ucap Sarah.
Dan perintah Sarah pun dilaksanakan oleh mereka berdua. Kean dan Kay berjalan menuju depan, dan duduk di kursi yang kosong pengunjung nya.
Sedang kan Kay, melihat sosok perempuan yang tadi mencaci makinya. Siapa lagi kalau bukan Areta.
Kay kembali ketakutan, wajahnya sangat pucat dengan keringat dingin yang keluar dari tubuhnya.
Kay, mencoba terus melirik kearah Areta yang masih anteng duduk di meja itu.
Padahal makanan yang ada diatas meja itu sudah habis tak bersisa. Tapi kenapa mereka berdua masih anteng disana?
Dan untung nya Areta tak melihat keberadaan Kay, karena ia terus fokus pada lelaki mudah nya itu. Namun tetap saja Kay terus was was dan ketakutan. Karena Kay masih trauma dengan kejadian yang tadi ia alami.
Tak lama kemudian, Areta dan lelaki muda nya itu pun berdiri dan beranjak pergi dari outlet milik Sarah. Dan betapa lega nya hati Kay yang melihat itu. Terlihat sekali wajah Kay yang kembali ceria setelah kepergian Areta.
Setelah Areta keluar, Sarah pun juga keluar. Tak lupa Sarah mengedarkan pandangannya ke tempat duduk Areta tadi.
"Ternyata mereka sudah tidak ada." gumam Sarah sambil mengembangkan senyum nya.
Lalu Sarah pun berjalan mendekati ke dua anak kecil yang masih setia menunggunya.
"Kita pulang sekarang yuk!!," ajak Sarah pada Kean dan Kay.
__ADS_1
Kedua anak itu pun menganggukkan kepala nya. Mereka terlihat sekali sangat bahagia.